NovelToon NovelToon
In Times Of Rain

In Times Of Rain

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Cintapertama / Contest / Romansa-Teen school / Tamat
Popularitas:97k
Nilai: 5
Nama Author: Mila Y

Berawal dari menolong seorang laki-laki yang habis-habisan di hajar oleh ketiga preman. Maila juga harus bertemu kembali dengan laki-laki itu di sekolah barunya. Yang ternyata laki-laki itu adalah kakak kelasnya sendiri, yang merupakan laki-laki populer di sekolah. Yang ternyata namanya adalah Larbi.


Bukan hanya itu. Larbi juga terus mengusik dirinya. Sehingga, membuat Maila sebal pada Larbi sendiri. Namun, tanpa mereka sadari. Pertemuan mereka ada hubungannya dengan masa lalu mereka sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mila Y, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dalam Masalah.

"Hufftt!!!" Aku menghela nafas dan sedikit engos-engosan berlari sampai ke sini, aku panik dan aku khawatir.

"Kenapa sih mereka kesini? Kan gue bilang ke Aleta kalo gue sakit. Terus kenapa juga mereka tahu alamat rumah gue? Oh iya, dulu Larbi pernah mengantarkan gue pulang saat hujan, walaupun agak jauh dari rumah." Ucapku dengan sebal pada diriku sendiri. Rini dan Lita akan segera datang kesini, dan disini pun ada tawon menyebalkan itu. Kalau cuman Aleta saja yang datang kesini tidak apa-apa, tapi jika ada tawon menyebalkan itu. Jika Rini dan Lita melihat dia di rumahku. Mereka akan mengira jika aku ada apa-apa dengan dia.

Ah menyebalkan!!! Aku pun berfikir sesaat.

Sekarang aku punya ide. Aku akan mengabari Lita dan Rini di grup kalau aku tiba-tiba sakit. Jadi mereka berdua tidak jadi datang ke rumahku. Ah iya, benar juga!!!

Aku mengambil ponselku dan membuka grup Three Mukeester. Untuk mengabari mereka berdua.

Three Mukeester.

Maila

Kalian berdua udah sampai dimana?

Jerry/Lita

Ada di pom bensin, motor gue kehabisan bensin.

Maila

Maafin gue ya, maafin gue sekali lagi. Kalian jangan datang ke rumah gue. Karena tiba-tiba gue mendadak sakit. Mungkin karena kebohongan tadi. Jadi gue kena batunya.

Jerry/Lita

Sakit? Yang bener lo?

Tom/Rini

Emangnya lo tiba-tiba sakit apa?

Maila

Iya, tiba-tiba gue sakit perut. Udah ya!

Aku mematikan ponselku. Dan sekarang aku sudah mulai lega. Sekarang apa yang harus aku lakukan selanjutnya?

"Maila! Ada teman kamu, turun ke bawah sekarang!" teriak ibuku memanggilku dari bawah.

"Iya bu!" Jawabku. Sekarang aku harus mengganti pakaianku, dan sekarang aku juga harus mengambil pakaian biasaku di lemari dan menggantinya. Setelah menggantinya aku harus menghapus make up ku yang berada di wajah sampai bersih. Agar terlihat pucat di wajah, aku memakai bedak putih dengan tipis ke wajahku, sampai ke bibirku juga. Aku melihat diriku di depan cermin, nampaknya wajahku sudah pucat. Sekarang saatnya aku turun ke bawah. Aku berjalan dengan perasaan lemas, agar memang terlihat sakit.

Nampak Aleta, Larbi, dan juga ibu sedang duduk di sofa saling berbincang-bincang. Saat ibu melihatku, ibu nampak terkejut.

"Maila, kamu kenapa? Kok pucat begitu?" tanya ibuku sedikit khawatir padaku. Aku langsung duduk di dekat ibu, ibu tiba-tiba memegang jidatku mungkin untuk memeriksa badanku panas atau tidak. Aku sedikit khawatir jika ke pura-pura an sakitku akan terbongkar.

"Kamu sakit? Tapi kok badan kamu biasa aja, nggak panas kok," ucap ibuku, dan aku sedikit panik dengan hal ini.

"Eummm, Maila flu bu. Hhhuaaaacimm," ucapku dengan pura-pura bersin.

"Terus batuk juga, uhuk... Uhuk.. Uhuk.. " ucapku lagi dengan pura-pura batuk.

"Kita ke dokter ya?" tanya ibu dengan khawatir padaku.

Gawat!!! Kalau aku di periksa ke dokter, maka aku akan ketahuan jika aku pura-pura sakit.

"Jangan bu, Maila sudah minum obat kok. Ini juga udah lumayan sedikit sembuh. Uhuk.. Uhuk.. Uhuk..." jawabku dengan berbohong.

"Oh ya, Aleta kenapa kesini?" tanyaku dengan dengan suara yang sumbang, agar terlihat benar-benar sakit.

"Maaf ya kak, kami berdua kesini tidak bilang ke kakak terlebih dahulu. Aleta bilang ke bunda kalo kakak sekarang sedang sakit, terus bunda khawatir sama keadaan kakak. Jadi bunda bikin bubur, lalu menyuruh kami berdua untuk memberikan bubur yang sudah di buat bunda sambil menjenguk kakak yang sedang sakit. Dan kebetulan kak Larbi tau alamat rumah kakak, katanya kak Larbi pernah mengantarkan kakak pulang sekolah," ucap Aleta dengan sedikit panjang lebar. Sedangkan aku hanya terdiam. Niat mereka sangat baik, tapi aku malah membohongi mereka.

Aku benar-benar bodoh karena membohongi mereka, padahal mereka sangat baik padaku.

"Iya nggak papa kok. Tapi itu terlalu merepotkan kalian datang kesini," ucap ku sedikit bersalah dengan dengan perbuatanku sendiri.

"Tidak merepotkan kok. Lagian menjenguk orang sakit itu sudah seharusnya," ucapnya yang membuatku semakin merasa bersalah.

"Ini kak buburnya, dan ini pakaian kakak yang basah karena tercebur ke kolam renang. Sekarang baju nya sudah kering, " ucapnya lagi sambil memberikan sebuah kotak makan yang isinya bubur, beserta plastik yang isinya bajuku padaku, dan aku pun langsung menerimanya.

"Tercebur ke kolam renang? Kamu tercebur ke kolam renang? Bukannya kamu nggak bisa berenang?" tanya ibu ku nampak terkejut mendengar hal itu dan aku hanya mengangguk untuk mengiyakan. Ibu memang sangat khawatir jika aku berenang, karena aku punya trouma. Bahkan ibu selalu melarangku untuk dekat-dekat dengan kolam renang yang ada rumah ku ini.

"Siapa yang menyelamatkan kamu? Nggak mungkin kan kamu bisa berenang sendiri?" tanya ibuku. Dan aku hanya melirik ke arah Larbi.

"Dia," ucapku sambil menunjuk ke arah Larbi. Ibu langsung menoleh ke arahnya.

"Oh kamu. Aduh makasih ya mau nolongin Maila. Dia itu nggak bisa berenang karena trouma. Saat kecil dia pernah tenggelam di kolam renangnya sendiri, tapi untung ada ayahnya yang langsung menyelamatkannya. Semenjak saat itu dia takut sama kolam renang, dan bahkan ibu selalu melarangnya untuk tidak dekat-dekat dengan kolam renang," ucap ibuku pada Larbi dengan sedikit bercerita padanya. Larbi hanya tersenyum untuk menanggapi.

"Iya sama-sama tante," ucapnya dengan tersenyum ramah.

"Ayo kak di makan buburnya. Nanti keburu dingin," ucap Aleta padaku, dan aku pun mengangguk untuk mengiyakan. Aku membuka tutup kotak tersebut. Nampak bubur yang terlihat enak di dalam kotak makan yang ku pegang ini. Aku mencoba mencicipi bubur tersebut dengan sendok yang sudah tersedia. Saat aku mencicipinya, rasanya sangat enak sekali. Bahkan aku ingin menghabiskan bubur tersebut.

"Ini minum nya, silahkan di minum," ucap bi Ina dengan meletakan nampan yang berisi jus dalam gelas ke atas meja.

"Silahkan di minum, kalian berdua pasti haus," ucap ibuku pada Aleta dan Larbi.

"Terima kasih tante," ucap Aleta dan Larbi bersamaan.

"Bi ambilkan cemilan juga buat mereka ya!" suruh ibuku pada bi ina.

"Iya bu, saya ambilkan sekarang," jawab bi Ina sambil berlalu pergi untuk mengambilkan cemilan.

"Tidak usah repot-repot tante," ucap Aleta.

"Nggak papa kok," ucap ibuku.

"Ngomong-ngomong kalian berdua ini adik kakak?" tanya ibuku sedikit basa-basi.

"Iya kami adik kakak," jawab Aleta.

"Pantas saat dari tadi tante liat-liat kalian berdua sangat mirip. Yang perempuan cantik, yang laki-laki nya pun ganteng. Pasti di pengaruhi gen orang tuanya," ucap ibuku sambil memuji mereka. Mereka hanya tersenyum menganggapi.

"Oh ya. Nak Larbi ini satu sekolah ya dengan Maila? Katanya pernah mengantarkan Maila pulang dari sekolah. Satu kelas kah?" tanya ibuku.

"Iya tante kita berdua satu sekolah. Hanya saja saya sudah kelas 12," jawab Larbi.

"Oh berarti kakak kelasnya Maila," ucap ibuku dan Larbi hanga mengangguk.

"Tante boleh saya minta izin ke kamar kecil?" tanyanya.

"Boleh. Kamar kecilnya ada disana, dekat dapur. Kalo nggak tau kamu tanyakan bi Ina disana saja ya!" jawab ibuku sambil menunjuk ke arah toilet khusus tamu.

"Iya tante. Permisi!" ucapnya sambil berjalan menuju toilet tamu tersebut.

Tett.. Tett.. Tett..

Bell rumah berbunyi, tandanya ada tamu yang datang ke rumah.

"Siapa ya? Bentar coba ibu buka pintu dulu," ucap ibuku sambil beranjak ke luar untuk membuka pintu tersebut.

"Enak banget buburnya," ucapku pada Aleta.

"Ya pasti dong, itu kan buatan bunda," ucap Aleta. Saat aku menikmati bubur, aku terkejut ketika melihat tamu yang datang.

"Uhuk... Uhuk.. Uhuk.." Aku terbatuk ketika makan bubur karena terkejut, Aleta pun mengambil segelas air putih yang sudah di sediakan bi Ina tadi. Ia menyodorkan air minum tersebut padaku, dan langsung saja ku tekluk air putih itu.

Kenapa mereka berdua malah kesini sih? Aku kan sudah bilang jangan kesini karena aku sakit.

"Maila lo sakit?" tanya Lita nampak khawatir padaku sambil duduk di sebelahku.

"Ya," jawabku singkat.

"Kenapa kalian kesini? Gue udah bilang kan jangan kesini," ucapku sedikit berbisik pada Lita.

"Ya kami kesini buat menjenguk lo. Katanya lo sakit," ucapnya lagi. Ia pun melirik ke arah Aleta, dan menatap bingung ke arahnya.

"Ini siapa? Adiknya Maila ya?" tanya Lita pada Aleta.

"Bukan. Aku temannya Maila kak," jawab Aleta.

"Kalo di liat-liat dia mirip.... Orang yang kita kenal, dan orang yang pernah kita temui. Tapi gue lupa siapa ya? " ucap Rini dengan memandangi Aleta.

"Iya mirip seseorang yang kita kenal. Kalo bukan adiknya Maila terus siapa?" ucap Lita dengan mendekati Aleta dan memandangnya.

"Aleta itu adiknya La--" Aku langsung memotong ucapan ibu.

"Aduh! Aduh sakit perut lagi!" ucapku yang memotong ucapan ibu, setelah meletakan kotak makan yang isinya bubur ke atas meja di depanku. Aku pura-pura sakit perut agar ibu tidak bilang jika Aleta adalah adik Larbi. Untung Larbi ada di toilet tamu.

"Maila kenapa?" tanya ibuku nampak panik.

"Sakit perut bu," jawabku. Dengan memegangi perutku, padahal aku hanya pura-pura sakit perut.

"Ibu, bukannya ayah dan ibu mau ke rumah nenek ya hari ini? Katanya ada urusan penting yang harus di omongin sama nenek, " ucapku untuk mengalihkan ibu. Dan aku baru ingat tentang itu.

"Ah iya, ibu sampai lupa. Kalo begitu ibu dan ayah pergi dulu ke rumah nenek. Kamu disini istirahat ya biar sembuh, kalo perlu apa-apa panggil bi ina aja," ucap ibuku dan aku mengangguk untuk mengiyakan. Ibu beranjak pergi untuk menemui ayah. Akhirnya berhasil juga.

"Tenang aja Maila. Kita berdua ada disini buat menjaga lo," ucap Lita padaku, dan Rini mengangguk untuk setuju.

"Aleta juga." Timpal Aleta.

Gawat!!! Kalau begini aku harus bagaimana lagi. Ini lah masalah yang harus ku tanggung karena berbohong? Mungkin kalau aku jujur, ini tidak akan terjadi. Dan seharusnya aku tidak mengikuti saran bodoh Lita.

Jangan lupa like, komen, vote, dan rate.

1
Ai laelasari
Aku udah mampir kak, jangan lupa mampir di novel aku ya "MY TROUBLE MAKER SECRET HUSBAND"
auliasiamatir
mari saling dukung yah Kaka auyhor
Lee anna
kok kota kediri? othor berasal dari kediri kah?
Hiatus: Hehe bukan, Author bukan orang Kediri. itu cuman pantun 😅🙏
total 1 replies
Ria Diana Santi
Alhamdulillah kalau kamu senang Maila! Aku juga ikut senang! 🥰

Oh, jadi gitu. Syukurlah, ingatan kamu balik Larbi. Semoga, kalian bisa semakin dekat lagi, ya!🥰🥰

Benar! Cinta pasti akan ada coba dan uji. Tidak mungkin akan selalu mulus² saja. 👍🏻❤️

Tetap semangat ya Dek! Semoga, Allah selalu menjaga dan melindungi kamu serta membimbing kamu di mana dan kapanpun itu. Sehat terus! Aamiin!!

Sukses terus buat kamu, Dek!🥰👍🏻❤️
Ria Diana Santi: Aamiin ya rabbal alamin!🙏🏻🥰 🤲🏻❤️🤗 Makasih banyak doanya, Dek.
total 2 replies
Ria Diana Santi
Pasti lah rasa rindu itu menguasai dirimu, Maila! Apalagi, kalian terpisah ruang, jarak dan waktu. 😔😔
Ria Diana Santi
Apa tuh yang dititip ke Anggi oleh Maila?🙄🙄
Ria Diana Santi
Buku diary itu bertuliskan kisah cinta kalian yang teramat indah, Maila. Larbi ... ayo kembali ... 🥺🥺
Yukity
mampir lagi Thor..
like😍
TK
next Thor
Mila sari
bakal rindu mereka😪😪
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
dah end ya☺️
tetap semangat thor
ditunggu karya barunya💪
Lenkzher Thea
Keren thor, lanjut 👍❤❤❤
IG: Saya_Muchu
lanjut
Lenkzher Thea
Lanjut ka semangat 👍❤❤❤💪💪
Roselia Dufan
next thorr
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
semangat💪☺️
Ria Diana Santi
Ini namanya ujian hidup, Maila!

Kita tidak bisa menentang takdir yang sudah di tetapkan! 🤧🤧
Mila sari
lanjut thor
Roselia Dufan
smangattttt thorr
Lenkzher Thea
Lanjut ka mila, 👍❤❤❤
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!