NovelToon NovelToon
HIMAWARI

HIMAWARI

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Cintamanis / Contest / Romansa-Teen school / Tamat
Popularitas:63.3k
Nilai: 5
Nama Author: flowel

Bercerita tentang seorang gadis SMA kelas 2 bernama Ran. Diam-diam Ran jatuh cinta pada teman barunya bernama Saka. Saka adalah murid pindahan yang memiliki kehidupan yang nyaris sempurna. Cinta Ran pun berbalas. Namun, ternyata ada satu hal yang membuat mereka ngga dibolehkan untuk pacaran lebih dari 30 hari. Sebuah rahasia yang ngga ada satu orang pun di sekolahnya tau tentang kehidupan Ran, dan hal itu membuat Saka sangat penasaran. So, what is Ran’s secret?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon flowel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 20

Ale menghentikan langkah kakinya saat ia mau membuang sampah di halaman rumah susun. Matanya tertuju pada seorang siswa berseragam SMA yang berdiri tak jauh dekat pagar.

Sosok anak laki-laki yang tak asing baginya itu membuatnya terdiam cukup lama sambil melihat ke arahnya.

Saka. Teman baru di kelas Ran yang membuat Ale merasa cemburu belakang ini. Tak bisa dipungkiri kalo sosok Saka membuat Ale takut kehilangan Ran.

“Apa yang buat aku cemburu sama anak laki-laki itu?” Ale pun mempertanyakannya.

Cinta membuatnya jadi kehilangan kontrol. Bahkan sebagai pria dewasa, ia merasa malah menjadi seperti anak kecil yang bersikap sinis pada Saka. Bukannya membuat Ran bahagia, sikap kekanak-kanakannya malah membuat Ran terus bersedih.

Ale mulai menyadari ketidakadilannya pada kehidupan cinta Ran.

Drrrrdddd…drrrdddd…drrrrddd…

Getaran hp berhasil membuyarkan lamunannya. Ale segera mengambil hpnya dari saku celana. Satu panggilan masuk dari kantor, namun Ale tak mengangkatnya. Ia hanya melihatnya dan kembali memasukkan hpnya ke dalam saku celana.

Ale pun segera membuang sampah, lalu bergegas bersiap untuk pergi ke kantor.

Namun saat ia ingin kembali ke atas, langkahnya kembali tertahan walau hanya sejenak sambil melihat kembali ke arah Saka. Tapi getaran hp kembali melepas lamunannya.

***

Sebelum membuka pintu rumah, Ale memikirkan sesuatu. Sampai akhirnya daun pintu ia tarik lalu masuk ke dalam rumah.

“Ran lagi ngapain?” Tanya Ale.

“Lagi mau bersih-bersih rumah.” Jawabnya, sambil menyiapkan vacuum cleaner di ruang tengah.

Ale berjalan menghampiri Ran, lalu mengambil vacuum cleaner dari tangan Ran seraya mengatakan “Biar Abang aja yang bersihin.”

“Jangan. Bang Ale kan mau berangkat aja.”

“Ngga apa-apa Ran.”

“Tapi nanti Bang Ale telat lho ke kantor. Aku udah sehat kok, jadi Bang Ale ngga usah khawatir.” Kata Ran, sambil menunjukkan tubuh sehatnya.

Ale tersenyum melihatnya. Tapi ia tetap melarang Ran untuk bersih-bersih, karena Ale

“Abang mau minta tolong Ran untuk beliin sabun mandi di mini market depan.” Kata Ale, sambil memberikan uang pada Ran.

“Oke kalo gitu.” Sahutnya, dengan senang hati.

Ia pun segera pergi ke mini market.

Tapi…

“Ran, tunggu.”

Ran langsung menahan daun pintu ditangannya, seraya bertanya “Kenapa? Ada lagi yang mau dibeli?”

Ale menggeleng. Ia berjalan mendekati Ran. Lalu

“Biar Ran kelihatan makin cantik.” Kata Ale, sembari merapihkan rambut Ran yang agak berantakan. Ia juga mengusap sisa makanan yang ada di dekat bibir Ran.

Sikap perhatian Ale yang tiba-tiba itu membuat Ran merasa sedikit heran. Tapi ia ngga terlalu memikirkannya.

“Udah?” Tanya Ran.

“Udah.” Jawab Ale.

Ran pun bergegas pergi keluar rumah untuk membeli pesanan suaminya.

Namun saat berjalan di koridor rusun, ia sedikit bertanya-tanya tentang sikap Ale barusan. Raut wajah Ale yang mendadak berubah sendu, ia rasakan agak berbeda.

“Ckkk udahlah. Mungkin Bang Ale lagi banyak kerjaan di kantornya.” Pikirnya, simple.

Dan…

Langkah kaki Ran langsung terhenti tepat di tangga terakhir begitu ia melihat

“SAKA???”

Tak bisa dibohongi kalo ia sangat bahagia melihat kehadiran Saka. Antara ingin menangis dan juga tersenyum lebar.

Namun saat mulutnya mau berteriak memanggil nama Saka, tiba-tiba kepekaan perasaannya langsung hadir. Ran langsung menyadari kalo raut sendu di wajah Ale yang tadi dilihatnya bukanlah karena pekerjaan Ale, melainkan karena Ale tau Saka datang dan ia membolehkannya menemui Saka.

Sementara Ale…

Sambil membersihkan ruangan dengan vacuum cleaner, Ale memikirkan tentang pertemuan Ran dan Saka. Sekalipun ia sangat ngga rela, dan bahkan benar-benar ngga rela. Tapi ia mencoba untuk ikhlas. Namun ternyata keihklasannya tak setegar kenyataannya, Ale tak kuasa menahan perasaannya dan ia pun menangis.

“Bang Ale terlalu sayang sama kamu Ran.”

Sementara Ran…

Ran tetap berdiri di balik dinding, dan memutuskan untuk ngga menemui Saka. Untuk saat ini ia masih ingin menjaga hati suaminya. Ia sadar, tak seharusnya ia memperlakukan tak adil pada laki-laki yang sudah sangat tulus menjaganya selama ini.

“Bahkan aku sangat ingin menangis saat ini, tapi air mataku ngga mau keluar.”

Flashback

Setelah menyelesaikan tugas sekolahnya, Ran bergegas pergi keluar rumah. Tak peduli sederas apa hujan diluar sana, selama tak ada petir ia akan nekat menerobos derasnya hujan.

Dengan langkah kaki terburu-buru, Ran berjalan menuju mini market depan komplek rumahnya. Ia berharap, orang yang sudah menunggunya dari 120 menit yang lalu masih tetap menunggunya.

Dan…

Langkah kakinya pun langsung berhenti perlahan, begitu ia melihat orang yang janjian dengannya ternyata benar-benar masih setia menunggunya.

Ran terharu. Ia tak menyangka kalo Ale masih rela berdiri disana hanya untuk menunggunya.

Tak ingin membuat Ale menunggunya lebih lama lagi, Ran pun bergegas menghampiri Ale.

Dari kejauhan Ale tersenyum melihat Ran yang akhirnya datang. Ale bersiap untuk menyambut Ran. Tapi bukannya senyuman hangat yang ia dapatkan dari Ran, melainkan tangisan dari wajah cewe kelas 3 SMP itu.

“Bang Ale masih nungguin aku?”

“Iya.”

“Maafin aku ya.” Ucap Ran, menangis.

Melihat Ran yang suka menangis karenanya membuat Ale ingin memeluknya. Tapi Ale tak melakukannya. Ia hanya melangkahkan dua langkah kakinya mendekati Ran, dan berdiri dalam satu payung dengan gadis yang sangat ia cintai itu.

***

17:00

Hari ini Ale pulang lebih cepat. Meskipun seharusnya ia lembur, tapi mengingat Ran yang baru pulih dari sakitnya ia pun khawatir.

Setelah memarkirkan mobil di halaman rumah susun, Ale turun dari mobil sambil membawa banyak pekerjaan di tangannya.

Namun, ia harus menghentikan langkah kakinya saat ia kembali melihat Saka di tempat yang sama seperti tadi pagi.

Ya, Saka kembali datang untuk bertemu dengan Ran sepulangnya ia dari sekolah.

Kali ini Ale melihat dengan desahan nafas yang berat. Tak hanya badan dan pikirannya yang membuat lelah sekarang, tapi juga hatinya.

Apa masih belum cukup ketemu Ran tadi pagi? Pikirnya.

"Masa aku harus mempertemukannya lagi dengan Ran."

***

Cklek.

Ale yang baru membuka pintu rumah langsung dikejutkan dengan keberadaan Ran yang ada di depan pintu. Saking terkejutnya kedua bahu Ale sampe tersontak kaget.

“Ya ampun Ran, ngagetin Abang aja. Hampir aja jantung Abang copot.”

Tapi Ran hanya merespon kekagetan Ale dengan datar.

Melihat respon Ran seperti itu membuat Ale jadi merasa heran. Ia pun bertanya “Ran mau kemana?”

Ran ingin menjawab jujur. Tapi begitu melihat tangan Ale yang membawa banyak pekerjaan, akhirnya niat jujurnya itu ia urungkan.

“Aku mau beli roti di mini market.” Jawabnya, tanpa berani melihat mata Ale.

“Emangnya roti tawar di rumah udah abis?”

“Belum. Tapi aku mau beli roti yang lain. Aku ngga lama kok.” Kata Ran, terburu-buru pergi setelah menyalimi suaminya.

Tentu Ale langsung tau kemana Ran mau pergi sekarang.

***

17:30

Sudah 15 menit berlalu sejak Ran dan Saka berada di pinggir trotoar jalan, dan mereka hanya saling terdiam tanpa kata dan tanpa gerakan.

Mereka hanya saling melirik diam-diam sambil menahan perasaan mereka. Perasaan yang sebenarnya sudah tak bisa lagi mereka tahan. Namun apa daya, Saka takut Ran akan tetap mengatakan kalo ia tak menyukainya. Ran pun juga merasakan ketakutan. Tapi ketakutannya adalah kalo ia akan dibenci oleh keluarganya.

“Aku suka kamu.” Ucap Saka, kembali mengakui perasaannya.

“Bukan cuma suka. Tapi aku…” Saka mengangkat wajahnya dan menatap mata Ran sangat dalam. Lalu ia melanjutkan kalimatnya dan memperjelas ucapannya, kAleo ia…

“Aku benar-benar jatuh cinta sama kamu.”

Saat itu juga pengakuan Saka tentang perasaannya membuat kedua kelopak mata Ran langsung menggenang dengan air mata.

Untuk beberapa detik Ran hanya diam dan tak merespon pengakuan Saka. Namun selang tak lebih dari satu menit, Ran pun mengatakan

“Jangan jatuh cinta sama aku. Percuma. Hal itu cuma bakalan nyakitin hati kamu aja.”

Kali ini Saka yang diam begitu mendengar ucapan Ran. Ia mencoba menerima respon Ran dari pengakuannya. Tapi dipikir seperti apa, ia tetap sulit untuk menerimanya.

“Bukannya kita sama-sama saling suka, saling jatuh cinta. Lalu, apa yang salah? Tolong kasih aku penjelasan, biar aku tau alasan pastinya.”

Tapi bukannya memberi penjelasan seperti yang Saka minta, Ran malah mengatakan

“Lebih baik aku dibenci kamu, dari pada aku dipaksa untuk menjelaskan sesuatu yang udah jelas nihil.”

Saka terkejut mendengarnya. Ia tak menyangka kalo Ran malah mengatakan seperti itu.

“Himawari, aku udah berusaha ngejauhin kamu, berusaha benci kamu, dan berusaha melupakan kamu. Tapi bukannya hilang, justru perasaan aku ke kamu semakin dalam.”

Melihat raut wajah Saka yang sangat memelas dan begitu menyedihkan, membuat Ran tak sanggup lagi berlama-lama berada didekat Saka. Ran pun terpaksa pergi dan meninggalkan Saka tanpa kata.

“Maafin aku Saka. Maafin aku.”

Ran hanya bisa menangis dari balik badannya. Meskipun tak terlihat, tapi Saka tau.

Dan Saka, tak bisa berbuat apa-apa selain hanya bisa menatap kepergian Ran yang pergi meninggalkannya tanpa memberinya alasan yang ia inginkan.

***

Sebelum membuka pintu rumah, Ran menghapus air matanya terlebih dahulu. Ia mencoba menguatkan dirinya saat bertemu Ale nanti.

Tapi ternyata berat untuk Ran saat ini menghadapi kenyataan cintanya. Dan nyatanya, Ran memang tak sanggup menahan perasaannya lagi. Ran pun menjatuhkan badannya di depan pintu rumahnya, dan ia pun menangis.

Cklek.

Ale tau ada Ran di depan pintu rumah. Karena sejak tadi Ale terus menunggu Ran di depan screen pintu.

Melihat Ran sesedih ini membuat hati Ale sangat tersiksa. Ia pun menurunkan badannya di depan Ran lalu memeluknya.

“Maafin Abang Ale, Ran. Mulai sekarang Abang ngga akan buat Ran nangis lagi. Abang janji.” Ucap Ale, dengan suara bergetar.

***

1
penulis_dee
assalamualaikum kakak , aku sangat suka cerita ini tolong buat season 2 nya kak, aku sgt sgt menyukai karya Kakak aku selalu membaca nya berulang-ulang
Dani Fitriani
lah udah tamat ajja...
gk ad kelanjutanya kah....??
Ilan Irliana
yeeaaayyyy....alle ran...love U pkk'y mh...
flowel
Sampai disini kisah Ale dan Ran. Himawari sudah tamat. Terimakasih ya utk support kalian 😉
isah
masih lanjut kan Thor kisah Ale sama Ran?...apakah udah tamat?...
arafah firdauz
ini belum tamat khan thoor???
Dani Fitriani
heemmm dasar bocah
Dani Fitriani
waktu berjalan
arafah firdauz
aku slalu mninggu crta slanjut nya...
smngat thor.. smg kamu sehat...selalu
isah
yang ditunggu tunggu akhirnya up...makasih othor...makin seru makin penasaran ceritanya...lanjut💪
arafah firdauz
makasih thor dah up
flowel
maaf yaa kalo up nya lama. author lagi super sibuk hehee
tapi lagi otw review. tunggu aja ya ☺️
arafah firdauz
tumben lama banget up nya
arafah firdauz
kayanya bunda /mamah deh yg datang...

atau juga aluna????

thooor katanya mau posting foto bang ale yg asli manaaaaa??
jg lupa si ran nya juga ya....
isah
siapa ya tamunya🤔...next
arafah firdauz
ganteng ga thor??? 😄
kalem ga ??
arafah firdauz
kaya nonton drakor...
aku suka bngt...
arafah firdauz
kayanya bang ale sengaja nyuruh ran sama saka jalan, supaya ran bisa ngrasain masa2 remajanya.

iya kan thor??

uuh makin sayang bgt sama bang ale
flowel: ahh jadi pengen post foto bang Ale yg asli nih di novel 🤭
total 1 replies
naira
cmn ini...
lnjut dong thor
Dani Fitriani
enak diliat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!