NovelToon NovelToon
Bodyguard Ku Suamiku

Bodyguard Ku Suamiku

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.6
Nama Author: wheena the pooh

"Ini uang, aku menginginkan suamimu!" ucap Nadine serius.

"Apa???" Dinda tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya.

Patah hati dari penghianatan sang kekasih yang berselingkuh dengan adiknya sendiri membawa kisah tersendiri seorang Nadine yang semula angkuh dan sombong namun berubah lebih baik hanya karena terpesona pada bodyguardnya sendiri.

Kisah gadis kaya raya yang terlalu mudah jatuh cinta kembali pada seorang pengawal pribadinya, membawa ia pada kenyataan lain yang tidak ia ketahui selama ini.

Farhan Pradhipta merupakan sosok yang mampu membuat Nadine kembali merasa hidup disaat yang tepat, namun siapa yang menyangka bahwa lelaki ini tidaklah seperti yang Nadine kira.


Penasaran?




Lanjut ke Bab ya......

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wheena the pooh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 22

"Jangan ada saksi diantara kita nona cantik"

Hujan kembali merintik kasar, tanpa berpikir panjang Nadine segera berbalik badan dan mengambil ancang-ancang ia pun berlari sekuat tenaga, ia sudah mengira bahwa ia akan di kejar malam itu sejak ia mendapati beberapa lelaki tersebut sedang melakukan sesuatu pada seorang lelaki lain yang ia lihat telah terluka.

"Sial, jangan bermain-main nona"

Kata yang menakutkan itu terdengar jelas di belakangnya saat ini, namun Nadine tidak berhenti sejenak pun ia tetap berlari sejauh mungkin, bahkan gadis itu melupakan mobilnya di sana.

Berlari dan terus berlari hingga beberapa ratus meter Nadine meninggalkan area taman, napasnya sudah tersengal namun ia tidak berani melihat ke belakang.

Tanpa disadari ia tersandung sebuah kayu, Nadine gemetar saat terjatuh ia sungguh takut untuk melihat ke belakang, namun ia juga merasa sangat berat untuk berdiri melanjutkan lari nya.

"Ya Tuhan.... tolong aku"

Nadine hanya bisa menangis, ia berusaha berdiri namun terasa nyeri pada bagian lututnya yang terluka karena ia cukup terpental ketika tersandung beruntung ia jatuh ke rumput bukan di aspal, ia berniat untuk bersembunyi di balik sebuah pohon besar di halaman sebuah rumah di sana.

Dengan gemetar ia mencoba kembali berdiri, namun siapa sangka belum juga ia menegakkan tubuhnya Nadine merasa ada sebuah tangan memegang pundaknya.

"Aaaaahhhh, lepaskan aku... lepaskan, aku mohon"

Karena terlalu takut bahkan bersuara pun Nadine tidak bisa berteriak, ia hanya mengeluarkan kata-kata dengan gemetar ketakutan.

"Nona Nadine? kenapa kau di sini?"

Mendengar itu Nadine segera menoleh, tanpa berpikir panjang ia berhambur memeluk pria itu.

"Farhan"

"Nona ada apa ini?"

"Farhan aku, aku aku dikejar beberapa orang"

Jawab Nadine dengan napas tersengal dan menangis, ia tampak kesulitan berbicara dengan dada yang kempang kempis, lalu mereka sama-sama mendengar suara langkah kaki yang berlari.

"Nona tenanglah"

"Farhan itu pasti mereka"

"Nona tenangkan dirimu"

"Tidak, mereka mengejarku Farhan, mereka membunuh se se orang, aku melihatnya pisaunya berdarah Farhan, aku melihatnya"

Nadine terbata dan tersedu dalam tangisnya saat menjelaskan apa yang terjadi padanya saat ini, gadis ini tampak begitu ketakutan.

Farhan menarik tubuh Nadine untuk bersembunyi dibalik sebuah pohon, ia menutup mulut majikannya itu agar Nadine tidak bersuara.

Wanita itu kembali ketakutan, ia mendengar jelas beberapa langkah tidak jauh dari mereka.

"Ah sial, kemana wanita itu?"

"Aku rasa dia sudah terlalu jauh, ayolah jangan pedulikan dia kita sudah mengejar sejauh ini"

"Bagaimana jika dia melaporkan ke polisi?" cetus salah seorang lelaki diantara mereka.

"Ck.... apa peduliku, dia melapor atau tidak aku tidak takut, dendam ku sudah terbalas ayo pergi dari sini"

"Lalu kenapa kita mengejarnya bodoh," kesal yang satunya lagi.

"Dia cantik, sayang sekali jika dilewatkan bukan? sepertinya dia bukan rejeki kita, ayo pergi ada hal yang lebih penting"

Lalu kedua pemuda lainnya mengangguk dan mereka memutuskan untuk pergi dari sana.

Nadine hampir merasa jantungnya lepas ketika ketiga pemuda tersebut tidak jauh dari mereka bersembunyi sekarang.

Gadis itu menarik napas dalam berulang kali, ia menatap Farhan sambil menangis tersedu.

"Kau dengar Farhan, mereka menginginkan ku"

"Nona tenanglah, mereka sudah pergi"

"Tidak Farhan, ayo ayo kita ke kantor polisi mereka telah membunuh seseorang Farhan, aku melihatnya ada banyak darah di sana. Aku takut"

"Mereka pasti ingin membunuhku juga karena menjadi saksi, Farhan mereka mengejarku, aku takut"

Farhan memegang wajah Nadine dengan kedua tangannya.

"Nona tenangkan dirimu lihat aku, dengarkan aku tidak ada yang terjadi padamu, ayo bernapaslah dengan benar, aku ada di sini sekarang"

Farhan bicara untuk meyakinkan Nadine agar lebih tenang, semula gadis itu tampak gelisah dan ketakutan namun setelah mendapat tatapan mata hitam Farhan entah kenapa gadis itu terdiam dan menurut.

"Ayo bernapaslah dengan benar"

Nadine mengikutinya, ia mengambil napas dalam lalu menghembuskannya lewat mulut, ia lakukan berulang, sampai akhirnya ia sedikit merasa tenang.

"Sudah lebih baik?"

Nadine mengangguk.

"Kenapa nona bisa ada di daerah ini?"

Nadine menjawabnya secara urut dimulai kepulangannya dari rumah utama orangtuanya.

Farhan mengangguk, pria itu menyibak rambut Nadine yang terburai dan di penuhi keringat dingin.

"Tenanglah, ayo ku antarkan kau pulang...."

Nadine semula ragu, namun Farhan kembali meyakinkan bahwa ia aman sekarang, akhirnya gadis itu mengangguk untuk kembali ke mobilnya yang tertinggal di taman.

Melihat Nadine berjalan terseok-seok karena luka lecet di lututnya yang tampak berdarah, membuat Farhan menghentikan langkahnya, ia segera berjongkok di hadapan Nadine.

"Ayo naiklah ke punggungku nona"

Nadine mengangguk lalu menurut saja tanpa berkata-kata lagi.

Farhan menggendongnya dengan enteng, mereka berjalan ke arah taman.

"Farhan"

"Hmmm"

"Kenapa kau ada di sini? kau ada disaat yang tepat terimakasih untuk ini"

Nadine bicara seraya mengeratkan pelukannya pada punggung sang bodyguard.

"Nona, ini daerah tempatku tinggal.... dan pohon tadi tepat di halaman rumah kontrakan ku"

"Benarkah, kenapa tidak ke rumah mu saja lebih dulu, setidaknya berilah aku minum. Sungguh haus berlari sejauh ini," rengek Nadine kesal.

Farhan tersenyum.

"Maafkan aku, aku bahkan lupa menawarimu untuk mampir"

"Farhan"

"Iya"

"Jangan tinggalkan aku"

"Aku akan mengantarkan nona pulang, tenanglah"

"Aku benar-benar takut, mereka bertiga... aku tentu akan ikut mati jika sampai kau tidak ada"

"Itu artinya kau harus menaikkan gajiku nona, aku menyelamatkan mu malam ini plus menggendong mu, ini cukup jauh"

"Apa kau lelah, ayo turunkan aku... aku bisa berjalan sendiri, maafkan aku Farhan"

"Tidak nona, ini bagian dari pekerjaan ku. Yang terpenting kau aman sekarang, berusahalah untuk melupakan tiga pemuda tadi, anggap saja kau sedang olahraga malam"

"Farhan"

"Iya nona"

"Menikahlah dengan ku, aku mau kau melindungi ku sepanjang hidup"

Pria itu terkekeh.

"Berhenti bercanda nona, kita sudah sampai"

Farhan menurunkan Nadine tepat di sebelah mobilnya.

Mereka masuk, dan Farhan menyetir meninggalkan area taman.

Farhan memakaikan jaketnya pada Nadine untuk menutupi pakaian yang terbuka bagian lengan, agar gadis itu tidak kedinginan.

Nadine tersenyum, lalu ia menyandarkan kepalanya pada lengan pria itu dengan manja, Farhan tidak menolak, ia ikut tersenyum simpul dibuat sikap Nadine.

1
Taqwim Mujiono
Luar biasa
Miela Zaa
gk suka sma yg komen aneh2 ... klo gak suka crita x gk ush dbca ... spnjng crita ttp dbaca tp komen jelek2 trus jd bosen sm comen x
Odhe Canang
Lumayan
Odhe Canang
Kecewa
Safa Almira
suka
Jihan Hwang
thor aku marathon baca ini... suka bgt sm ceritanya

mampir juga ya di karyaku jika berkenan
Heryta Herman
walaupun cerita menggantung tapi aku suka thor..terima kasih...
semangat terus thor...
Heryta Herman
alur cerita nya sprti drama turki...
Heryta Herman
farhan bukan kakakmu nadine...aditya lah kakakmu se ibu...
Heryta Herman
ceritanya berbelit" ni...farhan terlalu bnyk rahasia dgn istri..jngn sampai nti istrimu tau dan sdh terlambat farhan...jaga hati istrimu...kau memilihnya dgn segala kelebihan dan kekurangannya
Sulaiman Efendy
AKHIRNYA TAMAT JUGA..
Sulaiman Efendy
BETUL KATA FARHAN, SI NADINE MMG WANITA BODOH, HRSNYA DIA CARI KBNARAN, BKN BRSPEKULASI SENDIRI, MINIMAL DIA BRTEMU ZAHARA DN BICARA..
Sulaiman Efendy
FARHAN BALAS SPRTI WINDY YG KASI OBAT TIDUR..
Sulaiman Efendy
PASTI ANAK FARHAN TUH
Sulaiman Efendy
JADI MAKIN RUMIT, HRSNYA NADINE CERITA K FARHAN, BKN DGN CARA MNYAKITKN SPRTI INI
Sulaiman Efendy
BRRTI ADITYA KK NADINE SATU IBU..
Sulaiman Efendy
YG SALAH SI RINALDI, ORG KAYA TPI TDK BRTANGGUNG JAWAB..
Sulaiman Efendy
BENARKN, SI TUA SMITH MMG AYAHNYA FARHAN..
Sulaiman Efendy
YAKIN SI SMITH MMG AYAHNYA FARHAN..
Sulaiman Efendy
PASTI OTW HAMIL
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!