ini adalah kisah seorang laki-laki yg mencintai seorang wanita sampai dia menua..namun banyak nya perbedaan membuat nya kehilangan sang gadis dan harus merelakan menjadi milik orang lain, namun takdir mempertemukan mereka kembali.apakah cinta mereka akan bersatu di usia yg sudah terbilang tak muda lg.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
surat dari kantor yuda
sebulan kemudian, fani sudah mulai menjalani hidup nya.fani kembali mengajar meski dengan wajah tak secerah dulu, aline yg mulai ujian sekolah hari berangkat lebih pagi lagi.
sepulang sekolah aline membantu fani membersihkan rumah. siang ini fani pulang agak lambat karna harus membeli beberapa kebutuhan rumah.
setelah selesai berbelanja dengan motor matic nya dia kembali ke rumah nya, dilihat nya dipekarangan rumah sudah ada sebuha mobil merah terparkir disana, fani pun segera memarkirkan motor nya dan menuju kedalam rumah, dibuka nya pintu rumah, ternyata pak solihin dan dewi orang kantor dari tempat yuda bekerja.
fani pun menyalami mereka satu persatu.
"selamat siang bu fani..
"bagaimana kabar anda?
"siang pak..
"baik pak solihin..
"maaf ada perlu apa pak?
"begini bu...kami dapat amanah dari perusahan"ucap solihin menyerahkan dua amplop kepada fani.
"apa ini pak?
"buka lah bu yg tipis terlebih dahulu..
fani pun membuka surat pemberitahuan yg berisi bahwa fani harus segera mengosongkan rumah yg dia tempati dalam waktu sebulan lg.
fani pun tak kaget karna memang ini sudah jd konsekwensi tinggal dirumah dinas.
"baik lah pak..akan saya patuhi isi surat ini..
lalu fani membuka kembali amplop yg kedua dia kaget melihat jumlah uang yg lumayan banyak bagi nya.
"ini apa pak?
"ini dari perusahaan untuk biaya sekolah alin bu, pak yuda sudah lama bekerja dengan kami maka ini adalah tanda terima kasih perusahaan kepada pak yuda.
"tp ini tidak perlu pak..
"ambilah bu..buat tambah bayar sekolah alin.
"baik lah pak..terimakasih banyak..dan tolong sampaikan kepada perusahaan saya mengucapkan banyak terimakasih dan kami akan meninggalkan rumah ini sebelum waktu yg diminta.
"baik bu fani terimakasih atas kerja sama nya, kl begitu kami pamit.
solihin dan dewi pun pamit meninggalkan rumah fani, fani pun masih termenung menatap kedua amplop tersebut, alin pun mulai mendekati ibu nya.
" ibu apa isi kedua amplop ini?
"buka saja nak..
alin pun membuka kedua amplop tersebut dan dia kaget dengan dua isi dalam amplop tersebut.
"ibu.. ini..
"iya nak..kita akan pindah..
"tp bu..alin masih seminggu lagi ujian akhir?
"iya..ibu akan menunggu sampai ujian mu selesai baru kita akan pindah kejakarta.
"jakarta?kerumah uti atau nenek bu?
"tidak kedua nya sayang..
"kita akan mengontrak saja ditempat yg baru, ibu tak ingin menyusahkan nenek ataupun uti mu
"tp bu..
"kl kita memilih antara uti mu atau nenek mu maka mereka akan merasa tersakiti salah satu nya.
"iya bu..
💐💐💐💐💐💐💐
ditempat kerja fani
"fan..kamu beneran mau pindah?
"iya bu, tp nanti siapa yg akan mengerjakn tugas mu disini, nanggun fan tinggal tiga bulan lg semesteran.
"iya bu, tp alin harus mencari sekolah baru dan saya juga sudah diusir pihak perusahaan almarhum untuk segera pindah dari rumah itu.
"untuk sementara tinggallah di tempat ku dulu fan..
"tidak usah bu..
"saya susah minta bu kokom untuk menggantikan saya,
"lalu kamu disana akan kerja dimana?
"saya akan mencari nya bu, semoga bisa dapat dengan cepat, namun bila belum dapat maka saya akan berdagang saja agar bisa menafkahi alin bu.
"apa kau mau ku kenalkan dengan teman ku yg duda juga fan..
"tak perlu ibu..aku hanya ingin menjaga alin sendiri saja.
"fan..ini no.telp dan alamat sahabat ku di jakarta dia kepala yayasan sekolah swasta disana cobalah kau melamar disana, siapa tau rejeki mu ada disana.
"terimakasih banyak ibu kepala sekolah..
"sama-sama fani..aku salut pada mu kuat menahan cobaan ini, bila kau butuh apa-apa kabari aku ya..
"iya ibu..terimakasih banyak...
setelah berpamitan kepada kepala sekolah fani berpamitan kepada para siswa nya air mata tak tertahan mengalir dari mata para siswa fani.
fani pun tak kuasa menahan tangis nya"anak-anak ku belajar lah yg rajin bila nanti kalian telah lulus main lah kejakarta jangan lupakan ibu ya...
mereka pun memeluk tubuh fani, rasa haru dalam kelas tak terelakan lagi.melepas guru kesayangan mereka adalah hal terberat untuk mereka.