NovelToon NovelToon
Satriaji Needs A Friend

Satriaji Needs A Friend

Status: tamat
Genre:Teen / Fantasi / Supernatural / Isekai / Light Novel / Tamat
Popularitas:17.3k
Nilai: 5
Nama Author: Fadly Abdul f

Di Indonesia mendadak muncul sebuah gerbang yang ternyata di dalamnya terdapat banyak monster khayalan orang-orang, namun kini mereka melihat dengan mata kepalanya sendiri. Dan seorang remaja bernama Satriaji menjadi salah satu seorang yang mendapatkan kekuatan untuk melawan para monster yang ada, di sisi lain ia mendapatkan kenyataan yang pahit tentang sahabat masa kecilnya yang sudah dianggapnya seperti kakak kandung.. apa itu ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fadly Abdul f, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 22 : Anak kecil

Satriaji memandang istana yang berada di tengah-tengah kota, menjadi pemandangan yang menarik perhatiannya setelah datang dan tinggal di kota ini selama satu tahun kurang. Dia mengetahui kalau penduduk di sini ramah dan biasa saja, meskipun begitu ia melihat hal yang tidak bisa di dunia ini yaitu sebuah "perbudakan" membuatnya heran.

"Cepat! Bergerak lah kau!" Bentak seseorang. Tak ada yang kasihan pada anak itu, seseorang yang menentang perbudakan ada banyak tetapi jarang muncul karena sering ditolak oleh masyarakat apalagi didukung oleh pemerintahan.

Anak ini jatuh ke tanah memecahkan botol dalam kotak dan berkata, "Maaf..! Akan saya lalu--!"

"Anak tidak berguna!" Teriaknya mengayunkan kayu pemukul. Seketika Satriaji menolak pentungan menghancurkannya dengan sebelah tangan, pria ini langsung marah akan tetapi selepas melihat wajah yang sudah terkenal di kota ini dia membuang muka dan ingin bicara, meskipun mulutnya tak sanggup berkata-kata akibat takut.

Segera setelahnya, angin bermunculan dari sekitar tubuh Satriaji menerbangkan debu seolah-olah ingin menusuk pria ini seperti bagaimana membunuh para monster seperti sebelumnya. Tahu akan hal itu pria ini mundur ke belakang perlahan-lahan.

"Berapa ?"

"Huh ?"

"Anak yang kau beli ini harganya berapa ?" Tanya Satriaji mengambil kantongnya dalam Storage. Pria ini menyebutkannya. Memberikannya uang, lelaki ini pergi membawa anak ini dan semua orang tidak ada yang menjadikannya tontonan karena sudah biasa melihat hal tersebut. Memang pertama kali saat remaja ini datang banyak yang menentangnya, awalnya mereka menentang tetapi pada akhirnya mereka tahu sedang menentang seekor harimau.

"Aku menjadikanmu sebagai anakku, kau akan diasuh di panti asuhan.."

"A-Anu.. apa maksudnya, tua--"

"Jangan memanggilku 'tuan' sudah jutaan kali aku dipanggil seperti itu," perintah pertamanya pada anak ini langsung tertulis pada benaknya. Sebenarnya cara kerja sihir pengikat tidaklah rumit, hanya soal bagaimana si majikan menyerahkan atau tidak peliharaannya pada orang lain. Berbeda dengan sihir pengikat tingkat tinggi seperti halnya pada Avily.

Beberapa menit sesudahnya, sampainya mereka depan panti asuhan yang memperlihatkan banyak anak kecil yang tengah bermain-main. Seorang pengasuh datang. Melihat anak kecil di samping Satriaji juga, ia segera paham maksud kedatangannya.

"Apa Anda tidak ingin menjadikan mereka sebagai anakmu ?" Tatapannya berfokus pada anak di sisi Satriaji memegang erat punggungnya seolah ketakutan.

"Tidak sama sekali."

"Hanya menjadikan seorang budak sebagai keluarga lalu menyerahkannya pada panti asuhan atau panti jompo agar terbebas dari pengikat jika tak ingin menjadikannya keluarga, peraturan negara ini sangat membingungkan."

"Bisakah kau urus saja ? Aku ada urusan lain, permisi.." Satriaji pergi meskipun anak perempuan ini menggenggam erat tangannya. Laki-laki dingin ini melepaskannya secara paksa dan agak kasar, dalam pikiran anak itu tahu kalau lelaki barusan bukanlah seseorang yang memiliki kejahatan dalam dirinya.

Pengasuh memegang tangannya. Dia melepaskan diri berlari menemui Satriaji, ingin bicara satu kata sekalipun tidak dibiarkan oleh Satriaji.

"Kau bebas tidak ada yang akan memperlakukanmu seperti sebelumnya dan jangan ikut denganku meskipun kau punya kemampuan khusus."

"Saya bisa melakukan apapun, jadi kumohon! Bawa aku bersama--!"

"Mungkin, jika kau menjadi anak yang sangat hebat bahkan punya kemampuan setara dengan kesatria aku akan menjemputmu.. dalam tanda kutip mungkin." Satriaji pergi meninggalkan kalimat itu untuknya, anak ini menganga cukup lama memandang langkah Satriaji pergi meninggalkannya dan wajahnya terlukis jelas di dalam benaknya.

Dari kejauhan pengasuh panti asuhan tampak gelisah, sekian banyaknya anak atau orang yang dibawa oleh Satriaji diberikan harapan palsu akan kembali dan meskipun Satriaji memberikan harapan yang mungkin takkan bisa terjadi. Mereka berusaha keras untuk mencapai tujuan.

"Hmm.. orang dari dunia lain sangat menarik, tetapi mengapa kau ingin membunuh raja ?" Gumam pengasuh memperhatikan Satriaji. Dia ingin bertanya langsung, tetap saja orang yang tidak berkepentingan tiada niat untuk masuk ke urusan orang lain apalagi setelah melihat kebusukan pemimpin di negara ini.

"Orang-orang dunia sana terlalu baik, apakah semua orang di sana sebaik dirinya ?" Tanyanya dalam hati. Pengasuh ini menatap anak itu. Dan melupakan apa yang ditanyakannya untuk sementara, selepas membawa anak ini pergi masuk ke dalam panti dia menoleh kembali melihat Satriaji telah menghilang.

Di penginapan Vlad terlihat sedang mengasah pedangnya dibantu Avily, begitu melihat keduanya saling tertawa lelaki ini terdiam sejenak. Sekilas saja ia tahu kalau lelaki berambut merah itu sudah memilki perasaan, merenggut Avily tidaklah bagus pikirnya. Terlebih lagi Satriaji sudah mendengar bila sihir pengikat ini bisa lebih buruk dan kemungkinannya ialah, jiwanya yang terikat bukan tubuhnya.

"Jika dia melanggar perintahku bukan tubuhnya yang terluka, tapi jiwanya ?" Katanya seraya berjalan masuk ke penginapan. Tempat biasa untuk para pemburu, seluruh penginap di sini tak berani untuk menatap langsung mata Satriaji akibat tekanan dari pedang yang dibawa olehnya setiap saat.

Fytal milik Artha bukan sembarang senjata biasa melainkan sebuah alat yang mampu memberikan efek semacam intimidasi pada orang-orang di sekitarnya, yang dianggap pengguna sebagai musuh.

"Vlad, datang ke kamarku empat menit lagi."

"Kak ? Ada apa ?"

"Jangan banyak tanya, masuk saja."

"B-Baiklah.." balas Vlad agak kaget. Jarang sekali dia menggunakan telepati, jikalau sampai menggunakan hal ini pasti menyangkut sesuatu yang teramat penting. Avily yang menyadari itu menyuruhnya untuk segera pergi, sebagai budaknya ia tahu dan mendengar percakapan keduanya meski terdengar seperti berbisik-bisik juga.

Vlad meninggalkannya. Setelah ditinggalkan mereka berdua sudah kembali, Ayri membawa sekeranjang roti yang masih kelihatan panas dan mendatangi Avily dengan wajah ketakutan. Serasa ada yang aneh elf ini sedikit memakai mata sihir menajamkan penglihatannya, sontak ia kaget dan memasang senyum meski penuh ketakutan.

"Ha-Hei kalian lama se.. se.. sekali!"

"O-Oh! Di mana mereka berdua ?!" Reay menjawab sambil melambaikan tangan. Sesosok mahluk hitam memiliki mata putih bersinar, begitu juga mulut mengeluarkan sinar putih sekujur tubuhnya mengeluarkan asap hitam dan semuanya memperlihatkan ekspresi yang sama. Raut wajah ketakutan.

Sementara itu, di dalam ruangan tertutup Satriaji membicarakan tentang tujuan mereka datang kemari untuk apa dan sesudah melakukan berbagai persiapan hanya tinggal satu hal saja. Yaitu, mendapatkan kepercayaan dan masuk ke dalam istana bertujuan mengincar raja. Hal terbaring kalau cara pertama tidak berhasil, terpaksa musti gunakan cara kedua walaupun keduanya akan repot.

Vlad menghela napas sebelum menoleh wajah temannya dan berkata, "Berarti kita harus menyamar lagi ?"

"Ya itu hanya pilihan kita saat ini," jawabnya menatap foto berisikan raja yang memilki tubuh gemuk. Belum bertemu juga Satriaji sudah melihat betapa busuknya senyuman pria ini, dan mendadak Satriaji sudah merasa mual hanya dengan melihat senyum dari foto. Apalagi jikalau dia sampai melihatnya secara langsung, tidak bisa membayangkan sampai seberapa mualnya bila hal tersebut sampai terjadi padanya nanti.

1
Diambil Oleh Anggur
aaa thanks Thor ma bonus nya makin sayang author deh
margo and me
Semangat Thor! Jiwa membaraku masih semangat baca semua update-anmu! Mau berapa ratus aku tungguin!
Surya Putra
plot awal cerita seperti pada umumnya kenapa tiba-tiba ada gerbang yang di dalamnya ada monster.

tapi, yang aku tahu disini sepertinya monster di dalam gerbang tidak bersalah kan? mungkin hanya zombie yang menyerang saja

yang mulai menyerang duluan juga manusia dari bumi, apakah ada kesalahan dalam mengartikan TULISAN DI PINTU itu?
Surya Putra
Hah? salah nulis ya thor kok Sarah sih wkwk Harunya darah
....: ngokey 🗿👌
total 3 replies
Surya Putra
ehh, gw kira darahnya bakal kembali ke tubuh.

lalu, kata "Sebaiknya jangan terlalu memikirkan mengapa aku tak mau satu kelompok denganmu"

apakah ia akan meminum darah dari hewan yang ia buru?
Surya Putra: minum darah bukan kanibalisme, maybe wkwk
total 2 replies
SquigglyMunchkin
cerita ini lebih lucu dibanding yg lain
adalahdarling
Jaga kesehatan selalu ya thor.. aku kebawa perasaan banget nih huhuhu
moonstrucktraveller
Thor aku ini manggil author lho bukan Thor temennya Kapten Amerika, jadi dimohon segera untuk up bab selanjutnya!
SongbirdGarden
Kak author semangat!! jangan lupa istirahat dan liat yang seger-seger biar ga pusing nulis next bab!
WillofWashington
Ceritanya ngeri sedaaaapppp like like like lanjut
skyeandstaghorn
Thor, ceritamu bikin moodku seperti pelangi wkwkw
Zahra Fitria
tu ada nama Fauzan ama satriaji kok kaya ada yng aneh y ?🤔
....: oh maaf, awalnya aku mau pake nama Fauzan tapi diubah jadi Satriaji.. eps ini belum di edit 😌
total 1 replies
....
Luangkan waktunya untuk like, komentar + masukan cerita ini ke daftar bacaan anda :)
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!