NovelToon NovelToon
PINDAH KE DESA KEMATIAN

PINDAH KE DESA KEMATIAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Misteri / Horor / Kumpulan Cerita Horror
Popularitas:132k
Nilai: 4.9
Nama Author: Ratna Asnidar

Karna adanya pembuatan tempat wisata, aku beserta seluruh warga dikampungku haruskan dipindahkan ke tempat tinggal yang baru ke desa yang berlokasi begitu jauh dari tempat tinggal kami sebelumnya. Lahan kosong bekas perkebunan dan hutan kini menjadi tempat tinggal baru kami, kawasan yang masih kental dengan hal mistis dan aura negatif menyelimuti lokasi tersebut. Dari sinilah awal kisah teror para penghuni lokasi itu menghantui kami bahkan sampai harus merenggut beberapa nyawa diantara kami.


Bagaimana cerita dan kisahnya pengalaman horor kami, ikuti dan baca setiap episodenya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratna Asnidar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berkabung

Setelah Tante Yuli merasa lebih tenang dan kuat, kami dan warga lainnya pergi menuju sumur tua itu untuk memastikan kebenaran dari ucapan Tari. Tante Yuli dipegangi oleh Nur agar bisa berjalan dengan stabil, hingga pada akhirnya kami semua tiba di lokasi.

Beberapa bapak-bapak menuruni anak tangga dengan hati-hati, saat tiba dibawah merekapun segera mengecek sumur tua itu menggunakan senter berukuran lumayan besar. Senter menyorot bagian bawah sumur, dan benar saja jasad  Eka ada didalam di sumur tua tersebut.

" Ada jasadnya " Ucap pak Agus setengah berteriak. Mendengar hal itu Tante Yuli jatuh pingsan.

" Tante " Ucapku terkejut saat mengetahui Tante Yuli tiba-tiba pingsan. Warga yang lain membantu membawa Tante Yuli kembali kerumahnya.

" Evakuasi sekarang saja, Pak!" Ucap Pak Supri tetanggaku dari atas. Aku tak kuasa menahan sedihku saat melihat proses Evakuasi pengangkatan jasad Eka. Aku, Nur, Tari dan Wati saling berpelukan dan menangis tiada henti saat melihat jasad Eka sudah selesai di evakuasi dan sudah berada di atas.

Para warga membawa jasad Eka ke rumah duka, dengan langkah yang sempoyongan aku berjalan mengikuti para warga yang membawa jasad Eka. Saat tiba di rumah duka, aku segera menghubungi Ayah dan Ibuku bahwa Eka sudah meninggal dunia dan pemakaman Eka akan dilakukan besok pagi.

Keesokan Paginya...

Aku, Nur, Tari dan Wati mengikuti proses pemakaman Eka, namun saat akan dikafani Ayahnya Eka datang baru pulang kerja, karena semalam dia kerja shift malam.

" Ada apa ini, kenapa rame sekali di rumah?" Tanya  Om Herman Ayahnya Eka bingung

" Bendera kuning, siapa yang meninggal?" Sambungnya saat melihat bendera kuning menggantung didepan rumahnya.

" Saya turut berduka cita ya atas meninggalnya Eka anak kamu, Man." Ucap pak Agus seraya menepuk pelan bahu Om Herman

" Eka, gak mungkin." Ucap Om herman tidak percaya kemudian dia segera masuk kedalam rumah. Dilihatnya Jenazah Eka dan tertutup dengan kain.

" Eka, kamu kenapa Nak, apa yang sudah terjadi denganmu? Hikkss... Hikkss... Hikss.." Ucapnya tidak percaya lalu ia memeluk Eka dengan tangis histerisnya.

Di pemakaman...

Jenazah Eka sudah dikuburkan terlihat Om herman dan juga Tante Yuli masih menangis memegangi batu nisan. Hingga semua sudah pulang kecuali Aku, Nur, Tari dan Wati yang masih tersisa disini.

" Eka, lo yang tenang ya di atas sana. Maafin gue kalau gue punya banyak salah lo, dan gue juga udah maafin semua kesalahan lo yang sengaja maupun yang gak sengaja lo lakuin ke gue." Ucap Wati dengan air mata yang masih menetes dari ujung matanya

" Iya, Eka. Gue juga minta maaf ya kalo gue punya salah sama lo, lo yang tenang di sana karena gue juga udah maafin semua kesalahan lo." Ucap Nur juga sama sedihnya

" Gue juga ya, Eka. Maafin gue kalo gue punya salah sama lo. Terima kasih selama hidup, lo udah jadi sahabat baik buat kita semua, semoga lo tenang ya di atas sana." Ucap Tari sambil memegangi batu nisan

" Eka, lo yang tenang ya di sana. Semoga Allah menempatkan lo di surganya, lo akan selalu ada didalam hati kami meskipun lo udah gak ada di dunia ini. Terima kasih untuk semua kenangan suka duka selama kita bersahabat, gue akan selalu mengingat lo Eka. Gue minta maaf kalo selama lo hidup gue pernah berbuat salah sama lo, dan gue juga udah maafin semua kesalahan yang pernah lo lakuin ke gue baik yang sengaja ataupun yang gak disengaja gue udah maafin dan ikhlasin lo, Eka." Ucapku dengan air mata yang mengalir membasahi pipiku.

Setelah selesai dengan pemakaman Eka, aku dan teman-temanku segera pulang ke rumah masing-masing. Kami tidak melaporkan kasus kematian Eka pada polisi karena Tari sudah menceritakan semua yang dia lihat dalam mata batinnya pada orang tua Eka. Meskipun masih belum rela dan ikhlas mereka harus menerima kalau Eka sudah tidak ada lagi di dunia ini.

Malam harinya...

Aku dan ketiga sahabatku datang ke rumah Eka untuk yasinan, Aku melihat roh Eka masih berada dirumahnya. Aku, Nur, dan Tari melihat  Eka berada di dekat kami, ia tersenyum kepada kami hanya saja Wati tidak dapat melihatnya. Karena memang mata batinnya tertutup tidak terbuka seperti kami.

Yasinan di rumah Eka sudah selesai, aku pun kembali ke rumah dan berniat untuk istirahat dan tertidur. Menghilangkan rasa penat pada ragaku maupun pada hatiku karena kesedihan yang tak kunjung usai.

" Tok... Tok... Tok... " Terdengar suara ketukan pintu segera aku melihat kearah pintu untuk memastikan siapa yang datang.

" Ibu " Ucapku dengan senyumku

" Kamu makan dulu ya, Maura! Sedari siang kamu belum makan." Ucap Ibu yang sudah membawakan aku makanan, air minum dan juga obat ku.

" Tapi, Bu. Maura tidak ***** makan, lagi pula aku sudah mengantuk, Bu." Ucapku dengan memelas

" Jangan begitu, nak. ***** atau tidaknya kamu harus tetap makan, dan minum obat biar tanganmu cepat sembuh." Ucap Ibu

" Baiklah, aku akan makan." Ucapku lalu memasukan sesendok makanan kedalam mulutku.

Meskipun tidak terlalu ***** untuk makan, tapi aku harus tetap menghabiskannya karena tidak ingin membuat Ibu khawatir. Dan aku harus meminum obatku agar aku cepat sembuh, tidak butuh waktu lama aku sudah menghabiskan makananku dan juga meminum obatku. Ibu keluar dari kamarku setelah mengetahui aku sudah melakukan perintahnya.

" Dreett... Dreett... Dreett... " Terdengar suara getar hp milikku di atas nakas dan aku segera mengambil dan mengeceknya.

Aku melihat ada notifikasi wechat dari Kak Rangga kemudian aku membukanya dan membacanya.

" *Maura, kenapa tadi kamu tidak masuk sekolah? " ~ Kak Rangga

" Sahabatku ada yang meninggal, Kak. Jadi aku tidak masuk sekolah tadi." ~ Maura

" Benarkah? Kalau begitu kakak turut berduka cita ya, Maura." ~ Kak Rangga

" Iya Kak, Makasih ya." ~Maura

" Iya, Maura. Oh ya kamu lagi apa sekarang? " ~ Kak Rangga

" Aku baru selesai makan, Kak. Sekarang bersiap mau tidur." ~ Maura

" Oh yaudah kalau gitu, kamu tidur gih sekarang. Maaf kalau kakak udah ganggu kamu. " ~ Kak Rangga

" Ya gak apa-apa, kalau begitu aku tidur dulu ya, Kak. " ~ Maura

" Good night, Maura. Sampai ketemu besok! " ~ Kak Rangga*

Aku tidak membalas lagi kemudian mematikan handphoneku dan meletakkannya lagi di atas nakas. Aku kembali merebahkan tubuhku dan menarik selimut sampai menutupi dadaku.

Keesokan Harinya...

Aku terbangun dari tidurku dan merasa tanganku sudah lebih mendingan dari sebelumnya,  aku melepaskan perban pada tanganku meskipun tanganku masih terasa nyeri. Aku keluar dari kamar dan segera ke dapur untuk sarapan dengan Ayah dan Ibuku.

" Apa tanganmu sudah sembuh, kenapa perbannya sudah dilepas, Maura?" Tanya Ayah

" Belum, yah. Cuma aku merasa tanganku sudah lebih mendingan sekarang." Ucapku kemudian meminum susu yang dibuatkan oleh Ibuku sampai habis.

" Syukurlah kalo tanganmu sudah mendingan, mungkin besok atau lusa sudah sembuh." Sambar Ibu

" Semoga saja, Bu. Yaudah Maura pamit berangkat ke sekolah ya, Bu, Yah." Ucapku berpamitan kemudian mencium tangan kedua orang tuaku

" Iya, Maura. Hati-hati dijalan ya Nak!" Ucap Ibu perhatian

Aku segera keluar rumah dan menunggu Nur di teras, tidak seperti biasanya Nur belum juga datang sampai aku selesai sarapan. Biasanya dia yang terlebih dulu datang dan menungguku diluar. Aku melihat jam dipergelangan tanganku sudah Pukul 07:20 Wib tapi Nur belum juga datang.

" Maura " Seseorang memanggilku tapi sepertinya suara itu tidak asing bagiku, itu suara Kak Rangga dan benar saja saat aku menoleh kearahnya ternyata benar dia.

1
A⃠u⃠r⃠a⃠ Ⓠ︎Ⓡ︎Ⓕ︎
maaf baru mampir kk,baru part pertama tp udah bikin bulu kuduk ku merinding hehe
Yayu Yuwana
ko lama ga up thor
Yayu Yuwana
lanjut
Emy Bundanya Aisyah
yg ditunggu up datang juga...terima kasih thor...😍
Ra Asnii: stay trus ya, mksih udh baca😘😉
total 1 replies
MamiihLita
eehh belum up lagi yaa.. up lagi donks
Ra Asnii: makasih ya udh baca, bsok aku up lagi jangn lupa kasih like, vote, dan juga rate ya😉😊
total 1 replies
MamiihLita
dari awal sampai bab ini suka bgd sm ceritanya.. gak ngebosenin
dan intinya i like horor story😉
🎯Pak Guru📝📶
keren
Ra Asnii: makasih
total 1 replies
Yayu Yuwana
lanjut
Ra Asnii
Aamiin
maksih buat doanya, jangan lupa like, vote, dan ratenya hehe😉
Yayu Yuwana
ahirnya up juga .. aga lupa critany rus baca k atas dikit nih
Ra Asnii: kalo lupa bisa baca ulang ya, hehe
maaf kalo kelamaan up lagi😁
total 1 replies
Yani Suryani
g apa² thor yg penting ceritanya d lanjutin,dan semoga author sehat selalu😊🤗
Emy Bundanya Aisyah
maura kmu ngga curiga sih pas diajak janjian...kamu itu kebanyakn baiknya 🥺, jadi kn ketangkep deh...
Ra Asnii: maafin Maura yang terlalu baik ini ya😁🤭
total 1 replies
Emy Bundanya Aisyah
tenaga tari habis itu buat liat kejadian sblmnya, cepet pulih tari.. good job author
Emy Bundanya Aisyah
rangga mah modus, mdh2an saja kdektn maura ngga bkin winda jadi melakukan yg jahat sama ky maya
Rehana Enka
haiii
Ra Asnii: hello
total 1 replies
Yayu Yuwana
ko dh lama ga up ni gantung
Ihsan Ihsan
akhirnya semua hilang....
MamiihLita
mampir yaa thor
MamiihLita
koq prilly visualnya thor...
Yayu Yuwana
kmn aja thor ilang d telan bumi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!