Blurb :
Seorang dokter muda, tanpa sengaja bertemu dengan gadis SMA.
Gadis tanpa orang tua itu diam-diam mengidap satu gejala penyakit yang berbahaya jika terlambat ditanganinya.
Mereka kembali dipertemukan sebagai pemilik dan penyewa rumah yang akhirnya terpaksa harus tinggal bersama.
Bukan hanya cerita tentang Dokter dan pasien-nya, melainkan ada kisah cinta di antara dua manusia yang berbeda usia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mbu'na Banafsha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
22. MCU
Pukul 06.00 am
Shaha yang sudah siap berangkat sekolah, tengah bersiap pergi ke dapur untuk sarapan. Saat ia buka pintu kamarnya, dia kaget bukan kepalang, gara-gara Luthfie tiba-tiba muncul tepat di depan pintu kamarnya.
"Ya ampun Kak! Sejak kapan berdiri di situ? Ngagetin aku aja tau, gak?" Tangannya masih mengusap dada seraya mengembuskan napasnya.
Luthfie memerhatikan wajah Shasha yang tampil dengan muka bantal, padahal dia sudah siap dengan stelan sekolah yang rapi.
"Pasti belum cuci muka?"
"Jangankan cuci muka, aku bahkan udah mandi. Gak liat apa udah rapi begini?"
Apa emang mukanya sedikit bengkak? Terlihat beda dari biasanya, gumam Luthfie dalam hati.
Gak ada waktu buat nunggu.
"Hari ini jangan masuk sekolah dulu, ya. Kakak yang mintain izin ke wali kelas."
ucapnya sambil merogoh ponsel dalam saku celananya.
"Loh, kenapa? Aku dah siap berangkat ini." Shasha terheran-heran.
"Kamu ganti baju dulu aja, kita pergi ke suatu tempat, tapi kita ke rumah sakit dulu. Kakak tunggu di bawah, cepetan." Sambil buru-buru turun ke ruang tamu.
Shasha masih berdiri dengan dahinya yang terus berkerut. Dalam hatinya terus bertanya. Namun, lamunannya segera dibangunkan oleh teriakan Luthfie dari bawah.
"Jangan pake lama ya!"
Shasha pun segera masuk kembali ke kamar, berganti pakaian, setelah itu dia berniat untuk menanyakannya.
"Kak, sebenarnya kita mau kemana? Kenapa harus bolos sekolah?"
"Nanti kamu bakal tau, berangkat yuk!"
Belum terjawab pertanyaan-pertanyaannya tadi, Shasha kembali dibuat heran saat tiba-tiba melihat sebuah mobil mewah terparkir di depan rumahnya.
"I-ini... mobil siapa? Sejak kapan ada mobil di sini?"
"Ayo naik!" perintah Luthfue sambil membukakan pintu mobil untuk Shasha. Melihat Shasha masih terdiam sambil mengerutkan dahinya, Luthfie segera menghampiri dan membuka syal hangat yang sedang dipakainya lalu memakaikannya dengan rapi pada leher Shasha. Tubuh gadis itu pun segera didudukannya di dalam mobil.
"Ada apa sih, Kak? Bukannya jawab pertanyaanku malah sok romantis kek gini," ucapnya sedikit bercanda.
"Romantis? Kamu bilang romantis? Ish...," desisnya. "Yang ada, aku ingin marah sejak semalam. Sampe detik ini, juga. Aku sedang ingin memarahimu jadi jangan banyak tanya!" Sambil melajukan mobilnya dengan cepat
"Gak salah, tuh? Tiba-tiba mau marahin anak orang, dasar dokter aneh!" gumamnya.
"Bilang apa barusan? Yang jelas ngomongnya."
"Enggak, kok, aku cuma bilang... aku lapar karena belum sarapan." Sambil meringis dan mengusap perutnya.
"Tolong jangan makan apapun dulu. Kamu harus puasa 10 jam terhitung sejak tadi malam," ungkapnya. "Kamu belum makan apa pun kan?" tanyanya untuk meyakinkan bahwa perut Shasha masih kosong sejak semalam.
"Shasha tak ingin menjawab juga tak berani menyanggah karena percuma, pertanyaannya pun tak kunjung mendapat jawaban. Mereka hanya saling berdiam di tengah suara mesin mobil yang menderu, sampai akhirnya tiba di rumah sakit. Luthfie segera membukakan pintu mobil untuk Shasha. Ia lihat, gerakan Shasha begitu lambat dan malas, sehingga Luthfie merasa harus memegang tangannya lalu menarik ke dalam satu ruangan di rumah sakit ini.
"Selamat pagi dokter, anda sudah datang?"
Sapa seorang dokter cantik dari dalam ruangan tersebut.
"Pagi juga, dok. Maaf sudah menunggu lama," jawab Luthfie masih sambil menarik tangan Shasha.
"Gak juga, ini masih sangat pagi," jawab dokter cantik sambil menatap jam tangannya. "Oke, kalo anda sudah siap, mari kita mulai."
"Tidak, bukan saya yang akan melakukan MCU¹," sangkal Luthfie sambil menggelengkan kepala. "Tadi gak sempat ngasih tau di telepon, sebenarnya saya mau dokter Lisa melakukan MCU untuk anak ini, namanya Banana." sambil menoleh kearah Shasha yang sedari tadi duduk di sampingnya.
"Kaakkkk... kalau ngasih informasi tuh yang bener. Namaku bukan Banana," protesnya dengan geram sambil memicingkan mata, lalu ia menatap dokter cantik dihadapannya dan segera meralat ucapan Luthfie yang salah.
"Dokter, nama saya Banafsha, nama lengkap saya BANAFSHA AFSANAA FAIZAL, panggil aja Shasha, jangan Banana, " ungkapnya sambil tersenyum.
"Aiihhh... namanya cantik banget, secantik orangnya." Dokter Lisa membalas senyumnya dengan ramah.
"Dia emang cantik tapi galaknya gak ketulungan," timpal Luthfie yang buru-buru beranjak dari tempat duduknya sambil terkekeh.
"Iiissshhh...," desis Shasha menahan kesal sambil mengepalkan tangannya. Kenapa setiap dokter aneh itu bicara, selalu membuatnya geram.
"Banana... kamu akan melakukakan serangkaian tes dan pemeriksaan bersama dokter Lisa, ikutlah dengannya." seraya menunjuk ke arah dokter Lisa.
"Dokter, lakukanlah secara menyeluruh, dan lakukan yang terbaik, saya ingin hasilnya secepat mungkin."
"Baik, dok, saya akan melakukan yang terbaik."
"Jika sudah selesai, tolong minta perawat untuk mengantar Banana ke ruangan saya, sementara itu saya akan menyelesaikan pekerjaan saya dulu, setelah itu, harus menemui dokter endokrin² untuk berkonsultasi."
"Baik, dok."
__________
Note:
¹MCU : Medical Check Up
²Dokter spesialis endokrin adalah dokter yang memiliki keahlian khusus dalam melakukan pemeriksaan maupun pengobatan yang berhubungan dengan gangguan sistem endokrin. Sistem endokrin merupakan kelenjar dan organ yang membuat hormon dalam tubuh.
(ini berkaitan dengan penyakit hipotiroid yang diderita oleh Shasha).
*Sumber informasi by google
Author minta maaf jika ada kesalahan dalam penggunaan istilah-istilah kedokteran karena author bukan dokter, dan maaf jika tulisannya masih banyak tipo, terima kasih banyak telah meluangkan waktu untuk membaca.🙏
°
°
°
BERSAMBUNG.