NovelToon NovelToon
Who Are You?

Who Are You?

Status: tamat
Genre:Mafia / Tamat
Popularitas:99.8k
Nilai: 4.7
Nama Author: Sisca Nasty

Sebuah kerajaan di negara Inggris sedang dilanda kegelisahan yang besar. Di mana Pangeran pertama dari kerajaan besar itu mengalami musibah. Bahkan, tahta lnya sebagai Putra Mahkota harus digeser. Pangeran Arthur Sebastian Earl yang dulunya menjadi Putra Mahkota harus merelakan tahta tersebut untuk adiknya–Pangeran Phillips Gilbert Earl, setelah kecelakaan.

Yang mana semakin membuat Pangeran Arthur menjadi tak terkendali. Semua meninggalkannya, bahkan kekasihnya. Sejak saat itu, Pangeran Arthur menjadi sosok yang arogan. Sampai pada akhirnya semua anggota kerajaan sepakat mencarikan calon istri untuk Pangeran Arthur.

Namun, siapa yang menyangka bila karakter Maise Rosaline berbanding terbalik. Pangeran Arthur menyadari ada satu hal besar yang sedang disembunyikan oleh Maise saat ini. Apa yang sedang disembunyikan oleh Maise? Mengapa Pangeran Arthur begitu terkejut? Simak kisahnya hanya di Who Are You?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sisca Nasty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 22 Cemburu

"Hei!" Pangeran Arthur berteriak. Ia pun tak ayal datang mendekat. Perhatian mereka kini beralih pada Pangeran Arthur yang datang mendekat.

"Siapa lagi kamu?" Laki-laki asing itu bertanya pada Pangeran Arthur yang sudah mendekat.

"Dasar tidak tahu terima kasih. Istriku sudah membantu adikmu! Tapi, kamu malah membentaknya? Aku saja sebagai suaminya tidak pernah membentaknya! Bukankah seharusnya kamu berterima kasih kepada istriku karena sudah membantu adikmu dari segerombol preman itu?" Pangeran Arthur tidak bisa menyembunyikan kemarahannya. Ketika ia mengetahui bahwa ada laki-laki asing yang membentak Alice.

Laki-laki itu memandang Alice. Yang mana di belakang tubuhnya terlihat seorang gadis muda, Leoni. Melihat sang kakak menatapnya dengan tajam, semakin membuat Leoni bersembunyi di belakang tubuh Alice.

"Kamu membuatnya takut," ucap Alice.

"Aish! Leoni! Kakak sudah bilang jangan main sendirian! Kenapa kamu mesti lewat sini? Ini jalan belakang dari mall itu. Apa kamu pikir bisa lolos dari pengawasan kakak? Sekarang kamu tahu mengapa kakak melarangmu pergi sendirian? Ada banyak orang jahat di sekitarmu!" Laki-laki itu beralih menatap Alice yang diam mematung. Tatapan mata itu meremehkan.

"Aku benci Kak Leon! Kakak membuat teman-temanku takut bermain denganku! Sekarang, aku mau bermain dengan Kak Alice!" teriak Leoni.

Kedua mata Alice melebar. Pun juga dengan Pangeran Arthur dan Alpha. Mereka terkejut Alice menggunakan nama lain dan bukan memperkenalkan dirinya sebagai Maise. Meski begitu, Alice berusaha untuk tenang.

"Si*al! Aku keceplosan! Bagaimana bisa aku memperkenalkan diriku sebagai Alice?" Alice membatin sambil menggigit bibir bawahnya.

"Apa? Alice siapa?" Pangeran Arthur bertanya dengan bingung. Namun, ia akhirnya menganggukkan kepala saat Alice melototkan mata padanya.

"Seharusnya kamu bicara padanya dengan lembut. Lihat, dia masih ketakutan karena ada beberapa preman yang mengganggunya. Bukan malah memasang wajah mengerikan begitu," kesal Alice.

"Apa kamu bilang? Hei! Kejadian itu karena ulahnya sendiri! Kalau dia tidak kabur dari penjagaan bodyguardku, mungkin dia masih akan tetap aman!" Laki-laki bernama Leon itu membentak Alice. Seolah dia tidak terima dengan kalimat Alice yang terkesan menyudutkannya.

"Aku pikir cara mendidikmu tetaplah salah. Dia adalah anak muda yang bebas. Sikapmu yang seperti itu termasuk menjadi salah satu alasan untuknya memberontak. Kamu masih bisa mengawasi adikmu dari jauh tanpa merusak masa remaja yang menggebu-gebu. Jika kamu terus bersikap keras, itu tidak akan membuat hubungan kalian berdua menjadi lebih baik." Alice memberikan nasihat kepada Leon. Laki-laki itu kembali melihat Leoni yang mulai melunak. Kemudian perhatiannya tertuju pada Alice yang berdiam diri.

Leon menarik napas dalam-dalam. "Baiklah. Itu ide yang bagus. Leoni, ayo kita pulang. Mari kita bernegosiasi sampai mendapat kesepakatan. Maafkan kakak jika kakak terlalu keras. Dan untukmu, terima kasih."

"Begitu? Kak Leon janji?" Leoni mulai tertarik. Tampak Leon menganggukkan kepalanya. Kini Leoni beralih pada Alice yang berdiri di sampingnya. Gadis itu tersenyum.

"Aku senang bertemu dengan Kak Alice. Em, boleh aku minta nomor telepon Kakak? Aku ingin mengajak Kak Alice jalan-jalan. Siapa tahu kita bisa menjadi teman baik!" Leoni sangat antusias. Ia mengeluarkan handphone miliknya dan memberikannya ada Alice.

Dari kejauhan ekspresi tidak suka Pangeran Arthur terlihat jelas. Membuat Alice tersadar. Lagipula Alice juga melakukan kesalahan lantaran keceplosan perihal namanya. Kini ia menemukan alasan untuk berkelit.

"Em, bukan aku tidak mau memberikan nomor handphone-ku, Leoni. Tapi, aku takut mengecewakanmu karena kita mungkin hanya akan bertemu satu kali ini. Sebab nomor handphone-ku tidak bisa diakses di negara ini. Dan aku juga besok akan pulang ke negaraku. Bagaimana kalau email? Aku akan mengirimkan pesan email padamu." Alice memberikan alasan kuat agar Leoni bisa menerima alasannya.

"Jadi, Kak Alice berasal dari negara lain? Baiklah. Kalau begitu tulis email kakak. Biar aku bisa menghubungi Kakak lain waktu." Di luar dugaan Leoni tetap bersemangat walau hanya dengan email milik Alice saja. Hal itu membuat Alice tidak tega. Akhirnya Alice bersedia memberikan alamat email pada Leoni.

"Terima kasih. Kalau begitu aku dan Kak Leon pamit dulu. Sampai jumpa Kak Alice!" Leoni melambaikan tangannya pada Alice. Setelahnya Leon tersenyum tipis dan mengikuti jejak Leoni pergi meninggalkan tempat itu.

"Akhirnya cecunguk itu pergi!" kesal Pangeran Arthur.

Alice menoleh ke arah suaminya yang masih menatap kepergian saudara kakak beradik itu. Sedangkan Alpha, laki-laki itu menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Bahkan Alpha tersenyum canggung pada Alice.

"Apa kamu terkejut dengan pengakuan namaku pada gadis itu?" tanya Alice.

Pangeran Arthur menoleh. Ia tersenyum lembut pada Alice. "Tadinya aku terkejut. Tapi, saat aku melihat mata kamu yang melotot itu aku sedikit paham dan lega. Setidaknya laki-laki dan adiknya itu tidak akan sembarangan menghubungimu. Ayo, kita pulang dan beristirahat. Aku yakin kamu lelah."

"Syukurlah, Pangeran Arthur percaya apa yang aku katakan. Sepertinya aku ke depannya harus menjaga kesadaran diri. Supaya tidak keceplosan lagi. Hampir saja." Alice membatin seraya menatap Pangeran Arthur dan Alpha yang berkomunikasi.

"Ada apa? Kenapa wajah kalian aneh?" Alice bertanya setelah ia mengamati interaksi Pangeran Arthur dan Alpha.

"Permaisuri, ada kabar yang tidak enak. Kita akan bertolak ke Inggris malam ini juga. Pangeran Philips membuat ulah," terang Pangeran Arthur.

"Ya sudah. Kita harus pulang malam ini juga. Apalagi yang kalian tunggu? Kita harus bergegas!" Alice mulai mendorong kursi roda milik Pangeran Arthur.

Kini tiga tersebut bersiap kembali ke hotel dan berkemas. Sebab, malam ini mereka harus terbang ke negara Inggris. Alice pun tak ambil pusing. Sesampainya di hotel, gadis itu langsung berkemas. Ia tidak segan untuk membantu Alpha dan beberapa anak buah Alpha.

Malam itupun mereka bertiga bertolak ke negara Inggris. Suasana malam yang dingin tak menyurutkan ketiga orang tersebut untuk mengurungkan niatnya. Alice menatap ke luar jendela.

Ada banyak bayang-bayang ingatan di masa lalu. Juga pemikiran akan masa depannya yang mungkin akan sangat sulit untuk kembali ke dunia hitamnya. Berbagai pertanyaan membayangi hidupnya.

Akankah ia selamanya dikenal sebagai Maise? Atau jalan hidup gadis bernama Alice tinggal omong kosong belaka? Bisa saja ia akan hidup sebagai Alice dan melepaskan semuanya.

Namun, bagaimana dengan Pangeran Arthur? Mendadak hati Alice terasa sakit. Bisa-bisanya Alice merasa tidak nyaman saat ia berpikir akan meninggalkan Pangeran Arthur.

"Mengapa?" tanya Alice dalam hati.

"Permaisuri? Kenapa kamu melamun?" Tiba-tiba Pangeran Arthur mengagetkan Alice. Gadis itu seketika gugup saat Pangeran Arthur memberikan sebotol minuman untuk Alice.

"Aku ingin memberimu minum. Sebab sejak kita berangkat kamu belum minum sama sekali. Tapi, apakah kamu sedang memikirkan sesuatu?" Pangeran Arthur memberikan sebotol air mineral untuk Alice.

Gadis itu dengan gugup menerimanya. Seulas senyuman tipis tersemat di bibir Alice. "Terima kasih, Pangeran Arthur."

Pangeran Arthur terus memandangi Alice yang sedang minum. Laki-laki itu seolah menelisik Alice lebih dalam lagi. Pandangan mata Pangeran Arthur membuat Alice semakin salah tingkah. Gadis itu tersedak.

"Uhuk!"

"Hati-hati. Aku tidak akan meminta air minum milikmu. Aku sudah punya," kata Pangeran Arthur.

"Bukan itu. Mengapa kamu melihatku dengan pandangan yang aneh? Apakah aku seaneh itu?" tanya Alice.

"Tidak. Aku hanya memikirkan sesuatu," balas Pangeran Arthur.

"Apa?" Alice cukup penasaran dibuatnya.

"Entah mengapa aku merasa kamu seperti memiliki satu rahasia yang gelap. Aku selalu penasaran tentang hal itu. Tapi, aku yakin itu karena aku belum mengenalmu sepenuhnya. Jadi, aku memutuskan untuk berusaha mengenalimu lebih jauh lagi."

Deg..

1
💟노르 아스마💟
keren ...gk bertele²
Vina Vina
Kurang greget di bagian ini. Maaf ya, kak author...
Angelica Alvira
Luar biasa
Kustri
bilang aja, nunggu alice sadar baru ters terang
Kustri
hati" & waspada, blm tentu kate di pihakmu
Kustri
hugo
Kustri
pura" msh buta klu sdh smp kerajaan ya, blm waktu'a mrk tau,
Kustri
lanjut yaa
Kustri
bulan madu x an oprasi nih
Kustri
oooo.... kamu hrs senang alice
Kustri
lanjutkan!
Kustri
crita sedikit dong ttg alice sblm kecelakaan thor
Kustri
bs jadi artur g buta & cacat, itu dilakukan u/mengetahui siapa kawan & lawan
Kustri
itu td urusan perusahaan yg diretas apa sdh selesai, tau" koq acara pernikahan
Kustri
makin kuat untuk balas dendam
Kustri
wah, luka di dahi apa pertanda baik?
Kustri
kehidupan alice sebelum'a msh misteri,
Kustri
semangat alice, sekali dayung 3 pulau terlampoi🛶💪
Kustri
pasti bener dugaan alice,
balaskan dendam gengmu!
Kustri
wkwkwkkkk... kamu cemburu calista?!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!