NovelToon NovelToon
Kembalinya Ketua Sekte Terhebat

Kembalinya Ketua Sekte Terhebat

Status: tamat
Genre:Fantasi Timur / Reinkarnasi / Epik Petualangan / Ahli Bela Diri Kuno / Tamat
Popularitas:102.2k
Nilai: 5
Nama Author: Lora Orphee

Blurb

Setiap Perdamaian memiliki harga yang harus dibayar.

Sebagai Ketua dan Pendiri Sekte Jalan Surgawi, benteng terdepan sekaligus pertahanan terakhir yang dimiliki oleh umat manusia, Li Yao membawa seluruh murid terkuatnya untuk berperang habis-habisan melawan Suku Iblis.

Darah tumpah, daging tersayat dan terpotong bersama tulang. Tanpa harapan, kematian terlihat dimana-mana.

Kemenangan baru muncul setelah Li Yao membunuh Raja Jurang Maut Chenyu, akan tetapi harga yang harus dibayar untuk kemenangan itu adalah kematian Li Yao dan seluruh murid-muridnya.

Seratus tahun berlalu, Li Yao hidup kembali sebagai pelayan saudagar kaya. Dunia tidak banyak berubah, namun tidak ada yang mengetahui pengorbanan Sekte Jalan Surgawi.

Nama Sekte Jalan Surgawi hilang, bangunannya hancur, dan seni beladiri-nya telah dicuri. Sekte yang pernah berada di puncak kini jatuh ke jurang.

Dapatkah Li Yao mengembalikan kejayaan Sekte Jalan Surgawi? Sebenarnya apa yang telah terjadi?

Ikuti perjalanan Li Yao membalas perbuatan Aliansi Surgawi sembari memecahkan misteri dunia!

***

Jangan lupa klik tombol like, favorit, dan comment agar Author semakin semangat menulisnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lora Orphee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 21 ~ Sopan Santun Kepada Senior

Matahari terbit dengan ketinggian 30 derajat. Awal hari yang baru, sudah saatnya murid-murid tingkat ketiga bangun untuk latihan. Setelah bersiap-siap, Gao Ming keluar dari rumahnya lalu bergegas menuju ke tempat latihan.

Tempat latihan kosong. Gao Ming mendesah lalu menggelengkan kepala.

"Apa anak-anak itu ketiduran? Aku tidak bisa terus bersiap lembut kepada mereka, kali ini aku harus menghukum mereka agar kapok dan datang ke tempat latihan tepat waktu."

Langkah Gao Ming berlanjut sampai di depan asrama murid tingkat ketiga. Betapa terkejutnya Gao Ming, ketika melihat hampir semua murid tingkat ketiga telah terkapar di depan asrama.

Tubuh mereka bergetar kelelahan, napas mereka kacau mencari oksigen. Ke mana semua murid yang selalu energik itu? Mereka kelihatan habis menjalani pelatihan yang sangat ekstrim.

Di depan semua murid yang telah tumbang, Gao Ming melihat seorang bocah berusia 8 tahun masih berdiri dan sedang menjalani latihan. Bocah itu adalah Li Yao, murid tingkat ketiga yang baru bergabung.

Dengan tubuh kurusnya, Li Yao mengangkat dua keranjang penuh batu besar menggunakan sebuah batang besi. Kaki Li Yao naik turun, tangannya gemetaran menahan batang besi.

"9997!" seru Li Yao agak keras. Setiap kakinya naik sehabis turun, Li Yao terus mengucap angka-angka itu sebagai contoh agar para murid lainnya tetap bersemangat dan tidak ingin kalah.

"9998!"

Gao Ming tercengang melihat kegigihan Li Yao. Tampak jelas bila Li Yao telah mencapai batas dan sangat kelelahan. Walau demikian, anak itu tetap melanjutkan sampai memenuhi target pelatihannya.

"9999!"

"10000!"

Usai mengucapkan kata 'sepuluh ribu', Li Yao meletakkan batang besi dengan dua keranjang penuh batu besar itu ke atas lantai. Mata anak itu melirik Gao Ming, sebelum akhirnya tidur di lantai sama seperti murid lainnya.

"Sebenarnya, apa yang telah terjadi kepada kalian?" tanya Gao Ming kepada sekelompok murid yang berada persis di hadapannya.

Murid-murid itu saling menatap satu sama lain, terlihat ragu dan ketakutan.

"Eh, kenapa mereka ragu-ragu seperti itu dihadapanku?" tanya Gao Ming di dalam hati.

Merasa tak akan mendapatkan jawaban, Gao Ming berjalan menghampiri Li Yao yang tengah terbaring. Kedatangan Gao Ming membuat Li Yao langsung berdiri, Li Yao tahu Gao Ming pasti akan mempertanyakan apa yang telah dilakukannya.

"Nak, apa yang telah kamu lakukan?" tanya Gao Ming agak heran. Baru satu hari berlalu semenjak kedatangannya, namun anak itu telah menundukkan seluruh murid tingkat ketiga di bawah otoritasnya.

"Ini cuma latihan pagi yang telah kami tentukan dimulai sejak hari ini. Karena ini hari pertama, kakak-kakak semua sangat bersemangat sampai terlalu memaksakan diri," jawab Li Yao.

Semua murid di belakang punggung Gao Ming mengeleng-gelengkan kepala, mereka semua mencoba memberitahu Gao Ming kebenarannya. Saat Gao Ming menoleh ke belakang, Li Yao tersenyum sembari memandang mereka dengan niat jahat.

Semua murid tingkat ketiga diam. Senyum Li Yao yang menakutkan sudah terukir jelas di dalam kepala mereka. Mereka semua tak ingin mencari masalah lagi dengan Li Yao.

"Wah, Lihat ini! Mereka semua takut dengan murid baru. Bagaimana bisa mereka menyebut diri mereka sebagai murid Sekte Jalan Pegunungan? Sudah aku duga, aku harus mendisiplinkan murid baru yang liar ini," pikir Gao Ming, kembali menatap Li Yao yang sedang bersiul tak tahu malu.

"Jangan berbohong! Berani sekali kamu. Kita Sekte Jalan Pegunungan punya aturan tersendiri. Siapa yang menyuruh kamu mengorbankan waktu tidur untuk latihan?" bentak Gao Ming.

"Kami bisa menjadi kuat dengan ajaran Tetua, tapi kami bisa menjadi lebih kuat bila ada upaya dari kami sendiri," jawab Li Yao sabar.

"Walau begitu... "

"Satu bulan," potong Li Yao.

"Mohon berikan saya waktu satu bulan! Saya pasti akan memperlihatkan hasil latihan kami yang memuaskan kepada Tetua. Meski latihan ini sangat berat, kakak-kakak tetap berlatih dengan gigih tanpa mengeluh sama sekali," jelas Li Yao.

"Bukankah begitu, kakak-kakak!" seru Li Yao.

Gao Ming menoleh ke belakang, melihat reaksi murid-murid lainnya.

"Ya!" jawab mereka semua dengan lemas, mereka terpaksa menjawab demikian karena diancam oleh Li Yao.

"Mereka tidak berani mengeluh di hadapannya, ya?" ucap Gao Ming di dalam hati seraya melirik Li Yao.

Li Yao memang bukan bocah biasa, apalagi setelah mendengar cerita ketua sekte. Identitas Li Yao sangat misterius. Apakah Li Yao bisa menjadi harapan untuk membangkitkan Sekte Jalan Surgawi? Gao Ming berpikir kalau sebaiknya ia membiarkan bocah itu.

Walau begitu...

"Apa yang paling utama saat berhubungan dengan kakak seperguruanmu?" tanya Gao Ming, ia tidak ingin Li Yao sombong dan tidak hormat kepada para seniornya.

"Tentu saja sopan santun. Jauh di dalam hati, saya sangat menghormati para kakak-kakak senior." Li Yao berbohong dengan sangat lancar.

"Oh?" Gao Ming terlihat senang mendengar jawaban Li Yao.

Begitu Gao Ming berbalik, ia langsung memberikan apresiasi kepada semua murid.

"Kalian sudah berlatih dengan sukarela sejak subuh. Aku sebagai pelatih kalian merasa sangat bangga Jika kalian terus berlatih seperti ini, kalian pasti akan mendapatkan hasil yang sangat luar biasa!"

"Lanjutkan! Kita akan memulai latihan setengah jam lagi," sambung Gao Ming lalu berjalan meninggalkan tempat tersebut.

"Apa?"

"Te-tetua... ! Tolong k-kami... "

Tubuh semua murid di tempat itu bergetar, mereka tidak percaya bahwa pelatih mereka akan menyetujui usulan bocah gila tersebut.

"Kakak-kakak yang aku hormati, aku kan nggak mau membunuh kalian! Ayo kita bicara sebentar di dalam asrama!" ucap Li Yao seraya menaikkan kedua ujung bibirnya.

Semua murid di tempat itu seketika langsung merinding.

***

Setelah memberikan pelajaran ekstra kepada para kakak senior, Li Yao membuang waktu istirahatnya untuk datang menghampiri ruangan kepala Sekte.

Pintu di ketuk, Li Yao segera mengenalkan dirinya. Tidak lama kemudian Ketua Sekte Tao Zhen mempersilakan Li Yao untuk masuk. Li Yao kembali memasuki ruangan yang sederhana itu.

Di dalam ruangan itu, terlihat Tao Zhen sedang berdiri memandang lingkungan Sekte Jalan Pegunungan melalui jendela. Ruangan khusus ketua sekte memang di bangun di tempat yang tinggi, agar bisa mengawasi seluruh sekte.

"Ada apa, Nak? Kenapa kamu mengunjungiku?" tanya Tao Zhen, ia berbalik lalu menatap seorang bocah yang baru memasuki ruangannya.

"Saya ingin membahas sesuatu dengan ketua," jawab Li Yao.

"Oh, apa yang mau kamu bahas?" tanya Tao Zhen seraya mengelus janggutnya yang masih hitam, merasa tertarik.

"Aku ingin murid tingkat ketiga berhenti berlatih dengan Teknik Pedang Menembus Awan dan Teknik Dasar Perjalanan ke Gunung. Mereka harus fokus berlatih menggunakan Teknik Dasar Memulai Perjalanan!"

Mata Tao Zhen membelalak, ia tidak menduga Li Yao ingin membahas hal sepenting itu.

1
king Rud
gak ngerti AQ rek...😵‍💫
king Rud
banyak trik ap... paling langka sribu ko pake
king Rud
sering bilang masih lemah Br TDK mau kultivasi... biarpun renkarnasi kalo TDK pernah di olah
Siti aulia syifa Az_zahra
kok gk diterusin,,,, 😭😭😭
padahal aku dah siap siap bayangin Li Yao menggembleng para murid tingkat kedua biar dgn pelatihan yg eksentrik tapi dgn hasil luar biasa. Seperti Ye Qingtang yg mengubah kumpulan murid2 nakal dan bebal jadi luar biasa, seperti Guru Zhang yg mengubah murid2nya yg absurd menjadi pemimpin2 legendaris dieranya, seperti Jun Wu Xie yg membantu pasukan Rui dan temen2nya menjadi lebih kuat dan bikin rencana supaya bisa ngalahin orang alam atas, dan banyak lagi.
Udah bayangin para murid sekte Cahaya Surgawi yg diremehin, bakal buat kehebohan satu persatu, mau liat Deng Xue yg serem tapi baik jadi pemimpin kaum botak biar gk makin rese, pengen liat Huli jadi rubah ekor sembilan, pengen liat Tao Yuhan nemu jalannya sendiri kearah yg lebih baik, pengen liat kemampuan Si Ren Shu yg misterius, gimana nasib musuh utama Li Yao di Chapter pertama yg sebenernya, karena kayaknya masih banyak konspirasi yg belum terkuak, dan jati diri Li Yao sebenernya,,,
padahal seru dan lucu ceritanya,, mungkinkah Authornya kehabisan ide,,???
nasib di php in Authornya,, 😭😭😭
ibarat makan rendang, pas udah selesai dgn atribut sampingannya dan mau makan ikan utamanya yg paling lezat eh,, dicolong kucing, udah deh cuman bisa meratapi,,😢😢
ya udah makasih Thor, dikasih cerita yg menarik, semoga sehat selalu dan lancar rezekinya,, 😇😇
Putra Al Bhuthoni: php sudah nyaman dgn alur ceritanya eee putus asa,,,,ayo tor lanjut lagi
total 1 replies
Siti aulia syifa Az_zahra
bakal diajarin secara pribadi oleh master Li, klo Shao Yahui tau pasti bakal lompat2 guling2 sangking senengnya
Siti aulia syifa Az_zahra
heh,, master pedang dilawan😎😎😎
aning purwasih
kenalin,,calon ketua sekte mu tapi gak jadi🤭🤭🤭
aning purwasih
wuih,, emak emak jaman now ni kayaknya,, 😅😅😅
aning purwasih
upin ipin pasti benci banget sama tuh kaum botak, karena udah mencemarkan nama baik manusia manusia botak lain 😂😂😂
aning purwasih
hahaha,, tos dong kalian😂😂😂
aning purwasih
hayoolooh,, kena kalian anak anak nakal😅😅😅
aning purwasih
hahaha,, ternyata si botak ini to yg di serang Tao Yuhan😅😅😅
Siti aulia syifa Az_zahra
kualat kalian,, kurang ajar sama leluhur😠
Siti aulia syifa Az_zahra
lucu klo dibayangin,,
Siti aulia syifa Az_zahra
terharu,, 😭
Siti aulia syifa Az_zahra
si monster kasihan ternyata, kirain malin kundang ternyata bukan😰.
Jadi penasaran masa lalu Lin Yao sama Tao Yuhan, bisa sadis gitu ye,, 😎
Siti aulia syifa Az_zahra
ternyata malah anaknya sendiri monsternya 😞😞. Mungkin tuh monster kualat gk pernah jenguk ibunya, jadinya tersesat dan terkutuk jadi monster deh,,, ngarang ya😁😁😁
Siti aulia syifa Az_zahra
seru Thor,,
aning purwasih
si ibu pinter milihnya, milih yg paling ganas, siap siap aja,, 🤭🤭🤭
aning purwasih
ini novel terjemahan apa buatan sendiri sih?, kok bagus banget,,?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!