Kisah tentang seorang pria yang harus menemukan malaikat kecil penolongnya, meskipun terjadi kesalahpahaman, namun akhirnya cintapun menyatukan mereka.
Alfarezel, seorang pembisnis muda bertalenta, namun mempunyai sifat yang dingin dan Arogan. Namun sifatnya akan berubah 180° saat berhadapan dengan gadis cantik cinta masa kecilnya itu. Akankah mereka segera dipertemukan kembali, setelah pencarian yang begitu lama.
Kuy nantikan kisahnya dan Baca selengkapnya karya coret-coret Mala jangan lupa berikan dukungan Ya teman-teman semua. Like, ☆5 dan vote. Kalian juga boleh memberi masukan untuk karya Mala agar bisa Mala perbaiki lagi.
Semangat!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indah mala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hobbit
...Halo apa kabar semuanya? Untuk yang masih setia menunggu episod karya Mala, Mala ucapkan banyak-banyak Terimakasih atas dukungan dan suport teman-teman semuanya Jangan bosan-bosan memberikan cinta kalian ya 😘...
{☆Selamat membaca☆}
''Memangnya kemana kita akan berlibur?'' Tanya Biru, kedua tangannya memangku wajahnya menghadap ke arah Rezel.
''Kau akan tau nanti.'' Ucap Rezel.
Mobil pun melaju menuju kediaman tempat tinggal Biru sebelumnya. Setelah sampai, Rezel segera membopong Biru untuk masuk kedalam rumah. Berulang kali Biru meminta agar Rezel membiarkannya menggunakan kursi roda saja. Tapi Rezel tidak pernah mengindahkannya. Tapi jika di tempat umum, Rezel masih menurutinya, kecuali kalau pas pulang ke rumah.
Setelah sampai di kamar Biru, Rezel meminta Biru untuk duduk dengan tenang, karena ia yang akan membereskan barang-barang Biru yang akan di bawa untuk pergi liburan.
''Biarkan aku saja yang berkemas, kau tidak akan tau barang apa saja yang akan aku bawa!'' Ucap Biru. Karena ia malu melihat Rezel membereskan barang-barangnya, termasuk pakaian dalamnya. Bahkan pipinya sudah merah menahan malu.
''Duduklah dengan tenang! Tenang saja, aku tau barang apa saja yang kau butuhkan. Kau juga bisa sambil memakan buah-buahan yang ada meja samping tempat tidurmu itu. Tadi aku sudah meminta pelayan untuk menyiapkan nya.'' Ucap Rezel. Ia masih sibuk memasukkan barang-barang Biru.
''Hiis,'' Terserah kau saja! Aku malas berdebat dengan mu.'' Ucap Biru. Ia sudah tidak perduli lagi tentang barang-barang privasinya itu. Karena bagaimana pun ia akan kalah jika harus berdebat dengan Rezel. Akhirnya ia hanya bisa menunggu Rezel mengemasi barangnya sambil memakan buah-buahan.
Setelah selesai berkemas, Rezel meminta para pelayan untuk memasukkan barang-barang mereka ke dalam mobil. Sedang kan dia akan menggendong Biru. Biru benar-benar sebal dengan tingkah Rezel. Tapi entah mengapa ia juga tidak bisa menolaknya. Tiba-tiba saja Biru teringat dengan apa yang di katakan oleh Sania sewaktu ia di culik oleh Sania. Entah mengapa seklebat bayangan itu tiba-tiba mengingatkan nya. Kata-kata Sania terasa jelas di ingatan Biru.
''Benarkah Rezel adalah kakak yang pernah aku tolong dulu? Jika benar, apakah ia datang karena ingin membalas budi karena keluargaku pernah menolongnya?'' Batin Biru.
Ia akan segera menanyakannya. Sebenarnya siapa Rezel? dan apa tujuan dia mendekatinya?.
Semua batang sudah masuk kedalam bagasi mobil, begitu pula Rezel dan Biru, kini sudah duduk manis di kursi penumpang. Rezel sengaja tidak mengemudi sendiri, namun meminta supirnya untuk mengantarkan mereka ke bandara.
''Ke bandara?'' Apa kita akan berlibur ke luar Negeri?'' Tanya Biru. Ia sungguh penasaran, kemana Rezel akan membawanya.
''Iya sayang.'' Jawab Rezel sambil mencubit kedua pipi Biru. tentu saja pelan, sebab itu adalah cubittan kasih sayang. Biru yang mendapat perlakuan seperti itu pun merasa terkejut. Apalagi saat mendengar Rezel memanggilnya dengan sebutan sayang. Aaaaaa,,,, pipinya benar-benar terasa panas.
''Apa-apaan sih,'' Sayang sayang kepalamu peyang!'' Ucap Biru menepis tangan Rezel. Kemudian pandangannya pun ia alihkan ke luar jendela. Rezel gemas sekali saat melihat Biru malu-malu seperti itu. Ingin rasanya ia bisa segera membawa Biru kepelaminan. Agar ia bisa menghabiskan seluruh waktunya tanpa ada halangan lagi.
''Tapi bagaimana jika Biru menolaknya? Apakah perlakuannya selama ini belum bisa menyentuh hatinya Biru?'' Pikiran Rezel masih berkecamuk memikirkan bagaimana hubungannya nanti dengan Biru.
Setelah beberapa jam mereka habiskan waktunya di Pesawat, kini Pesawat yang mereka tumpangi telah mendarat dengan sempurna di bandara Auckland (AKL). Bandara Auckland (AKL) merupakan bandara terbesar dan tersibuk di negeri ini, menghubungkan dengan sejumlah besar destinasi internasional dan domestik.
''Waaah Selandia baru?'' Kita akan berlibur di Negara ini?'' Tanya Biru dengan gembira setelah mereka sampai di hotel tempat mereka akan menginap.
''Iya,'' Kita akan berlibur disini selama dua minggu. Apa kau senang?'' Tanya Rezel sambil mengusap kepala Biru.
''Heem,,,'' Tentu saja aku sangat senang. Apa kita akan ke rumah hobbit?'' Tanya Biru. Sebab ia teringat dengan film tentang hobbit yang pernah ia tonton sewaktu ia masih kecil. Karena kakaknya pernah bercerita di Selandia ada rumah hobbit buatan.
''Rumah Hobbit?'' Rumah siapa itu? Apa salah satu rumahnya kakakmu? Tanya Rezel. Karena ia juga kurang faham tentang film pantasi. Karena sebagian waktu kecilnya ia habiskan untuk belajar dan belajar.
''Menyebalkan!'' Masa kau tidak pernah mendengar tentang film yang bertema Hobbit, itu lo orang yang kerdil dan bertelinga runcing. katanya disini ada rumah buatannya.''
''Namanya Hobbiton! tempat ini adalah set film yang dipakai di trilogi The Lord of the Rings dan The Hobbit. Kapan lagi kita bisa mengunjungi Shire – rumah para hobbit – dan lokasi-lokasi film lainnya seperti The Mill dan The Green Dragon Inn? Aku juga ingin menikmati keindahan Range yang dramatis selagi kita berjalan di antara lubang-lubang hobbit yang unik itu. ya,,ya,,ya kita harus mengunjunginya ya!'' Rengek Biru sambil menggoyang-goyangkan tangan Rezel.
''Ya sudah, terserah Nona Biru saja. Saya selaku pelayan pribadi anda. Pasti akan membawa anda jalan-jalan kemanapun anda mau Nona.'' Ucap Rezel sambil membungkukkan setengah badannya menyerupai pelayan saat memberi hormat pada tuannya.
''Aaah,,,'' Kau ini menyebalkan. Baiklah sekarang aku mau istirahat! Kembalilah kekamarmu dan tutup pintu kamarku dari luar!'' Ucap Biru kemudian menyelimuti seluruh badannya hingga kepalanya.
''Baiklah, aku akan kembali kekamarku. Jika kamu butuh sesuatu panggil aku ya. Good night, have a sweet dream dear.'' Ucap Rezel lalu mencium kepala Biru. Biru yang merasakan ciuman hangat dari Rezel, pun tersipu malu di bawah selimutnya.
-
-
-
-
💙💙💙💙💙💙💙💙
💙💙💙💙💙
6 x 5 ⭐⭐⭐⭐⭐
6 x ♥️♥️♥️♥️♥️
6 x 👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Tentu saja Like it 👍👍⭐⭐♥️♥️💕💕
Yang Nge Zel in
Apa Varo ga suka sama Rani 🤔🤔
Rezel....kasihan Biru, dia selalu saja diintai orang yang iri
Renata, kamu Cantik ya? Tapi mengapa tak ada pria keren melirik mu? mengapa malah kamu yang mengejar-ngejar pria??
💕💕💕💕💕💕