Sebaiknya Jangan Dibaca!
Bacaan Novel ini pindah ke Novel satu lagi, silahkan cari judul Janda ketemu Duda GET MARRIED.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.19 Rencana Konspirasi.
Hongkong Internasional Airport.
Kasya akhirnya turun dari pesawat setelah menempuh perjalanan selama hampir 5 jam, dia sedang berjalan keluar bandara sambil tangannya memasangkan sebuah kaca mata hitam.
Tekstur tubuhnya terlihat luwes dan santai, dia tidak terlihat datang untuk bekerja tapi seperti wisatawan yang sedang liburan.
Pakaian yang dikenakannya pun adalah pakaian kasual, dengan rambut lurus coklat panjang sepinggangnya yang diurai. Jika dilihat tidak akan ada yang menyangka jika usianya sudah lebih dari 40 tahun.
"Rama, mana orang dari pihak hotel? Bukankah jika kita kesini biasanya mereka sudah menunggu?." Tanyanya karena merasa heran belum ada yang menjemputnya.
Rama langsung terdiam sambil kepalanya celingak-celinguk mencari orang yang mirip di foto yang dikirim tuan mudanya, sebenarnya dia juga serba salah karena ikut dalam konspirasi tuan mudanya itu.
Tapi ketika tuan Byan berbicara padanya kalau semua itu demi kebahagiaan Presdirnya, tentu saja dia juga ikut bersemangat.
Kemudian tak berapa lama datanglah tiga orang berpakaian rapi menghampiri Kasya.
"Nyonya, maaf kami telat. Kami sebenarnya mencari ibu-ibu yang berusia hampir 50 tahun, jadi kami melewatkan anda, karena anda terlihat berusia sangat muda." Ucap salah satu dari mereka dengan tersenyum, dia memakai bahasa Inggris.
Kasya tak membalas perkataannya dan hanya balik tersenyum dengan sopan.
"Baiklah ayo kita berangkat dan karena hotel kami menyediakan Private Ferry, jadi kita akan dengan cepat sampai di hotel dan paling lama satu jam." Setelah mengatakannya orang yang sepertinya ketua dari orang-orang yang menjemput Kasya pun segera berjalan di depan.
Kasya hanya mengikuti dan dia menaiki mobil sebentar lalu ketika sudah sampai, mereka semua naik ke atas Kapal Ferry pribadi tentunya milik Axel.
Kasya tidak ada kecurigaan sedikit pun, karena asistennya Rama pun tak berkata apa-apa. Dia selama ini selalu percaya penuh kepada asistennya, karena dia juga sudah menganggap Rama bagian dari keluarganya.
Rama juga hanya bisa terdiam mengikuti semua rencana yang sudah dipersiapkan itu, dia hanya sesekali menghela nafas pasrah tanpa diketahui Presdirnya.
Setelah akhirnya menempuh satu jam perjalanan dengan kapal Ferry, mereka pun sampai di Macau. Mereka tak lama naik mobil kembali, lalu akhirnya Kasya sampai di depan hotel milik Axel.
Saat Kasya melihat nama hotelnya, dia sedikit mengerutkan keningnya.
"Rama, bukankah hotel yang biasanya kita reservasi adalah hotel Grand ICC? Tapi kenapa sekarang menjadi hotel Grand AX?." Kasya bertanya karena sedikit kebingungan.
"Oh itu....saya lupa mengatakan kepada Bu Bos, kalau saya membatalkan hotel sebelumnya. Saya mendengar hotel ini sekarang adalah yang terbaik, jadi saya hanya ingin Anda mencobanya." Rama berbohong dengan wajah datarnya.
"Hem, begitu. Baiklah, ayo masuk." Kasya pun mengikuti salah seorang pelayan hotel disana untuk pergi ke kamar hotelnya.
Kamarnya adalah Presidential Suite, sedangkan kamar Rama berada satu tingkat dibawahnya. jadi lantai kamar mereka berdua pun berbeda, dan Rama segera keluar dari lift di lantai 47.
Kasya masih naik lift satu lantai lagi dan dia pun sampai di lantai 48. Kasya dan seorang pelayan pun keluar dari dalam lift dan pelayan itu berjalan ke arah kamar nomer 486 di lantai itu.
Di lantai 48 itu hanya tersedia 15 Presidential Suite Room, salah satunya tentu saja kamar pribadi milik Axel yang tak pernah dibuka untuk umum. Kamar Axel adalah nomer 489, angka 9 adalah nomer favoritnya.
Ketika pelayan membuka pintu kamarnya, Kasya segera melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar dan dia langsung mengedarkan pandangannya ke seluruh isi ruangan kamar.
"Terima kasih dan tolong siapkan air mandi hangat dan taburi dengan wewangian, aku ingin segera mandi." Kasya meminta kepada pelayan tersebut.
"Baik, Nyonya." Jawabnya.
Kasya pun berjalan ke arah ruang tamu, kemudian ke arah kamar tidur lalu ke kamar mandi. Kasya merasa sangat puas dan dia langsung merasakan kenyamanan.
Kasya sangat puas dan mengakui jika dekorasinya terlihat bergaya modern, juga yang membuatnya nyaman adalah kamarnya tidak terlalu mewah untuk ukuran kamar Presidential Suite.
"Nyonya, Anda sudah bisa berendam sekarang. Kalau begitu saya permisi." Kata pelayan.
"Baiklah, terima kasih. Ini sedikit tips untukmu." Kasya tersenyum berterima kasih.
Kasya pun berjalan ke dalam kamar mandi dan segera membuka semua baju yang menempel di tubuhnya. Dia lalu memasukkam seluruh tubuh telanj*ng nya ke dalam bathtub, yang berisi air hangat yang bertaburan kelopak mawar merah yang bercampur dengan busa, kini yang terlihat hanya bagian wajahnya saja.
Kasya menikmati acara berendamnya, dia memejamkan kedua matanya sejenak karena kepalanya memang sudah dua hari terasa sangat pusing. Mungkin karena tubuhnya terlalu kelelahan, dia juga merasakan suhu tubuhnya sedikit panas.
Sampai Kasya merasakan kepalanya serasa berputar, dia berniat untuk mengakhiri acara berendamnya tapi tiba-tiba tubuhnya seketika lemas.
Dia berusaha berjuang untuk bangun dan berdiri dari bathtub, tapi sayang pandangan matanya menggelap dan seketika seluruh tubuhnya dari kepala hingga kaki tenggelam ke dalam air.
Kasya yang merasakan nafasnya sesak karena paru-parunya terisi air, segera menarik kepalanya ke atas air dan berteriak.
"To....long....aku....tolong......" Teriaknya.
******
Axel yang memang akan menaiki jet pribadinya untuk datang ke Macau, dia pun tidak terburu-buru untuk segera pergi. Ketika sudah agak siang dia pun akhirnya berangkat.
Axel sekarang sudah berada di dalam hotelnya, dia berjalan ke dalam lift dengan cepat karena bawahannya melaporkan kalau Kasya sudah sampai beberapa saat lalu.
Dia sangat bersemangat, sedangkan Dion yang mengekorinya dari belakang tersenyum misterius. Sepertinya rencananya akan berhasil, karena jika Bos nya itu kurang fokus dia selalu tidak memperhatikan sekitarnya.
Setelah lift sampai di lantai Presidential Suite Room, Dion langsung berjalan di depan dan setelah sampai di kamar 489 dia segera membuka pintu untuk Bos nya.
Axel yang tak mencurigai apapun hanya berjalan masuk ke dalam ruangan kamarnya, tapi saat dia menyadari kalau itu bukan kamarnya yang biasa, dia pun berbalik badan dan mencari sosok Dion yang sudah tidak ada disana.
Saat dia berusaha mencoba membuka pintunya, pintu itu tak bisa terbuka karena terkunci. Akhirnya dia melepaskan pegangan pintunya dan berbalik badan kembali, lalu matanya menatap ke seluruh ruangan.
Tatapan matanya terjatuh pada tas kecil seorang wanita di meja, dia merasa mengenali tas tersebut dan dia pun segera melihat foto di ponselnya yang ada foto Kasya kiriman dari anak buahnya, disana terlihat foto Kasya yang baru keluar dari bandara membawa tas kecil yang sama.
"Apa si kur*ng ajar Dion itu ngerjain lagi?!." Gumamnya kesal.
Seketika jantung Axel berdegup dengan kencang, wajahnya terlihat sangat gugup. Tapi dia pun memberanikan diri untuk berbicara.
"Halo, apa ada orang?." Tanyanya sambil mendengarkan jawaban datang.
Tapi setelah beberapa detik dia tak mendengar jawaban apapun apalagi pergerakan.
"Apa dia sedang tidur, apa aku harus menemuinya. Tapi.......bukankah itu tidak sopan?." Axel berbicara pada dirinya sendiri dengan kebingungan.
"Halo, aku....aku tak sengaja masuk kesini. Jadi maafkan aku, bisakah kamu bicara." Axel sekali lagi berbicara tapi tetap saja tak ada tanggapan.
Axel seketika merasa khawatir, tiba-tiba hatinya tak tenang. Dia pun memberanikan diri masuk ke dalam kamar dan matanya tak melihat siapapun.
"Dimana dia? Apa sedang mandi? Tapi kenapa sunyi sekali?." Axel masih merasa ragu.
Baru saja Axel selesai berpikir, terdengar suara minta tolong dari kamar mandi. Tubuh Axel seketika menegang dan segera lari ke dalam kamar mandi.
Terlihat oleh kedua matanya, tubuh Kasya yang sudah tenggelam dalam air dari kepala sampai kaki. Axel dengan secepatnya mengangkat tubuh telanj*ng Kasya dan segera menaruhnya di karpet lantai kamar mandi.
Tanpa menyadari apapun Axel segera memompa dada Kasya dan memberi ciuman bantuan pernafasan. Setelah Axel tiga kali memompa dan memberi nafas buatan, akhirnya Kasya mengeluarkan air dari dalam mulutnya.
Axel pun merasa lega lalu menarik nafasnya dan membuangnya, tapi saat dia tersadar kalau Kasya di depannya itu telanj*ng. Dia pun segera berdiri dan mencari handuk untuk menutupi tubuhnya, saat dia sudah mengambilnya dan berbalik badan kembali ke arah Kasya, seketika tatapan matanya bertemu dengan tatapan Kasya yang sudah tersadar.
Kemudian Kasya berteriak histeris.
"Aaaaaaaaaaaaaaaaa........." Kasya berteriak sambil berusaha menutupi tubuhnya dengan kedua tangannya, tapi berakhir sia-sia karena tubuh seksi telanj*ngnya tak bisa disembunyikan dan terpampang nyata di depan kedua mata Axel.
Axel yang masih terpaku langsung tersadar karena mendengar teriakannya dan segera melebarkan handuk di tangannya dan menutupi tubuh Kasya yang telanj*ng.
^Bersambung^
( Axel lagi so gentle, tapi pasti nanti otaknya ngeres ngebayangin tubuhnya Kasya 😂🙈 ).
bner" mama yg bisa melindungi sang anak
emily, raka, dion, Black rose gmn dengan mereka..
#seminggu baca, kembalikan mantan istriku dan cinta jangan kau lepas
#cerita yang bagus..
🥰🥰🥰