Mengisahkan Tentang Murid perempuan Nakal yang menjadi penakluk hati dari seorang Guru muda berbakat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mania Puspa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jadi?
Esok Harinya
Ini Hari ke dua Vanya di skorsing.
Vanya dan Mamanya serta papa Banu sedang menonton TV dan ada siaran bahwa WGroup dan Zeus akan besanan.
Vanya pun berusaha tenang.
Mama Tantri dan Papa Banu melihat kesedihan di mata putrinya itu.
"Nak, kamu harus kuat, Anam bukan lah jodohmu, kalau Anam jodohmu pasti kalian akan bersatu kembali".ucap Papa Banu
"Apa sih Pa, gak Apa, lagi pula Vanya kan yang mau pisah ,jadi ini bukan salah Om Anam".Jawab Vanya
Angga menelpon Papanya.
"Pa, Gimana kabarnya?".tanya Angga
Mama Tantri mengkode agar Papa Banu tidak jujur
"Baik Nak, lanjutkanlah sekolahmu disana".jawab Papa Banu.
"Baik Pa, Angga akan sukses disini, papa jangan khawatir".jawab Angga lalu menutup ponselnya.
"Gimana kita membiayai sekolah Vanya dan Angga Ma?".tanya Papa
"Vanya akan berhenti sekolah Pa, Vanya akan bekerja, Jangan biarkan kak Angga putus sekolah".ucap Vanya.
"Jangan Nak, kamu harus sekolah tinggal sedikit lagi kamu akan lulus".jawab Papa Banu.
Mama Tantri kemudian melihat uang di dompetnya dan dirasa cukup untuk membuat aneka kue untuk dijual.
Mereka bertiga belanja ke pasar lalu mulai membuat Kue.
Setiap hari Vanya berkeliling menjual Kue dagangannya ke setiap tempat.
Di hari ke lima Vanya di skorsing , Bragi melihat Vanya sedang duduk di teras rumah warga sambil membawa kue.
Bragi menghampirinya.
"Kamu jualan Kue Nya?".tanya Bragi penasaran
"Iya pak Ketua, ".jawab Vanya lalu berpamitan
Bragi mengikuti Vanya tanpa diketahui Vanya.
Vanya pun memasuki rumah kecil dan melihat mama dan Papanya sedang makan sisa Kue yang masih tersisa.
Bagaikan disayat hati Bragi melihat itu semua.
Bragi pun mengetuk pintu rumah kontrakan itu lalu masuk ke dalam nya.
"Pak Ketua".ucap Vanya kaget.
"Ada apa ?,Kenapa ini bisa terjadi om Tan?".tanya Bragi.
Papa Banu pun menceritakan semuanya.
"Memang Zeus itu kejam Om Tan, Maafkan Bragi tidak daoat membantu ".ucap Bragi
"Tak apa Nak, biarkan nanti pasti ada balasannya,".jawab Mama Tantri.
"Maaf pak ketua, adanya kue sisa, Dan Air Putih".ucap Vanya sambil memberikannya pada Bragi.
Bragi pun memakan kue itu dan meminum air putih.
Bragi pamit dan Vanya mengantarnya sampai depan.
Pertunangan Anam dan Jeni pun digelar dan disiarkan di Tv.
Vanya melihatnya dan ranpa terasa airmatanya terjatuh.
Ponsel Vanya pun kini bukan ponsel mahal karena ia harus berhemat.
Anam menghubunginya dan Vanya menerimanya.
"Iya om".ucap Vanya
"Nya, kamu jangan percaya dengan yang ada di siaran ya, percayalah aku akan membantumu,".jawab Anam
"Tidak perlu Om, Sudah ya Om jangan menghubungi Vanya lagi, Kami sudah menerima imbasnya, kami tidak mau di anggap penghalang oleh Zeus".jelas Vanya.
Mama Chua dan Papa Wijaya menangis melihat Video Vanya yang disekap kala itu.
melihat Anam menangis ,Mama Chua mengambil ponsel Anam.
"Mantuku".ucap Mama Chua
"Mama Chua, gimana kabarnya,?".tanya Vanya
"Sedih nak, Nak kamu harus kuat, Maafkan kami yang tidak memiliki kekuatan untuk melawan Jeni".jawab Mama Chua.
"Tidak apa Ma, Semoga kalian bahagia, Mama dan Papa jaga kesehatan ya, Vania disini sehat".jawab Vania.
Mam Chua pun mematikan ponsel Anam.
Vanya kemudian kembali berjualan hingga malam.
Esok Hari saat di sekolah.
Vanya membawa sedikit kue untuk dititipkan ke kantin.
Meta melihat Vanya membawa sekantong kresek kue.
"Nya, ada hajatan?".tanya Meta
Vanya pun menceritakan semuanya, Meta menangis mendengarkan cerita Vanya.
"Hei, kenapa nangis?".tanya Vanya lalu memeluk Meta.
Vanya pun dipanggil ke bagian keuangan karena Vanya belum membayar Spp bulan ini.
Vanya keluar ruangan dengan lesu.
"Ta, ada kerjaan gak?".tanya Vanya
"Gak ada Nya, biar aku yang bayar saja ya Nya sampai kamu lulus".jawab Meta Namun Vanya menolaknya
"jangan Ta, merepotkan".jawab Vanya
Lalu Meta mengajak Vanya ke kantin, tidak seperti biasanya Vanya hanya membeli mie kuah
"Nya, biasanya kamu suka mie ayam atau bakso".tanya Meta
"Ini rasa Bakso Ta, aku harus berhemat ata, aku tidak seperti dulu, kalau kamu malu berteman denganku, tinggalkanlah Aku Ta, aku tidak mau j orang lain tidak nyaman karena aku".jawab Vanya
"Sampai kapanpun kita tetap sahabat Nya, ".jawab Meta
"Ya mungkin ini teguran, karena aku dulu telah memilih pisah dari Om Anam".jawab Vanya
Meta pun mengerti perasaan Vanya dan berusaha menghiburnya.
Reta datang lalu menertawakan Vanya yang makan mie kuah.
"Turun kelas neng?".,Tanya Reta
Vanya hanya diam , Reta pun menyiram vanya dengan air putih.
"Siram terus lah Ta, memang hobimu menyiramku".jawab Vanya pasrah.
"Reta apa apaan sih, kamu itu punya hati gak?".tanya Meta
"Gak punya, adanya rasa benci untuknya".jawab Reta lalu pergi.
"Nya tumben kamu gak melawan?".tanya Vito
"Gak lah Vit, akan nambah beban, memang ini nasibku".jawab Vanya yang membuat Meta dan Vito menjadi sedih.
Leo yang disuruh Anam mengintai Vanya mendapatkan kabar bahwa Vanya dan keluarganya kini tinggal di rumah kontrakan.
"Apa?kenapa bisa?".tanya Anam
"Tanyakan pada Jeni".jawab Leo lalu menutup ponselnya.
Anam menemui Jeni di kantornya lalu menendang pintu masuk ruangan Jeni
"Kenapa kamu membuat Vanya dan keluarganya menderita?".tanya Anam
"Kalem sayang kalem, kamu tahu kan aku siapa?".jawab Jeni yang merasa memiliki kekuasaan
"Kamu benar benar wanita ular Jen".jawab Anam lalu pergi
Anam menemui Vanya di rumah kontrakan dan disana ada Meta juga Vito.
"Vanya, mama Papa, Ayo kembali ke rumah".ucap Anam sambil menarik tangan Vanya.
"Lepas Om, Itu bukan rumah kami lagi, rumah kami disini".jawab Vanya
Vito dan Meta diam sambil makan kue buatan mama Tantri.
"Nya, ayo pulang" .jawab Anam
Vanya pun perlahan melepas tangan Anam yang memegang tangannya.
"Hentikan Om, Vanya tidak mau disiksa lagi oleh Mbak Jeni, cukup Om".jelas Vanya
"Oh Ya Om, maaf tunggu sebentar".jawab Vanya lalu mengambil sekotak coklat yang dulu diberikan kepadanya.
"Ini om ,mubadzir bila tidak dimakan, kami tidak makan coklat om, Meta dan Vito juga tidak menyukai Coklat".ucap Vanya sambil memberikan sekotak Coklat mahal itu pada Anam.
Bagaikan di sayat hati Anam, melihat murid penakluk hatinya dengan keadaan pilu.
Anam memeluk Vanya
"Maafkan suamimu ini, telah egois, Surat yang kamu robek bukanlah surat asli, itu hanya surat biasa".jelas Anam.
"Jadi artinya?".jelas Vanya
"Iya kamu masih menjadi tanggungjawab saya".ucap Anam
Vanya menangis di pelukan Anam.
Mama Tantri, Papa Banu,Meta dan Vito pun tersenyum mendengar nya.
msak dlm 1 episode bisa merubah dlm skjap anehh..brusan brkelahi,,ga mau ngakuin vanya,eeh 10 mnit udh berubah,,ada ya gitu
mas kamu nakalll 😘😘