Halsey Diana, itu namaku sebenarnya aku cukup dini untuk menikah karena aku baru saja beranjak usia 17 tahun dan aku juga masih duduk dibangku SMA kelas 3 semester akhir. Bukan, bukan aku bukan hamil duluan seperti kebanyakan dari pernikahan dini.
Aku menikah dengan seorang pria 15 tahun lebih tua dariku, aku ingatkan kembali aku menikah bukan karena hamil atau jadi simpanan om-om namun ini karena perjodohan orang tuaku.
Tapi, mampuhkan aku bertahan didalam pernikahan dengan pria 32 tahun itu. Aku atau dia yang akan gagal mempertahankan pernikahan ini atau pernikahan ini akan berhasil sampai aku menua dengannya.
Ayo lanjutkan membaca ceritaku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon safira a, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 20
Pagi harinya aku sudah siap dengan satu tas besar berisikan keperluan ku di sana, dan pagi ini juga aku sudah disambut dengan objek overthinking ku beberapa waktu lalu.
"Jika begitu selama saya pergi saya titipkan Anka sama kamu yah" ucapku pada wanita lebih tua dariku bukan aku tidak sopan hanya saja ini hubungan profesional.
"Sejak kapan rafly merubah nama jadi Anka ?" Aku mendengar bahkan sangat jelas ketika wanita itu sedang bergumam.
Setelah berpamitan Anka dan mas Irwan aku pun berangkat ke sekolah diantar sama ojek online yang aku pesan sih aku masih males deketan sama mas Irwan.
Sesampainya di gerbang aku langsung pergi ke parkiran tentunya menunggu Vernatta dia memintaku tunggu di sana.
Tidak lama setelah aku menunggu gadis itu datang dengan mobil pak Viktoria, Vernatta keluar dari mobil itu tepat di hadapanku dengan wajah kesalnya dan membanting pintu cukup keras.
Tak akan ada asap jika tidak ada apikan. Aku menaikan alisku seraya bertanya pada temanku itu. "tau ah sebel gua" seharusnya itu jadi dialog ku bukan dia. Aku mengikuti Vernatta dari belakang.
*******
Kami sudah berada di lapangan panitia meminta kami berkumpul di sana. "Baik semuanya, terima kasih telah menghadiri acara ini tak bisa di pungkiri bahwa kalian menjadi angkatan yang paling lengkap menghadiri acara ini. Selepas beberapa hari libur ini dan persiapan yang panjang......." Masih banyak lagi sambutan yang di buat panitia tapi aku tidak mendengarkan semuanya terlalu pusing untukku yang berdiri di bawah sinar matahari dan suara yang Hingar bingar.
Aku bernapas lega karena nya acara penyambutan yang memakan setidaknya 3 jam itu selesai dengan memberi kelompok untuk 1 tenda perkelompok yang terdiri dari 8 orang. Aku nggak bisa bicara apa-apa lagi karena aku selalu satu tenda dengan Vernatta dan gadis itu tampak biasa saja ketika pengumuman itu biasanya dia ikut senang.
"Ver, kamu kenapa ? Ada masalah ?" Aku sedang membereskan beberapa barang di tenda yang tersisa hanya aku dan Vernatta. Vernatta menatapku sebentar dan menggelengkan kepalanya "cuman gua sebel aja sama pak Viktoria ada aja kelakuannya" oh itu toh tapi aku nggak mau ikut campur soal hal itu.
"Btw semalem lu kemana ? Yang angkat telepon malem suami lu. Kaget gua" dari nadanya bicara saja dia emang kaget sama kaya sebel banget.
"Emang kenapa ?" Aneh sih
"Eh balik nanya, gara-gara itu gua disangka selingkuh sama pak Viktori terus di hukum kan gua sama dia" dihukum gara-gara di sangka selingkuh ? Tadi sama pak Viktori ? Fix ini ada apa-apanya sama mereka berdua sih.
"Di hukum apa ?" Aku kepoin dia aja deh. "Dici..." Belum juga beres dia ekspresinya berubah total kaya yang kaget kayanya dia baru sadar atas yang di bicarakan "gua ngomong apaan ?" Tanyanya sambil nunjuk ke diri sendiri. "Disangka selingkuh sama pak Viktori terus dihukum" seketika wajahnya berubah jadi merah banget malu kali yah keceplosan dia.
"Udah ah gua mau keluar disini gerah" dia ngibas-ngibasin rambutnya sambil keluar dari tenda.
Jujur yah ini tuh hiburan buat aku dimana aku bisa lupain apa yang aku rasa walau sebentar.
*****
Kegiatan dari siang sampai sekarang udah banyak banget dan seru-seru dari main kuis,lomba nulis dan sebagainya.
Sampai kini lagi bikin lingkaran api unggun, pukul sudah menunjukan jam 22:09 sih tapi ini belum ditutup juga. "Ini permainan terakhir deh abis ini kita balik ke tenda kalau nggak bisa jawab dapet tantangan yang harus di penuhi" ucap pak Jimin guru konseling yang sedang berdiri di tengah-tengah dengan memegang mic nya.
Permainannya sambung kata pas di bagian Aban pria itu tidak menyambungkannya lupa lirik kayanya. Sebagai hukumannya dia harus nyanyi.
Play song is : Melukis senja
"Izinkan ku lukis senja mengukir namamu di sana, mendengarkan kamu bercerita menangis tertawa" sepanjang dia nyanyi aku nikmatin banget. Aban tuh pinter nyanyi sama main alat musik sampai nggak sadar dia udah beres sama lagunya.
"Lagu ini gua persembahkan sama seorang gadis yang menjadi senja gua, namun dia berbeda dengan senja lain. Dia senja yang tak pernah memberikan janji dan menerima janji gua. Dia pergi gitu aja tanpa berikan gua penjelasan dan janji akan kembali yang dia berikan sebagai perpisahan hanya kalimat sederhana yang menusuk gini dia bilang 'tidak semua cinta dapat disatukan, tidak semua atas nama cinta bisa menua bersama ada cinta yang lebih tulus mengikhlaskannya bahagia dengan orang lain tanpa rasa tersakiti dan dendam. Jangan egois bumi tidak berputar untuk kita berdua jadi terima aja' setidaknya seperti itu !" Dia menutup itu dengan mata menatapku kecewa dan begitupun aku dengan rasa sakit dan beban yang menambah didalam hatiku.
Kenapa hariku menjadi begitu berat sekarang ? Aku menghembuskan nafas berat menatap langit yang gelap tanpa ada bulan dan bintang mungkin alam mengerti atas apa yang aku alami sekarang.
"Uhhh... Sad boy ternyata kamu ban..ban cewe yang ninggalin kamu pasti lagi nyesel setengah mampus sekarang ! Jangan nyerah yah kalau gagal sama satu cewe masih banyak cewe lainnya" aku kembali menatap kearah depan dimana pak Jimin sedang memberikan komentarnya entah kenapa ucapan pak Jimin tuh semakin nambah goresan di hatiku dan suara sautan dari teman-temanku juga menjadi bumbu ingin menangis. Yah aku menyesal meninggalkan dia dan memasuki dunia pernikahan di saat aku masih kecil seperti ini.
___________________________________________
[Jum'at, 10 Desember 2021]
Author : Safira Aulia Hamidah
Wtpd : Safira Auliya Hamidah
Instagram : Safira19989
Note : Saya minta maaf banget untuk belakangan ini jarang up date. dikarenakan saya sakit dan tidak diizinkan bermain ponsel lama-lama jadi saya minta maaf sekali. Saya juga sekalian ingin bertanya ada yang penasaran tidak dengan cerita Vernatta ? jika iya komen yah. Sekian yang saya sampaikan terima kasih
Terima kasih telah membaca