NovelToon NovelToon
Twins Revenge War

Twins Revenge War

Status: tamat
Genre:Action / Fantasi / Petualangan / Supernatural / Balas Dendam / Anak Genius / Tamat
Popularitas:511k
Nilai: 5
Nama Author: Nagi Sanzenin

Kaoru menghabiskan malam panas dengan CEO Organisasi tempat Sang Kakak menjualnya. Tanpa diduga peristiwa di malam tersebut memberikan Kaoru anak kembar yang sangat genius.

Sakaki Akira, CEO dingin dengan tatapan mata rajawali. Pria tampan yang menguasai alam semesta, menundukkan siapa saja yang berani menatapnya, menyibak habis semua status dan menjadikan mereka rakyat jelata.

Terjadi kesalahpahaman tentang peristiwa 8 tahun lalu diantara Si Kembar dan Sang Ayah...

Si kembar akan membalas dendam Kaoru. Hancurkan Organisasi Sakaki Akira, beri hukuman terberat pada Sang Kakak yang berani menjual ibu mereka.

Perang yang sebenarnya menanti, kita hidup dalam different world, tak ada yang tak mungkin dalam dunia Paralel. Petualangan balas dendam Twins menjadi kunci penghubung antar dunia.

Dimulailah perjalanan mereka melakukan pembalasan dan mencari kebenaran...


Novel ini adalah karya pertama dan masih dalam tahap pengembangan.

Genre: Action, Adventure, Comedy, Drama, Fantasy, Romance, School, Slice of Life, Thriller, Supernatural, Super power.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nagi Sanzenin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22: Minami

Rei, Rin, dan Neko dengan cepat menuruni tangga atap gedung ungu itu.

CCTV yang terpasang dalam gedung dihancurkan Neko dengan cakarnya, sudah kembali berubah menjadi harimau ketika sampai diatas atap.

"Senjata Amunisi kalian tidak begitu berguna," Ucap Neko pada Rei dan Rib, "Lain kali kalau mau membuat senjata harus yang tidak bersuara dan peluru tak terbatas, ukurannya kecil dan mudah dibawa-bawa."

Neko terus berlari sambil menghancurkan CCTV mereka lewati, menyisakan gambar akhir seekor harimau di layar monitor musuh.

"Iya benar," Sahut Rin sambil terus berlari, "Aku jadi kepikiran kalau senjata Amunisi ini sangat sedikit fungsinya."

"Peduli setan, ini sudah yang terbaik." Sambung Rei, "Senjata ini hanya ada dua di dunia, hanya milik kami."

Srengg!

Rei menyalakan alat las-nya, melempar las itu ke arah CCTV... CCTV itu terpotong.

Rei memungutnya kembali dan berlari menyusul Neko dan Rin yang sudah jauh di depan.

DRAP! DRAP! DRAP!

Tak lama kemudian, mereka sampai dilantai 18 gedung ungu itu... Neko memindai sekeliling dengan mata birunya.

"Kau bisa melihat tembus tembok?" Rei bertanya pada Neko yang sedang menoleh kiri kanan.

"Tidak bisa, aku hanya bisa mencari jejaknya saja..." Jawab Neko, "Kesini..." Neko langsung berlari menuju lorong. Sepertinya lantai 18 adalah ruang VIP, banyak barang mewah dan tidak ada yang menempatinya.

Mereka berlari menyusuri lorong dan berhenti di depan sebuah kamar bernomor 353.

"Kau yakin kalau Red Diamond itu berada disini?" Rin bertanya pada Neko saat mereka berhenti di depan pintu kamar.

"Yeah, jejak kaki petugas yang membawanya terlihat jelas... Dan lagi, aroma lemari kaca itu mengarah kesini." Jawab Neko sambil mengendus pintu kamar 353 itu.

"Mau dibuka sekarang?" Rei memegang kenop pintu kamar 353.

"Jangan..." Cegah Neko, menarik jubah Rei ke belakang, "Mungkin isinya berpuluh-puluh orang penjaga dengan senjata pistol. Pasti akan ada pertumpahan darah, siapkan senjata Amunisi kalian."

Rei dan Rin siap siaga dengan senjata Amunisi ditangan, Neko menyentuh kenop pintu, mengambil ancang-ancang dan memasang kuda-kuda.

"Kalian boleh bunuh beberapa..." Ujar Neko, mendorong terbuka pintu kamar 353 itu. Ckrek! Rei dan Rin langsung siap menembak.

Namun ruangan itu kosong, hanya ada sebuah lemari kaca berlumuran darah, Red Diamond itu sudah dipindahkan.

"Benarkan? Tak mungkin semudah itu..." Rin berjalan masuk, mengikuti Neko dan Rei.

"Hmm, kita tidak memikirkan kemungkinan ini..." Neko berjalan berputar-putar dalam kamar 353 itu.

"Jelas tak ada petunjuk." Kata Rei sembari duduk diatas meja dalam kamar itu.

Uiuu! Uiuu! Uiuu!

Alarm berbunyi saat Rei menduduki meja, "Ehh?! Apa salahku?" Seru Rei, langsung melompat berdiri dari meja.

"Sekarang aku yakin ada puluhan penjaga bersenjata pistol yang datang kesini." Ujar Neko seraya mengeluarkan cakarnya, "Tembak saja dengan senjata kalian, bunuh beberapa."

"Hukum negara kita, “Barang siapa dengan sengaja merampas nyawa orang lain, dipidana karena pembunuhan dengan penjara paling lama lima belas tahun”..." Sahut Rin, "Kalau asal bunuh juga nggak boleh..."

"Ada hukum lain yang berbunyi, “Tidak dipidana bila melakukan perbuatan pembelaan terpaksa untuk melindungi diri, karena ada serangan atau ancaman serangan yang melawan hukum”..." Ujar Neko, melirik sedikit ke arah Rin, "Kurasa tidak apa-apa kalau mereka menembak kita dan kita menembak balik."

Drap! Drap! Drap!

Suara langkah kaki bergema disepanjang lorong ruangan VIP lantai 18, mereka datang. Rei, Rin, dan Neko benar-benar bersiap sekarang.

Brakk!

Pintu dibanting terbuka oleh seorang penjaga bertopeng gas, mereka langsung menodongkan senjata pistol Revolver Watson tipe ke-3, jumlah mereka lebih dari 40 orang.

Ckrek! Ckrek!

Para penjaga itu mengokang Revolver mereka, mengarahkannya pada Rei, Rin, dan Neko.

Suasana lengang, mereka saling tatap dan menodong senjata. Terasa aura pembunuh dari para penjaga itu. Salah satu dari mereka sudah tidak sabar lagi dan...

Dor! Prankk!

Dia menembak, tapi meleset dan malah menghancurkan lemari kaca lama tempat di simpannya Red diamond.

DOR! DOR! DOR! DUARR!

Rei tak tinggal diam, dia langsung menembak mereka dengan senjata Amunisi F-5, mereka terjatuh kebelakang tapi tidak terluka.

"Baju anti peluru!! Tembak mereka tanpa ampun dan jangan takut mereka mati!" Perintah Neko pada Rei dan Rin, Neko melesat maju mencakar beberapa penjaga didepan pintu.

DOR! DOR! DUARR! DOR! BLARR! DUARR!

Perang tembakan bergema dilantai 18 ruangan VIP itu. Rei dan Rin menembak mereka tanpa ampun, mereka terhempas dan menabrak tembok (tentu saja tidak mati).

Dor! Dor! Ckrek! Dor! Ckrek! Dor! Dor!

DUARR!

Para penjaga menembak membabi buta kamar 353, salah satu peluru revolver beradu dengan roket Amunisi dan meledak di tengah ruangan.

Asap abu-abu hitam bertebaran di ruangan VIP lantai 18 gedung ungu itu.

DOR! DOR! DUARR!

Dalam sekejap 40 orang lebih pasukan itu sudah digilas habis, mereka sama sekali tak mampu menggores Rei, Rin, dan Neko satu titik pun.

"Bantuan! Lantai 18 kamar 353!!! Ada harimau! Dan dua...."

Krak!

Neko melompat dan menghancurkan telepon yang dipegang salah satu penjaga, sekaligus dengan tangan penjaganya.

Drap! Drap! Drap!

Makin banyak terdengar suara langkah kaki orang yang menuju lantai 18 gedung ungu itu.

"Sekarang lari! Cari Red Diamond sambil mengobrak-abrik seisi gedung, sekaligus dengan manusianya!!"

Neko memberi perintah pada Rei dan Rin ketika semua penjaga sudah tumbang semua. Mereka berlari dengan cepat.

Rei dan Rin berhenti tidak jauh dari kamar 353, mereka mengarahkan senjata Amunisi mereka kearah lantai dan menghancurkan lantai gedung itu bersama-sama.

DOR! DOR! DUARR!!! SSHHH!

Lantai ruangan VIP itu ambrol kelantai 17 di bawahnya, Rei, Rin, dan Neko melompat turun, itu jalan pintas yang sangat bagus.

DOR! DOR! BLARR! Dor! Dor! Ckrek! Dor!

Hujan peluru dan Amunisi roket berterbangan dilantai 17. Puluhan penjaga kembali mengejar mereka sambil menembak.

Dor! Dor! Dor! Ckrek! Ckrek! Dor! Peluru yang ditembakkan para penjaga itu menghancurkan dinding lantai 17 sepanjang mereka berlari.

Rei dan Rin balas menembak dengan senjata Amunisi mereka.

DOR! DOR! DUARR! DUARR! DOR! BLARR!

Hanya dengan satu Amunisi roket, bisa langsung merobohkan lima penjaga itu sekaligus.

Mereka terus berlari sambil menembak, banyak penjaga tergeletak disepanjang lorong lantai 17, ada beberapa penjaga menghadang di depan Rei dan Rin.

Neko menerkam dan mencakar mereka, luka cakaran Neko berhasil merobek baju anti peluru dan melukai para penjaga.

"Kau sadis..." Kata Rei pada Neko sambil terus menembak kebelakang.

DOR! DOR! DUARR!

"Hanya tiga luka gores sepanjang 30 cm di perut dan gigitan sedalam 10 cm di bahu, apanya yang sadis?" Neko menjawab Rei sambil menghindar tembakan peluru pistol Revolver Watson tipe ke-3, panjang pelurunya 1.5 inci.

Dor! Dor! Ckrek! Ckrek! Dor!

Beberapa penjaga masih terus menembak dan mengejar Rei, Rin, dan Neko.

DOR! DUARR! Dan tentu saja langsung roboh setelah ditembak Rin dengan senjata Amunisi F-8.

Dilain pihak...

Dor! Dor! Bum! Blarr! Duarr! Sshhh!

Terdengar secara samar-samar suara tembakan dan dentuman dalam sebuah ruangan, ada seorang pria duduk pada kursi didepan meja.

"Berisik sekali... Bahkan alat peredam suara yang dipasang dalam gedung tidak mempan... Yui Minami, bereskan keributan itu."

Terdengar suara seorang laki-laki tua yang sangat dingin, aura pembunuh yang keluar darinya sangat kuat.

"Baik Tuan!" Seru Minami, segera berlari keluar dari ruangan itu, ruangan itu serasa dingin dan mencekam.

DOR! DOR! BLARR! SSHHH!

Rei dan Rin kembali menghancurkan lantai ruangan 17 dan melompat turun ke lantai 16.

Disana sudah menunggu ratusan penjaga bertopeng gas yang langsung menghujani Rei, Rin, dan Neko yang baru melompat turun dari lantai 17.

Dor! Dor! Dor! Ckrek! Dor! Dor!

Rei, Rin, dan Neko berlari sambil menghindari hujan peluru pistol Revolver Watson tipe ke-3.

Tanpa menunggu para penjaga roboh, Rei dan Rin menghancurkan lantai ruangan 16, melompat turun ke lantai 15 dan kembali menghancurkan lantai 15...

Mereka menghancurkan gedung sembari mencari dimana disembunyikannya Red Diamond.

Sekarang mereka berlari dalam lantai 14, hampir tidak ada penjaga disana. Rei, Rin, dan Neko melesat menuju tangga darurat lantai 14 yang turun ke lantai 13.

DOR! DOR! DUARR! Rei dan Rin terus menembak sambil menuruni tangga, Neko memimpin didepan.

Dor! Dor! Dor!

Tiba-tiba datang tembakan dari bawah tangga darurat, "GROARR!" Neko mengaum dengan keras.

Dia terjatuh dari pijakan tangga dan berhenti setelah terguling beberapa kali, perutnya ditembak... Senjata Rei dan Rin juga rusak tertembak.

Dibawah tangga sudah menunggu seorang wanita dengan dua pistol ditangan, Yui Minami. Dia yang menembak Neko dan senjata Amunisi.

"Neko!" Seru Rin, memanggil Neko dari atas tangga.

"Jangan bergerak, akan kubunuh harimau ini kalau kalian maju selangkah saja." Minami melangkah naik menaiki tangga dan berhenti tepat di depan Neko, darah Neko menetes jatuh ke bawah tangga.

"Harimau odd-eye ini kucing tadi, 'kan? Sudah kuduga kalian tidak mungkin membawa maskot tak..." Ucap Minami seraya berjongkok didepan Neko.

"Ada dua pilihan, kubunuh harimau ini dan kubebaskan kalian, atau kubunuh kalian dan kubebaskan harimau-nya, bagaimana?"

Minami memberi penawaran, menodongkan pistol kanannya pada Rei dan Rin, dan pistol kirinya di kepala Neko.

Apa yang harus mereka lakukan?

To be continued...

1
mellamello
gantung🥺
Kita_Yama
kalo adik lu dijual, siapa yang bakal nafkahin ente
Kita_Yama
Tiba-tiba keinget lagu LaoNeis
Kita_Yama
jangan bilang situ kalo dah nikah istrinya yang disuruh kerja
Gissa_Chieko
bagus
@Ay_k02
👍👍👍👍👍👍👍👍
Tara
Pengen dech punya anak jenis seperti ini.. Uhuy🤭😉🌹😱🥰🙏
Tara
Untung cuman 1 nyawa. Anyway, turut berduka cita. Sore sore gini enaknya ngopi Cantiq.. Here gift 4 ur kak.. Semangat🎁👍🥰🤭😱🙏💐🌹💕
Tara
Ingat jurit malam waktu itu ada ploncoan😅😱🤭
Tara
Ya lah.. Sing lish dipake.. Ini yg bloon siapa. Bujug bune😤
Gubrak!
Tara
Hadeuh.. Pusying aku Baca ini.. Huibat idenya.. Tapi bisa bisa kutintut guru nya Buat soal ancur Kaya gitu.. Hadeuh.. Gilingan😤😱🙈🤭😉😡🥺🤯
Tara
Gila. Soal apaan tuch.. Yg Buat soal lagi mabuk yach.. Ada Ada aja.. Hadeuh🙈😱😤🤭😉🤔🤯
Tara
Katanya Sultan. Kalo aku mah uda Buat gelang atau kalung dengan GPS didalamnya.. With money u can make it all.. 🤔🙈🤗😉👌
Tara
Betul.. Hajar Bozz...
Tara
Keren
Tara
Wah jadi selebriti terkenal dach🤭😱😉
kak, itu cover nya Soraru sama Mafu ya?
Aisyah Suyuti
seru juga
(◕ᴗ◕✿) CH
Ayo, kapan diupdate?
(◕ᴗ◕✿) CH
Ehem, apaan tuh? Aku aku benci dengan pikiranku
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!