NovelToon NovelToon
Dihamili Pria Beristri

Dihamili Pria Beristri

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Terlarang / Hamil di luar nikah
Popularitas:44.1k
Nilai: 5
Nama Author: ༂𝑾𝒊𝒚𝒐𝒍𝒂❦ˢQ͜͡ᵘⁱᵈ༂

Arkan namanya, dia sudah menikah sejak enam bulan yang lalu dengan seorang wanita yang bernama Alice.
Meski begitu Arkan sama sekali tidak pernah mencintai istrinya.

Perjodohan yang terjadi malah membuat hidup Arkan tertekan. Rumah tangganya selalu saja diisi dengan sebuah pertengkaran.

Sampai suatu hari, Arkan dekat dengan salah satu wanita yang bekerja dikantornya. Hubungan Arkan dengan wanita itu makin hari semakin dekat layaknya pasangan.

Namun demikian Arkan sama sekali tidak pernah memberitahu wanita itu bahwa ia sudah beristri.

Yah, namanya Alina Cassandra wanita cantik berkulit putih berusia 23 tahun. Awalnya Alina begitu bahagia karena bisa menemukan sosok pria seperti Arkan.
Tapi siapa sangka, justru inilah awal kehancuran dari hidup Alina.

Alina benar-benar tak pernah menyangka bahwa benih yang ia kandung sekarang adalah benih dari pria yang sudah beristri.

Lalu bagaimanakah kelanjutannya?

Ayo jangan lupa dukung dan ikuti terus cerita ini🥺🙏🏻

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ༂𝑾𝒊𝒚𝒐𝒍𝒂❦ˢQ͜͡ᵘⁱᵈ༂, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

22. Pesta

Waktu yang di nantikan telah tiba dan malam ini adalah malam yang di tunggu-tunggu oleh Alice akan segera di mulai.

Terlihat para tamu mulai berdatangan. Mulai dari kalangan atas maupun juga para pebisnis yang terkenal juga turut menghadiri acara ulangtahun Alice.

Kedua orangtua Arkan dan Alice terlihat begitu sibuk menyambut kedatangan tamu-tamu istimewa.

Mata Alice sesekali berkeliling mencari sosok yang dia tunggu tunggu.

"Alice..." Bisik Siska.

"Ada apa ibu?" Tanya Alice.

"Dimana Arkan?" Tanya Siska. "Dari tadi ibu tidak melihatnya." Sambung Siska.

Alice baru mengingat suaminya Arkan.

"Ah.. Alice akan menyusul mas Arkan di kamar, Bu." Ucap Alice kemudian wanita itu berlalu. Tapi baru saja beberapa langkah, tiba-tiba ada seorang yang memanggil namanya.

"Alice....."

Alice berbalik badan dan melihat siapa yang memanggilnya.

"Laura.....ternyata kau benar datang ke pestaku. Terimakasih, aku senang dengan kehadiranmu!" Ucap Alice.

"Tentu saja aku akan datang!" Ujar Laura.

"Baiklah kalau begitu, silahkan duduk dulu dan nikmati hidangannya!" Pinta Alice.

Laura mengangguk.

Sementara di kamar Arkan, pria itu tampak gelisah hingga tak menyadari jika Alice sudah berada di kamar sejak tadi memperhatikan nya.

"Arkan.. kenapa kau tidak turun?" Tanya Alice.

Tapi Arkan tidak menjawab.

Alice lalu menghampiri Arkan yang membelakanginya.

"Ayo kita turun! Para tamu sudah berdatangan." Ajak Alice.

Arkan menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskan nya pelan.

"Ayo!" Ujar Arkan. Meski sejujurnya pria itu tidak suka keramaian.

Arkan kemudian berbalik badan. Betapa terkejutnya pria itu ketika melihat wanita yang ada dihadapannya.

"Ada apa?" Tanya Alice.

Arkan masih diam mematung tapi matanya terus mengamati Alice dari atas kebawah.

"Kau tampak berbeda hari ini! kau cantik dengan gaun itu. " Ucap Arkan.

Mendengar pujian dari Arkan sontak saja membuat wajah putih mulus Alice bersemu merah.

Arkan lalu menarik Alice dengan pelan, membawa tubuh Alice mendekat padanya. Dia mengandeng tangan Alice, membuat keduanya berada dalam posisi berdampingan tanpa jarak.

Alice hanya diam seolah pasrah dengan sikap suaminya yang tiba-tiba berubah menjadi hangat, seolah tak ada sesuatu yang pernah terjadi antara mereka.

Berada sedekat ini dengan Arkan, sungguh membuat Alice kembali menciptakan desir-desir didalam hatinya. Namun semua itu ditepis oleh Alice, dia pun berusaha agar tidak goyah dengan perlakukan manis Arkan.

"Aku tidak boleh terlena oleh perlakuan manisnya." Batin Alice lalu wanita itu tersenyum licik.

Dengan pelan keduanya menuruni anak tangga dan disaksikan juga oleh para tamu yang menghadiri pesta tersebut.

Para tamu terpukau melihat pasangan Alice dan Arkan. Sungguh pasangan yang sempurna. Bahkan mereka seakan melihat pasangan itu tampak begitu mesra dan romantis.

Dengan senyum yang begitu lebar, Arkan dan Alice memberi salam kepada para tamu pesta.

Berbagai rangkaian acara telah dilaksanakan sekarang waktunya masuk ke inti acara yaitu penipuan lilin dan pemotongan kue oleh Alice.

Semua orang bertepuk tangan dan bersorak ria ketika lilin sudah di tiup.

Setelah selesai pemotongan kue, Arkan dan Alice di minta untuk berdiri di atas pentas, Arkan tidak melepaskan genggaman tangannya pada Alice.

"Selamat malam para tamu undangan yang saya hormati, sebelumnya saya sangat berterimakasih kepada kalian semua karena sudah menyempatkan waktu untuk menghadiri pesta ulang tahun saya." Ucap Alice dengan senyum mengambang.

"Saya harap kalian semua menikmati acara ini." Timpal Arkan.

"Cium! Cium!.." Tamu tiba-tiba bersorak seperti itu.

Arkan dan Alice saling bertatapan, terlihat keduanya begitu kebingungan.

"Ayo cium.....cium....." Sorak para tamu terus menerus dengan diiringi tepuk tangan.

Semakin para tamu bersorak, Arkan dan Alice semakin gugup.

Akhirnya mau tidak mau Arkan pun langsung menempelkan bibirnya ke bibir Alice yang terasa amat lembut.

Deeg........

Kedua mata Alice seketika membola. Selama menikah, baru pertama kali inilah Arkan mencium dirinya.

Alice sejenak diam mematung, hening pun tercipta beberapa detik. Tak menyangka jika Arkan akan menciumnya.

Setelah Arkan mencium Alice, para tamu kini kembali di buat terpana oleh keromantisan Arkan dan Alice, tapi andai mereka tahu bahwa semua itu hanya sebuah sandiwara yang di mainkan Arkan dan Alice, maka kekaguman itu akan hilang dalam sekejap.

Tidak dengan Dirga dan juga Laura, saat melihat Arkan mencium Alice, hati mereka seketika bagaikan di timpuk benda berat hingga membuat keduanya begitu sesak.

Dirga menghela nafas panjang lalu membuangnya dengan kasar, sebenarnya ada sedikit ketidakrelaan saat ia melihat Arkan mencium Alice. Yah, sejujurnya sudah bertahun tahun Dirga memendam perasaan terhadap Alice, tapi hanya saja ia tidak berani untuk mengungkapkannya.

Begitu juga sebaliknya dengan Laura, dia begitu cemburu.

"Apa yang baru saja kau lakukan?" Tanya Alice berbisik.

"Sudahlah diam saja, setidaknya kita harus berpura-pura menikmati rangkaian acara ini." Balas Arkan hingga sukses membuat Alice geram.

Pesta ulangtahun berjalan lancar tanpa adanya halangan, para tamu juga turut menikmati semua hidangan yang telah disediakan.

"Alice......" Panggil Laura kembali.

Arkan yang berdiri di samping Alice pun sedikit merasa gugup saat melihat adanya Laura.

"Laura, ada apa?" Tanya Alice.

"Ini kado untukmu," Laura mengulurkan sebuah paper bag pada Alice.

"Astaga.....kau tidak usah repot-repot Laura!" Ucap Alice.

"Sudah tidak apa-apa, selama bertambah usia ya!" Kata Laura.

"Sebentar aku akan menaruhnya dulu!" Alice berlalu pergi dan kini hanya tinggal Arkan dan Laura yang saling berhadapan.

Laura menatap Arkan dengan tatapan yang penuh tanda tanya, dia teringat akan kemarin saat bertemu Arkan di sebuah restoran.

Arkan sudah paham, pasti Laura akan menanyakan kembali hal yang kemarin. Dia pun berniat untuk melangkah pergi tapi, Laura dengan sigap langsung membuka suara.

"Kau seperti orang yang menghindar dariku?" Tanya Laura.

Arkan membuang nafas kasar, dia kembali berbalik badan.

"Kenapa kau datang juga, seharusnya kau tidak usah datang!" Ujar Arkan.

"Cih......sudah ku bilang istrimu yang mengundangku."

"Oh ya Arkan, aku ingin bertanya kembali padamu, siapa wanita kemarin?"

"Kenapa kau ingin tahu sekali? itu bahkan tidak penting untukmu!" Ketus Arkan.

"Aku hanya ingin tahu!"

"Dia karyawan dikantorku, terus kenapa?"

Laura diam mendengar jawaban dari Arkan. "Tidak mungkin sekali karyawan bisa sedekat itu dengan ...." Belum habis Laura berbicara Arkan langsung memotongnya.

"Cukup Laura, itu sama sekali tidak penting untukmu!" Tukas Arkan.

Ternyata dari jauh Alice memperhatikan Arkan dan juga Laura. Dia sengaja memberi ruang pada Arkan dan Laura untuk berbicara berdua, hanya karena ia ingin melihat seberapa dekat mereka.

"Oh ya, aku hampir lupa, dimana wanita jala*Ng itu?" Tanya Alice matanya berkeliling.

Tepat saat tatapannya mengarah ke arah pintu masuk, Alice melihat sosok Alina yang sedang berdiri mematung seolah terlihat seperti orang kebingungan.

"Acara pestanya begitu meriah, sepertinya tamu-tamu disini adalah dari kalangan atas." Batin Alina dengan wajah tertunduk.

"Alina......" Panggil Alice menghampiri.

Alina menegakkan pandangannya dan melihat didepannya ada Alice. Matanya membulat ketika melihat gaun yang dipakai Alice ternyata sama dengan gaunnya.

"Alice....."

"Kenapa kau baru datang?" Tanya Alice.

"Maaf Alice, jalanan nya macet tadi." Jawab Alina. "Tapi Alice....mengapa gaun kita sa-sama...." Ucap Alina terbata-bata.

"Mengapa apakah kau tidak suka?" Tanya Alice dengan senyum menyeringai.

"Ayo ikutlah denganku!" Pinta Alice.

"Tapi Alice, aku malu...."

"Sudah tidak apa-apa!" Alice meraih lengan Alina.

"Ya, kau akan malu sebentar lagi!" Batin Alice.

Alice dengan sengaja membawa Alina menuju ke arah Arkan yang sedang berbincang dengan Laura.

"Sayang......" Panggil Alice yang berdiri dibelakang Arkan.

Arkan berbalik badan dan begitu terkejutnya ia ketika melihat ada Alina didepannya.

Sontak saja pembunuh darah tampak tegang dileher pria itu. Ekspresi wajahnya juga ikut mengeras.

Sementara Alina juga bukan main terkejutnya, wanita itu termangu. Bibirnya seketika tergagap, ia tak bisa berkata satu huruf pun dan hanya menatap Arkan dengan mematung.

Sebaliknya dengan Laura, dia hanya diam menyaksikan apa yang ia lihat didepan matanya. Ada rentetan pertanyaan yang muncul dibenaknya. Tapi sekarang ia lebih memilih diam dan menyimak apa yang terjadi.

"Sepertinya akan ada hal seru yang terjadi!" Batin Laura.

1
Ainun Hasibuan
lama kali up nya thorrr
ngintip² teroosssslah ku thorrr
Norintan Nazmie Tim's Sha
cerai kn sja nona alice tuan arkan
Norintan Nazmie Tim's Sha
luar biasa
Noor Sukabumi
arkan kepalamu msh waras kan jd laki tuh punya prinsip tegas g bisa gitu jd laki lemot udah kyk keyeup emang dasar arkan keyeup
Noor Sukabumi
sudahi goblokmu alina jg sampe km kena rayuannya arkan lg besarin anak km g perlu bantuan arkan itu juga low km sanggup
Rapika Manurung
eee setan mn updatenya anjing
Ainun Hasibuan
up lg thorrr
kholifah ifah
setelah sepekan baru up dan sekali up hanya Separt😤😩😁
Muak liat laki2 seperti Arkan yang tak punya pendirian 😏
Benazier Jasmine
dasar arkan plinplan, tenggelami aja si arkan ke laut, alina knp juga percaya ma si arkan suka ngombal
Rapika Manurung
binatang kau
Ainun Hasibuan
senangsih kalau arkan tanggung jawab. penasaran lanjutannya thorrr. ditunggu up lg.....
Sri Wahyuni
knp s arkan ga ada tegas2 nya jd cwo knp bukti s alice cwe ga bner knp poto y ga d liatin sm ortu nya
Sri Wahyuni
s alina jg bgtu murahan mudah az tidurin sm s arka dsar jalang
kholifah ifah
jangan mudah percaya Alina.....
Arkan laki-laki g bis pegang pendiriannya😏
Ndak mungkin Arkan akan mencerahkan Alice dan menikah dgmu......
Benazier Jasmine
semoga arkan pegang kata2 nya, biasanya arkan plin plan
Noor Sukabumi
no koment lanjut kk
Noor Sukabumi
alina hamidun n sekarang arkan dah blkan lg m Alice terus gmn nasibmu m anakmu alina
Ainun Hasibuan
lanjut....
kholifah ifah
makanya jadi perempuan jangan terlalu dermawan ya Alina itu akibatnya 🤭😪klo sudah begini gimana nasibmu.... sebenarnya kasihan banget ke kamu .....
Arkan seakan habis manis sepah dibuang.....
Benazier Jasmine
g rela q klo arkan & alice bahagia diatas penderitaan alina, semoga smpk kpnpun alice g bs hamil biar kapok tuh sdh nyakitin alina
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!