SEQUEL dari Novel BOSKU SUAMIKU
Zia putri reyga, putri bungsu dari pasangan Zara almeera reyga dan Alfatih reyga. Gadis berparas cantik yang berkepribadian periang harus menerima perjodohannya dengan seorang pria yang ia sukai di masa lalu, yang saat ini menjadi dosennya.
Nathan himawan, pria berpostur tinggi tampan yang merupakan seorang dosen di sebuab Universitas tempat Zia menuntut ilmu. Perjodohannya dengan Zia mampu menggetarkan hatinya yang sempat mati.
Namun pernikahan yang mereka jalani cukup rumit, kehadiran orang ke tiga di antara mereka mampu membuatnya saling menjauh.
Saling mencintai namun tak terungkap.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Savana Alifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ROBEK
Setelah makan malam, Nathan dan Zia kembali terlibat pada perdebatan kecil. Nathan yang keukeuh ingin Zia memakai gaun seksi hadiah dari Rea, dan Zia menolaknya. Meski tadi pagi perempuan itu mengiyakan, namun karena kekesalannya pada sang suami maka ia urungkan untuk memakai gaun itu.
"Aku sebel sama kamu mas, pokonya aku gak jadi pake gaun itu".
"Jangan gitu lah sayang, aku kan udah minta maaf juga sama kamu".
"Aku gak mau". Zia bersikeras menolak.
"Aku nangis nih". Pria bertubuh tinggi kekar itu tampak mengancam, dan sayangnya ancaman itu tak membuat Zia takut, perempuan itu justru menahan tawanya.
"Gak ada ancaman yang lain ya mas? Kamu gak malu sama badan gede kamu?".
Nathan memalingkan wajahnya, ia merasa bodoh di depan gadis kecil ini.
"Yaudah kalo kamu gak mau, aku gak maksa lagi. Aku tidur duluan aja, ngantuk".
Zia semakin ingin tertawa, "Yaudah tidur aja sana, aku sih gak papa". Perempuan itu dengan sengaja menggoda suaminya.
Nathan mengerucutkan bibirnya, menarik selimut tebalnya kemudian tidur meringkuk membelakangi istrinya.
Zia menutup mulutnya menahan tawa, "Tingkah mu maass mas, kaya bocah". Batinnya.
Zia beranjak dari ranjang, membawa gaun tipis yang sebenarnya ingin ia pakai, namun melihat Nathan merajuk membuat ia suka dan lebih gencar lagi menggoda pria itu.
Perempuan itu berdehem agar sang suami menoleh, Nathan tampak melirik sekilas, namun mendapati penampilan sang istri yang menakjubkan membuat pria itu beranjak duduk seketika. Mulutnya bahkan ternganga melihat pemandangan indah di depannya. Tubuh molek sang istri terpampang jelas di balik gaun tipis yang perempuan itu kenakan.
Nathan menatap Zia tak berkedip, dan hal itu membuat Zia salah tingkah. Di tatap sedemikian rupa oleh sang suami membuatnya gugup. Perempuan itu menautkan jemarinya sendiri, jemari kakinya bahkan saling menginjak satu sama lain, ia tertunduk malu dengan pipi merona.
"Aneh ya mas? Kok kamu diem aja?".
Nathan tersadar, pria itu menepuk sisi bagian ranjang yang kosong sebagai isyarat agar sang istri menempatinya. Dan Zia menurut, berjalan pelan dan merangkak ke atas ranjang, perempuan itu menarik selimut yang suaminya pakai untuk menutupi tubuhnya yang terekspose jelas.
Zia tak dapat berkelit saat Nathan menyatukan bibir mereka, pria itu benar-benar di buat gila oleh istrinya. Dengan sekali gerakan gaun indah itu terkoyak, robek hingga menampilkan dua gundukan kembar milik sang istri yang tertutupi Br* berwarna senada dengan gaun itu.
Keduanya pun kembali mengulang aktivitas panas mereka. Dinginnya malam tak membuat keringat mereka surut, kegagahan Nathan di atas ranjang membuat Zia tak berdaya selain diam dan menikmati segala sentuhan lembut pria itu. Kali ini perempuan itu tak banyak bergerak, ia hanya sesekali membalas apa yang suaminya lakukan padanya.
💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜
"Mas gaunnya kenapa kamu robek? Kalo mba Rea nanyain gimana?". Zia mengangkat gaun yang sudah tak berbentuk itu di hadapan wajahnya, menoleh pada sang suami yang masih berusaha mengatur nafasnya.
"Bilang aja gaunnya robek".
Zia mencebikan bibirnya sebal, "Gak segampang itu mas, aku malu."
"Malu kenapa?".
Zia memukul dada polos sang suami, hingga membuat pria itu tertawa dan menarik sang istri ke dalam dekapannya.
"Mba Rea gak mungkin nanyain lah sayang".
Zia terdiam, tampak berpikir apakah benar yang di katakan suaminya? Jika itu benar, maka Zia tak harus bingung menjawab apa, tapi jika kakak iparnya itu bertanya bagaimana? Masa iya Zia harus menjawab gaun itu di robek Nathan karena keganasan pria itu.