NovelToon NovelToon
The Love Story' Of Single Parents

The Love Story' Of Single Parents

Status: tamat
Genre:Trauma masa lalu / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:4.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: mommy Eng

Cerita ini mengandung unsur dewasa, membutuhkan kebijaksanaan dari pembaca.
Harap bijak dalam berkomentar. Jika merasa tidak cocok dengan genre bacaannya, jangan di lanjut. Sebab bacaan ini di peruntukkan bagi kalangan yang bisa membedakan mana real, mana fiksi.

Teruntuk semua istri, teruntuk para Single Parents, para wanita lintas usia dimanapun kalian berada, percayalah kalian semua berharga di mata orang yang tepat.

( Sedang dalam tahap memperbaiki typo 🙏)

🍁🍁🍁🍁


Hidup laksana lembaran, yang kita tidak akan pernah tahu bila kita tidak membukanya.

Kita juga tidak bisa memilih, akan seperti apa kehidupan kita di hari hari mendatang.

Mujur kah?, Malang kah?

Luka pengkhianatan itu seolah membekas, nyeri tak terperi.

Namun disaat rasa apatis mendominasi perasaannya, seorang pria yang fakir cinta seolah datang untuk menyembuhkan luka.

Pria yang juga mengalami seburuk-buruknya kisah rumah tangga.

Kisah tentang seorang wanita ,yang menyandang predikat o

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mommy Eng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22. Ternyata oh ternyata

Bab 22. Ternyata oh ternyata

.

.

.

...🍁🍁🍁...

"Kebahagiaan adalah milik orang-orang yang bersyukur".

.

.

Andhira

Nyaris saja ia terhempas oleh tubuh tinggi tegap itu, Indra penciuman miliknya bahkan bisa mencium aroma dari tubuh pria tadi.

Wangi dan sangat maskulin.

Seketika jantungnya berdetak dengan ritme yang cepat.Ia adalah wanita normal bukan. Ia menyadari tatapan yang diberikan oleh Abimanyu itu ,adalah tatapan penuh arti.

Namun Abimanyu adalah seorang ayah dan suami bukan?

Berusaha menguatkan hati agar tak tergoda, sekaligus luka yang tercipta juga belum mengering sepenuhnya.

"Udah selesai Buk?" ucapnya begitu tiba di dapur.

"Dhir, kamu tadi bawa baju ganti kan?, kita numpang mandi sama shalat magrib disini aja ya" jawab Bu Kartika, yang malah balik bertanya.

"Masih ada tiga resep lagi yang perlu di kukus"

.

.

Nyonya Regina meminta mereka semua untuk bergabung di meja makan, saat makan malam tiba.

Penolakan halus sudah di upayakan.

"Kami makan di dapur saja Bu, sambil ngawasi kukusan" ucap Bu Kartika.

Namun nihil. Nyonya Regini tetap meminta mereka untuk tetap bergabung. Cenderung memberikan perintah. Sejumlah makanan yang mereka masak tadi, juga turut berbaris rapi di atas meja makan marmer itu.

Jodhi dan Raka menjadi paling antusias, sementara Abimanyu terlihat baru saja turun dan mengenakan pakaian bebas ala rumahan.

Membuatnya tampan, berkali-kali lipat.

Andhira sekilas menatap pria itu, namun dengan cepat membuang pandangannya ke arah lain.

"Rania belum pulang Bim" ucap Nyonya Regina.

"Belum Oma, paling bentar lagi" ucap Abimanyu seraya menarik kursi, yang berada tepat segaris lurus dengan Dhira.

Berusaha menyapa dengan memberikan senyuman, namun yang di sapa seolah tak nyaman.

"Bu Kartika, Andhira ayo. Jangan sungkan" ucap Nyonya Regina, mempersilahkan mereka untuk makan.

Mereka memulai acara makan malam itu dengan sukacita, Jodhi merasa paling excited.

"Wah apa ini Oma Buyut" Jodhi ingin mencoba olahan ikan, dengan kuah bening yang tersaji di depannya.

"Itu pindang koyong, makanan khas Banyuwangi. Nenek buyutnya Raka orang sana dulu" Bu Kartika tersenyum menjelaskan.

"Tante Dhira yang memasaknya tadi" tambah Bu Kartika.

Membuat Abimanyu turut mengambil makanan itu, dan menyiramkan kuahnya ke atas nasi hangat miliknya.

Terasa lezat, gurih, asam dan segar.

"Emmmm, ini enak Oma Buyut" Jodhi tersenyum senang, karena kelezatan rasa masakan itu.

"Pantes kamu jarang jajan Ka, masakan mamamu enak banget" ucap Jodhi dengan mulut penuh.

"Mamaku emang begini" ucap Raka mengacungkan dua jempolnya. Membuat semua yang disana tertawa, kecuali Andhira.

"Mmmmmm benar, ini enak sekali, aku baru pertama makan masakan ini" ucap Abimanyu,ia bahkan sampai nambah untuk kedua kalinya.

"Tuh Dhir, semua suka lo masakan kamu" nyonya Regina terlihat senang sekali, tidak ada hal paling membahagiakan selain melihat cucu dan cicitnya terlihat senang seperti saat ini.

Nyonya Regina tersenyum , ia melihat kebahagiaan di mata Abimanyu. Hal yang selama ini sudah tak pernah nampak, dari mata cucunya itu.

"Wah wah sepertinya aku ketinggalan" ucap Rania yang tiba tiba muncul, dan sepertinya baru pulang kerja. Menghampiri sekumpulan orang, yang tengah sibuk di meja makan.

Membuat Dhira menundukkan kepalanya, karena sungkan.

"Kamu tiap hari lembur terus" ucap Nyonya Regina, yang di hujani ciuman oleh Rania.

"Iya, tanggung tadi" Ucapnya kemudian mendudukkan dirinya di samping Abimanyu. Dhira menatap ke arah Rania, wanita cantik, pintar dan pekerja keras. Pikirnya.

"Ran, kenalkan ini Dhira mamanya Raka, dan ini Bu Kartika mamanya Dhira" ucap Nyonya Regina kepada cucunya itu.

Rania tersenyum," aku udah kenal sama mamanya Raka, kalau sama ibu belum ketemu" ucap Rania menyalami Dhira , kemudian Bu Kartika.

"Saya Rania Bu" ucap Rania menjabat tangan Bu Kartika.

"Ini istrinya nak Abimanyu?, mamanya Jodhi?" tanya Bu Kartika.

"Uhuk uhuk" Abimanyu sampai tersedak, demi mendengar ucapan Bu Kartika. Membuat semua yang disana saling tatap.

"Ini minumlah" ucap Rania memberikan segelas air.

Abimanyu segera meminum air itu hingga tandas.

.

.

"Jadi begitu Bu" Nyonya Regina setelah menjelaskan siapa Rania dan siapa Abimanyu.

Tentang keadaan kedua cucunya.

Membuat Andhira kini tahu, rupanya rumit juga kisah hidup Direktur itu. Seketika merubah penilaiannya kepada Abimanyu.

"Om Bastian kemaren juga cerita ke kita, iya kan Ka" ucap Jodhi kepada Raka.

Raka hanya mengangguk.

"Cerita apa?" Rania kini bertanya.

"Ayah Abi katanya salah paham, mengira om Bastian itu suaminya Tante Dhira.

Lagi lagi Abimanyu membelalakkan matanya, membuat dirinya malu setengah mati.

Membuatnya ingat, sempat memberikan peringatan kepada Bastian untuk tidak bekerja bersama istrinya dalam satu perusahaan.

Rania dan nyonya regina menatap ke arah Abimanyu.

"Oh itu" kali ini Bu Kartika yang tertawa kecil.

"Bastian adalah anak kedua saya, adik dari Andhira" Jawabnya menjelaskan.

"Aku juga baru tahu kapan hari, kalau ternyata adiknya mbak Dhira itu kerja di divisi aku" ucap Rania.

"Dunia benar benar sempit" ucap Jodhi sok bijak, dengan gaya jenaka. Membuat semua disana tertawa.

.

.

Abimanyu

Ia menghisap rokoknya di balkon kamarnya, merutuki kebodohan. Tak menyangka bila lelaki yang bernama Bastian itu, adalah adik dari Andhira.

Di tambah lagi, adik dan keponakannya itu rupanya sudah tahu mengenai hal ini. Hanya dirinya saja yang begitu bodoh.

"Jadi selama ini aku telah salah?" ia berbicara kepada dirinya sendiri.

Kilasan ingatannya kembali saat pertama bertemu dengan wanita itu, first impression ( kesan pertama) saat bertemu adalah kasihan.

Wanita berwajah cantik itu, mengapa harus mengalami kekerasan seperti itu.

"Lalu siapa lelaki yang mau memukulnya tempo hari?"

"Astaga, bodohnya aku"

Pria fakir cinta itu sangat menyedihkan, selain sudah suudzon kepada Bastian, bahkan dia sudah bersikap tak ramah dengan pria tak bersalah itu.

Hanya karena logikanya yang sudah aus, lekang dimakan kebodohan.

.

.

Rania

Ia langsung ngeloyor masuk begitu saja kedalam kamar kakaknya, karena berkali kali mengetuk pintu namun tak mendapat jawaban.

Wanita itu melihat kakaknya yang tengah melamun, gelagat aneh yang di tampilkan kakaknya itu, jelas menandakan bahwa Abimanyu tengah tak baik baik saja.

"Woy, di panggil dari tadi juga" ucap Rania mengejutkan kakaknya.

Seketika kakaknya itu menoleh ke arahnya karena sedikit terperanjat.

"Roman romannya, kayak ada yang..." ucap Rania menggoda kakaknya.

"CK, jangan mulai!!" Abimanyu mendengus kesal.

"Nyesel udah salah paham sama orang?, hemmm?" Rania menaikturunkan alisnya.

"Jujur iya, gue nyesel udah suudzon sama orang" tukas Abimanyu.

"Emmmm, makanya. Musti gercep dong. Dia kayaknya udah jadi Single Parent" ucapnya berbisik ke arah Abimanyu.

"Sok tahu" Jawab Abimanyu.

"Yee, di kasih tahu juga"

"CK, tadi kesini mau ngapain?" tanya Abimanyu berdecak.

"Noh, disuruh Oma ngantar mamanya Raka" tukas Rania.

"CK, kenapa gak bilang dari tadi!!!"

Abimanyu segera berlari, seolah tak ingin membuang waktu lama lagi. Rania hanya menatap punggung kakaknya, yang hilang di balik pintu.

"Udah saatnya kamu menjemput kebahagiaanmu kak" Rania menatap kakaknya itu dengan tatapan mengiba.

.

.

1
Helda Frisca Amelia
aku baca novel ini udah puluhan kali, dari masih tunangan sama org lain sampe nikah pun sama org lain juga. dan surprisenya suamiku saat itu usia 46th dan baru punya momongan di usia 48 satu kali keguguran and finally tahun 2024 anak ke 2 kami lahir. dan yah diusia ke 49 suamiku baru menyandang gelar sebagai ayah.
christina renata maheswari
Aishhh...kenapa hari kelamnya dibikin pas peringatan hari lahir saya sihh Thor...🤭😁
LD24
astaga🙈
Yuni Harti
mungkinkah Mira ya thor
Yuni Harti
woalah ..wisang2 kasihan deh elu
Yuni Harti
ok kah visualnya Thor. mantap
Yuni Harti
Luar biasa
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
ada apa inihhh...
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
astaga 🤣🤣🤣
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
dr pada maaf gw lebih seneng dg kata Terima kasih 🤭🙈
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
wawww sumpah gw gak berexpektasi sampe sejauh ini loh...
wawww 😲😲😲😳
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
nah gini dong, kan enak kalo ada manis manisnya 🤣🤣🤭
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
hahhhh serius...
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
ayo, maksudnya apah tuhhh, 🤭
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
ahayyy 🤣
Fia Azril Aby
baca lagi
Mommy Eng
Luar biasa
falea sezi
novel keren gini harusnya ribuan sumpah di jadiin film bagus bgt lo ini
falea sezi
jebule tukang celup menjijikan
Mbah Darmo
aku heran, wajah Indonesia, melayu, india, Pakistan apa bukan Asia?
kalau visual seperti ini namanya Oriental. cenderung ke wajah jepang dan China
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!