Hidup adalah perjuangan, begitupun dengan cinta. Khanaya
Jika Cinta kita berakhir, maka berjuanglah untuk memulai semuanya dari awal lagi. Adrian
Sepasang kekasih yang menjalani hubungan mereka dengan suka cita. Namun semuanya harus terhalang oleh masa lalu si pria yang membuat Dia harus meninggalkan kekasihnya.
Namun, siapa sangka kesalah fahaman semakin terjadi saat si pria berada jauh dari pemilik hatinya. Kesalah fahaman ini membuat cinta mereka berakhir. Sampai suatu saat mereka di pertemukan kembali dan memulai semuanya dari awal lagi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 20
Drettt... Drettt
"Adrian, itu telpon angkat dulu" kata Naya saat Adrian terus saja mengukungnya
"Bentar sayang, nanggung" katanya dengan nafas memburu dan keringat yang bercucuran
Ini adalah kedua kalinya Adrian melakukan itu pada Naya. Seolah tidak ada puasnya.
Drettt...Drettt
Setelah tadi berhenti berdering, ponsel Adrian kembali berdering. Mungkin si penelpon memang ada keperluan pada Adrian.
"Sayang, angkat dulu telponnya siapa tau penting" kata Naya dengan nafas ngos ngosan
"Ahhhhh" Adrian mengerang panjang saat kembali mendapatkan pelepasannya.
"Cepetan angkat telpon nya" kata Naya lagi
Adrian turun dari tempat tidur, mengambil celana boxer dan memakainya. Meraih ponsel di atas nakas.
"Ayah telpon Sayang, bentar ya aku ke luar dulu" kata Adrian
"Tuhkan, yaudah sana cepetan angkat telponnya" kata Naya sambil menarik selimut untuk menutupi tubuh polosnya
Adrian keluar kamar dan mengangkat telpon dari Deni.
"Hallo Yah"
"Bang, kayaknya kita gak bisa pulang malam ini. Acaranya belum selesai, jadi kita bakalan nginep. Kamu udah anterin Naya? Dari tadi Ayah telpon gak di angkat angkat."
Adrian menggaruk tengkuknya "Iya Yah, in..ini Abang baru sampai rumah habis anterian Naya"
Maaf Yah, aku terpaksa bohong.
"Bagus deh kalau gitu, gak baik juga lama lama berduaan di rumah"
"Hmm"
...🐦🐦🐦🐦🐦🐦...
"Boleh ya sekali lagi aja" pinta Adrian dengan tatapan sayu
"Apa kamu belum puas? Kamu sudah melakukan nya dua kali" kata Naya kesal
Cup
Adrian mengecup bibir Naya "Kamu itu udah bagaikan candu buat aku Sayang. Lagian kita udah terlanjur melakukannya"
"Nanti keluarga kamu keburu pulang Adrian" kata Naya
Adrian menggeleng "Mereka gak pulang malam ini. Mereka harus nginep di sana. Jadi, boleh ya"
Naya mendengus kesal, padahal alat intinya sudah terasa perih. Tapi semuanya terkalahkan dengan kenikmatan sesaat. Akhirnya Naya kembali terbuai dengan sentuhan sentuhan yang di berikan Adrian.
Adrian mengerang panjang saat Dia kembali menikmati pelepasannya. Dia ambruk di samping Khanaya.
Cup
Adrian mencium kening kekasihnya "Terimakasih Sayang, dengan ini kamu sudah menjadi miliku seutuhnya. Jangan pernah berfikir untuk meninggalkan ku apapun yang terjadi"
Karna aku tidak akan sanggup jika kamu pergi Nay.
Naya mengangguk "Heem. Lagian aku juga mau pergi kemana si? Selama kamu masih setia sama aku dan gak merasa bosen sama aku. Untuk apa aku ninggalin kamu yang terlalu sempurna ini untuku"
Deg
Sayangnya aku gak sesempurna yang kamu fikirkan Sayang. Maafkan aku.
Cup
Adrian kembali mencium pipi Naya "I Love You"
"Love You Too"
...🐦🐦🐦🐦🐦🐦...
Setelah semalam Adrian mengantarnya pulang. Pagi ini mereka kembali bertemu untuk pergi jalan jalan. Menghabiskan waktu libur Adrian yang tinggal sehari lagi. Besok pagi Dia harus kembali ke kota.
"Kita mau kemana? Cieee sekarang bawanya mobil" ledek Khanaya
"Apaan si? Tadinya aku mau bawa motor, tapi takutnya bidadariku ini kepanasan. Jadi aku bawa mobil aja" kata Ardrian
Adrian membukakan pintu mobil "Ayo masuk"
Khanaya tersenyum, lalu masuk ke dalam mobil mewah Adrian. Mobil melaju membelah jalanan yang tidak terlalu ramai seperti di Ibu kota.
"Mobil kamu bagus banget, wahh... udah jadi sultan ya sekarang" kata Naya terkekeh
Adrian mendelik kesal "Apaan si? Ini Daddy yang mmebelikan. Kan dari pada mubazir gak kepake ya udah aku pake aja"
Naya tersenyum "Dasar, tapi apa kamu bahagia tinggal bersama Daddy kamu itu?"
"Kalau boleh jujur, aku lebih bahagia tinggal di sini. Bersama keluargaku dan juga kamu, meski hidupku disini biasa biasa saja. Tapi, aku bahagia karna bisa merasakan kehangatan keluarga"
"Kalau di kota, hampir semua orang sibuk sama pekerjaan. Grand Ma sibuk sama teman teman sosialita nya. Ahhh.. Membosankan, aku hanya di temani pelayan setiap harinya. Untung saja masih ada Yoga yang selalu menemani ku" kata Adrian
Naya mengelus lengan Adrian "Sabar ya, Daddy kamu sibuk kerja juga buat kamu'kan"
Adrian mengangguk dan tersenyum "Iya aku ngerti kok, tapi terkadang aku juga merasa jenuh saja"
"Wajar kalau kamu jenuh, itu manusiawi. Tapi, jangan sampai kamu marah sama keluarga kamu itu" nasihat Naya
Adrian menggeleng "Enggaklah. Aku ngerti kok kalau mereka juga punya kesibukan masing masing. Makanya saat aku pulang kesini, aku benar benar merindukan suasan disini. Apalagi saat saat kita bersama"
"Oke, kalau gitu kita habiskan hari ini dengan hal hal menyenangkan" kata Naya bersemangat
"Oke"
Psangan kekasih ini memilih untuk jalan jalan. Menghabiskan waktu singkat ini untuk bercerita banyak hal.
"Sayang aku mau beli dulu minum ya. Kamu tunggu disini" Adrian mengusap dahi Khanaya yang di penuhi keringat "Kasihan banget sampai keringetan kaya gini"
Naya mengangguk dan tersenyum "Iya Sayang, aku mau ice Capuchino"
Adrian mengangguk lalu berlalu pergi meninggalkan Naya yang sedang duduk di bangku taman. Tadi mereka menghabiskan waktu di taman bermain, ke mal dan jalan jalan ke tempat widata yang lainnya. Membuat Naya begitu lelah sekarang.
Adrian menempelkan botol minuman dingin di pipi Naya . Dia sudah berdiri di belakang kekasihnya itu.
"Ishh. Bikin kaget aja deh" kata Naya kesal
"Nih minum dulu" Adrian menyerahkan botol minuman dingin yang telah Dia buka tutup botolnya
"Makasih" Khanaya tersenyum sambil mengambil botol minuman itu. Meminumnya hingga setengah botol.
"Ahh. Segernya, haus banget tahu. Cuacanya hari ini benar benar panas"
Adrian mengangguk lalu mengelus kepala Naya "Besok pagi aku pulang, nginep aja ya fi rumah biar aku bisa menabung rindu lagi"
Naya terkekeh lucu "Wah kaya lagu celengan rindu dong. Hahaha. Kamu ada ada aja deh, keluarga kamu udah pulang?"
"Udah tadi pagi"
"Yaudah kalau gitu aku mau deh nginep di rumah kamu" kata Naya tersenyum
"Yeyy, emangnya kenapa kalau di rumah cuma ada aku?" goda Adrian
Naya memikul lengan Adrian "Gak usah mesum, yang kemarin adalah yang terakhir sebelum kita menikah jangan lagi kuta melakukan itu"
Adrian terkekeh melihat wajah merah kekasihnya "Iya, aku janji akan segera menikahimu. Tunggulah"
Naya mengangguk "Iya"
...🐦🐦🐦🐦🐦🐦...
Akhirnya Khanaya menginao di rumah Adrian setelah sebelumnya Dia meminta izin pada Ibu Panti.
Kedua adik Adrian tentu begitu senang saat Naya menginap di rumah mereka.
"Kak Nay tidur bareng aku aja ya" kata Andin
"Mera ikutt, Mera juga mau todur sama Kak Nay" kata Amera antisias
Adrian merangkul pinggang Khanaya yang duduk di sampingnya "Enak aja, Kak Naya sama Abang malam ini"
Perkataan Adrian langsung mendapatkan tatapan tajam dari keluarganya.
"Jangan macem macem Bang. Udah biarin aja Naya tidur sama adik adik kamu" kata Ayah Deni
Adrian menggaruk tengkuknya yang tidak gatal "Hehe. Maaf Yah, iya Naya tidur sama mereka malam ini"
Khanaya hanya menahan senyum melihat Adrian yang tidak bisa berbuat apa apa saat Ayahnya bertindak.
"Sabar ya, nikahin dulu makanya" bisik Naya di telinga Adrian
"Tunggu saja, kalau kau sudah menjadi istriku. Jangan harao bisa berjalan setelah malam pertama kita" bisik Adrian
Ish.. Kenapa Dia jadi mesum begini si.
Setelah cukup lama berbincang bincang dengan keluarga Adrian. Kini sepasang kekasih itu sednag duduk di kursi kayu yang ada di halaman rumah. Menatap langit malam yang terlihat indah malam ini.
"Yank, kayanya aku mau caro kost aja deh" kata Khanaya memulai pembicaraan
Adrian menoleh "Emang kenapa tiba tiba kamu mau cari kos?"
"Aku udah kuliah, sudah terlalu besar jika terus tinggal di Panti. Apalagi sekarang juga anak Panyi semakin bertambah, ya meskipun banyak juga yang di adopsi oleh orang tua angkat. Tapi, sekarang aku rasa sudah waktunya aku mandiri" jelas Khanaya
Adrian mengelus kepala Adrian "Ya udah, aku akan selalu dukung apa yang terbaik untukmu. Tapi aku gak bisa menemani kamy buat cari kost"
Naya tersenyum "Gak papa kok, aku bisa sendiri untuk cari kosan"
"Yaudah, kalau nanti udah dapet tempat kost nya. Kamu langsung hubungi aku dan kasih tau aku dimana alamatnya. Kalau bisa cari kost yang khusus untuk perempuan" kata Adrian. Khanaya hanya mengangguk saja.
Bersambung
ku tunggu karya slanjutnya kak😉
thank kaka akhirnya happy ending ,