Tak lebih indah dari intan permata
Mengurai ketulusan persemaian jiwa
Bukan dahaga pengemis duka
Bukan lara pelerai luka
Ikatan yang tak pernah berdiri
Diatas panggung perintih hati
Meski harus menari
Diatas duri-duri yang berbisik lirih
Demi ikatan yang berarti abadi
Sampai mata ini tertutup rapi
Dihadapan sang Ilahi.
***
Nadya Syafina (Nadin) harus rela dicabut uang bulanan nya oleh ayahnya. Setelah menolak dijodohkan dengan anak rekan bisnis ayahnya yang ternyata adalah mantan pacar Nadin.
Tanggung jawab terhadap Bunda nya yang sedang sakit dan adik kesayangannya memaksanya bekerja di sebuah kantin perusahaan.
Bagaimana Jika Bos perusahaan itu adalah musuh bebuyutannya dan seorang yang diam-diam mengaguminya dimasa lalu?
Bagaimana juga jika mantannya masih mengejarnya dan mengharapkannya kembali?
Lalu siapa yang akan dipilih Nadin?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nasya kamila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21 Cowok Mesum
"Mau makan jeruk ,tolong kupasin dong hon"Ucap seorang laki-laki sambil tersenyum sok manis kearah ku.
Lepaskan aku jijik aku benci aku jijik sama mas. Asli jadi pengen main tik tok an gara-gara Titan yang manja-manja sama aku sejak semalam.Han hon han hon apaan?itu bukan nama ku kale.
Yup disinilah aku sekarang di ruang rawat Titan, dari semalam aku harus jagain Titan gara-gara Mama Sonia yang gak bisa jagain Titan karena beliau juga harus jagain Devan di rumah dan tentunya bukan karena itu saja, tapi aku juga merasa bersalah pada Titan jadi aku menerima permintaan itu.
Yang aku tidak habis fikir adalah? Bisa-bisanya lelaki dewasa itu begitu menyebalkan saat sakit. Sampai-sampai kepalaku berasa mau pecah karena harus menuruti semua permintaannya.
Nadin-nadin kalau saja kemarin kamu gak berbuat yang aneh-aneh pasti saat ini kamu bisa tidur sepuasnya dirumah. Apalagi sekarang kan weekend dan Devan juga lagi sama Mama Sonia.
" Kupas yang bener dong hon, itung-itung kamu belajar jadi istri yang benar. Itu masih ada putih-putihnya masak iya kamu mau kasih aku itu juga bisa makin parah diare ku nanti"Celoteh nya lagi
Hello
Mana ada makan serat jeruk bisa bikin orang makin diare kok baru denger aku. Yang ada itu serat banyak manfaat nya kali. Kalau gak percaya sana buka mbah goggle.
Ya Salam
Masa iya aku yang harus makan serat jeruk ini. Itung-itung ngurangi kolesterol gara-gara menghadapi makhluk yang bernama Titan ini.
"Udah sih Tan, yang penting kan kamu gak makan sama kulitnya. Ini cuma putih-putihnya doang gak akan berasa kalau di makan"Ucapku akhirnya. Siapa coba yang bisa tahan, ngambilin nya susah tapi makannya cepet banget.Enak di Titan tinggal mangap doang.
" Gak mau ah, geli aku kalau makan buah itu tapi masih ada seratnya"Tolak nya.
"Kenapa tadi gak milih buah yang lain aja sih" Gerutu ku
"Ya karena aku sukanya sama buah jeruk gak suka sama yang buah yang lain. Mau tau gak alasan nya kenapa? "
"Hemmmm" jawabku malas
"Ka-re-na buah jeruk itu rasanya asam-asam manis kayak kamu"
"Hah" Ucapku melongo. Maksudnya apa coba dia ngomong kayak gitu.
"Gini lo hon, kamu itu kan galak banget sama aku tapi asli bikin kamu tambah manis aja di mata aku" Ucapnya tanpa dosa.
Amazing
Kayaknya nih laki benar-benar udah miring.Kepentok di mana nih orang. Mana ada orang galak di bilang manis. whatever lah suka-suka dia aja. Aku sih ngikut aja dari pada ikut stres gara-gara ngadepin cowok satu ini.
Tapi ini udah sore lo kok gak ada tanda-tanda Mama Sonia kesini sih. Masak iya aku harus nungguin Titan lagi malam ini.
Tidakkkk....
Aku kangen kasur ku, aku kangen ngilerin boneka panda kesukaanku lalu ngendusin baunya. Pokoknya aku harus bisa pulang hari ini.
"Tan? Mama kamu gak kesini apa? Masa iya tega banget gak nengokin kamu lagi" Aku pun memberanikan diri untuk bertanya.
"Mama kalau weekend gini jadwalnya ngajakin Devan jalan-jalan pulangnya ya besok"
"Hah... jadi artinya aku harus nungguin kamu lagi gitu disini, malam ini" Ucapku memelas. Bukannya marah Titan malah mentertawakan ekspresi ku.
"Kenapa hah? Kamu gak mau nungguin aku gitu? " Tanya nya pura-pura marah. Lalu merubah posisinya dari tiduran jadi duduk.
"Eh gak gitu sih" Aku segera merubah ekspresi melas ku jadi serius. Ya aku harus sadar diri, Titan sakit kan gara-gara aku juga.
"Terus apa kalau gak gitu. Masih untung lo kamu cuma aku mintain nungguin aku. Coba kalau aku minta pertanggungjawaban yang lain"
Oh no
Jangan-jangan Titan berniat ngelaporin aku kepolisi lagi.
Bunda.... Nadin gak mau di penjara. Nadin gak mau kumpul tante Cabelita yang lagi dipenjara.
"Aku gak maksud gitu kok Tan? Iya aku bakalan nungguin kamu sampai sembuh. Tapi jangan laporin aku ke polisi ya please " Ucapku sambil menangkup kan kedua tanganku. Titan malah tersenyum.
"Kamu lucu banget deh hon, mana ada aku mau laporin kamu ke polisi"
"Itu tadi kamu minta pertanggungjawaban" Ucapku polos sehingga tawa Titan jadi menggelegar.
"Kamu yakin banget kalo bentuk permintaan pertanggungjawaban itu aku ngelaporin kamu ke polisi? "
"Lalu kalau bukan itu apa dong? " Tanyaku penasaran.
"Sini deh kalau kamu mau tau, aku bisikin" Mau tak mau aku pun mendekat kearahnya dengan pasrah.
"Bentuk pertanggungjawaban nya adalah..... " Titan menjeda sebentar ucapannya seolah membuatku semakin penasaran. Tapi emang aku penasaran banget.Kira-kira apa ya? Semoga otak mesumnya gak lagi kumat.
"Jadi bentuk pertanggungjawaban adalah kamu nikahin aku"
Nah lo kan benar. Dengan reflek aku menoyor kepala Titan. Biar deh di bilang gak sopan. Habisnya dia yang dahuluin sih.
"Tuh kan kamu noyor kepala aku. Kayaknya aku beneran harus minta pertanggungjawaban kamu deh.Gimana kalau aku jadi gagar otak terus gak ada yang mau nikah sama aku" Ucapnya tanpa rasa bersalah.
"Gak ada ya, mana ada bentuk pertanggungjawaban kayak gitu. Emang aku perkosa kamu apa" Ucapku sewot.
"Boleh-boleh kalau kamu mau. Asal kamu nikahin aku ya?"Aku sampai tepuk jidat karena ucapan Titan.
Mimpi apa aku semalam Tuhan. Baru nemu aku anak laki kayak gini. Mana ada laki-laki minta di perkosa gara-gara minta di nikahin. Gak kebalik apa.Benar-benar harus dibawa ke psikiater nih orang.
" Sumpah aku tinggal sendirian kalo kamu makin ngawur omongannya"Ancamku, bukan nya marah tapi Titan malah tertawa.
" Bercanda kali Nad. Aku gak mungkin paksa kamu mau buat nikahin aku. Kecuali kamu benar-benar sudah cinta kepadaku.Aku pasti tunggu kamu kok "
Huh lega rasanya. Kirain nih orang beneran taunya cuma godain aku doang.
"Tadi aku udah hubungin Pak Ridwan suruh jemput kamu, mungkin sebentar lagi teman kamu yang gak mau di panggil gendut itu akan datang jemput kamu. Aku gak mau kamu pulang sendirian"
Meskipun mesumnya tingkat tinggi ternyata Titan orangnya perhatian.
"Lalu kamu? " Tanyaku balik. Gak mungkin dong aku ninggalin Titan sendirian di sini.
"Cie yang udah perhatian?" Ucapnya sedikit menggoda
"Apaan sih" Ucapku jutek
"Gak usah gitu deh, makin cantik tau kalau manyun-manyun gitu.Tenang aja hon, aku udah nyuruh Bayu kok untuk nemenin aku malam ini ,jadi kamu gak usah khawatirin aku gitu"
"Ck mulai deh,tapi beneran kan? "
"Suer, tapi kalau kamu masih gak tega ninggalin aku kamu bisa bermalam lagi disini. Tapi boboknya jangan di kursi lagi entar kamu capek. Boboknya disini yah" Ucap Titan sambil menepuk ranjang sebelah nya sambil tersenyum jail.
"Titannnnnnnn dasar cowok mesummmm" Teriakku sambil memukuli pundaknya dan hap. Titan menangkap kedua tanganku. Suasana seketika jadi sunyi dan hanya kedua mata kami yang saling bertemu dengan jarak yang begitu dekat dan Titan semakin mendekat kearahku.
Mau ngapain coba nih cowok. Entah kenapa jantungku berdegup kencang dan aku gak bisa marah-marah seperti tadi,aku hanya memejamkan mataku saja mencoba menghilangkan rasa gugupku. Hingga........
Ceklek
Suara gagang pintu terbuka dan kami serentak menoleh ke pintu, masih dengan posisi yang sangat dekat.
*
*
*
mf y thor,ini cm pendpt q sndr aja🙏