NovelToon NovelToon
Sugar Mommy Online

Sugar Mommy Online

Status: sedang berlangsung
Genre:Berondong / Sistem / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: RAS( BY.AR)

💸Sugar Mommy Online💸

Lulus kuliah jadi pengangguran, sampai umur 28 tahun pun masih nganggur, nikah gak ada calon, kerja di perusahaan gak ada koneksi, bikin usaha sendiri gak ada modal. Langganan Melolo, tontonan dracin dapat cuan receh yang bermimpi jadi istri CEO tampan dan media sosial-- tempat live nya gege-oppa-phi-akang tampan yang bermodalkan tap-tap layar dan spam komentar.

Itulah Lusi, atau gadis melar yang olahraga cuma niat dalam hati--- yang bernama asli Zhu Lusi Arsana. Anak yatim-piatu blasteran Cindo.

Hingga entah dia beruntung atau memang sudah takdir nya, sesuatu mengubahnya~

***
Mohon jangan hanya sekedar mampir, bacalah sampai tuntas agar penulis juga bisa menyelesaikan cerita sampai tuntas 🥹🤧
***
Jika alur sedikit menyimpang dari judul dan sinopsis maka mohon maaf 🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RAS( BY.AR), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24 Lucu dan Menggemaskan ><

Saat Lusi terus menyentuh kulitnya nya dengan kagum, tiba-tiba dia merasakan bau tak sedap muncul di indra penciumannya. Dia terdiam sebentar, mengangkat tangannya ke atas dengan ragu mencium keteknya. Seketika... Hoek!!

Lusi melotot kaget, tubuhnya benar-benar kotoran! Dia hampir pingsan, tak menunggu waktu lagi dia segera melepaskan pakaian tidurnya dan langsung menyalakan shower.

Ternyata bau di pakaian nya telah meremas ke tempat tidurnya, Lusi meminta bantuan Layana hotel untuk membersihkan sprei dan menggantinya dengan yang baru.

Setelah setengah jam, akhirnya Lusi keluar dari kamar mandi. Dia memakai handuk handbook di atas paha, merasa lega akhirnya bau kotoran sudah hilang.

"Bagus, terimakasih atas pelayanan nya." Lusi memberikan uang kertas lima lembar kepada seorang pelayan laki-laki yang masih ada di sana.

Pelayan itu melihat penampilan Lusi, dan tertegun kemudian menunduk. Menerima uang tips dari Lusi dan berterimakasih lalu pergi dengan malu.

Lusi mengabaikan nya, setelah pintu tertutup dia menatap pantulan dirinya di depan cermin. Setelah mandi penampilan nya jauh lebih segar dan kepuasan nya bertambah beberapa kali lipat.

Lusi membuka sistem dan menekan fitur status.

[ Nama: Zhu Lusi Arsena ]

[ Umur: 28 Tahun ]

[ Terikat: 1. Lin Chen ]

[ Kesehatan : 80 ]

[ Kecerdasan : 70 ]

[ Penampilan : 80 ]

Alis Lusi terangkat ke alis, setelah itu senyuman nya terbit. Awalnya penampilan nya sudah mencapai angka 70 dan kartu peningkatan +10 poin, dia menjadi 80. Bahkan kesehatan nya juga bertambah 5 poin, mungkin karena bonus hadiah konstitusi tubuhnya yang meningkat.

Dengan penampilan 80 poin dia sudah setara dengan penampilan seorang selebriti. Namun mengingat Rayyan dan beberapa target terpilih memiliki penampilan di angka 90 an, dia jadi tidak terlalu menganggap penampilan 80 ini sebagai penampilan yang tinggi.

Namun jadi manusia harus tahu bersyukur, dia tetap puas dengan wajah nya dan sangat berterimakasih kepada sistem Daddy nya.

Lusi berdiri di depan lemari pakaiannya sambil memegang beberapa potong pakaian yang baru dibelinya beberapa waktu lalu. Saat itu ia sengaja memilih ukuran L karena khawatir ukurannya terlalu kecil. Namun setelah mengenakannya sekarang, ia justru merasa pakaian itu terlalu longgar di beberapa bagian.

Ia menatap dirinya di cermin dengan ekspresi heran.

"Perasaan waktu beli masih pas..."

Tangannya menarik sedikit bagian pinggang kaus itu. Bahannya jatuh longgar mengikuti lekuk tubuhnya yang kini jauh lebih ramping dibanding beberapa bulan lalu.

Perubahan memang terjadi perlahan, sehingga sering kali tidak terasa. Namun saat melihat pakaian yang dulu terasa pas kini menjadi lebih longgar, Lusi akhirnya benar-benar menyadarinya.

Matanya segera berbinar.

Ia membuka lemari lebih lebar dan mulai mengobrak-abrik isinya.

Sebagian besar pakaiannya hanyalah kaus, celana panjang, pakaian olahraga, dan pakaian rumahan. Dulu ia tidak terlalu peduli pada penampilan. Bisa berpakaian rapi sudah bagus, apalagi memikirkan rok atau pakaian lucu yang sedang tren.

Namun sekarang berbeda.

Entah sejak kapan, ia mulai tertarik memperhatikan penampilannya sendiri.

Tangannya berhenti pada sebuah celana pendek berwarna krem dengan panjang sedikit di atas lutut.

"Ah, yang ini." Ia langsung mengingatnya.

Waktu itu ia membeli celana itu karena modelnya sedang populer dan terlihat cantik saat dipakai para model iklan. Sayangnya, saat dicoba di rumah, hasilnya tidak sesuai harapan sehingga hanya berakhir menjadi penghuni tetap lemari pakaian.

Hari ini, untuk pertama kalinya, ia memutuskan mencobanya lagi.

Beberapa menit kemudian, Lusi berdiri di depan cermin dengan celana pendek tersebut dipadukan dengan kaus putih sederhana yang sedikit longgar.

Ia terdiam.

Celana itu kini pas di tubuhnya.

Kakinya yang panjang dan proporsional terlihat lebih jelas. Pinggangnya juga tampak ramping, sementara kaus putih sederhana itu justru memberikan kesan santai dan modis.

"Eh..." Lusi memiringkan kepalanya.

Lumayan... Tidak! Malah sangat bagus.

Tatapannya beralih pada rambut panjang yang tergerai hingga bahu. Setelah berpikir sebentar, ia mengambil ikat rambut dan mengikatnya menjadi ekor kuda tinggi.

Rambut yang terangkat membuat garis leher dan rahangnya terlihat lebih jelas. Beberapa helai rambut tipis yang jatuh di sisi wajah memberi kesan muda dan segar.

Saat kembali melihat cermin, bahkan Lusi sendiri sempat terpaku.

Kulitnya seputih salju dan sebening permata, dibanding masa-masa saat ia hidup dari mi instan dan begadang setiap malam sangat jauh berbeda. Tubuhnya kini proporsional, bahunya tegak, dan mata yang selalu cerah penuh vitalitas itu menjadi semakin menonjol.

Jika dulu ia terlihat seperti seorang pengangguran yang kelelahan menghadapi hidup, sekarang ia tampak seperti gadis muda yang baru memasuki masa terbaiknya.

Perasaan puas perlahan muncul di dalam hati. Lusi memutar tubuhnya ke kiri dan ke kanan sambil mengamati bayangannya.

Lalu tanpa malu-malu ia mengangguk sendiri. "Sepertinya aku memang cantik."

Setelah mengucapkan kalimat itu, ia segera mengambil ponselnya.

Klik.

Klik.

Klik.

Beberapa foto langsung tersimpan di galeri.

Melihat hasilnya, senyum Lusi semakin lebar. "Ternyata aku sangat lucu dan menggemaskan!"

Mungkin untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun, ia benar-benar menyukai apa yang ia lihat di dalam cermin.

"Nona Zhu Lusi Arsena yang terhormat, terimakasih atas kepercayaan anda telah menyimpan uang di bank Nusantara. Bank Nusantara telah menyetujui permintaan kartu hitam prioritas anda"

Pesan singkat dari Bank tersebut mampu menaikkan mood Lusi beberapa kali lipat, senyum besar semakin mengembang di wajah cantiknya.

Sebelum berangkat menuju kawasan perumahan elite Luxhaven, Lusi menghabiskan lima bakwan goreng dan tiga lontong. Dia mengusap perutnya benar-benar merasa kenyang.

Setengah jam kemudian Lusi, taxi yang Lusi tumpangi telah sampai di pintu masuk Luxhaven.

Pintu masuk ke area vila itu sangat megah. Di samping gerbang bergaya Eropa itu terdapat dua bangunan yang menyerupai menara pengawas, dan dinding putih di sebelahnya seperti SANDALWOON.

Manajer properti sudah menunggu di pintu masuk. Melihatnya keluar dari mobil, manajer itu segera berlari mendekatinya. Nona Lusi, selamat datang di Luxhaven. Lusi mengangguk sopan, dan kemudian, dipandu oleh Jaya, masuk ke mobil antar jemput menuju Villa No.1.

Ini juga pertama kali dia tahu betapa luasnya area vila itu. Butuh waktu lebih dari dua puluh menit hanya untuk berkendara dari pintu masuk ke Vila No. 1 tempat dia akan tinggal.

Sementara itu, Jaya diam-diam terkejut. Total hanya ada delapan belas vila di Luxhaven. Tujuh belas vila lainnya telah lama diklaim oleh para taipan domestik dan internasional. Dapat dikatakan bahwa pemilik masing- masing vila berasal dari keluarga kaya dan berkuasa. Namun, hanya Vila No. 1 yang tetap kosong sejak dibangun pada tahun 2005.

Sebelumnya, ia mendengar bahwa seorang taipan menawar 1,4 Triliun tetapi tidak dapat membelinya.

***

Rating nya atuh...🥹

1
Dedi Dahlia
up up lanjut semangat terus ceritanya🙂🙂
Owner MBG, Amiin
Dukungan nya guys ☺️
Ragil Aja
lanjut
Owner MBG, Amiin: Shap

.
total 1 replies
Nixc~
ayo lanjut thor------😊😊😊
semangat terus ya~~~😋😋😋
Owner MBG, Amiin: Shiap, makasih kak ☺️
total 1 replies
Nixc~
yang ditawarin siapa.... yang excited siapa🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Nixc~
sat set bgt si Lusi ini😌😌
Nixc~
Rayyan shak shik shok🤣🤣🤣
Nixc~
si Rayyan lagi terpesona ngeliat kecantikan Lusi🤣🤣🤣
irena
klo bisa si lusi punya keahlian bela diri.. bisnis.. supaya ga dibegoin... biar si mantannya kapok.. klo perlu si Arga liat sendiri klo si luci sudah kaya
Owner MBG, Amiin: Insyaallah deh☺️
total 1 replies
irena
lanjut thor..
Owner MBG, Amiin: Ashap!
total 1 replies
Nixc~
lanjut thor------🤩🤩🤩
semangat terus ya~~~/Grin//Grin//Grin/
Owner MBG, Amiin: Shap makasih kak
total 1 replies
Nixc~
hahahaha.... pasti langsung kicep tuh anak manja🤣🤣🤣
Owner MBG, Amiin: Nice ☺️
total 1 replies
Akila Nauva
ceritanya menarik
Owner MBG, Amiin: Makasih Kila ☺️
total 1 replies
El Sunda
meski belum tamat,aku udh jatuh cinta sama ceritanya! alurnya bikin penasaran dan gk sabar nunggu update selanjutnya, semangat bang anan! 💪🔥
Owner MBG, Amiin: Makasih El!! Pantengin terus yaa ☺️🙏
total 1 replies
Owner MBG, Amiin
Like dan komentar~☺️
Nixc~
lanjut thor-----/Slight//Slight//Slight/
semangat terus/Proud//Proud//Proud/
Owner MBG, Amiin: Shap, tengkyu ☺️
total 1 replies
Nixc~
😂😂😂
Dev..
andai d dunia nyata ada sistem begini😌
Owner MBG, Amiin: Ada kok, cuma di versi Mimpi
total 1 replies
keyrul
ceritanya menarik,, lanjutkan thor,,, sukses selalu😊😊
Owner MBG, Amiin: Makasih kakakaka🥹🥹🥹🙏
total 1 replies
Nixc~
lanjut terus thor------/Proud//Proud//Proud/
semangat terus ya~~~/Hey//Hey//Hey/
Owner MBG, Amiin: Shap kak ☺️
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!