NovelToon NovelToon
Pengantin Pengganti

Pengantin Pengganti

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Patahhati / Perjodohan / Nikahmuda / Nikahkontrak / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 5
Nama Author: Ayu

rima yang baru saja patah hati tiba tiba saja harus menikah dengan calon kakak iparnya..
semua itu demi menyelamatkan nama baik keluarga..
akankah rumah tangga mereka berakhir bahagia..?

selamat membaca..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

kejutan

Rendra menaruh handphone dan kunci mobilnya di atas meja, ia membenarkan posisi duduknya.

" Maaf aku terlambat.." kata Rendra, sebenarnya ia sengaja terlambat agar tidak berlama lama,

" weekend pun masih sibuk.. ,aku sudah pesan makanan, kita makan dulu ya sebelum bicara bisnis.." perempuan berambut panjang yang duduk di hadapannya tersenyum manis,

Rendra melirik kanan dan kiri,

banyak mata yang melihat mereka,

tentu saja.. Wanda berubah menjadi wanita yang anggun dan berkelas sekarang,

tubuhnya yang sintal dan pakaiannya yang kekurangan kain itu akan selalu mengundang mata laki laki untuk meliriknya,

berbeda jauh dengan masa SMA, kaca mata Wanda begitu tebal dan badannya begitu kurus,ini arti dari kata glowing sebenarnya, tapi Rendra yang tidak begitu suka perempuan agresif, ia merasa segala sesuatu yang di bicarakan Wanda tidak menarik kecuali urusan bisnis.

" Aku sudah makan tadi,jadi kita langsung saja bicara bisnis.. "

" iya kan??, pasti tidak mau.. karna itu aku memesannya sebelum kamu datang.. jadi mau tidak mau kamu harus makan karena aku tidak mungkin memakannya sendirian.." wanita itu lagi lagi melempar senyum lagi ke arah Rendra.

" Jangan main main Wan.. kita sudah bukan anak SMA, sikap manjamu itu bisa membuat orang salah faham terhadap kita.." Rendra masih berbicara dengan halus.

" Bukannya kamu selalu jadi orang yang pertama menolongku ketika lainnya menindasku.. lalu kenapa aku tidak boleh bergantung padamu.. ?" tanya Wanda sambil memainkan kunci mobil Rendra dengan jemari jemarinya sambil memandang Rendra lekat.

" Aku berencana sebulan disini, kapan kau ada waktu aku akan melihat langsung contoh barangnya.." lanjut Wanda.

" Bukankan sudah ku beri katalognya, tidak perlu datang langsung ke pabrik" jawab Rendra pendek.

" Aku tidak berbisnis dengan katalog, ketika aku sudah tiba disini maka aku harus melihatnya langsung.. "

" kamu meragukan hasil kerjaku?"

Wanda tertawa melihat ekspresi Rendra yang serius.

" Hemm.. tidak berubah, tetap serius dan galak.. oh ya, kita jalan yuk setelah makan,

aku kangen banget lho Put.. " suara Wanda manja,

Rendra mulai gerah mendengarnya.

" Begini saja Wan, kalau kamu sudah memilih item apa yang akan kamu pesan baru hubungi aku lagi,

kita bicara setelah pesananmu sudah jelas..

aku kesini untuk bisnis.. bukan jalan jalan Wan, meski kita teman lama, tapi jangan selalu bersikap sembarangan padaku,

aku tidak seluang itu" Rendra merebut kunci mobilnya yang sedang di main mainkan Wanda.

" Sori aku nggak makan" nada Rendra tenang namun menyiratkan ancaman agar menjaga sikap dan jangan menganggunya.

Tanpa berkata apapun lagi Rendra berdiri dan berjalan ke arah pintu keluar.

Wanda yang melihat itu kesal,bagaimana ada laki laki yang sedingin itu padanya, apalagi sejak SMA ia sudah menyimpan rasa kagum pada Rendra.

Rasa itu tidak hilang dan bertambah besar ketika ia tau Rendra menjadi seorang perwira muda yang menawan.

Wanda selalu bertanya kepada teman temannya segala informasi tentang Rendra, Rendra seperti sebuah minuman dingin bersoda untuk Wanda.. segar dan memuaskan dahaga..

tapi sayang, kebaikan yang Rendra lakukan hanya sebatas teman yang melindungi temannya, bukan karena ketertarikan.. sebenarnya Wanda sadar akan hal itu, namun ia terus saja menyangkalnya.

Ketika sudah sampai dirumah Rendra melemparkan tubuhnya di atas tempat tidur,

entah kenapa dadanya sering terasa sakit 3 hari ini,

" apa posisi tidurku salah?" ia berbicara dengan dirinya sendiri.

Di memainkan handphonenya,

benar benar tidak ada chat atau telfon sama sekali dari Rima.

Tega teganya perempuan itu.. keluh Rendra dalam hati.

Bisa bisanya tidak menanyakan kabarku sama sekali.. padahal seminggu sudah berlalu, terbuat dari apa hatinya.. aku kan masih suaminya.. Rendra terus mengomel dalam hatinya.

" Kejam.." ucap Rendra lirih lalu membenamkan wajahnya ke bantal.

Ke esokan harinya, kantung mata Rendra terlihat menonjol sekali, ia tidak bisa tidur semalaman hanya karena memandangi handphonenya,

menunggu siapa tau ada keajaiban yang membuat Rima menelfon atau mengirim chat padanya,

tapi kenyataan sampai subuh nihil, harapannya kosong dan percuma saja..karena kurang tidur dan kurang istirahat ia menjadi orang yang lebih sensitif dari biasanya.

" Kalian terlalu santai! bagaimana kalau tiba tiba muncul keadaan yang mengharuskan kita turun ke medan perang?!, apalagi kondisi sedang kurang baik!" tegasnya pada seluruh anak buahnya, mereka berdiri di lapangan sudah hampir 1 jam mendengar omelan Rendra.

" Matilah kita kalau lari 50 putaran lagi" bisik salah satu anggota paling belakang,

" sejak kembali dari cuti tidak ada perbuatan kita yang benar,salah terus.." timpali anggota satunya lagi.

" Siapa itu berani bicara!!" tegas Rendra keras, membuat semuanya lebih hening dari sebelumnya.

" Ijin ndan!!" ajudan Rendra masuk ke lapangan

" kamu tidak lihat saya sedang apa! tidak bisa nanti!" sang ajudan terkena semprott,

emosi Rendra benar benar naik turun seperti perempuan yang sedang PMS, padahal dulu tidak begitu,

meski tegas namun menurut para anggotanya Rendra termasuk bijaksana..

anggotanya sering terheran heran melihat sikap Rendra,

apalagi kantong mata yang sudah mirip panda itu..

Ekspresi semua anggotanya tegang, wajah mereka menyiratkan kalau mereka sebenarnya lelah namun mereka tetap berdiri tegak dengan posisi siap.

" Ijin.." terdengar suara lembut dari arah belakang punggung Rendra,

" nanti!!" tegas Rendra tanpa menoleh,

Rendra melihat perubahan mimik wajah para anggotanya,

mereka semua melihat ke arah belakang Rendra,

" main main ya kalian?!,kalian anggap saya apa?! saya marah demi kebaikan kalian, bukan karena saya semena mena!" nada Rendra sedikit menurun.

Sebenarnya ia tidak ingin marah tapi melihat kondisi kantor yang berantakan dan bawahannya bersantai santai bagaimana ia tidak marah,

sampah daun yang gugur berserakan, tempat sampah penuh tidak di buang, meskipun kantornya ini kecil dan terpencil tidak seharusnya bermalas malasan, apalagi kondisi konflik dimana mana.

Di tinggal sebentar saja sudah lengah seperti ini.

Rendra benar benar kesal.

" Ijin lagi pak.. saya pulang saja kalau begitu.." muncul suara lagi dari balik punggung Rendra, kali ini terdengar jelas suara perempuan,

dahinya berkerut heran, karena dia tidak memiliki anggota perempuan.

Spontan Rendra menoleh, saking kagetnya Rendra sampai mundur, istrinya sedang berdiri tak jauh darinya dan tersenyum manis.

" Mimpi.. halusinasi?? apa karena aku kurang tidur??" tanya Rendra dalam hati.

" Ijin! sudah saya persilahkan istirahat di kantor,tapi ibu ingin menemui komandan langsung!" si ajudan langsung berbicara dia takut di semprot Rendra lagi.

" Berarti benar ini Rima.. " Rendra bicara dalam hati

ia menatap perempuan di hadapannya itu dari atas ke bawah,

" pengennya buat kejutan..

udah terkejut belum mas.. ? jangan marah ya..??" kata Rima setengah berbisik lalu kembali tersenyum.

Rasanya hati Rendra akan meledak.. bagaiman dia tiba tiba di belakang rendra dan memasang ekspresi semanis itu, wajah Rendra tiba tiba memerah, tanpa sadar ia menggigit bibirnya untuk menahan senyumnya agar tidak pecah,se dag dig dug apapun hatinya,

ia harus menahannya, karena ia sedang di hadapan para anggotanya.

" Ehemm..!" Rendra berusaha menguasai dirinya

" perkenalkan ini istri saya,maaf sebelumnya saya tidak sempat memperkenalkan karena istri saya tidak bisa mengikuti saya karena bekerja sebagai dokter di jawa..

nanti akan kita adakan perkenalan di waktu arisan ibu ibu" kata Rendra sambil memegang tangan Rima,

nada bicaranya pun menurun.

" Ya sudah! untuk hari ini kurvei saja,saya tidak mau ada yang tidak beres lagi di area sekitar kantor ini! bubar!" nadanya masih tetap tegas,dan semua anggotanya bubar.

"astaga.. komandan bisa malu malu kucing begitu di depan istrinya.." ucap salah satu anggota yang melihat ekspresi rendra dengan jelas karena ia berdiri di depan.

" Huss?! nanti lari 50 kali tau rasa kau.. ayo sudah kita bersih bersih lalu pulang, aku jadi rindu istriku.." nasehat temannya.

" Lalu bagaimana dengan kami yang jomblo, pulang sekarang pun hanya ada lemari dan kulkas yang menunggu kami..",

" itu perderitaanmu.. jangan suruh aku menderita bersamamu.." jawab temannya tanpa senyum,

"Eh gila.. tidak ada solidaritasnya.. ".

Rendra membawa Rima dengan buru buru ke arah ruangan kantornya,

sedikit menarik paksa agar cepat sampai

" Mas pelan pelan mas?" kata Rima tidak bisa menyamai langkah kaki Rendra yang lebar, Rendra tidak menjawab.

Ketika sampai di ruangan Rendra menutup pintu dan langsung mendudukkan Rima di atas meja kerjanya,

keduanya saling menatap, Rima menyentuh pipi Rendra lembut.

" Maafkan aku ya mas..." nadanya lirih..

Rendra tidak menjawab,

ia meraih tangan rima yang menyentuh pipinya dan menciumnya.

" Aku tak bisa berkata apapun, aku terlalu bahagia melihatmu disini.." kata Rendra,

ia masih sedikit gemetar karena Rima tiba tiba muncul di hadapannya,

" mas belum menjawab.. ?"

" tentang apa?"

" aku yang meminta maaf..."

" untuk apa.. aku yang bersalah kenapa kamu yang meminta maaf.." jawab Rendra lembut, membuat Rima semakin merasa bersalah.

" Enggak.. Rima yang salah mas.." kata Rima dengan mata berkaca kaca lalu memeluk Rendra.

Rendra sedikit terkejut dengan pelukan Rima,

apa yang terjadi kenapa rima bersikap semanis ini.. ? tanyanya dalam hati.

Tapi untuk saat ini Rendra tak ingin banyak bicara ia hanya ingin menikmati momen manis ini.

Istrinya yang biasanya tak manis ini menjadi tiba tiba manis dan memeluknya dengan erat.

Rendra membalas pelukan Rima, sambil berharap semoga ini semua bukan sementara dan akan baik baik saja setelahnya..

" mas galak ya.. " kata Rima melepas pelukannya,

" ah.. itu, karna kamu sudah melihatnya.. jadi.. terbiasalah.." Rendra menggaruk garuk kepalanya.

" Apa mas akan seperti itu kepadaku nanti?"

" kalau sikapmu baik kenapa aku harus marah.." jawab Rendra sambil mencium kening Rima,

" kenapa menyusul? bagaimana pekerjaanmu?" tanya Rendra serius,

" mas tidak suka di susul??" tanya Rima kesal, karna yang Rendra perdulikan hanya pekerjaannya.

" Sukalah.." jawab Rendra dengan wajah bersemu merah,

" mana ada yang tidak suka di susul istri, apalagi di dampingi seterusnya.." tambah Rendra,

" kalau begitu mas harus menambah uang belanjaku.. karna aku sudah menjadi pengangguran sekarang.." jawab rima lalu mengalungkan kedua lengannya di leher Rendra.

" Benar itu..? jadi mau menemani mas terus??" Rendra terbelalak tak percaya,

Rima tersenyum dan mengangguk, melihat itu Rendra sudah benar benar tidak tahan lagi,

rindunya setengah mati..

di ciumi bibir istrinya itu, tanpa perduli itu tempat kerja.

Tak lama mereka berciuman tiba tiba pintu terbuka,

"bos! kudengar istrimu datt...." Thomas membeku,

ia sedang melihat adegan langka,

tapi bagaimana bisa Rendra mendudukkan istrinya di atas meja, omel Thomas dalam hati.

" Anggap aku tidak melihat apa apa.. silahkah silahkan lanjutkan..!" kata Thomas menutup pintu.

wajah rima memerah karena malu,

"itu temanku, dia sedikit kurang ajar.. tapi baik.. " jelas Rendra, ia menyentuh bibir Rima dengan ibu jarinya.

" Sebaiknya kita pulang saja.." kata Rendra mengangkat tubuh Rima dan menurunkannya dari atas meja.

1
TongTji Tea
kalo aku Rima ngamuk kue ku di kasih ke orang 😂😂.Enak aja kue2 manis ,lezaat masak di kasih orang cuma karena cemburu.nggak banget Rendra ini .*ngiler bayangin black forest sama triple Choco cake🤤
TongTji Tea
ya bener ini .. perasaan seperti inilah yang natural ada.7 tahun itu bener2 tidak bisa hilang gitu aja ,seberapa besar kecewamu tapi memang tidak mudah melupakan
ione
Luar biasa
Kg Mughni Siddiq
luar biasa
Febiarti Harlenia
sedikit masukan istighfar ka harusnya bukan maa syaa Allah.
Febiarti Harlenia: sama2
total 2 replies
Ersa
Luar biasa
Cornelia Titirloloby
sangat bagus ceritanya.
tdk ulang2
Mrs. Labil
😭😭😭😭😭😭
Arka Abian
aku fans banget sama cerita k'Ayu
ayuningdianti: makasih kak..
total 1 replies
🌺tyy
Luar biasa
PUJIWIDODO 18
luar biasa
Amara Agustina
aku sdh baca 2 kali kak..dan hasilnya tetep mewekk😢😢😢
Ani Triyanti
ceritanya kadang loncat, setelah baca lama baru paham beda waktu. kasih tanda dong biar ga bingung
zay
Keren,Indonesia banget...
Semangat & lanjut berkarya thor...
viva vorever
novel kedua yg kubaca ,cerita dan alurnya keren,nggak melulu halu,mengalir seperti kehidupan sehari2,tpi daya tarik ceritanya benar2 nyampe kehati
aqila
😭😭😭😭😭
viva vorever
komunikasi mmg senjata terampuh utk meredakn kesalah pahaman,klo rendra ragu2 untungnya rima yg maju utk membuka komunikasi diantara keduanya
viva vorever
novel kedua yang kubaca dari semua karyamu thor, ceritamu bagai magnet yg terus menarikku utk membacanya...salam kenal kakak😘😘
ayuningdianti: dalam kenal terimakasih..😊
total 1 replies
Alwie Yahya
uu pengantin lama😅
Sartika Thika
sumpah ceritanya bikin baper,baru kali sy membacanya trllu trbawa emosi,seolah2 sy ikut di dalam cerita itu..😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!