🍁ONGOING🍁
Harvey William adalah anak dari seorang Don Louis, Ketua keluarga mafia World Rider. Karena Harvey tidak tertarik dengan bisnis dunia bawah yang telah di bangun ayahnya, kedudukan sebagai Under Bos di ambil alih oleh kakak sepupunya, Hansen William. Sebagai bentuk pemberontakannya kepada sang ayah, ia menjalani kehidupannya dengan sesuka hati. Tetapi setelah kepulangannya kembali, ia tidak dapat mengelak dari urusan dunia mafia yang sangat tidak ia minati.
Rank in #6 Perkantoran 2021
Rank in #58 Fall in Love 2021
Staring; EXO ( Sehun, Chanyeol, Kai, Lay, DO, Suho), Hong Suzu.
Kata-kata yang digunakan adalah kata keseharian, tidak baku dan juga kadang terdapat kata kasar dan tidak sopan. Terdapat adegan kasar, perkelahian, dan dewasa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nikita Thalia Firant, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hate - 21
Theala Anderson
Setelah semalaman kedua orang itu bergulat dengan sangat ganasnya di atas ranjang.
Bulan sudah berganti matahari.
Terik cahaya mentari sudah merata menyinari bumi.
"Sudah siang? Tuan muda dimana?" Gumam Theala terbangun dari tidurnya matanya mencari sosok suaminya ke seluruh sisi kamar.
"Kau sudah bangun?" Tanya Harvey keluar dari ruang ganti.
"Tuan muda. Saya akan segera mandi. Ouch!" Theala merintih kesakitan saat hendak bangun dari ranjang.
"Kau beristirahatlah di kamar. Tidak perlu berangkat bekerja dulu. Aku akan menyuruh pelayan untuk melayanimu." Ujar Harvey akan mengenakan dasi di depan cermin.
"Tuan bolehkah aku yang memakaikannya. Ouch!" Rintihan Theala terdengar lagi.
"Aku akan sangat sibuk hari ini. Tidak perlu menyambutku di depan. Apapun yang kau lihat di berita hari ini anggap saja itu sebatas hiburan untuk mu. Jangan berpikir macam-macam." Ujar Harvey duduk di sebelah Theala berbaring.
Theala bangkit dari tidurnya mendudukan tubuhnya dan membantu suaminya memasangkan dasi dan memakaikan jasnya.
"Baik tuan. Hati-hati di perjalanan. Jangan telat untuk makan siang anda." Ucap Theala.
Kenapa tuan muda bersikap sangat baik padaku akhir-akhir ini.
Harvey pergi meninggalkan kamar lalu bergegas berangkat ke perusahaan. Sebagai seorang CEO, Harvey memiliki jadwal kerja yang sangat padat dan sibuk. Mungkin memang seperti itulah nasib seorang penerus perusahaan.
Tok Tok Tok
Pintu kamar di ketuk seseorang dari luar.
"Silahkan masuk." Ucap Theala.
"Nyonya muda, saya mengantarkan sarapan untuk anda dan akan membantu anda untuk mandi?" Kata seorang pelayan wanita.
"Ah kamu... Bukankah pelayan yang waktu itu?" Tanya Theala.
"Benar nyonya muda. Silahkan sarapan anda. Saya akan menunggu anda di luar depan pintu kamar." Kata pelayan wanita itu.
"Jangan. Kau duduklah disini temani aku. Apa kau sudah sarapan?" Ucap Theala.
"Baiklah nyonya muda, saya akan berdiri disini. Sudah nyonya muda silahkan menikmati sarapan anda." Kata si pelayan.
"Mau kah kau makan dengan ku?" Tanya Theala.
"Maaf nyonya muda. Saya tidak layak. Sebaiknya saya keluar sekarang." Kata pelayan.
"Baiklah. Kau jangan keluar aku tidak ingin sendirian. Aku akan memakannya." Ucap Theala.
Theala selesai menghabiskan makanannya. Lalu ia pergi mandi dengan di bantu oleh pelayan wanita yang sedari tadi sudah berdiri disana menunggu nonanya menyelesaikan sarapannya.
"Nyonya muda sudah selesai mandi. Saya permisi." Kata pelayan.
"Bolehkah saya tahu siapa nama mu?" Tanya Theala.
"Nama saya Wulan nyonya muda. Anda berbicaralah unformal dengan saya maupun pelayan lain di rumah ini. Akan terdengar tidak sopan bila kami terus menerima sikap tersebut dari nyonya muda. Kami juga akan terkena masalah. Maaf sebelumnya nyonya muda." Kata pelayan itu.
"Ah maafkan. Aku tidak bermaksud menyulitkan kalian. Baiklah aku akan berbicara unformal mulai sekarang. Terimakasih atas bantuan mu pagi ini." Ujar Theala.
"Sama-sama nyonya muda. Sudah menjadi tugas saya. Permisi." Ucap Wulan.
...🍁🍁🍁...
Konferensi pers di adakan hari ini di salah satu ball room gedung di kota ini.
Tommy Anderson memimpin berjalannya kegiatan tersebut. Dengan di dampingi istri dan anak perempuannya. Sarah Anderson juga Rachel Anderson.
Mengumumkan tentang pernikahan putrinya dengan pengusaha muda yang sangat di segani di negara ini.
"Terimakasih untuk para awak media yang sudah hadir dan meliput. Dengan mengadakan konferensi pers ini, saya Tommy Anderson selaku ayah akan mengumumkan tentang rencana pernikahan bagi putri saya. Rachel Anderson. Dengan calon menantu saya tuan muda Harvey William, yang akan di adakan tidak lama lagi." Kata Tommy.
"Apakah sudah mengadakan pertunangan di antara keduanya?" Tanya salah satu reporter.
"Dalam waktu cepat ini." Sarah Anderson menimpali.
"Dimana tuan muda Harvey? Kenapa tidak ikut melakukan konferensi pers?" Tanya reporter lainnya.
"Calon suami ku sangat sibuk akhir-akhir ini. Bahka ia sudah menyempatkan untuk mempersiapkan konferensi pers ini untuk kami." Balas Rachel.
"Lalu kenapa sama sekali tidak ada seorang pun dari pihak tuan muda Harvey yang bergabung kemari?" Tanya reporter yang lain.
"Pasti perusahaan mereka benar-benar sedang sangat sibuk. Konferensi pers kali ini saya tutup. Terimakasih." Kata Tommy Anderson.
Suara yang sangat bergemuruh tidak dapat di hindari. Banyak reporter dan wartawan yang masih penasaran atas pertanyaan-pertanyaan yang belum sempat terjawab. Apalagi melihat keadaan yang sama sekali tidak nampak terlihat ada pihak dari tuan muda Harvey muncul dalam konferensi pers ini.
...🍁🍁🍁...
Di perusahaan. Di dalam ruangan CEO.
"Kau benar-benar bisa di andalkan kali ini." Ucap Harvey.
"Heh aku memang selalu bisa di andalkan." Jawab Hansen.
"Kau masih kurang satu tugas lagi." Ucap Harvey.
"Tenanglah. Semua aman di tanganku. Ngomong-ngomong bagaimana dengan Theala jika dia melihat ini?" Tanya Hansen.
"Aku sudah memberitahunya agar dia tidak banya berpikir lebih." Jawab Harvey.
"Apa dia diam saja mengetahui keluarganya akan kau hancurkan begitu saja?" Tanya Hansen.
"Bodoh. Dia tidak perlu tahu detailnya. Toh ini juga secara tidak langsung telah menguntungkannya." Ucap Harvey.
"Terserahlah. Memang kau manusia yang paling kejam. Setidaknya berhentilah menganggapnya sebagai mainanmu. Dia benar-benar wanita yang cantik di atas rata-rata." Ujar Hansen.
"Akan ku sobek mulutmu bila kau berani berbicara tentang fisik istri ku lagi." Jawab Harvey kesal.
"Haha baiklah-baiklah. Susun rencana mu lagi lalu beritahukan pada ku. Aku pergi." Kata Hansen meninggalkan ruangan CEO.
...🍁🍁🍁...
Sedangkan keadaan di mansion kediaman keluarga William.
Theala menonton tv yang ada di dalam kamarnya. Benar. Berita muncul dan siaran konferensi pers yang di adakan ayahnya itu pun juga muncul.
"Ternyata ini yang di maksud oleh tuan muda tadi pagi?" Gumam Theala.
Tok tok tok
Pintu kamar di ketuk dari luar. Seorang pelayan masuk ke dalam kamar.
"Nyoya muda apakah anda sudah bisa jalan?" Tanya Wulan.
"Ada apa Wulan?" Tanya Theala.
"Nyonya muda di suruh Ketua turun untuk makan siang." Jawab Wulan.
"Baiklah. Sebentar lagi aku akan segera turun." jawab Theala.
"Saya akan membantu anda berjalan nyonya muda." Kata Wulan.
"Tidak perlu Wulan. Akan sangat terlihat aneh oleh tuan besar bila aku jalan dengan kau memapah ku." Ujar Theala.
"Baiklah bila nyonya muda menolak. Saya permisi." Ucap Wulan membungkukkan badannya.
"Terimakasih Wulan." Ujar Theala bergegas menuruni tanggan dan menuju ke ruang makan keluarga.
Louis sudah terduduk disana, menunggu menantunya turun untuk bergabung dengannya.
"Duduklah. Apa kau menonton berita itu?" Tanya Louis sesampainya Theala di meja makan.
"Terimakasih. Iya Ketua, benar saya tadi menontonnya." Jawab Theala.
"Apa yang ada di pikiranmu?" Tanya Louis.
"Saya juga tidak tahu apa maksudnya, Ketua. Tapi tuan muda tadi pagi menyuruh saya untuk menganggapnya hanya sebatas hiburan bagi ku." Jawab Theala sopan.
"Haha dasar anak ku. Kenapa dia sama sekali tidak bisa bersikap serius barang sekali. Selalu bercanda saja. Benarkan?" Tanya Louis.
"Ah.. Iya Ketua." Jawab Theala dipaksakan untuk mengatakan iya.
Tidak pernah bersikap serius dari mananya?
Bahkan selalu mengancam ku dengan tampang tanpa pengampunan.
Apanya yang suka bercandaan?
Theala sibuk menampik pernyataan dari Louis untuk Harvey di dalam pikirannya. Jelas sama sekali tidak berani terucap sepatah kata pun.
...🍂🍂🍂...