NovelToon NovelToon
CINTA GILA: RANJANG PANAS GENIUS DOCTOR

CINTA GILA: RANJANG PANAS GENIUS DOCTOR

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Mafia / One Night Stand / Nikahmuda / Dokter Genius / Tamat
Popularitas:40M
Nilai: 4.9
Nama Author: Kak UPe

🚧🚧🚧🚧Bocil di larang mampir🚧🚧🚧🚧
🔥🔥🔥Area 18 +++😂

#Di sarankan membaca Wanita Ranjang Mr. Zee terlebih dahulu agar ngakaknya kuadrat😂

Tiba-tiba harus menikah di usia muda saja sudah membuat semua planning hidup Anne MAry yang begitu perfect harus menjadi berantakan. Hal ini semakin buruk saat pria yang menjadi suaminya itu adalah mahasiswa yang paling tulalit di kelas nya, tentu membuat Anne merasa sangat sangat frustasi. Anne benar-benar merasa tuhan sedang bermain-main dengan garis tangan nya.

"Kenapa nasib ku begitu buruk?"Seru Anne sambil menegak wine itu di depan sepupu nya Elka. "Aku mencintai kakaknya, tapi kenapa kini malah terjebak dengan adik nya yang tulalit itu?" Ujar Anne dalam keadaan mabuk.

Andaikan malam itu Anne tidak memutuskan untuk pergi minum-minum usai mengetahui istri pria yang dicintainya hamil maka semua ini tidak perlu terjadi.

"Kenapa tuhan tidak membiarkan ku memilih? Paling tidak jika aku tidak bisa bersama pria yang aku cintai, aku bisa bersama dengan dokter jenius yang brilian itu! Bukan malah dengan mahasiswa tulalit seperti si pucuk daun cabe itu!" Teriak Anne Frustasi meratapi nasib nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kak UPe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

part 22

#ingat...Like itu gratis ..dan Komen itu amunisi bagi penulis

📢::::::happy reading.

Setelah mereka berjalan cukup lama akhirnya mereka sampai ke pintu keluar yang ada di belakang gedung itu. Sedangkan Will masih di sibukkan dengan menghabisi anak buah nya Delka yang mulai mengejar Raya dan Denis dari belakang.

Will cukup kewalahan menghadapi anak buah nya Delka yang jumlahnya cukup banyak. Meski Will adalah seorang mantan pembunuh bayaran kelas dunia, tapi ya kalau harus melawan orang dalam jumlah banyak tentu kerepotan juga hingga dia tidak dapat langsung menyusul Denis dsn Raya yang sudah keluar terlebih dahulu memalui jalan mereka masuk tadi.

"Kak ayooo..." Ajak Denis cepat, sambil menanggalkan masker nya

"Ayooo...." Jawab Raya yang berlari mengikuti adik ipar nya itu.

Tapi baru beberapa langkah mereka keluar tiba-tiba terdengar suara tembakan pistol di udara.

"Berhenti ..." Ujar Delka, dengan suara beratnya.

"Delka..." gumam Denis sambil menatap tajam pada Delka, anak angkat Leon.

Denis Lalu menggenggam erat tangan Raya dan mengarahkan Raya ke belakang nya. Denis tidak mau Raya kenapa-kenapa sebab Delka bukan lah orang yang berperasaan.

Denis juga tahu kalau Delka adalah seorang psikopat. Beberapa kali Denis telah meminta Delka untuk dijadikan objek penelitian nya tapi Leon selalu mengelak dengan dalih dia masih membutuhkan kan Delka di sisinya.

"Pria ini..." Seru Denis dalam hati.

"Heeem... Tuan muda ketiga keluarga Hardata, Denis Hardata. Kira-kira apa yang dilakukan oleh bocah bau kencur ini di tempat ku! Dan... mengapa kau berani sekali membawa objek penelitian ku keluar dari laboratorium ini."Ujar Delka sambil mengarahkan pistolnya pada Denis yang berdiri tepat di depan Raya.

"Aku harus bisa mengulur waktu sampai Will atau kak Zee datang." pikir Denis dalam hati. Denis sadar kalau kemampuan bertarung nya sangat kurang. Menghadapi lima orang saja Denis sudah kewalahan.

Apalagi ini menghadapi Delka dengan sejumlah anak buahnya yang lengkap dengan senjata api. Denis merasa adu jotos adalah ide yang buruk. Kini hanya dengan adu strategi mengulur waktu lah yang dapat Denis perbuat.

"Kak Elka?" Ujar Denis, berpura-pura tidak mengenali Delka.PADA HAL DENIS SANGAT MENGENALI DELKA HINGGA KE JENIS TULANG-TULANG DI DALAM TUBUH DELKA.

"Ssstss... Berhenti memanggilku dengan nama saudara kembar ku. aku DELKA bukan ELKA." Ujar Delka penuh penekanan.

"Delka?" Seru Raya pelan.

"Apa kalian terkejut? Hahahaha... "

"terkejut gundul mu!!" Tukas Denis dalam hati yang terpaksa pura-pura tidak mengenali Delka.

"Aku bisa memaklumi itu semua sebab memang tidak ada yang tahu kalau di dunia ini ada seorang pria tampan yang bernama Delka Dewangga. Semua orang hanya tahu tentang Elka Dewangga." Seru Delka dengan sorot mata tajam menatap Denis dan Raya.

"will...kau dimana?" Seru Denis dalam hati. Heran kenapa pengawal nya tidak jua kunjung datang.

Denis tidak tahu Will di dalam sedang sibuk dengan beberapa anak buah Delka.

Denis memandang Delka dengan tatapan polosnya dan berkata,

"Kalau kau bukan Elka melainkan Delka mengapa kau menculik kakak ipar ku? Kalau kak elka yang melakukan ini maka aku paham pasti dasarnya adalah cinta, tapi kau mengapa kau menculik kak Raya, sudah lah kecantikan nya pas passan dan otak nya pun kurang lebih sama dengan penampilan nya."

"pletaaaak..." Denis langsung mendapat jitakan dari kakak iparnya yang berdiri tepat di belakang nya.

"Kenapa kau menjitak ku kak?" erang Denis dengan berbisik.

"Aku itu sedang membuat penculik ini ilfil pada mu."

Denis sengaja membuat keributan agar bisa mengulur waktu sekaligus membuat Delka kesal hingga menembakkan senjatanya ke angkasa seperti saat mereka tertangkap tadi.

Hal itu Denis lakukan agar kakaknya mengetahui posisi mereka saat ini.

Denis yakin Zayden Hardata sang kakak, pasti sudah berada di sekitar area ini.

Tapi Area ini sangat luas, bagaimana sang kakak bisa tahu posisi mereka jika tidak ada penanda apapun.

Hanya saja Raya tidak tahu kalau semua hal tadi hanya bagian dari rencana Denis. Sehingga dia menjitak kuat kepala adik iparnya.

"Kau itu!! Apa tidak terpikirkan cara lain untuk membuatnya melepaskan kita!!" gerutu Raya

"Ya.. gak mungkin kan kak, aku itu muji- muji kakak di depan penjahat ini, yang ada dia malah jatuh cinta beneran ama kakak, kak bisa panjang urusan nya." seru Denis

Denis masih mencoba mengulur-ngulur waktu sebanyak yang dia bisa.

Raya merasa ingin mengkunyel- kunyel mulut adik iparnya yang suka asal kalau ngomong itu

"Tuh kan.. kakak pun berpikir kalau ide ku ini genius!!" tukas Denis yang melihat Raya tak lagi berkata-kata.

"Apa mereka tidak menghargai ku sebagai penjahat yang menakutkan disini? Bisa-bisa nya mereka ngerumpi hal yang tidak jelas seperti itu." seru Delka dalam hati

"Apa kalian sudah berhenti bicara nya?" Ujar Delka yang sudah mulai bosan mendengar Denis dan Raya berdebat untuk hal yang tidak penting seperti itu.

"Apa boleh kami minta waktu sedikit lagi untuk bicara?" Ujar Denis dengan wajah innocent nya.

"Duaaaar...."

Delka menembakan senjatanya ke angkasa. Membuat Denis dan Raya auto diam.

"Tuan muda ketiga keluarga Hardata, kau memang persis seperti yang dikatakan oleh orang - orang di luar sana. Bo- doh." Ujar Delka.

Raya yang mendengar Delka menghina adik iparnya merasa tidak terima dan ingin memaki balik pria yang bernama Delka itu.

Tapi Denis memegang tangan Raya sambil memberikan isyarat agar Raya tetap diam.

"Apa kalian tidak tahu kalau nyawa kalian berdua itu saat ini ada di dalam genggaman tangan ku?" Ujar Delka sambil menatap Raya dan Denis dengan tatapan merendahkan.

Raya dan Denis memilih diam.

"kenapa belum ada yang datang?" Seru Denis dalam hati.

*Denis yang melihat tidak ada yang datang setelah tembakan kedua dari Delka tadi berpikir untuk memicu tembakan ketiga dari pria ini.

Kalau juga masih tidak ada yang datang maka Denis mungkin akan menghidupkan mercun saja di sana biar rame*.

"Denis, mundur lah...aku tidak ada urusan dengan mu. Serahkan wanita itu." Ujar Delka.

"Bagaimana kau tidak ada urusan dengan ku! Wanita ini kakak ipar ku. Sudah tugas ku untuk menjaganya di saat kakak ku tidak ada." Ucap Denis yang merasa ini dapat di jadikan sebagai kesempatan untuk mendapatkan tembakan ke tiga dari Delka.

"Zayden Hardata !! kau itu dimana!!!" Tukas Denis dalam hati. "Kalau sampai Anne Mary menjadi janda karena kau datang terlambat maka akan aku hantuii kau seumur hidup." Tukas Denis dalam hati.

"Kalau memang begitu jangan salah kan diriku Denis, jika aku harus membunuh mu karena kau menghalangi pekerjaan ku." Delka pun menembak pistol ke arah Denis yang berada tepat di depannya.

Denis memperhatikan posisi pistol yang di pegang oleh Delka serta kelajuan angin yang berhembus saat ini.

Denis mulai mengkalkulasikan dengan cepat kemana tepatnya peluru itu akan mengenainya berdasarkan jenis senjata yang digunakan oleh Delka, jarak antara mereka serta pengaruh angin yang berhembus saat itu.

Dan Denis mendapatkan bahwa jantung nya akan berhenti berdetak jika peluru itu sampai mengenai jantungnya.

Denis pun kembali memperhitungkan agar peluru hanya mengenai pundak atau bahunya saja.

Denis yang melihat gelagat Delka seperti akan menembak peluru itu pada dirinya segera melangkah kesamping tepat setelah 3 detik peluru itu lepas landas. Dan duaaar..

Peluru itu mengenai bahu kanan Denis persis seperti yang Denis perkirakan.

"Deniiis.....!!" Teriak Raya sambil memegangi adik ipar nya

Karena merasa tembakannya meleset Delka berencana menembakkan satu peluru lainnya tapi saat dia akan mengarahkan pistolnya pada Denis.. tiba-tiba..

"Duaar.." sebuah tembakan mengenai tangan Delka.

"Sialan!!" Ucapnya lalu kabur ke dalam laboratorium.

Zee berlari menghampiri Raya dan Denis yang terluka.

"Kau baik-baik saja sayang?" tanya Zee pada istrinya.

"Aku baik-baik saja sayang." Jawab Raya.

"astaga! apa aku begitu kasat mata hingga kakak ku tidak melihat aku yang sedang terluka ini?" Cetus Denis dalam hati.

"Tidak ada yang terluka kan?" Tanya Zee sambil mengecek tubuh istrinya depan belakang, kiri kanan, untuk memastikan tidak ada yang lecet.

"Aku tidak apa-apa sayang. Denis lah yang terluka." Ucap Raya pada Zee.

"Tidak apa-apa kak ipar. Kalian lanjutkan saja..Ini bukan darah yang keluar, keringat ku saja yang bocor dari pembuluh darah." sarkas Denis dengan tatapan yang tidak enak di pandang.

"Siap-siap kau Zayden Hardata aku akan mendatangi mu setiap malam jika nafas ku berhenti sampai disini." Seru Denis dalam hati.

☘️☘️

Ciileeeh.... yang serius bacanya.. Sajen udah neng?😂

1
MATADEWA
Emang bisa mandi sambil baca gitu.....
MATADEWA
Andrew = Mr B
Ayahnya Raya = Mr B jg
Sempat bingung.....
MATADEWA
Serangan.......
MATADEWA
Mulai bingung .....
MATADEWA
Iya....ngapain jg si Tupai lompat terus....
MATADEWA
Ternodalah daku.....
MATADEWA
Akhirnya......
MATADEWA
Terus.....
MATADEWA
Udah keliatan gilanya.....
MATADEWA
Lanjutkan.....
MATADEWA
Ada yg mulai cemburu....
MATADEWA
Lanjut.....
MATADEWA
Suami istri somplak.....
MATADEWA
Mr D itu Denis yach......
MATADEWA
Chat berulang.....
MATADEWA
Siapa yg dikadalin......
MATADEWA
Haruslah.....
MATADEWA
Persidangan dibuka.....
MATADEWA
Tertangkap meski tdk basah....
MATADEWA
Masih tahan.....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!