NovelToon NovelToon
Menikah Dengan Pacar Sahabatku

Menikah Dengan Pacar Sahabatku

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Cintamanis / Patahhati / Nikahmuda / Badboy / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Obsesi / Teen School/College / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Miamandaaa

Bagaimana jika kita harus menikah dengan kekasih sahabat kita sendiri?

Kanezia Amanda Alfarezi Putri,

Gadis polos, manja, dan kesayangan keluarga itu harus menelan pil pahit kehidupan karena di usianya yang baru 17 tahun gadis itu dinyatakan hamil.

Ia yang selalu berharap esok lebih indah, harus berada dalam masalah yang mengharuskanya melepas semua harapan indah itu. Masalah datang saat ia harus menikah dengan sahabat kembarannya, sekaligus pacar sahabatnya sendiri.

Zidan Harsha, anggota inti geng Atlansa itu tak pernah sekalipun terpikir akan menjalani garis takdir yang seperti ini, yang mengharuskannya bertahan demi istri dan anaknya. Terdengar lucu memang, anak SMA yang memiliki tanggung jawab besar.

Keduanya adalah korban, sementara pelaku masih belum mereka ketahui.

Keluarga, persudaraan, persahabatan, perasaan mereka hancur.

Ini kisah perjalanan hidup Zidan dan Zia, Remaja yang mencoba bangkit setelah jatuh, dan mencoba memperbaiki apa yang hancur.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miamandaaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

22. Beneran Hamil

"Zia!" Zia yang sedang duduk di pinggir lapangan indoor menolehkan wajah saat ada yang memanggil namanya, kemudian Zia tersenyum saat tau jika itu Keyna.

Keyna duduk di samping Zia yang Keyna tebak akan berlatih Chers, terlihat dari pakaian yang Zia kenakan.

"Sherena ngga ikut?" tanya Keyna saat tidak melihat sahabat bar-bar yang satu itu.

"Ikut kok Key, lagi makan siang dulu di luar sama Zio, sebentar lagi balik kayanya," jawab Zia.

"Yakin mau latihan?" tanya Keyna khawatir.

"Iya yakin, Zia mau latihan. Emang kenapa Key?" bingung Zia saat Keyna menanyakan hal yang menurutnya tidak begitu penting.

"Perutnya kalo buat latihan, terus lo yang di lepar-lempar gitu ngga sakit?" tanya Keyna lagi karena dia kemarin tidak sengaja melihat Zia dilempar yang malah membuat Keyna meringis, Zia malah semakin bingung dibuatnya.

"Engga Key, kan Zia usah biasa dari kelas sepuluh diangkat-angkat sama dilempar-lempar kaya gitu," jawab Zia sambil menggigit bibir dalamnya karena ia telah berbohong. Sebenarnya ia merasa sedikit kram perut saat dia terlalu aktif bergerak saat sedang latihan.

"Lo ngga pinter boong Zia." Zia menunduk saat Keyna mengetahui ia tidak berkata jujur.

Keyna memegang kedua bahu Zia, "Jujur ke gue, sakit kan perutnya kalo banyak gerak apalagi pas dilempar ke atas," desak Keyna.

Zia mengangguk perlahan, "Cuma sedikit kram aja Key," jawab Zia mengangkat kepalanya lagi dan menghadap Keyna. Keyna menghela napas gusar, dugaanya semakin kuat sekarang.

"Dengerin gue baik-baik. Gue masih curiga kalo lo hamil Zi. Lo tadi pagi mual lagi?" tanya Keyna.

Zia menggelengkan kepala, "Engga, cuma tadi malem waktu mau tidur."

"Oke. Lo masih ngga mau makan nasi kalo ngga pake omellet?" Zia hanya mengangguk.

"Lo masih ngerasa kembung perutnya?"

Kali ini Zia menggelangkan kepala. "Engga." Zia jujur, "Cuma sakit pinggangnya."

"Sebelah kiri?" tanya Keyna lagi, Zia mengangguk karena benar pinggang sebelah kiri dia sering sakit. Ia pikir karena terlalu lelah saat latihan.

"Lo belum datang bulan sampai sekarang?" Zia lagi lagi menggelengkan kepala.

"Kok Keyna tau semuanya?" tanya Zia heran.

"Gue kan ada Arin. Dari ibunya Arin hamil sampai sekarang gue yang urus segalanya, jadi gue tau semua tanda-tanda hamil," jelas Keyna.

"Dan lo ada semua tanda-tandanya. Jadi, gue masih yakin lo hamil. Dari kejadian itu sampe sekarang itu sekitar tiga minggu, dari pembuahan sampai jadi janin waktunya kisaran seminggu

jadi kemungkinan waktu lo tes minggu kemaren usia janinnya masih satu minggu jadi belum banyak hormon HCGnya di urine jadi hasilnya negatif," tambah Keyna, sedangkan Zia hanya mendengarkan sambil mencoba memahaminya.

"Jadi Zia sekarang hamil gitu Key?" tanya Zia dengan tangan menyentuh perut ratanya.

"Kemungkinan iya, tapi gue ngga tau pastinya gimana. Coba ke mertua lo aja, kan dia dokter kandungan, biar lebih jelas," saran Keyna. Karena tanpa orang lain tau, Bunda Dian lah yang menjadi dokter kandungan ibunya Arin. Keyna pun kaget saat di pernikahan Zia dan Zidan. Yang ternyata Zidan adalah anak dari orang yang berjasa untuk Keyna.

"Coba nanti bilang ke Zidan ya?" Zia hanya mengangguk, walau hatinya ragu dan takut jika ucapan Keyna benar.

"Yaudah gue mau ke ruang OSIS dulu, lo latihannya jangan terlalu capek," pamit Keyna yang diangguki Zia.

Zia terdiam cukup lama, hatinya sekarang tidak tenang, ia takut kalau memang benar sekarang ia tengah hamil.

Zia mengedarkan pandangannya pada lapangan yang sudah mulai ramai anak Chers yang akan latihan, Zia secara refleks memegang perutnya saat mengingat dirinya adalah center di tim Chers kali ini, ia yang akan diangkat tinggi, dilempar, dan berputar di udara. Jika memang ada janin di perutnya, tentu itu akan berbahaya, apalagi jika ia sampai jatuh. Kemarin Zia juga mendapati bercak darah di ****** ********.

Zia berlari keluar lapangan dengan terburu-buru tanpa menghiraukan teman-teman Chers nya. Sherena yang baru akan masuk lapangan pun dibuat bingung.

"ZIA MAU KEMANA? NGGA LATIHAN?" teriak Sherena tapi Zia tetap tidak menghiraukannya.

°°°°°°

Ruangan berwarna putih yang rapi menjadi tempat Zia duduk sekarang, di depannya ada sang mama mertua yang dibuat bingung dengan kehadiran Zia.

"Sebentar ya. Zidan lagi ke sini," ucap Bunda Dian berusaha menenangkan menantunya.

Bunda Dian kaget saat Zia tiba-tiba datang ke ruangannya, untung sekarang sedang tidak ada pasien. Zia datang dengan muka yang cemas dan napas yang memburu, seperti habis berlari. Zia pun tiba-tiba menangis, dan tidak menjawab saat ditanya yang semakin membuat sang mertua bingung. Hingga akhirnya, menghubungi Zidan agar menyusul istrinya.

Tiba-tiba pintu dibuka dengan kencang, dan pelakunya ternyata adalah Zidan.

"Zia lo kenapa?" tanya Zidan cemas saat melihat Zia menangis. Zidan segera menghampiri Zia dan duduk di sebelahnya. Zidan langsung bergegas izin dari kafe saat tau Zia berada di rumah sakit.

"Bunda, Zia kenapa?" tanya Zidan menoleh pada sang bunda saat tak mendapat jawaban dari Zia.

Bunda Dian menggelengkan kepalanya, "Bunda ngga tau, Bunda kira kalian ada masalah."

Zidan kembali memfokuskan dirinya pada Zia, "Zia gue ada salah sama lo?" tanya Zidan dan Zia hanya menggeleng lemah dengan air mata yang terus jatuh.

"Kenapa hm? Ada yang jahatin lo tadi?" tanya Zidan dengan lembut, Zia kembali menggelengkan kepala.

"Ada yang sakit?" tanya Zidan lagi, dan Zia lagi lagi hanya menggelengkan kepala.

Zidan yang tak mendapat jawaban dari Zia hanya mengusap bahu dan punggung tangan Zia yang terasa dingin. Menunggu Zia yang berbicara dengan sendirinya, sama seperti saat ia lupa tidak membelikan Zia rujak pesanannya.

"Kata Keyna Zia hamil," cicit Zia setelah beberapa menit ruangan itu senyap. Zidan menghela napasnya pelan.

"Kan udah di tes waktu itu hasilnya negatif," jawab Zidan.

"Kata Keyna belum tentu bener, jadi Zia ke sini mau tanya ke bunda, tapi waktu lihat poster-poster sama bacaan di ruangan ini Zia malah nangis, ngga tau kenapa," ucap Zia malah kembali menangis. Zidan dibuat bingung dengan keadaan Zia sekarang.

Bunda Dian bangun dari duduknya dan menghampiri sang putra dan menantunya yang sudah tiga minggu tidak bertemu.

"Mau bunda cek biar jelas di sini ada cucu bunda apa engga?" tanya Bunda Dian sembari mengelus perut rata Zia, Zia mengangguk menyetujui.

Yang pertama adalah menggunakan tespack,

Zia sudah di kamar mandi untuk mengetesnya, sedangkan Zidan dan Bunda berada di pean pintu kamar mandi menunggu Zia.

"Bun, minggu kemaren udah di cek kaya gini, hasilnya negatif kok Bun," ucap Zidan pada sang bunda.

"Bisa aja tespacknya rusak, atau emang hormon HCG nya belum banyak jadi ngga terdeteksi, kita lihat aja nanti, mungkin udah bisa keliatan kalo sekarang," jawab Bunda Dian tersenyum.

Zia keluar dengan tespack yang dibungkus kertas tissue, Zidan segera mengambilnya saat tau Zia tidak berani melihatnya seperti minggu kemarin.

Matanya membulat sempurna saat melihat hasilnya, "Dua garis," gumam Zidan.

"Kan Bunda bilang juga apa, Keyna kan salah satu pendamping pasien Bunda yang paling pinter, ngga ragu bunda sama prediksi dia," ujar bunda sembari menuntun menantunya menuju ranjang pemeriksaan, Zidan hanya mengikutinya dengan diam.

"Kita USG ya siapa tau udah keliatan," Zia diarahkan untuk berbaring dibantu Zidan, sedangkan Bunda Dian menyiapkan alat-alatnya.

"Buka seragamnya dikit ya," izin Bunda saat menyingkap baju Chers Zia sampai bawah payudara.

Bunda Dian mengoleskan gel dingin di perut Zia dan menggerakkan transduser di atas perut Zia. Bunda terlihat fokus pada layar hitam di sebelahnya.

"Belum kelihatan jelas karena usianya baru tiga minggu, baru sebesar jarum saja, yang kalihatan baru kantung kehamilan saja Nih. Tapi udah pasti kalo Zia hamil," jelas Bunda sambil menunjukkan layar USG.

"Bun," panggil Zidan dengan suara bergetarnya, bunda yang mengerti perasaan Zidan langsung menaruh alatnya dan memeluk tubuh tegap anaknya. Zidan memeluk erat sang bunda dan menangis di sana.

"Selamat ya sayang. Harus bersyukur ya, Tuhan udah kasih itu ke Zidan berarti Zidan dikasih kepercayaan buat jadi orang tua," bisik Bunda di dalam pelukan mereka.

"Zidan takut," lirih Zidan, bunda mengelus rambut belakang Zidan saat mendengar ucapan Zidan. Zidan bingung harus bahagia atau sedih sekarang.

"Enggapapa, Zidan bisa kok. Nanti Bunda bantu," ucap bunda berusaha menenangkan sang putra yang bahunya bergetar karena tangisnya. Bunda melepaskan pelukannya saa dirasa sang putra sudah sedikit tenang.

Zia juga sudah menangis dalam diamnya, ia sama takutnya dengan Zidan, ia merasa belum siap menjadi ibu di usianya sekarang, apalagi dengan sifat cerobohnya, ia takut tidak bisa menjaga janin di perutnya.

"Bangun yuk, kita ngobrol di kursi," ajak Bunda membantu Zia bangun dan turun dari ranjang.

"Apa yang Zia rasain akhir-akhir ini?" tanya bunda saat mereka sudah duduk.

"Zia kadang paginya mual sampe muntah gitu Bun, kalo abis muntah ngga bisa makan apapun karena pasti nanti Zia muntah lagi. Malemnya juga sama Bun, " Zia meceritakan yang dialaminya.

"Kalo nafsu makannya naik?" tanya Bunda lagi.

"Naik Bun, Zia bisa abisin semua jajanan pasar yang Zidan beli, tapi abis itu masih laper lagi," jawab Zia mulai tersenyum dan sudah tidak menangis lagi. Zia juga bercerita tentang begah dan sakit pinggangnya.

"Semuanya wajar kok. Itu semua emang tanda kalo janinnya sedang berkembang," terang bunda. Namun, tiba-tiba raut wajah Zia seperti takut.

"Zia kemaren keluar bercah darah gitu enggapapa Bun?"

1
Bunga Liyam
sudah ditahap melihat vian dan vina tunangan nih 😍
Neng Nova
kak request cerita zio sama sherena dong🤭🤭
Nadia Putri
pls lanjut sampe Zavian dewasa, suka bgt berulang ulang kali baca ini
Rizkibian
Thor lanjut lagi dong Thor cerita ini aku gak bisa move on dari awal ada cerita ini🤭 sampe harus ganti akun gara² akun dulu aku gak bisa di buka . tapi tiap buka apk ini pasti yg di cari cerita ini saking sukanya 😍
Isni Naziyatul
sukaaa semua novel kak miaaa
Desi Eka
Pasti Ayra,, sebenci²nya Ayra pada Zia pasti ditolongin juga
Desi Eka
Luar biasa bagus
Nadia Putri
BIKIN S 2 PLISSS, SUKAA BNGT
Revi Revi
bagussssssss
Revi Revi
terus pengen liat interaksi zavian sama ayah dimas song perasaan disini gak pernah keliatan seberapa deket ayah dimas sama cucu nya malah di cerita ayra di kasih liat pas ayah dimas gendong si kembar juga disini kebanyakan bunda dian aja ayah dimas gapernah
Revi Revi
bikin cerita zidan zia lagi dong kak kangen
Qie_qieqy
ngomong ngomong wali kelas
aku jaman SMA kls 11 pernah dapet wali kelas yg nyebelin. beliau nih bakal kasih nilai baik ke siswa yg les di rumah beliau dan beliin beliau hadiah di ultah beliau. sampe pernah ada yg beliin hadiah tas harga 2jt an, eh langsung deh peringkatnya naik jd peringkat 6 pdhl aslinya peringkat 26 wkwk
LANGSUNG DEMO BESAR BESARAN. alhasil selama 4 bulan terakhir jd kls 11, kelasku gak punya wali kelas wkwk.
Nadia Putri
Suka banget sama ceritanya zidan dan zia, baca dr 2021 ga pernah bosen
Nadia Putri: ehhh salah, 2023
total 1 replies
Vanesa Fidelika
suka banget cerita zidan zia. paling top.
lanjut dong kak..

adel langit juga suka, tapi lebih suka zidan zia. hehe
Revi Revi
lagiii aku kangen banget zia zidan maaf aku lebih suka cerita zia zidan sama langit adel
Prabowo Subianto
aplikasi apa itu kk?
Chelfii HR.
next kk
Jumi Saddah
apa nda bikin cerita baru,,,anak2 mereka gitu
Ika Sigit: Lanjut dong
total 1 replies
Qiara Denova
sumpah aku lagi masak sampe aku matiin kompornya buat baca bab ini.
VANILLA 😸😼
upin ipin dong pasti🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!