Moza Remon seorang gadis cantik yang harus menderita setelah kepergian kedua orang tuanya..
Suatu malam dia di usir oleh Pamannya dalam cuaca hujan deras menyusuri jalanan jalanan dengan air mata yang terus mengalir di wajahnya..
Namun tiba tiba dia bertemu dengan seorang laki laki tampan di saat bersamaan tubuhnya terasa lemah dan jatuh pingsan.
Bagaimana kelanjutan hidup Moza setelah bertemu dengannya, apa dia akan kembali menderita atau bahkan menjadi bahagia.. ??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Encha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Selalu Memanjakan
Hari semakin larut dan terlihat Moza yang tertidur dengan pulasnya, Leon membiarkan istri cantiknya untuk berisitirahat karena tidak mau Moza kelelahan.
Di tatapnya wajah cantik Moza, natural karena Moza memang tidak suka berdandan namun itulah yang Leon jatuh cinta kepadanya.
Dikecupnya kening Moza sebelum dia beranjak turun untuk mengambil air minum.
Di bawah terlihat Mira yang sedang membantu Bik Siti membersihkan rumah, Mira memang selama ini ikut tinggal di sana membantu membersihkan rumah dan Leon tidak mempermasalahkan itu karena memang Bik Siti yang juga sudah tua.
Leon melewati Mira menuju dapur tanpa menatap ataupun menyapanya karena itulah sifat Leon yang sangat dingin dengan orang lain berbeda dengan Moza istrinya yang selalu hangat.
Mira terus menatapnya tanpa berkedip bahkan Leon yang terlihat habis mandi pun semakin tampan dengan rambut yang dia biarkan acak acakan hingga Mira menelan air ludahnya sendiri menatap ketampanan dari anak majikan Ibunya.
Gila bener bener tampang banget Leon, buat gue betah aja bantu Ibu. Batin Mira
Sementara Bik Siti menatap Mira bingung,, dia pun menghampiri anaknya.
" Mira, setelah nyapu bantu Ibu masak ya"
" Iya "
Bik Siti mengangguk dan berjalan masuk ke dalam dapur namun terlihat Leon yang sedang mengambil minum.
" Tuan,, Ada yang bisa Bibi Bantu " Ucap Bik Siti dan Leon menggeleng seraya tersenyum.
Leon memang sangat dingin namun dia selalu menghormati orang yang lebih tua walaupun itu hanya Art di rumahnya ataupun di Vila.
" Tidak usah Bik, Saya hanya mengambil minum"
" Baik Tuan, Saya siapkan makan malam dulu "
Leon kembali berjalan menaiki anak tangga menuju kamarnya dan lagi lagi membuat Mira kembali menatapnya hingga Leon yang sudah tidak terlihat.
" Mira,, Kalau nyapu yang bener Neng " Ucap Mang Ujang yang baru saja selesai membersihkan halaman belakang.
" Iya Pa, Maaf " Ucap Mira kembali melanjutkan pekerjaannya.
Mang Ujang berjalan menuju dapur untuk menanyakan kepada istrinya karena sebelum dia masuk melihat Mobil Leon.
Memang di saat Leon dan Moza datang Mang Ujang sedang berada di belakang dan tidak mendengarnya karena memang Vila yang begitu besar.
" Bu,, Di depan ada Mobil Tuan Leon.. Apa Tuan ke sini "
" Iya Pa, Tuan Leon datang bersama istrinya.. Bapa tau istri Tuan teh meni cantik pisan Pa, baik dan sopan "
" Cocok berarti Bu dengan Tuan Leon yang juga tampan dan baik hati "
Mira yang kebetulan mendengarnya merasa kesal, dia iri kenapa Leon menikah dengan gadis yang menurutnya biasa saja padahal Mira sudah berusaha dandan cantik untuk bisa membuat Leon menyukainya.
-
Malam semakin larut bahkan sudah menunjukan pukul 8 malam namun Moza masih nyaman dengan selimut yang menutupi tubuhnya.
Leon sendiri tidak tega membangunkan istrinya karena Moza yang begitu nyenyak.
Tiba tiba terdengar suara ketuk pintu kamar mereka.
Tok,, tok,, tok,,
Leon langsung berjalan membukanya agar tidak membangunkan Moza..
Terlihat Bik Siti yang berdiri di balik pintu,,
" Kenapa Bik Siti "
" Maaf Tuan, Makan malamnya sudah siap apa mau Bibi kembali panaskan karena sudah dari tadi di meja "
" Tidak Usah Bik,, Istri Saya masih tidur Bibik Istirahat saja makasih Bik Siti "
" Baiklah Tuan, nanti kalau Nyonya bangun dan mau Makan Tinggal ketuk kamar saya saja Tuan "
Leon mengangguk dan kembali berjalan masuk, Leon tidak mungkin lebih dulu makan sedangkan istrinya sendiri masih tidur dan belum makan semenjak mereka datang.
Moza mengeliat dan merentangkan kedua tangannya, tersenyum melihat Leon yang duduk di sampingnya..
" Kenapa bangun " Ucap Leon mengusap rambut Moza yang masih tersenyum cantik.
" Sudah malam, Aku tidur lama banget ya " Ucap Moza beranjak duduk.
Leon membenarkan rambut Moza,,
" Sayang,, ini jam 8 dan kamu pasti belum makan kan karena aku tertidur " Lanjutnya membuat Leon menggeleng.
" Aku siapkan makan buat kamu Ya " Ucap Moza beranjak turun namun tangannya berhasil di tahan Leon hingga terjatuh dalam pangkuannya.
Tiba tiba Leon langsung mencium bibirnya namun bukan hanya kecupan bahkan sedikit ******* membuat Moza mendorong tubuh suaminya.
" Aku sudah kenyang sekarang " Ucap Leon terkekeh membuat Moza membulatkan matanya.
-
Moza telah selesai memanaskan makanan di Meja namun lebih tepatnya Leon lah yang lebih banyak mengerjakannya karena Moza memang tidak bisa memasak dan Leon sendiri tidak mau istrinya kelelahan walau hanya pekerjaan kecil.
Kini mereka sudah berada di meja makan, Moza mengambilkan makanan sayur juga lauk di piring suaminya karena dia selalu melihat Mama Mertuanya yang melakukan hal seperti itu kepada Papa mertua menjadikannya sebagai contoh.
Leon menikmati makannya berbeda dengan Moza yang hanya terdiam menatapnya, Moza memang tidak lapar bukan karena dia tidak suka dengan masakan Bik Siti namun dia hanya minum jus yang Leon buatkan.
" Sayang,, Kamu kenapa gak Makan " Ucap Leon
" Aku gak lapar "
" Apa kamu tidak menyukai makanannya atau kita makan di luar "
" Tidak Sayang,, Aku hanya gak nafsu makan lagian aku minum jus yang tadi kamu buat "
Leon menggeleng namun dia menyendok makanan dan menyuapi Moza..
" Aa " Ucap Leon menatap Moza
Moza menurut dan membuka mulutnya, ,
" Bilang kalau mau di suapi sayang " Goda Loen membuat Moza memukul lengan suaminya..
Sementara Mira memanas melihat tingkah Leon yang begitu menyayangi istrinya, tangannya meremas kesal.
Brak..
Mira menutup pintu kamarnya cukup keras membuat Moza menoleh..
" Sayang,, suara apa tadi " Ucap Moza menoleh namun dia tidak melihat apa pun.
" Paling kucing nabrak meja sayang, biarkan saja kamu makan lagi " Ucap Leon dan Moza mengangguk.
Sebenarnya Leon tau jika Mira terus menatap mereka, bahkan Leon juga tau Mira yang terus menatapnya hingga curi curi pandang dari pertama mereka datang.
Namun karena merasa tidak enak dengan Bik Siti dan Mang Ujang membuat Leon membiarkannya selama Mira tidak membuat hal diluar batas kepadanya ataupun Moza istrinya.
********
Bebs..
Tinggalin jejak dong,, 😁😁
Oya Mampir juga Yuk, di Novel baru aku Gadis Pembuat Onar Vs Ketos yang juga sudah mulai louncing..
Jangan lupa jejak jejak kalian tinggalkan ya..