Hai readers kesayangan.
Kembali lagi bersama Author
kali ini cerita nya tentang anak sekolah ya
yang bernama Freya dan Gardan .
ikuti terus gimana kisah cinta dua pasangan muda mudi ini.
No Wa.082187884540
ig : Nr_trisyaae21
jangan lupa follow ya
and SV no WA nya Trisya
jangan lupa follow akun ig gue ya @nrtrisyaae21
jangan lupa vote ya guasy
***
jangan lupa vote dan komen ya
salken
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nr_trisyaae 21, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gardan Kerasukan Jin
****Happy reading pembaca setia 😘😘😘
Jangan lupa tinggalkan jejak ya biar author makin semangat nulisnya ❤️❤️❤️
I love you ❤️
🌹🌹🌹
Sekitar beberapa jam perjalanan dari Bandung ke Jakarta .
Akhirnya Mereka sampai juga .
Freya membuka kasar pintu mansion membuat seisi mansion kaget. Kini Freya menatap tajam ke arah paman nya yang
memang sekarang berada di mansion
milik Daddy Freya menyengirrr tak berdosa.
"Uncle KENAPA HAMILIN AUNTY!!!" jerit Freya memukul lengan Paman nya kesal.
Bukannya merasa sakit, justru Devan malah tertawa kencang. "Ampun, Frey Uncle khilaf nak sampe kebobolan."
"Sangar anak Daddy"Celetuk David .
"Sini duduk sama mommy. Jangan dipukulin terus Pukul Uncle kamu, kasian pasti sakit itu," ucap Ayunda.
Devan menjulurkan lidahnya meledek Freya. "Sana pergi!"
Freya yang mendengarnya pun bertambah kesal. Tanpa perasaan Freya mengigit tangan Devan membuat si empunya menjerit kesakitan. David yang melihat iparnya tersiksa pun tertawa terbahak-bahak. Buru-buru Ayunda menarik tangan Freya menjauhi Devan dan membawanya untuk duduk di sofa.
Sedangkan istri nya Devan Hanya tertawa melihat tingkah keponakan dan suami nya itu.
Mata Devan berkaca-kaca seperti bocah yang akan menangis. Ia menatap tangannya yang memerah terdapat bekas gigitan Freya.
"Apa? Mau marah?!" tanya Freya galak. Sontak Devan menggelengkan kepalanya. Freya bila sedang marah persis seperti Adik nya, sangat galak melebihi anjing yang tidak diberi makan.
"Nanti kalo Uncle ngajak main, jangan mau Aunty"Ucap Freya kepada istri Devan
Sontak Devan melotot mendengar ucapan Freya. "Ga,bisa gitu dong."
"Bo-"Ucapan Freya terpotong
"Udah-udah, jangan berantem terus. Mommy pusing misahin kalian." desis Ayunda.
"Usia kandungannya berapa bulan Aunty?" tanya Freya.
"4 minggu." jawab Istri Devan.
"Kamu harus banyak istirahat mbak Lil , jangan terlalu banyak beraktifitas. Kalo perlu kamu pisah ranjang sama Kak devan aja ," ucap Ayunda. Mendadak wajah Devan cemberut mendengar ucapan adik nya itu.
"Sukurin." ledek David.
Freya tertawa puas melihatnya. Ia pun berpamitan masuk ke dalam kamarnya untuk mengganti pakaiannya. Saat melewati David, Freya memasang wajah menyebalkan membuat Devan semakin kesal.
***
Freya mendengus, Lila menyuruhnya membeli 10 es krim dengan alasan sedang ngidam. Mau tidak mau Freya harus menuruti perkataan Aunty nya itu ,jika nanti sepupu nya tidak mau ileran. Karena malas membawa mobil, Freya lebih memilih berjalan kaki menuju supermarket terdekat.
Freya memasuki supermarket, ia mengambil es krim pesanan Lila lalu mengambil beberapa cemilan. Tidak lupa juga ia membeli roti sobek karena ia sedang datang bulan. Ia pun langsung ke kasir untuk membayar semua belanjaannya.
"Lima ratus peraknya mau di donasikan kak?" tanya kasir tersebut.
menggelengkan kepalanya. "Tanggung,donasiin semuanya aja kembaliannya."
Setelah mengatakan itu, Freya keluar dari supermarket. Ia memakan beberapa yupi yang ia beli tadi.
Entah mengapa sedari tadi Freya merasa seperti ada yang mengikuti dirinya. Tapi saat ia menengok ke belakang, tidak ada siapapun. Bulu kuduk Freya berdiri, jalanan yang gelap dan sepi membuat dirinya takut.
Srettt!
Baru saja Freya akan berteriak, seseorang sudah lebih dulu membekap mulutnya lalu membawanya ke gang sepi. Bahkan kini tubuh Freya dihimpit oleh sosok laki-laki yang ada dihadapannya saat ini.
Penerangan yang minim cahaya membuat Freya tidak mengenali laki-laki tersebut.Freya membelalakkan matanya saat lelaki yang ada dihadapannya ini melepaskan tudung hoodie-nya.
Gardan menatap Freya tajam dan intens. "Jangan menjauh!"
Freya meneguk salivanya susah payah.
Keringat dingin mulai mengalir di pelipisnya. Jantungnya pun berdegup kencang saat baru menyadari posisi mereka saat ini begitu intim. Ingin rasanya ia mendorong tubuh Gardan agar menjauh, tapi rasanya sangat sulit.
Entah keberanian dari mana, Freya langsung mengigit tangan Gardan yang membekap mulutnya membuat si empunya meringis.
"Minggir!" ketus Freya. Belum ada selangkah FREYA pergi, Garan kembali menarik tangan Freya membuatnya kembali dihimpit oleh Gardan.
"Jangan jauhi gue!" desis Gardan.
"Se-"
Cup
Setelah mengecup pipi Freya sekilas, Gardan langsung membalikkan badannya pergi meninggalkan Freya yang diam mematung.
"GARDAN SIALAN!" teriak Freya kesal.
Gardan yang mendengar itu pun menyunggingkan senyum tipis, sangat tipis.
Senang rasanya melihat rona merah di pipi Freya tadi.
Freya mengumpati Gardan dalam hati. Ia menatap punggung Gardan yang mulai menjauh, sedetik kemudian ia memegangi pipinya yang terasa memanas. Ingin rasanya Freya menghilang dari bumi.
Tidk ingin kepikiran Freya memutuskan untuk pulang.
🌄🌄🌄
Keesokan harinya
Mengingat kejadian kemarin, Freya benar-benar malu. Sebisa mungkin Freya menghindar dari Gardan, ia tidak peduli pada ucapan Gardan kemarin. Bahkan saat jam istirahat, Freya tidak ke kantin. Ia hanya menitip makanan pada Teman nya saja .
Freya merasa bosan. Jam istirahat masih berlangsung, teman-temannya pun belum kembali dari kantin. Ia memutuskan untuk mengerjakan tugas-tugas yang seharusnya dikumpulkan minggu depan.
Mendadak Freya ingin buang air kecil. Ia pun menutup bukunya lalu lari terbirit-birit keluar kelas menuju toilet. Sangking cepatnya Freya berlari, ia tidak sengaja menabrak beberapa siswa-siswi yang berlalu-lalang.
Brakk (Suara pintu yang di buka dengan kasar)
Freya membuka pintu toilet kasar membuat beberapa perempuan yang ada didalamnya kaget. Tanpa menghiraukan cibiran mereka, Freya masuk ke dalam salah satu bilik toilet.
Setelah selesai membuang air kecil, Freya keluar dari dalam toilet. Saat akan kembali ke kelasnya, tiba-tiba Freya merasa gugup. Pasalnya didepannya saat ini ada Gardan yang berjalan ke arahnya.
Freya mencoba tenang. Ia berjalan santai berlawanan arah dengan Gardan.
"I love you , Sayang nya Gardan." bisik Gardan saat melewati Freya, dengan senyuman Misterius.
🌹🌹🌹Bersambung ❣️❣️❣️
******Jangan lupa tinggalkan jejak ,biar author makin semangat nulisnya ❤️❤️❤️
Mohon maaf jika Masih ada kekurangan kata dalam Karya saya 🙏🏻🙏🏻
Jangan lupa***
📌vote
📌Komen
📌Like
📌Rate bintang lima nya
📌Dan share
Setiap yang kalian tinggal kan adalah keberuntungan bagi Author 🎗️
i love you ❤️
Jangan lupa mampir ke karya author yang lain ya 🌹
Makasih banyak buat yang udah mau komen ,like dan vote karya author🙏🏻**.
sayang banget