Malam kelam menimpa seorang gadis cantik bersama dengan seorang CEO dingin dari Hendrawan corp.
Bermula dari sebuah pesta membuat Nana, putri dari pengusaha kaya raya yang terkenal angkuh harus kehilangan kehormatannya karna dijebak oleh seorang rekan bisnis papanya.
Gadis itu mencoba meminta pertolongan. namun naasnya ia malah bertemu dengan Kenzio Hendrawan, seorang CEO dari Hendrawan grup yang terkenal arogan.
Bagaimana nasib Nana? apakah ia akan meminta pertanggung jawaban? atau justru malah pergi tanpa sepengetahuan Zio?
simak terus Hasrat Tuan Arogan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANIVITA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Amarah Nana
"Oh, 2 aja pak" Zio mengira yang dimaksud adalah makanan.
"Oke pak, nanti saya siapkan"
Zio hanya mengangguk ramah
Zio berbaring di ranjang disusul Nana.
"Istirahat dulu, 30 menit lagi kita jalan lagi pake jeep" ucap Zio.
"Kakak udah pesen jeep?"
"Udah, sama supirnya sekalian"
"Oh"
Tok tok tok
"Oh mungkin itu pesanannya udah sampe. Kamu gih yang buka pintu" pinta Zio.
"kakak pesen apa?"
"tadi pesen makanan, cepetan gih. aku udah laper"
Nana pun membuka pintu itu menampakan 2 perempuan dengan pakaian minim.
"Maaf, ada apa ya mbak?" Tanya Nana sopan.
"Kita dapet order mbak. Katanya di kamar ini"
"Order? Order apa?" Nana bingung.
"Ya biasalah mbak"
Wajah Nana langsung berubah karna paham kemana maksud pembicaraan 2 wanita di depannya itu.
"Bentar ya mbak" Nana kembali menutup pintu itu dan membiarkan 2 wanita tadi menunggu diluar.
Bughh
Nana melempar bantal ke arah suaminya yang masih memejamkan matanya.
"Kenapa lagi sih Na?" Kesal Zio karna tidurnya terganggu.
"Kakak keterlaluan banget, muarhhan tau nggak!"
"Apasih Na, nggak jelas kamu"
"Apa?! Masih bilang aku nggak jelas?! Apa karna aku nggak ngasih kakak terus teganya kakak nyewa jallang diluaran sana hah?!"
Zio semakin bingung, ia tak paham maksud istrinya.
"Jallang apa Na? Nggak pernah aku nyewa kayak gituan" elak Zio.
"Halah nggak usah alesan. Nyatanya yang diluar itu apaan!" Kesal Nana.
Wanita itu sudah menangis membuat Zio semakin bingung.
"Kenapa pake nangis segala sih na" Zio mengusap air mata istrinya itu.
"Habisnya kakak nyebelin. Itu yang diluar siapa?" Tunjuk Nana pada pintu.
Zio yang penasaran pun membuka pintu.
Pria itu kaget melihat 2 wanita dengan baju kurang bahan sudah ada di depan pintu.
"Maaf mbak, ada apa ya?" Tanya Zio.
"Kami pesanan anda tadi. Katanya anda memesan 2"
Zio mengernyit, lalu sepersekian detik matanya membola sempurna.
"Berarti yang dimaksud bapak bapak tadi ini?" Gumamnya dalam hati.
"Maaf ya mbak, kayaknya salah deh. Saya kira tadi makanan" jawab Zio membuat wajah kedua perempuan tadi muram.
Seketika 2 manusia tadi meninggalkan kamar itu.
"Tuh, bener kan?!" Nana mulai mengoceh kesal.
"Udah jangan ngomel terus, mending kita keluar dari sini"
"Emang kenapa kak?"
"Ini bukan vila biasa"
"La terus vila apa?"
"Ya vila buat nyewa gituan"
"Hah?" Nana semakin bingung jarna memang wanita itu tak tahu jika ada vila ilegal.
Nana hanya menurut saja,
"Coba cari di internet dulu yang ratting nya bagus" pinta Zio.
Nana pun membuka handphone nya,
"Deket kak dari sini"
"Sini biar aku aja yang pegang maps nya" pinta Zio karna tau istrinya pasti tak bisa membaca maps.
Nana hanya menyengir karna tau suaminya mengetahui kelemahannya yang tak bisa membaca maps.
Mereka sampai di bangunan megah namun hanya 1 lantai saja.
Tak terlalu besar, namun arsitekturnya sangat bagus.
Zio memastikan terlebih dahulu kalau vila itu memang vila pribadi bukan vila vilanan seperti tadi.
Baru menaruh barangnya, ternyata jeep pesanan Zio sudah datang menjemput.
"Kak ayo cepet" pinta Nana tak sabaran.
"Iya iya sabar" sepanjang jalan keduanya menikmati segarnya udara pegunungan.
"Kamu suka?" Tanya Zio merangkul istrinya.
Nana mengangguk
"Suka banget kak"
Setelah seharian berkeliling, Nana dan Zio memutuskan untuk menginap selama semalam dan besok paginya akan kembali ke kota.
"Masih mau nagih itu kak?" Tanya Nana karna dari tadi suaminya tak menagihnya.
"Kenapa emangnya? Bukannya kamu malahan seneng?"
"Ya iya sih, tapi kalo nggak nepatin janji rasanya ada yang kurang kak"
"Nggak usah nggak papa, anggep aja tadi aku cuma bercanda. Udah, tidur gih. Udah malem" ucap Zio lembut.
Laki laki itu ingat bahwa tadi istrinya mengatakan tak suka jika dipaksa untuk berhubungan.
Jadi lebih baik ia mengalah saja.
"Beneran enggak nih?" Tanya Nana lagi meyakinkan.
"Terserah kamu sih, asal kamu nggak terpaksa aja. Aku nggak mau kalo kamu terpaksa"
"Kaka tersinggung ya sama omongan aku?" Tanya Nana serius.
"Enggak kok? Kenapa emangnya?"
"Ya nggak papa sih, agak aneh aja"
"Ya namanya suami istri kan harus saling mengerti. Kalau kamu emang nggak mau nggak masalah, yang penting komunikasi kita baik"
tp lebih ngena kisah rara sm nath nya malahan 🤣
ini bner² nyesek,,udh sebatangkara mencintai pria yg gk mencintainya dn setelah nikahpun masih sllu disakitin jiwa dn ragany 😭😭😭😭😭😭