Akibat pernikahan paksa dan kesalahan satu malamnya dengan wanita lain membuat rumah tangga Sandi Prayoga dan Aulia Permata menjadi semakin tak terarah.
Keteguhan iman dan kesabaran hati Aulia harus diuji ketika mendapati perselingkuhan sang suami dengan kekasihnya yaitu Renata Putri hingga membuatnya hamil.
Disaat rasa cinta Sandi untuk sang istri mulai tumbuh, dia harus bertanggung jawab terhadap anak yang di kandung oleh Renata.
Bagaimana kisah rumah tangga Sandi dan Aulia setelah kehadiran Renata? Dan siapakah yang akan di pilih oleh Sandi?
Pilih Aku, Suamiku
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Navizaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22 (Mencari)
Happy Reading 😊
Visual Aulia
"Sayang,, Aulia,, maafkan mas, mas sangat menyesal telah melukaimu, mas akan menebus semua kesalahan yang mas buat, asalkan kamu tidak pergi sayang." Gumam Sandi.
Bayang-bayang Aulia yang selalu tersenyum lembut padanya dengan penuh kasih sayang dan perhatian Aulia selalu menjadi penyemangat hidup kini seakan menghilang terbang bersama raganya yang telah pergi.
Sandi memacu mobilnya pergi ke sebuah tempat yang sering di kunjungi Aulia dan harapan satu-satunya agar ia bisa menemukan istrinya.
Sandi mendatangi butik Permata Colection, tempat satu-satunya di mana dia bisa mendapatkan alamat yang saat ini di kunjungi oleh Aulia di Yogyakarta.
Sita menatap Sandi yang terlihat sangat kacau dengan tatapan kebencian Gadis itu menghela napas. Sebenarnya Sita merasa kasihan terhadap Sandi yang sedari tadi terus saja merengek, tapi dia sudah berjanji pada Aulia.
"Mas, bukannya saya tidak mau memberi alamat tempat itu, tapi saya memang tidak tahu." Ucap Sita sinis.
"Aku tidak percaya, kamu pasti tahu karena ada hubungannya dengan acara fashion show, tolonglah bantu aku, hanya kamu yang tahu keberadaan Aulia,, aku tidak bisa kehilangannya." Sandi memohon sambil menangkupkan kedua tangannya di depan dada. Bahkan matanya sudah memerah karena menahan air yang akan lolos. Tapi Sandi tahan karena tidak ingin terlihat rapuh.
Meskipun begitu, semua orang yang melihatnya seperti itu sudah bisa melihat betapa hancur nya Sandi saat di tinggalkan oleh isterinya.
"Tolonglah."
Sita semakin merasa kasihan, sepertinya Sandi memang benar-benar mencintai Aulia, apakah sebaiknya dia memberitahu pada Sandi di mana Aulia berada? tapi dia tidak mau melihat Aulia terluka lagi hanya karena suaminya itu.
Ya, Sita memang sudah tahu perihal poligami yang di lakukan Sandi, membuat Sita meradang dan hanya bisa mengumpat, mau bagaimana lagi, tidak mungkin kan Sita bisa melawan pria seperti Sandi Prayoga.
"Maaf mas, sebenarnya aku tidak mau kamu ketemu sama mbak Aulia, dan aku juga sudah berjanji tapi sepertinya kamu terlihat sangat sedih, aku hanya akan memberitahukan alamat Gimana cara fashion show itu akan di langsungkan, tapi acaranya masih 10 hari lagi dan tentunya Maaf dia belum berada di sana karena dia katanya mau menginap di rumah sahabatnya."
Sandi sangat senang, tidak apa-apa yang penting dia sudah tahu tempat yang akan Aulia kunjungi.
Kemudian Sandi pergi dari butik itu setelah mengucapkan terima kasih pada Sita.
"Sebenarnya aku merasa kasihan kepada mbak Aulia. Sudah di hianati suaminya sendiri, bahkan wanita itu sampai hamil, kok bisa ya masih cinta, tapi aku mendukung keputusan yang terbaik aja deh, selebihnya aku hanya bisa mendoakan mereka berdua." Gumam Sita.
####
Aulia sampai di kota Yogyakarta setelah menempuh perjalanan 1 setengah jam lewat perjalanan udara.
Rencananya dia akan menginap di rumah salah satu sahabatnya di kota Bantul. Aulia memesan taksi online untuk pergi menuju kota selatan Jogja itu.
Sejak masuk ke dalam pesawat ponsel Aulia di non aktifkan. Dan baru akan membukanya pada saat dia sudah berada di dalam taksi.
Pada saat Aulia meng-aktifkan ponselnya, banyak sekali pesan dan panggilan tidak terjawab dari Sandi.
Sebenarnya hati Aulia masih begitu sulit dan sedih saat mengingat suaminya itu, tetapi kali ini tekadnya sudah bulat. Aulia harus bisa melupakan Sandi.
Drrrttt ......
Aulia melihat layar ponselnya, bukan Sandi yang menelepon, tetap sahabatnya Adam.
Adam sudah tahu bahwa Aulia berada di Jogja, karena Aulia yang memberitahunya, Adam baru sebulan di pindah tugas ke rumah sakit D.r Sardjito, Yogyakarta.
"Halo, iya aku sudah sampai, aku nanti akan ke rumah sakit, tapi sekarang aku harus ke rumah Rini."
"Tidak perlu, aku yang akan menjemputmu di rumah Rini, kamu tinggal share lok aja alamat Rini."
"Oh, baiklah, tadi tante Mila juga menitip sebuah amplop, tapi entah apa itu, soalnya tante gak ngasih tau."
"Mama selalu merepotkan mu, maaf ya, Lia."
"Tidak apa-apa Adam, tante Mila sudah seperti ibuku sendiri."
"Mudah-mudahan bisa menjadi kenyataan, Aamiin." Terdengar tawa Adam di sebrang telepon.
"Eh, apa maksudnya?" Aulia benar-benar tidak paham.
"Gak apa-apa, sudah ya aku tutup dulu teleponnya, sebentar lagi akan ada pasien."
Adam mengakhiri panggilannya setelah membuat Aulia pemasaran. Memang Aulia sudah menganggap keluar Adam sudah seperti keluarganya sendiri.
Setelah beberapa saat taksi online itu berhenti di depan pagar rumah yang tidak lain adalah rumahnya Rini.
Rini adalah sahabat Aulia yang pernah kuliah di Jakarta, sebagai seniornya, setelah lulus wisuda Rini pulang ke Jogja karena harus menikah dengan pria yang telah di jodohkan oleh orang tuanya.
"Assalamualaikum," Aulia mengetuk pintu setelah sampai di depan rumah lumayan besar bercat orange.
"Waalaikumsalam," seorang wanita cantik keluar dari dalam rumah setelah membuka pintu.
"Akhirnya kamu datang juga, Lia.. maaf tidak bisa menjemput.. anak-anak rewel, mas Tito juga sudah tiga hari ke Bali untuk urusan pekerjaan, ayo masuk.." Rini menyurus Aulia masuk ke dalam rumahnya.
Rini memang sudah menikah dan memiliki anak kembar yang masih berusia 10 bulan.
"Maaf merepotkan mu Rin, aku tidak lama kok di sini, nanti kalau acara event itu sudah mulai, aku akan mencari tempat tinggal," ucap Aulia.
"Iya, gak apa-apa yo, koyo karo sopo wae, kamu udah ku anggap seperti adikku sendiri, dulu di Jakarta aku juga sering numpang tidur di rumahmu." Jawab Rini tersenyum.
Rini belum tahu kalau Aulia sudah menikah. Akhirnya mereka berdua berbincang ringan sambil melihat si kembar bermain.
Sandi sudah tiba di Yogyakarta. Dia mencari Aulia lewat GPS, kenapa dia baru ingat bisa mencari keberadaan istrinya lewat aplikasi.
Pria itu tersenyum senang, sebentar lagi dia akan menemukan sang istri dan meminta maaf padanya. Sandi juga akan mengatakan semuanya pada Aulia bahwa dia dan Renata sudah berpisah.
Sayang, kita tidak akan pernah bercerai!
Bersambung.
Aduh, kenapa alurnya cepat ya?
Part selanjutnya akan ada kejutan.. 🤭
Oh aku mau promosi novel sahabat ku author Willia yang judulnya Bayangan Cinta Sang Mafia .. ceritanya gak kalah keren 👍