" Aku percaya suatu saat nanti kita akan saling mencintai dan menyayangi, walaupun sekarang kita disatukan dalam ikatan pernikahan karena perjodohan, Tetapi hati seseorang siapa yang akan bisa menebaknya " Fadly ".
" Aku tidak tau apakah aku pantas bersanding dengan dirimu yang hampir sempurna di mata diriku, berbeda dengan aku yang jauh dari kata sempurna untuk menjadi wanita idaman " Azura".
Namun aku percaya kalau kita memang sudah di takdirkan bersama, maka semua kesulitan dan cobaan akan bisa kita hadapi bersama hingga pada saatnya yang kita rasakan adalah kebahagian setiap harinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novi yanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part Dua Puluh Dua
Keduanya terus saja berlari-larian hingga mereka sampai ke resort, hingga ketika sampai di kamar keduanya terlihat kelelahan dengan nafas ngos-ngosan akibat aksi kejar-kejaran tadi.
" Mas udah ya, nyerah-nyerah aku mas, capek banget ini " ucap Azura.
Namun bukannya mendengarkan perkataaan Azura, Fadly malah menindih Azura hingga membuat Azura kaget, Azura yang di tindih oleh Faldy secara tiba-tiba mengira kalau ia akan di cium oleh suaminya namun ternyata ia salah karena suaminya itu malah mengelitik pinggang Azura hingga perempuan itu mengeluarkan air mata karena tidak sanggup tertawa dan menahan geli.
Setelah aksi saling mengelitik di atas kasur keduanya kini berbaring di atas kasur dengan keadaan nafas ngos-ngosan.
" Udah mau Magrib Dek, kamu mandi duluan ya, habis itu kita shalat bareng " ucap Faldy.
" Iya Mas " jawab Azura bergegas ke kamar mandi karena memang waktu shalat magrib tidak lama hingga membuat mereka tidak bisa berleha-leha.
10 Menit kemudian Azura keluar dari kamar mandi dengan wajar yang lebih segar dan bersemangat hingga membuat Faldy yang melihat istrinya kian jatuh hati, meskipun tanpa polesan make up namun muka natural istrinya juga terlihat sangat cantik di matanya.
Tanpa Fadly sadari kini benih-benih cinta mulai tumbuh di hatinya dan Fadly sendiri juga berharap semoga istrinya juga merasakan hal yang sama seperti yang ia rasakan.
" Mas udah siap, gantian " ucap Azura.
" Iya Dek " jawab Faldy sambil berlalu ke kamar mandi.
5 menit kemudian Fadly keluar dari kamar mandi dengan wajah Fres dam rambut yang basah membuat kegantengan Faldy terlihat dua kali lipat dan entah kenapa Azura sangat suka melihat wajah Fadly ketika baru selesai mandi.
Kini keduanya baru saja menyelesaikan shalat magrib bersama, dan dalam setiap doanya Azura tidak pernah lupa untuk selalu meminta kepada yang Maha Kuasa agar keduanya selalu bersama, siap mendampingi satu sama lain disaat suka maupun duka dan langgeng hingga maut memisahkan mereka.
" Kamu ganti baju dulu ya Dek, kita mau makan malam bentar lagi dan ngak usah dandan cantik-cantik kali, cantiknya cukup untuk mas aja " ucap Fadly sambil tersenyum.
Fadly tidak ingin ketika Azura berdandan cantik-cantik hingga membuat banyak mata lelaki menoleh padanya apalagi sampai mata para buaya bernafsu melihat istrinya.
Bukannya tidak bangga memiliki istri cantik namum ia bukan lelaki yang senang memamerkan istrinya pada lelaki lain apalagi kita tidak pernah tau bisa saja lelaki lain bernafsu ketika melihat Azura dan Fadly sangat tidak menyukai itu.
Gaya berpakaian Azura yang bisa di bilang juga sedikit terbuka kadang-kadang membuat Faldy merasa was-was, namun Faldy sendiri tidak ingin mengatur istrinya sampai ketahap itu karena takutnya Azura akan merasa terkekang.
Fadly ingin Azura berubah atas keinginannya sendiri, ketika ia sendiri sudah merasa siap bukan karena paksaan dari pihak manapun namun sebagai seorang suami ia tetap membimbing istrinya secara pelan-pelan dan alami hingga Azura sendiri pun tidak menyadarinya agar perempuan itu tetap merasa nyaman dan tidak terkekang.
" Nanti kalau aku jelek kamu jadi malu lagi " jawab Azura.
" Kamu itu cantik sayang, bahka tanpa polesan make up pun kamu sudah cantik, namun ketika di tambah dengan make up cantik kamu jadi berkali-kali lipat, sangking cantiknya aku jadi takut kamu di rebut orang " ucap Fadly setengah menggombal.