Menceritakan seorang anak yang lolos dari aksi pembantaian oleh orang-orang aliran hitam. Dia diselamatkan oleh seorang Kakek yang adalah seorang Kultivator terkuat di benua timur yang sudah lama mengasingkan diri di hutan kematian.
Dia pada akhirnya diangkat menjadi murid yang mewarisi Semua ilmu kepandaian gurunya dan menjadi penerus sebagai sang Naga.
Pergi berkelana seorang diri dan tidak pernah menutup mata terhadap ketidak adilan, menjadi momok yang menakutkan bagi aliran hitam.
Dialah Xiao Lang, seorang yang akan menuju puncak kultivasi dan menjadi LEGENDA.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Attar GG, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
22. Turnamen Generasi Muda III
Tanpa bisa bergerak dan menghindar serangan pedang dari Xin Mei langsung membuat kedua gadis cantik itu terbang dan jatuh di luar arena dengan kondisi luka dalam yang cukup parah. Xiao Lang dan Xin Mei pun keluar sebagai pemenang yang di sambut tepuk tangan meriah dari para penonton.
Di Tribun khusus Tuan Putri Ming Meilin merasa kagum dengan ketampanan serta kekuatan yang di miliki oleh Xiao Lang, ia berpikir bagaimana caranya untuk bertemu dengan pemuda gagah dan rupawan itu. Akhirnya senyum merekah pun nampak dari raut mukanya yang cantik menjadi sangat cantik.
Lagi-lagi Xin Yang yang berada di Tribun khusus tersenyum sumringah melihat hasil pertandingan tadi, ia tidak mempedulikan ucapan orang yang tidak suka dengan keganasan murid sektenya, yang dia rasa bahwa saat ini jenius-jenius muda ada di Sekte Naga Langit dan itu menjadi nilai plus bagi Sekte Naga Langit kedepannya. Bahkan Kaisar Ming Tian secara terang-terangan mengundang para peserta turnamen dari sekte Naga Langit untuk makan malam di istana kekaisaran yang di sambut dengan hangat oleh tetua Xin Yang.
Pada pertandingan berikutnya adalah Sekte Awan Biru melawan Sekte Kuil Suci. Sekte Awan Biru dengan Gao Liang bersama Zhang Nan melawan Tong Sam dan Ba Cunlai dari Sekte Kuil Suci. Setelah wasit memberikan aba-aba untuk dimulainya pertandingan Tong Sam menyerang dengan Tongkat besi sedang Ba Cunlai dengan Jurus Cakar Harimau melakukan inisiatif penyerangan.
Serangan-serangan kedua biksu muda ini sangat cepat dan elegan sehingga memberikan perlawanan yang berarti kepada Gao Liang dan Zhang Nan. Benturan pedang dan tongkat setiap saat selalu berdengung begitupun dengan pertarungan yang lainnya.
Sudah puluhan jurus-jurus yang di keluarkan oleh kedua tim, tapi belum juga terlihat dominasi dari salah satu tim. Akan tetapi tidak berselang lama Sekte Awan Biru yang merupakan juara bertahan turnamen sedikit demi sedikit mampu membuat Sekte Kuil Suci tersudut dan tidak lama kemudian mereka pun mengaku kalah.
Setelah selesai pertarungan antara Sekte Awan Biru melawan Sekte Kuil Suci, pertandingan dilanjutkan lagi dengan pertarungan antara Sekte Naga Langit melawan Sekte Tombak Langit.
Xiao Lang dan Xin Mei tidak mau berlama-lama dan langsung dengan kekuatan penuhnya membuat satu serangan dan langsung menjungkalkan perlawanan sekte Tombak Langit.
Para penonton menjadi semakin mengagumi kehebatan dari Sekte Naga Langit, bahkan penonton menjuluki Xiao Lang dan Xin Mei adalah sepasang pendekar langit. Berbagai pujian dan sanjungan dari berbagai pihak tidak lantas membuat Xiao Lang dan yang lainnya menjadi besar kepala, akan tetapi ini menjadi sebuah pelecut semangat juang yang tinggi untuk menjadi lebih baik lagi.
Akhirnya sampai pada pertandingan final penentuan juara satu dan dua mempertemukan antara Sekte NAGA LANGIT melawan Sekte Awan Biru. Sebuah pertarungan yang di tunggu-tunggu oleh semua khalayak. Pada awalnya semua bersepakat bahwa kekuatan sekte Awan Biru besar peluangnya untuk memenangkan turnamen kali ini, tetapi semua itu menjadi buyar ketika melihat bagaimana dengan performa yang di perlihatkan oleh tim Sekte Naga Langit.
Tidak ada lawan yang tangguh dihadapannya, semua pasti akan dihancurkan dengan mudah apa lagi dengan kehadiran Xiao Lang pada bagian akhir. Melihat Xiao Lang seperti melihat Dewa, kekuatan yang di miliki tanpa batas sehingga tidak ada yang mampu untuk bertahan lama ketika berhadapan dengan pemuda itu. Kadang Xin Mei merasa bangga kepada Xiao Lang, tapi disisi lain Gadis cantik itu merasa risih melihat perempuan-perempuan cantik yang menggoda dan mengelu-elukan namanya dengan bebas.
"Aissss, dasar cewek, tidak bisa melihat orang senang. Apa dia mereka buta apa." gumam Xin Mei sambil berdiri di belakang Xiao Lang.
Gao Liang dan Zhang Nan sudah berada di atas arena dan sudah bersiap untuk menghadapi Xiao Lang dan Xin Mei. Tidak lama kemudian Wasit pun memulai pertandingan.
Dengan tidak mau membuang waktunya, Xiao Lang memerintahkan kepada Xin Mei untuk segera menuntaskan pertarungan dan memenangkan turnamen untuk kategori Tim.
Xiao Lang pun melepaskan Aura Dewa Naga yang ditujukan kepada Gao Liang dan Zhang Nan. Tiba-tiba Gao Liang dan Zhang Nan tidak bisa bergerak, tubuh mereka berdua bergetar seolah-olah tertindas sebuah gunung.
"Langkah Angin..." gumam Xin Mei yang langsung berada di hadapan kedua pemuda itu, lalu. "Tapak Penghancur..."
Booommmmm
Booommmmm
Dalam sekejap saja, Gao Liang dan Zhang Nan langsung terlempar keluar dari arena dan pingsan seketika. Semua orang terpana dengan kedua pasangan itu, baru beberapa menit saja di mulai langsung melempar keluar lawannya. Sungguh pasangan langit tiada tandingannya.
Xin Yang tiada henti-hentinya bersyukur dan berterima kasih kepada ayahnya yang telah membimbing Xiao Lang. Para Patriak memberikan ucapan selamat kepada tetua Xin Yang dan tidak sedikit dari mereka yang membuka untuk membangun hubungan dengan Sekte Naga Langit dan juga kepada Xiao Lang dan Xin Mei.
Di tengah hiruk pikuk penonton, seorang perempuan paruh baya datang menemui Xiao Lang yang sedang duduk dan beristirahat sambil melihat kebahagiaan teman-temannya yang telah menjuarai turnamen Generasi Muda Kekaisaran Ming di kategori Tim. "Tuan Muda, mohon maaf saya hanya menyampaikan sesuatu dari Tuan Putri Ming Meilin kepada tuan muda. Ini tuan muda." sambil memberikan sebuah kertas kecil yang telah di tuliskan sesuatu.
Akhirnya perempuan itu pergi dan kembali ke tempat putri Ming Meilin duduk dan menyampaikan kalau tugasnya telah dilakukan dan tinggal menunggu kedatangan nya.
"Terimakasih Bibi,,," ucap tuan putri sambil memandang Xiao Lang yang sedang membaca kertas yang di berikan olehnya tadi.
Dengan berakhirnya partai final untuk kategori Tim maka selesai sudah rangkaian acara untuk hari ini sementara untuk kategori perseorangan akan mulai dilaksanakan besok pagi.
Akhirnya acara final kategori Tim selesai dengan cepat dan semua orang pun meninggalkan gadung arena turnamen dan kembali ke tempat nya masing-masing. Sementara tetua Xin Yang menyampaikan kepada seluruh tim bahwa malam ini semuanya di undang oleh kaisar untuk makan malam di istana kekaisaran. Mereka pun bersorak gembira karena mendapatkan undangan langsung dari Kaisar Ming Tian.
Sementara Saat melihat isi surat itu, Xiao Lang sangat berterimakasih karena sudah mendapat perhatian dari Tuan Putri. Pada akhirnya dia memutuskan untuk menghadiri perjamuan nanti malam di istana kekaisaran. Mereka pun kembali ke penginapan karena sebentar malam akan menghadiri perjamuan.
Xin Mei akhirnya mendekat ke Xiao Lang dan memeluk lengannya sambil berjalan pelan mereka kembali, akan tetapi baru sebentar beranjak Xiao Lang lalu mengajak Xin Mei untuk menjenguk Bing Rongyue dan Su Meila yang tadi sempat menjadi lawan mereka di pertandingan tadi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...