NovelToon NovelToon
Bukan kupu-kupu malam

Bukan kupu-kupu malam

Status: tamat
Genre:Angst / Romansa / Tamat
Popularitas:563.4k
Nilai: 5
Nama Author: Arion Alfattah

Ini SEQUEL dari MUTIARA DI BALIK LUMPUR.

"Kau pikir aku mau menjadikamu istriku? Tidak sudi! Kalau bukan karena untuk melindungi bosku mana mau ku menikahi wanita kupu-kupu malam sepertimu, murahan."

Aiden berusaha keras bersabar meski hatinya sakit di katai kupu-kupu malam. Karena memang dirinya bekerja di sebuah club malam. Namun ada hal yang tidak pernah mereka ketahui tentang siapa Aiden yang sebenarnya. Mereka hanya bisa menilai dari luar tanpa tahu apa-apa. Mereka hanya bisa berasumsi sendiri tanpa tahu kenyataannya.

Billy Giovanno (27 tahun) memaksa wanita bernama Aiden Rosalina (25 tahun) menikah dengannya hanya karena Billy tidak ingin Aiden mengganggu rumah tangga majikannya. Billy juga beranggapan kalau Aiden merupakan wanita murahan sehingga membuatnya membenci wanita itu.

FB: Mmah Abidah / Goresan Tinta
Ig : @ai.sah562

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arion Alfattah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Masalalu yang mengaku-ngaku

Aiden cekikikan menahan tawa bisa mengerjai suaminya. "Pasti sekarang dia lagi kesal, ingin rasanya ku melihat wajah kesal itu. Terlihat menggemaskan penuh pesona."

"Door..." Seseorang mengagetkan Aiden dari belakang.

"Ya Tuhan..! Megan... Kau mengagetkanku, untungnya diriku tidak memiliki riwayat jantung. Kalau punya, aku sudah mati berdiri." Ucap Aiden mengelus dadanya.

"Hahahaha... Sorry, abisnya kau kelihatan cekikikan sendiri seperti orang kesurupan saja." Megan terkekeh sambil memasangkan celmek khusus barista supaya tidak mengenai pakaiannya.

Aiden menunduk tersenyum mengingat wajah suaminya. Dia mengambil nampan berisi makanan yang akan ia berikan ke pelanggan cafe. "Saya lagi kesurupan cinta," jawabnya sambil berjalan menghindari pertanyaan-pertanyaan dari Megan.

"Kesurupan cinta? Kau sedang jatuh cinta? Pada siapa?" Megan mengernyit bertanya-tanya siapa pria yang Aiden cintai.

"Ada deh.." Aiden menengok tersenyum penuh misteri.

Megan berpikir, [ Siapa pria itu? Apa dia Bima? Kalau itu Bima, tidak akan ku biarkan Aiden bersamanya. Bima milikku, hanya milikku. Tidak ada yang boleh mendekatinya selain aku termasuk Aiden, wanita yang akan di jodohkan dengannya. ]

Nah, loh. Ada misteri nih? Sepertinya akan ada tebak-tebakan nih. Misteri yang harus di pecahkan. Bantu memecahkannya yuk?

Aiden menyimpan pesanan makanan seseorang di atas meja. "Silahkan, Pak."

Orang itu tersenyum ramah menatap penuh damba pada wanita yang sudah membuat hatinya terpaut cinta. "Terima kasih, Baby. Aku tidak menyangka kita akan bertemu kembali di sini. Rupanya kau juga kerja di sini, ya?" Dia adalah Damian. Pria Amerika si penjelajah wanita. Salah satu pelanggan setia Club Babyface tempat dimana Aiden bekerja.

Aiden tersenyum manis ramah melayani pelanggannya. "Benar, Tuan. Pagi sampai siang saya kerja di sini dan malam..." Aiden tidak melanjutkan ucapannya. Damian pasti mengerti itu.

"Iya, saya tahu. Hmmm kau mau menemani saya?" ajaknya karena tidak ada yang menemani di sana.

"Maaf, saya harus kembali bekerja." Tolak Aiden enggan menerima tawaran Damian. Aiden takut bosnya marah, terutama Ayah tirinya.

"Hmmm ok. Aku tunggu saja nanti malam di tempat biasa." Damian tak ingin memaksa. Entah mengapa dia tidak bisa memaksa Aiden. Hanya wanita itu yang mampu membuatnya tak berkutik sedikitpun. Padahal Damian pria pemaksa tidak boleh ada yang membantahnya tapi tidak kepada Aiden.

**********

Cafe yang berbeda. Dua orang manusia tengah diam tak banyak bicara. Si pria bingung harus bicara apa, wanitanya terdiam menatap penuh rindu pada pria di depannya. Tiada hal yang di harapkan selain bertemu orang yang di cintainya setelah sekian lama tidak bertemu.

"Apa kabar, Billy?"

"Seperti yang kau lihat, baik." Jawab Billy singkat dengan raut wajah dingin. Namun, tak di pungkiri matanya memandang wanita cantik yang ada di hadapannya penuh rindu.

"Ya, kau terlihat sangat baik sedangkan aku tidak. Aku sulit melupakanmu dan masih mencintaimu sama seperti dulu."

Senyum tipis melengkung di sudut bibir pria berambut rapi itu. Hanya dia yang tahu perasaannya saat ini. "Benarkah? Bukannya kamu sangat bahagia mendapatkan pria kaya raya, tampan rupawan, bertahta dari pada pria miskin jelek tak bertahta sepertiku? Kenapa bisa sulit melupakanku?"

Maria adalah masalalu Billy. Dulu, mereka pernah saling menyukai. Keduanya terpisah terhalang restu dan kasta. Karena pada saat itu, Billy hanyalah pria pelayan cafe. Orangtuanya Maria tidak menyetujui hubungan keduanya sebab Billy bukanlah pria yang pantas untuk Maria. Tapi sekarang, Billy memiliki segalanya setelah bertemu dengan Abraham Fernandez. Pria yang memperkerjakannya di perusahaan komunikasi, pemasaran sampai bisa membangun rumah mewah, memiliki mobil mewah, usaha restoran milik sendiri. Bahkan, tak sedikit pula wanita yang mendekatinya. Namun, tak ada yang mampu berhasil mengusik hatinya walau hanya sekedar membuatnya kesalpun tidak ada. Cuman Aiden yang berhasil membuat kesal pria itu.

"Aku tidak mencintainya, Billy. Aku terpaksa menerimanya demi kebahagiaan orangtuaku. Percayalah, aku masih utuh tak tersentuh olehnya. Tapi..." Wanita bernama Maria itu menunduk sedih membuat Billy mengernyit tak sabar menunggu kelanjutan ucapannya meski Billy sendiri sulit untuk percaya. Lima tahun bukan waktu sedikit, pasti banyak hal telah terjadi tanpa sepengetahuan dia.

"Tapi?"

"Dua hari yang lalu ku pergi ke club. Disana aku mabuk dan tidak sengaja tidur dengan salah satu pria yang juga sama-sama mabuk. Jam tangan milikku yang ku beli dari London tak sengaja tertinggal disana." Tutur Maria menunduk tersenyum menyeringai.

Deg..

Billy tertegun mendengarkan cerita Maria seakan cerita Maria mengarah kepadanya. "Ma-maksudmu?" jantung Billy berdebar menanti jawaban Maria.

"Kami makukannya tanpa paksaan. Dan orang itu kamu, Billy. Buktinya jam tangan tali seperti mutiara berwarna pink milikku tidak ada dan kemungkinan tertinggal di kamar itu. Aku bangun duluan sebelum kamu sadar." Maria menyebutkan ciri-ciri jam tangan nya.

Billy mematung. [ Benarkah dia Maria? Tapi ciri-ciri jam tangan itu sama persis dengan yang ku temukan. ]

Maria melirik lewat atas matanya seraya menunduk sedih. [ Somoga Billy percaya. ]

Pada saat Billy dan Dirga bicara, Maria berada tak jauh dari sana. Kebetulan, dia tengah menunggu temannya. Dia mendengarkan semua pembicaraannya dari awal sampai selesai. Maria juga penasaran pada orang itu, dia pun menengok ke belakang dan seketika kaget orang itu adalah Billy. Maria juga memperhatikan jam tangan yang di pegang Dirga sehingga ia tahu bentuk, warnanya.

"Benarkah itu kamu?" tanya kembali seakan memastikan semuanya.

Maria mendongak lalu mengangguk. "Iya, itu aku."

"Kalau itu kamu mengapa tidak menunggu ku bangun?"

"Karena aku takut orangtuaku marah. Aku tidak ingin mereka menyakiti kamu lagi, menghina kamu lagi, aku tidak ingin itu terjadi." Maria menatap sedih seakan terpukul atas apa yang terjadi padanya.

"Aku juga tidak bisa menyembunyikan ini terus, aku takut hamil, Billy."

"Apa?! hamil?" Pekik seseorang membuat keduanya menoleh. Mata Billy melotot kaget ada Mamanya di sana. Semakin rumit saja semuanya.

"Mama?!"

"Kau menghamilinya?" Mama Lily menatap tajam putra semata wayangnya. Marah atas tindakan bodoh itu. Dia juga mendelik tidak suka pada Maria merasa marah atas apa yang dulu Orangtuanya perbuat kepadanya, menghina di depan banyak orang.

"A-aku..." Billy gelagapan, bingung juga. Ingin mengaku tapi ragu, ingin menolak tegas tapi buktinya seperti nyata saat Maria menyebutkan buktinya.

"Maafkan kami, Tante. Kami telah melakukannya saat mabuk." Sahut Maria memotong ucapan Billy sebelum pria itu menolak. Billy melotot begitupun Mama Lily yang juga syok.

"Kau..! Apa benar itu Billy? jawab Mama!"

"Mah.. aku.. tidak ingat." Jawabnya jujur memang merasa tidak mengingatnya. Yang ia ingat hanya suara wanita menyebut namanya Kak Billy dengan suara lembut membuat hatinya menghangat dan jantung berdebar tak menentu.

1
Lies Atikah
si mulut pedas dasar munafik
Lies Atikah
si Billy mah setan berbentuk manusia hati nya jahat sombong tak berperasaan ngerendahin dan menghina orang seenak nya semmoga ada balasan nya
Ruk Mini
penuh drama, emang slh oaham kadang fatal akibat y,vringan tpi berkesan sgt menghibur thor, tq d tgg karya" mu lgi🙏👍👍👍
Ruk Mini
ga jauh" ye thorr
Ruk Mini
telat bank...
Ruk Mini
gasssss
Ruk Mini
kurang ekstrim pembalasan mu bocil, kerjain bp mu
Ruk Mini
hemmm...drama
Ruk Mini
biasa deh slh org
Ruk Mini
apesssss lau nenk
Ruk Mini
golllllll
Ruk Mini
tolol.kau bil
Susi Sundari
cerita ok..suka..
Dyah Oktina
😂😂😂😂😂 wah malah langsung d nikahkan.. maunya bima itu
Dyah Oktina
kadang papa...kadang om...ah author nih ngak konsisten..😔
Dyah Oktina
dari atas cerita manggilanya papa..kok jd om ??????????
Dyah Oktina
Luar biasa
Siti Mujimah
helleh ud terjadi baru menyesal terlambat sudah
Siti Mujimah
aq bingung baca banyak kata aq ibu ayah bla bla..maaf Thor berputar ceritanya jadi puyeng
Siti Mujimah
biasanya walau mabuk masih ingat samar2 yg terjadi kalau di tmpt cerita lain begitu..ni koq enggak y
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!