" Hei Leha, turun gak ? " Ibunya Juleha berkacak pinggang di bawah pohon mangga.
" Bentaran ! Nanggung "
Masih dengan santai nangkring diatas pohon mangga.
Bagaimana kisah perjalanan rumah tangga antara Juleha dan Zainal dan pasangan lainnya yang menikah karena minta dijodohkan ? ikuti terus kisahnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
21. Juleha dan Zainal ( Part. 21 )
Zainal merasa kesal bukan main, tapi dia harus menahannya, sepertinya Mahmud, Rojali dan Abdul sengaja menahannya untuk tidak cepat cepat sampai di rumah.
Mereka bertiga memaksa Zainal agar mau ikut nongkrong di warung kopi mang Ragil selepas tarawih.
" Zai, gak usah pake gelisah gitu, baru juga jam sepuluh "
Mahmud menyenggol lengan Adbul.
" Iya, Leha pasti gak kemana mana, anggap saja malam ini kalian menyambut kepulanganku " Abdul sok jadi artis pake disambut segala.
" Memangnya kau baru pulang dari haji pake disambut segala ? baru juga tiga bulan gak pulang"
Rojali mencibir.
" He-eh, bang Toyib tiga tahun gak pulang aja, mbak Meri justru kawin lagi sama duda anak lima kampung sebelah " imbuh Mahmud.
" Jadi anak mereka jadi delapan dong ? " tambah Abdul.
Lah ini ngobrol-nya kok bisa sampai ke bang Toyib.
Mahmud dan Rojali mengangguk kompak.
" Malam ini dingin ya ? Enak Zainal udah ada bininya nah kita bertiga ? " Mahmud semakin membuat Zainal terus memikirkan Juleha, dia yakin Juleha sedang menunggunya.
Mereka terus saja ngobrol kesana kemari, hingga lewat jam sepuluh malam, kalau tidak karena Mang Ragil mau tutup warung kopinya, mereka tidak akan bubar.
Rojali, Mahmud dan Abdul senyum senyum senang tanpa sepengetahuan Zainal karena berhasil menahan Zainal untuk tidak pulang cepat.
Karena biasanya setelah selesai tarawih, Zainal langsung menghilang, mana mau dia diajak nongkrong oleh Rojali.
Sekarang karena Abdul yang mengajak, makanya Zainal tidak enak untuk menolak.
Masuk ke dalam kamar, lilin yang di nyalakan oleh Juleha sudah hampir habis, dan Zainal juga bisa melihat jika Juleha sudah tertidur.
Setelah mencuci kaki dan berwudhu kembali lalu berganti pakaian, Zainal naik ke atas kasur, perlahan disibaknya selimut yang menutupi badan Juleha.
Ya Tuhan....Dek, kenapa kamu seksi bener ?
Zainal hanya bisa menelan salivanya dan menggaruk garuk kepalanya yang mendadak panas.
Sayang kan bang Zai, udah pakai pakaian seksi tapi cuma bisa dilihati, hihihi.
Cepat cepat Zainal kembali menutupi tubuh Juleha dengan selimut, mematikan lilin, biar gelap sekalian agar bayangan Juleha yang begitu menggoda tidak bisa dilihatnya lagi.
Mata kasar Zainal memang tidak bisa melihat bayangan seksi Juleha yang mengenakan lingerie di dalam selimutnya, tetapi otak di kepala Zainal masih dengan sangat jelas dan semakin terlihat di kegelapan kamar, apalagi sayup-sayup telinganya mendengar hujan mulai turun.
Dek Lehaaaaa....
Zainal hanya bisa menjerit di dalam hati.
...*****...
Menjelang berangkat ke kantor, seperti biasa, Juleha mengantarkan Zainal sampai di dekat motor Scoopy miliknya.
" Dek, maafin Abang ya, malam tadi pulang agak telat karena bang Abdul dan Mahmud menahan Abang di warung kopi mang Ragil "
" Gak apa apa bang, pasti ulah bang Abdul "
Zainal hanya tersenyum tipis.
" Nanti malam boleh gak dek, adek pakai baju yang seperti malam tadi ? "
" Kenapa ? Ntar Leha udah siap siap, Abang pulang malem lagi "
" Itulah dek, malam tadi Abang cuma bisa lihat, tapi tidak bisa ...."
Zainal meraih tangan Juleha, mengelus elus telapak tangannya.
" Hei nganten baru, gak tahu apa ya kalau ini bulan puasa, masih pagi lagi "
celetukan sedikit kenceng dari Abdul yang juga mau berangkat ke kantor ekspedisi tempat dia bekerja membuat Zainal mendadak sebal.
" Dek tau Abdul menyebalkan setelah menjadi Abang ipar, bagus dia gak usah pulang ya dek "
Zainal terkekeh.
" Idih Abang, sama Abang ipar gak boleh gitu, mendingan kita karungin terus kita kirim ke Bangkok "
" Kamu bisa aja dek, ya udah Abang berangkat dulu ya ? "
Zainal mengecup dahi Juleha lama.
Abdul yang melihatnya hanya mencibir.
Bibirnya menyeringai, di otaknya sudah terancang rencana membuat Zainal pulang malam lagi, anggap saja tantangan setelah jadi mempersunting adiknya dengan sangat mudah.
...******...
...🌿🌿🌿🌿🌿...
..
maraton bacanya
Mira bete lagi nih, Thor ada dendam ya sama mira👻
👍🏼👏🏼🙏🏼☕
haduh porsinya pas Pasan bang jali👻
emang somplak mereka
hore Mahmud otw nikah juga Ama Lusi 👻🌹
rezeki nomplok si Abdul nikah nga modal 👻
awas ada yang kebakar leha👻
bang Zai ada yang kepanasan 👻