NovelToon NovelToon
Hamil Oleh Mantan Suami

Hamil Oleh Mantan Suami

Status: tamat
Genre:Hamil di luar nikah / Cerai / Keluarga & Kasih Sayang / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 5
Nama Author: Triyani

🌸 Lanjutan cerita dari "Merindukan Rembulan" 🌸

Yang nungguin kisah Fabian dan Laras,yuukkk mampir kesini...

Karena tak kunjung memiliki seorang anak,pernikahan antara Fabian dan Laras yang sudah di jalin selama 5 tahun itu pun terpaksa harus di akhiri karena Laras merasa dirinya tidak mampu memberi keturunan untuk suaminya Fabian.

Dan berharap,kelak suaminya bisa mendapatkan seorang istri yang bisa langsung memberikan keturunan untuk suaminya itu.

Lalu bagaimana jika satu tahun pasca bercerai Laras malah hamil anak dari Fabian??karena kejadian tak terduga,membuat mereka melakukan ONS yang mengakibatkan Laras hamil.

Akankah Fabian mau bertanggung jawab pada anak yang di kandung Laras??

Atau malah membiarkan Laras menjadi orang tua tunggal karena meragukan anak itu sebagai anaknya??

Yuukkk simak kisanya Fabian Bagaskara Herlambang dan Larasati Dewi Adnyana

🌸.Jadwal up :
🌸.Senin
🌸.Rabu
🌸.Jumat

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Triyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

21.Menikmati Waktu Bersama

Helaan nafas panjang dan berat pun terlihat dilakukan oleh Papah Sandi. Dimana dirinya berada ditengah tengah.

Tidak tega melihat sang istri yang selalu bersedih karena Bian, anak bungsu mereka tiba tiba saja menghilang tanpa adanya kabar.

Namun disisi lain, Papah Sandi juga takut terjadi sesuatu pada Laras dan juga janin yang saat ini tumbuh didalam rahim gadis yang kini sudah kembali resmi menjadi menantunya, jika dirinya berkata jujur tentang Fabian saat ini.

Papah Sandi pun akhirnya memutuskan untuk bungkam dan menunggu Bian yang menjelaskan semuanya nanti.

***

***

Sementara ditempat lain...

Lebih tepatnya disebuah kamar, tampak sepasang kekasih halal yang masih betah bergelung dengan selimut tebalnya meski matahari sudah menampakan teriknya.

"Pagi sayang," sapa Bian pada Laras yang baru saja membuka matanya.

"Pagi juga Mas, kamu sudah bangun ya? Ini jam sudah berapa?"tanya nya yang akan langsung segera bangkit namun urung dia lakukan setelah menyadari jika tubuhnya masih polosan.

Rona merah pun kini hadir diwajah cantiknya meski tanpa polesan makeup, saat mengingat aktifitas panas keduanya tadi malam.

Meski sudah mendapatkan larangan dari dokter, namun tampaknya hasrat itu begitu sulit ditahan oleh Bian yang sudah berpuasa selama satu tahun lamanya.

Namun Bian melakukan nya perlahan dan dengan gerakan lembut yang membuat Laras nyaman dan ikut terhanyut menikmati setiap sentuhan yang diberikan oleh Bian.

Bian tersenyum bahagia saat bisa melihat kembali bagaimana wajah malu malu Laras setiap kali mereka selesai berhubungan badan.

Wajah merah merona dan malu malu dari Laras selalu membuat pria itu candu akan aktifitas panas diantara mereka berdua.

Bian menarik Laras masuk kembali ke dalam pelukkan nya, hingga kulit tubuh mereka kembali saling menempel dan itu menghadirkan kembali sensasi dan gelenyar aneh ditubuh keduanya.

"Lepas Mas, aku mau mandi," lirih Laras mencoba melepaskan diri saat merasakan sesuatu yang kembali tegak dibawah sana.

Laras mengigit bibir bawahnya saat tahu apa yang terjadi pada tubuh Bian saat ini. Sehingga Laras pun mencoba melepaskan diri.

Sisa semalam pun tubuhnya masih terasa lemas dan tak berdaya. Masih belum siap rasanya jika suaminya itu kembali meminta haknya pagi ini.

"Sudah dulu, aku lelah," lirih Laras saat Bian mulai menyentuh bagian tubuh sensitif Laras.

Bian terkekeh saat melihat wajah panik Laras, tidak tega melihat Laras yang kalang kabut menghadapi sikap mesum nya.

Bian pun akhirnya memberi jarak lalu mencium kening Laras sebelum dirinya bangkit dari pembaringan, lalu mengangkat tubuh Laras dan membawanya ke kamar mandi dalam gendongan nya.

"Mas, ya ampun. Aku bisa jalan sendiri," seru Laras yang kaget saat tiba tiba tubuhnya terasa melayang karena Bian mengangkatnya.

"Tidak boleh, aku sudah membuat tubuhmu lemas dan tidak nyaman saat berjalan kan? Maka dari itu, aku harus bertanggung jawab,"

"Tapi___"

"Kita hanya akan mandi sayang, Mas janji tidak akan macam macam, dan kita hanya akan mandi bersama, ok."

Mendengar penjelasan dari Bian, Laras pun merasa sedikit lega. Dan kini dimengangguk setuju dan keduanya pun akhirnya mandi bersama tanpa ada drama lain nya.

Selesai membersihkan diri, Laras langsung menyiapkan ganti untuk suami nya itu. Laras sempat dibuat kaget dengan jejeran baju baju milik Bian dan juga jejeran baju baju wanita yang diperuntukkan untuknya.

Laras heran, kapan baju baju itu ada disana? Perasaan koper yang di isi baju baju ganti keduanya belum sempat Laras bongkar untuk dipindahkan ke lemari yang ada di kamar itu.

Namun lemari yang lebar dan dingginya sama seperti dinding kamar itu pun sudah dipenuhi oleh baju baju ganti untuknya dan juga untuk Bian, suaminya.

"Hari ini kekantor nggak Mas? kalau kekantor, bias aku siapkan baju kerjanya," tanya Laras yang bingung saat melihat deretan baju baju milik Bian.

"Tidak sayang, hari ini aku ingin menghabiskan waktu bersama mu dan calon anak kita. Mungkin besok aku akan kembali bekerja, saat ini kamu tengah hamil, bisakah tidak bekerja dulu? Untuk toko, kamu serahkan sama orang yang bisa dipercaya, bagaimana?" jawab Bian kembali memeluk tubuh Laras yang tengah fokus memilihkan baju untuknya.

"Aku juga sudah berpikir begitu. Ini anugrah yang kita tunggu setelah sekian lama. Dan aku tidak mau kehilangan nya,"

"Baiklah, terima kasih karena sudah menghadirkan dia sebagai pengikat hubungan kita agar jauh lebih kokoh lagi,"

"Tapi, bagaimana dengan Mamah Mas,"

"Ssstttt, stop memikirkan Mamah. Fokus saja pada pertumbuhan calon bayi kita. Untuk urusan Mamah, kita urus nanti setelah anak kita lahir, ok."

Laras hanya bisa mengangguk patuh. Jujur, Laras pun takut terjadi sesuatu yang buruk pada kehamilan nya jika dia memaksakan diri untuk menyelesaikan masalahnya dengan sang mertua.

Namun Laras berharap, semoga keputusan yang dia dan Bian ambil memang lah yang terbaik untuk hidup dan keluarganya nanti.

1
Yus Warkop
mamfir
Rika
bagus
Jetva
boleh cabut tuntutan tp Flo harus berdiri di eskalator kemudian di dorong oleh Bian...mau nggaaaak...??
Jetva
ORTU SEPERTI INI SANGAT BERBAHAYA...DIDIKANX AKAN MENGHASILKAN IBLIS..ANAK BERSALAH BUKANX DIHUKUM MALAH BERUSAHA MEMBEBASKAN...KLO ORG KEHILANGAN NYAWAX APA DIA BISA GANTI ATW MENGHIDUPKAN KEMBALI DGN SEBUAH KATA : MAAF...??
Rahma Lia
Luar biasa
Safa Almira
nex
Luh Somenasih
kok di buat meninggal sih larasnya thor...jadi gk seru dong bacanya
Sunny Kwok
Luar biasa
Sunny Kwok
waduh ga seru bacanya nih Laras di buat meninggal
Siti Sumarni
jangan sedih ras ,q juga pejuang garis dua 💪
LuckyOne
kalau begitu ceritanya berarti bian harusnya bisa melindungi laras dari keluarganya
Uti Enzo
Luar biasa
Uti Enzo
sukurin
Uti Enzo
kok di buat meninggal thor...
Uti Enzo
ngehalu kamu flora
Dyah Oktina
Luar biasa
Dyah Oktina
🙏🏻😍❤️
Dyah Oktina
iya ih... kaget..baru bian bahagia ...
Dyah Oktina
thor.. kal sdh ketuk palu.. bukannya ngak bisa nikah ulang ya.jd sama dgn talak 3 harus nikah dulu dgn lain orang pd masing2 pasangan. apa masih bisa rujuk?
🌸 Triyani 🌸: masih bisa kak, meski pun sudah ketuk palu masih bisa rujuk. selama tlak yang di layangkan bukan talak 3. klo sudh tlak 3 ya itu hrus nikah dulu sama orang lain baru bisa rujuk
total 1 replies
Dyah Oktina
eh...ternyata ngak khilaf ya thor...🤭😁😆
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!