Elias merupakan sosok lelaki idola di kampus, dan ia adalah seorang playboy.
Cyara adalah mahasiswi baru di UI Kediri. Mereka bertemu saat Masa Orientasi Siswa baru. Cyara jatuh hati pada Elias.
Elias menjadikan Cyara kekasihnya, namun tidak lama kemudian putus setelah Cyara mengetahui bahwa semuanya adalah settingan.
Setelah putus dari Cyara, Elias baru menyadari jika dia menyukai Cyara yang juga masih memendam rasa untuknya. Mereka bertemu lagi di Rumah Sakit karena Elias terinfeksi corona virus. Akankah Elias sembuh, dan apakah dia menyadari kesalahannya di masa lalu, bisakah ia menaklukkan kembali hati Cyara dan bersaing dengan Fandy untuk mendapatkan hatinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ruby kejora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Es.21 Kapsul Waktu
Malam hari di rumah Cyara setelah pagi bertemu Elias di acara wisuda.
Cyara masih merasakan pelukan Elias, dan hatinya terasa tertusuk saat mengingat gadis yang bersama Elias.
"Rasa nya aku lebih memilih sakit fisik daripada sakit hati begini. Sakit di badan aku bisa menahan nya, tapi sakit di hati, aku tidak bisa meredam nya." kata Cyara duduk di kasur dan melempar boneka kelincinya ke bawah dengan kesal.
Cyara mengambil boneka kelinci yang ia jatuhkan di lantai, lalu duduk memeluk nya dan berbicara pada bonekanya itu.
"Kenapa aku mengenal mu hingga akhir nya aku masuk dalam jeratmu. Begitu banyak kata yang ingin ku ucap kan padamu, namun semua karam dalam kapal penantian yang tiada berujung." kata Cyara membanting boneka kelinci ke lantai.
Cyara mengambil boneka nya lagi dan menjadikannya bantal, " aku bisa gila jika seperti ini terus, aku akan mengakhiri semuanya sebelum aku semakin frustasi." Cyara duduk kemudian berdiri dan berjalan menuju lemari es untuk mengambil air dingin.
Cyara menatap beberapa botol kaca kosong di dalamnya, dan mendapatkan ide setelah melihatnya. Ia mengambil satu botol kaca yang bersih kemudian mencuci dan mengeringkannya, lalu membawanya kembali ke kamar.
Cyara meletakkan botol kaca di meja belajar lalu mengambil beberapa lembar loose leaf kosong dan pena. Ia menarik kursi kemudian duduk dan memegang pena.
"Aku akan mengeluarkan semua isi hati ku dalam tulisan ini." kata Cyara mulai menulis.
Cyara menulis sampai satu lembar penuh, lalu mengambil satu lembar lagi dan mulai menulis sampai baris terakhir. Dia membacanya lagi dan menitikkan air mata.
"Sudah selesai, berakhir sampai di sini. Elias dengan ini aku menguburmu jauh di dasar hatiku dan aku telah menguncinya untukmu. Aku tak mau berharap dan hidup dalam bayanganmu terus." kata Cyara melipat kertas kemudian menggulung dan memasukkan ke dalam botol kaca kosong lalu menutupnya.
" Besok aku akan mengubur kapsul waktu ini, agar aku bisa melupakanmu." kata Cyara memasukkan kapsul waktu ke dalan tasnya.
Cyara merebahkan badan di kasur, lagi-lagi ia masih teringat pada Elias.
"Kumohon padamu Tuhan, tolong bantu aku melupakan nya. Aku tak sanggup menjalani hidup seperti ini." kata Cyara meneteskan air mata.
"Rasanya air mata ku kering, hingga aku tak bisa menitikkan air mata lagi..." gumam Cyara memaksa matanya terpejam, dan beberapa saat kemudian dia tertidur di tengah tangisnya.
Malam hari di rumah Elias.
Elias menggantung toga yang di pakai nya saat wisuda pagi tadi. Ia berjalan ke mejanya dan mengambil pigura foto Cyara, memandangnya dengan tatapan kosong.
"Kenapa di saat aku mulai serius, muncul kesalahpahaman di antara kita bersedia. Kau juga tidak pernah memberiku kesempatan bicara untuk menjelaskan semuanya. Seandainya tadi aku tidak bersama Haura, pasti tidak akan terjadi kesalahpahaman ini." kata Elias menyentuh foto Cyara.
"Aku tahu kau membenciku, tapi aku merasakan kau masih menunggu ku. Apa yang harus aku lakukan untuk memperbaiki keadaan ini."
"Aku akan menata hatiku sekarang. Aku juga tidak ingin hancur karena rasa ini. Aku akan menutup cerita kita dan membunuh rasa yang masih tersisa untuk mu." kata Elias membalik foto Cyara.
Ia berjalan ke pintu dan memukul daun pintu keras berulang kali, hingga tangan nya memar kemudian duduk bersandar di depan pintu.
"Aku tak bisa membohongi hatiku. Tuhan... tolong beri aku kekuatan untuk menenangkan diriku sendiri dan menjalani semua ini. Aku harap suatu saat engkau memberiku kesempatan kedua. Bantulah aku..." kata Elias semakin pelan dan kemudian tertidur di depan pintu.
Pukul satu dini hari, El masih terjaga di kamarnya. Pikirannya terusik setelah melihat kejadian di belakang aula tadi pagi.
"Apakah ia baik-baik saja... aku akan memeriksanya sekarang." kata El keluar dari kamar dan berjalan menuju kamar Elias.
dok...dok....dok...
El mengetuk pintu kamar Elias dan memanggil nya, "Elias buka pintu nya...aku mau masuk." kata El menunggu jawaban.
Karena tidak ada jawaban El membuka pintu yang terasa berat. El mendorong pintu pelan kemudian masuk. Ia melihat Elias tergeletak di bawah.
El mengangkat adiknya dan membaringkan di tempat tidurnya.
"Aku tahu akan begini jadinya, karena aku juga pernah mengalaminya. Tapi aku bisa melaluinya dengan tegar. Apakah sebesar itu rasa cintamu padanya hingga kau tak berdaya seperti ini. Aku yakin kau akan bisa melaluinya, karena kau lebih kuat dari aku. Dan suatu saat kau pasti bisa mendapatkan kembali hati gadis itu. Karena aku masih melihat sorot cinta untuk mu di mata gadis itu." kata El menyelimuti adiknya, kemudian keluar dari kamar Elias dan kembali ke kamar nya.
Pagi hari di kampus.
Cyara berjalan gontai melewati ruang kelas Elias dan mengalihkan pandangan agar perasaan nya tidak larut dalam duka lagi.
Rianti berlari di belakang Cyara.
"Cyara... tunggu aku."
Cyara berhenti, menoleh ke belakang dan menunggu Rianti.
"Mata mu berkantung tebal, apa kau habis menangis, apa yang terjadi, ceritakan padaku." kata Rianti melihat mata panda Cyara.
Cyara diam dan kembali menoleh ke kelas Elias.
"Apa yang sebenarnya terjadi, apa kau bertemu dengan nya ?"
Cyara diam menatap Rianti dan terlihat mata nya mulai berkaca-kaca. Rianti memeluk sahabat nya itu.
"Sebentar lagi kuliah di mulai, kita akan terlambat jika tidak segera masuk kelas, nanti kita lanjutkan cerita di kelas." kata Rianti berjalan merangkul Cyara dan masuk ke kelas.
Kuliah di mulai, Rianti dan Cyara mengikuti materi kuliah sampai akhir.
Pukul dua siang, materi terakhir Ilmu Dasar Keperawatan sudah selesai. Para mahasiswa dan dosen meninggalkan kelas, tinggal Rianti dan Cyara yang ada di sana.
"Jadi apa yang terjadi pada mu kemarin ?"
kring...kring...kring...
Ponsel Rianti berdering. Rianti mengambil ponsel nya dan menerima telpon.
"Iya Ibu aku akan segera pulang dan membeli kan obat pesanan Ibu." kata Rianti menutup telpon dan melihat Cyara.
"Cyara... maaf, aku harus pulang sekarang, Ibu ku sakit dan meminta ku untuk segera ke apotek membeli kan obat nya. Bagai mana jika nanti malam kita lanjut kan obrolan kita?"
"Pulang lah Rianti, Ibu menunggu mu. Aku tidak apa-apa.Aku juga akan pulang sekarang. "kata Cyara berdiri
"Aku pulang duluan ya, nanti sampai rumah aku akan menelpon mu." kata Rianti berjalan keluar kelas dengan terburu-buru.
Cyara berjalan pulang melewati ruang kelas Elias. Ia menatap nya lalu menghembuskan nafas panjang. Cyara melihat ada taman di sepanjang ruang kelas Elias. Ia menoleh ke kanan dan ke kiri, sepi tidak ada orang, lalu ia mengeluarkan kapsul waktu dari dalam tas nya.
"Aku akan mengubur nya di sini. Bersamaan dengan terkubur nya kapsul waktu ini, aku akan mengubur rasa yang masih membekas di hatiku. " kata Cyara menggali tanah pada taman menggunakan batang pohon yang jatuh di dekat taman, kemudian menaruh botol kacanya dan menutupi nya dengan tanah kembali.
Cyara menatap bekas tanah dalam taman kemudian menatap matahari di langit dan berjalan pulang.
kok Elyas sama Cyara blom sampai pelaminan
maksud,y hubungan orang.
cerita,y keren 👍 semakin menegangkan
Penuh arti dan juga makna
Semua karyaMu kan kagumi
Jika memberi kesan sempurna
maaf ya Author cerita,y ku suka dan pengen kejutan. biar berasa nyata.
gemessss😁
👍
_ _ _
pikiran ku terhantut.
hrus,y kn klo cinta bahagia mlihat seseorang yg d cintai,y bahagia.
_ _
ak aj bahagia pdahal ak salah satu mantan Elyas🤫
🤫