NovelToon NovelToon
ISTRI PILIHAN ALIKA

ISTRI PILIHAN ALIKA

Status: tamat
Genre:Janda / Cinta Seiring Waktu / Cinta Murni / Romansa / Tamat
Popularitas:285.7k
Nilai: 4.8
Nama Author: Deche

Dilarang memplagiat, mengcopy atau mengupload di platform, media sosial ataupun aplikasi manapun. Novel ini hanya ada di noveltoon.
Jihan mengantarkan ibu mertuanya untuk melayat ke rumah teman pengajiannya. Namun ketika berada di rumah duka ada seorang anak kecil memanggilnya ‘Mamah’.
Abrisam seorang suami yang sangat mencintai istrinya. Namun takdir menentukan lain, istri yang sangat dicintainya meninggal dunia. Meninggalkannya dan anak mereka yang bernama Alika.
Bagaimanakah kelanjutan ceritanya? Baca cerita ini hingga tamat.

Follow Ig @deche62
Fb Deche

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deche, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

22. Khawatir

Malam harinya setelah sholat magrib, Jihan menelepon Abrisam untuk mengetahui keadaan Abrisam.

“Assalamualaikum. Huk huk huk,” ucap Abrisam sambil terbatuk-batuk.

“Waalaikumsalam,” jawab Jihan.

“Bagaimana, Mas? Apakah sudah mendingan?” tanya Jihan.

“Masih belum. Huk huk huk,” jawab Abrisam sambil batuk.

“Panasnya sudah turun, belum?” tanya Jihan dengan khawatir.

“Tadi sore sudah turun, sekarang panas lagi. Huk huk huk,” jawab Abrisam.

“Sudah makan, belum?” tanya Jihan.

“Ini baru mau makan. Barusan Bi Isah membawakan makan malam ke kamar,” jawab Abrisam.

“Sekarang Mas makan, jangan lupa obatnya diminum! Setelah itu istirahat lagi,” kata Jihan.

“Iya,” jawab Abrisam.

“Alika sedang apa?” tanya Abrisam.

“Sedang melipat mukenahnya. Dia baru selesai sholat magrib,” jawab Jihan.

“Alika tidak rewel, kan?” tanya Abrisam.

“Tidak. Dia anteng bermain dengan Akmal,” jawab Jihan.

“Terima kasih, Jihan. Kamu sudah mengurus dan menjaganya dengan baik,” ucap Abrisam.

“Sama-sama, Mas. Itu sudah menjadi tugas Jihan,” jawab Jihan.

Tok tok tok tok. Tiba-tiba terdengar suara pintu diketuk.

“Bunda, ada yang ketuk-ketuk pintu,” sahut Akmal.

“Sudah dulu ya, Mas. Ada yang ketuk pintu kamar,” kata Jihan.

“Iya,” jawab Abrisam.

“Assalamualaikum,” ucap Jihan.

“Waalaikumsalam,” jawab Abrisam.

Jihan mematikan ponselnya lalu membuka pintu. Seorang pelayan dari restaurant datang mengantarkan makan malam. Sebenarnya orang tua Jihan mengajak makan malam di luar, namun Jihan menolak dengan alasan takut kecapean. Jihan memilih makan di kamar bersama anak-anak.

“Terima kasih,” ucap Jihan setelah pelayan itu meletakkan makanan di atas meja kerja.

“Sama-sama, Bu,” jawab pelayan itu.

Lalu pelayannitu meninggalkan kamar Jihan.

***

Dini hari Jihan sudah bangun. Ia langsung mandi karena sebelum adzan subuh para penata rias akan datang untuk merias wajahnya. Sambil menunggu penata rias datang Jihan sholat tahajud terlebih dahulu. Ia berdoa agar acara akad nikahnya berjalan dengan lancar.

Setelah selesai sholat tahajut Jihan mendekati Akmal dan Alika. Ia mengecup kening Akmal dan Alika satu persatu. Setelah mengecup kening Alika, Jihan memandangi gadis kecil itu. Sebentar lagi gadis kecil itu resmi menjadi anak sambungnya.

Jihan mengirim pesan kepada Abrisam.

Jihan:

[ Assalamualaikum, Mas Abri. Bagaimana keadaan Mas Abri sekarang? ]

Jihan mengirim pesan. Lalu ia meletakkan kembali ponselnya ke atas meja kerja. Tiba-tiba terdengar suara pesan masuk. Jihan mengambil ponselnya kembali.

Ada pesan masuk dari Abrisam.

Abrisam:

[ Waalaikumsalam. Alhamdullilah sudah mendingan.]

[ Anak-anak sudah bangun?]

Jihan;

[ Belum, Mas. Mereka masih tidur.]

Abrisam:

[ Siapa yang akan mengurus anak-anak kalau kamu sedang di rias?]

Jihan:

[ Kak Neni yang akan bantu Jihan mengurus anak-anak.]

Abrisam:

[Jadi merepotkan Kak Neni.]

Jihan;

[Kak Neni malah senang dititipkan anak-anak. Apalagi dititipkan Alika, ia senang sekali.]

Abrisam:

[ Syukurlah kalau ada yang menjaga mereka.]

Tok tok tok tiba-tiba terdengar suara pintu diketuk.

Jihan:

[ Udah dulu, Mas. Sepertinya penata riasnya sudah datang.]

Abrisam:

[ Pintunya jangan langsung dibuka. Dilihat dulu penata rias atau bukan!]

Sekarang masih dini hari, semua orang masih terlelap tidur. Abrisam khawatir kalau ada orang jahat yang berpura-pura menjadi tamu hotel.

Jihan:

[ Iya, Mas.]

Jihan mendekati pintu dan melihat dari lubang pintu. Beberapa orang wanita berdiri di depan pintu dengan membawa beauty case.

Jihan:

[ Benar, Mas. Mereka para penata rias. Sudah dulu, ya. Assalamualaikum.]

Abrisam:

[ Waalaikumsalam.]

Jihan menaruh ponselnya di atas meja kerja lalu membuka pintu kamar.

“Ini kamar Teh Jihan?” tanya salah satu dari mereka.

“Iya, saya Jihan,” jawab Jihan.

“Kami dari salon Yati yang bertugas untuk merias, Teh Jihan,” kata salah satu perias.

“Silahkan masuk,” kata Jihan.

Merekapun masuk ke dalam kamar Jihan dan mulai merias Jihan.

Ketika adzan subuh berkumandang, Jihan minta ijin untuk sholat subuh. Karena ia masih ada wudhu makan ia bisa langsung sholat.

Setelah Jihan selesai sholat Akmal bangun. Ia sudah terbiasa bangun subuh.

“Bang, sholat dulu,” kata Jihan yang sedang di rias.

“Iya, Bunda,” jawab Akmal.

Akmal berjalan ke kamar mandi untuk wudhu. Setelah Akmal selesai sholat subuh Alika bangun. Ia melihat ada beberapa orang wanita yang tidak ia kenal.

“Bunda,” panggil Alika.

“Iya, sayang,” jawab Jihan sambil dirias.

“Alika mau pipis,” kata Alika dengan manja.

“Tunggu sebentar, sayang,” jawab Jihan.

“Teh, bisa berhenti dulu. Anak saya mau pipis,” kata Jihan kepada penata rias.

Penata rias pun berhenti merias. Jihan menghampiri Alika.

“Ayo, kita pipis,” ajak Jihan.

Jihan membawa Alika ke kamar mandi. Tak lama kemudian Jihan keluar dari kamar mandi.

“Bang, mandi ya!” kata Jihan kepada Akmal.

“Iya, Bunda,” jawab Akmal.

Akmalpun masuk ke kamar mandi untuk mandi. Tiba-tiba terdengar suara pintu di ketuk.

“Teh, tolong bukakan pintu,” kata Jihan kepada salah seorang penata rias.

Penata rias itupun membukakan pintu, ternyata yang datang adalah Neni.

“Assalamualaikum,” ucap Neni ketika masuk ke dalam kamar Jihan.

“Waalaikumsalam,” jawab Jihan.

Neni mendekati Alika.

“Hai, Alika. Sudah bangun?” sapa Neni kepada Alika.

Alika mengangguk sambil malu-malu.

“Alika sudah mandi?’ tanya Neni kepada Jihan.

“Belum,” jawab Jihan.

“Kita dulu yuk, Alika. Nanti kan Alika mau pakai baju princess,” kata Neni kepada Alika.

Akmal keluar dari kamar mandi sambil kedinginan.

“Tuh, Abang Akmal sudah mandi,” kata Neni menunjuk ke Akmal.

“Han, baju Akmal dimana?” tanya Neni.

“Ada digantung di lemari,” jawab Jihan.

Neni membuka lemari dan mengambil baju Akmal lalu diberikan kepada Akmal.

“Bisa pakai sendiri, Bang?” tanya Neni.

“Bisa,” jawab Akmal.

Kemudian Neni menghampiri Alika.

“Sekarang giliran Alika mandi,” kata Neni.

“Alika mau mandi cama Bunda,” jawab Alika.

“Bunda sedang dirias. Nanti make-up nya luntur kena air,” kata Neni.

“Ayo, kita mandi lalu pakai baju princess. Terus kita sarapan sama nenek dan kakek,” bujuk Neni.

Akhirnya Alika mengangguk tanda setuju. Neni membawa Alika masuk dalam kamar mandi.

Tak lama kemudian Alika keluar dari kamar mandi sambil menggigil kedinginan.

“Bunda, Alika cudah mandi,” kata Alika sambil menggigil.

Jihan menoleh ke Alika.

“Pinter anak Bunda,” puji Jihan.

Neni memakaikan Alika baju. Setelah itu Alika memakai baju, Alika menghampiri Jihan.

“Bunda, liat. Alika pakai baju plinces,” kata Alika kepada Jihan sambil melebarkan dressnya.

Jihan menoleh ke Alika.

“Cantik sekali anak, Bunda,” puji Jihan.

“Sekarang kita sarapan, yuk,” ajak Neni.

“Han. Anak-anak Kakak bawa, ya,” kata Neni kepada Jihan.

“Iya, Kak,” jawab Jihan.

Neni membawa Akmal dan Alika keluar.

Pukul delapan Jihan sudah selesai di rias dan sudah memakai baju pengantin muslim. Jihan memakai gaun pengantin yang tidak memperlihatkan lekuk tubuhnya namun terlihat elegant. Jihan berjalan dari kamarnya menuju ballroom di dampingi oleh para penata rias. Jihan berdiri di depan ballroom, salah seorang penata rias masuk ke dalam.

.

.

1
ayu cantik
bagus banget
ayu cantik
bagus
Nur Syamsi
Sedih ya bacanya masing nggak lengkap ortunya ...trus Akmalnya dewasa Skali cara berpikirnya
Nur Syamsi
Entar papa Abri SMA mama Jihan di satukan ya thor
Nur Syamsi
😭 kasian ya Alika masih butuh" nya kasih sayang sosok mama udah ditinggal SMA mamanya ...
Umi Badriah
mampir thor
Bunda Puput
Luar biasa
Ira Herawati
Alhamdulillah tamat...lanjut judul yg lain, haturnuhun thor...semangat n sehat slalu y 🥰
Deche: Terima kasih.
total 1 replies
Ira Herawati
mampir lg thor... sukses slalu y 🥰
💟노르 아스마💟
Luar biasa
Deche: Terima kasih.
total 1 replies
Hilmiya Kasinji
ijin baca kak
Susi Akbarini
iya..
selingkuh itu penyakit otak dan hati penasaran..
suatu saat akan kymat kalo ada kesempatan atau godaan..
Rahma Lia
Luar biasa
Umi Maryam
iya ih kenapa sih kalau baca novel cerita nya org Sunda tapi panggilan nya selalu mas atau abang kenapa ga Aa atau engkang atau akang , tapi mungkin org jawa tinggal di Bandung hehe 🥰🥰
Umi Maryam
ya allah umi jadi miris inget ama cucu sendiri umur segitu saja dah jln sendiri nyusul bunda nya ,untung ketemu abrisam ko nene nya tega bukan di anterin dulu.
Umi Maryam
pokonya cocok deh kalau Jihan jadi mama sambung nya alika, semoga abri dan jihan berjodoh ya thor .....
Nurgusnawati Nunung
Terimakasih.. semangat untuk selalu berkarya
Deche: Terima kasih.
total 1 replies
aira aira
seru
Nurlaila Hasan
l
aira aira
semua novel yg dibuat mbak autor bagus semua
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!