NovelToon NovelToon
Will You Marry Me

Will You Marry Me

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:222.7k
Nilai: 4.8
Nama Author: laksmi 93

Devan menatap lurus ke depan tan menghiraukan Kinan yang tengah menatapnya dengan wajah sendu.Di pesta keluarga Ghenio, Kinan merasa dirinya tidak berarti. Devan mengacuhkan dirinya tanpa menyapa Kinan sama sekali. Itu membuat hati Rania merasa sesak.

"Kau menghukumku dengan kejam kak."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon laksmi 93, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Teror

Satu minggu berlalu, setelah kembalinya Kinan dan Devan dari Surabaya, pernikahan Kinan dan Devan pun mulai di persiapkan. Awalnya Nathan tidak setuju karna masalah yang tengah berada di tengah-tengah keduanya. Nathan takut jika akan terjadi sesuatu pada putrinya saat kakek Devan tau akan pernikahan mereka. Tapi syukurlah Anel bisa meyakinkan suaminya, dan persiapan pun bisa di langsungkan.

Pagi ini Kinan sedang berada di kamarnya untuk bersiap pergi ke butik bersama dengan Devan. Mereka hari ini rencananya akan mencari gaun dan jas untuk pernikahan mereka yang akan jatuh pada hari Rabu, minggu depan. Kinan yang sedang fokus dengan rambutnya di kagetkan dengan suara pecahan kaca kamarnya. Kinan bahkan sampai melempar sisir yang ada di tangannya karna terkejut.

"Astaga apa itu." ucap Kinan saat melihat sebuah batu terbungkus kertas putih yang tertuliskan tinta merah.

Kinan yang penasaran langsung mengambil bungkusan itu dan membukanya. Mata Kinan melebar, mulutnya terbuka lebar saat melihat tulisan di dalam kertas itu.

"Jauhi Devan atau kau akan mati."

Kinan melempar surat itu ke lantai, perlahan Kinan berjalan mundur dengan kaki bergetar. Kinan merasa jika ia tidak memiliki musuh sama sekali, tapi kenapa saat ini ada yang menerornya.

Tokkk tokk tokkk

Suara ketukan pintu membuat Kinan kembali terkejut, wajah Kinan terlihat pucat pasi. Dia benar-benar sangat takut.

"Sayang, Kinan. Kamu di dalam nak? Devan sudah menunggu kamu di bawah." terdengar suara Anel di balik pintu kamar Kinan.

Kinan mencoba menetralkan debar jantungnya agar mamanya tidak curiga." Iya ma, sebentar lagi Kinan siap." jawab Kinan cepat

"Baiklah, cepat turun yah sayang." Anel kembali bersuara.

Setelah suara Anel sudah tidak terdengar lagi, Kinan pun segera bersiap, tidak lupa Kinan membersihkan pecahan kaca yang berserakan di lantai dan menyimpan surat ancaman itu. Setelah selesai Kinan mengambil tas kecilnya lalu segera turun ke bawah.

"Maaf ya kak, aku lama." ucap Kinan ke Devan. Kinan sama sekali tidak menunjukan ketakutannya, ia tidak ingin membuat Devan dan yang lainnya khawatir.

"Tidak masalah, meski aku harus menunggu sampai tua, pasti akan aku lakukan." gombal Devan.

Kinan memutar bola matanya dengan malas, lalu ia mencari mamanya yang terdengar di dapur untuk berpamitan.

"Ma, Kinan pergi dulu ya." pamit Kinan pada Anel

"Hati-hati ya sayang, bilang sama Devan bawa mobilnya hati-hati." pesan Anel pada Kinan.

"Siap ma." Kinan berlalu meninggalkan Anel yang masih berkutat dengan dapur.

Di dalam perjalanan Kinan sama sekali tidak bicara, pandangan mata Kinan hanya tertuju keluar jendela. Wajahnya pun terlihat begitu berbeda, tidak seperti biasa. Kinan akan selalu banyak bicara jika sudah bersama dengan Devan.

"Sayang, apa yang sedang kau fikirkan?" tanya Devan saat menyadari sikap calon istrinya yang terlihat berbeda.

"Sayang." panggil Devan lagi. Tapi kinan masih belum merespon panggilan darinya.

"Sayang." panggil Devan sekali lagi, tapi kali ini diiringi dengan tepukan di bahu Kinan.

"Ehhh, iya kak? kakak bicara sesuatu?" tanya Kinan yang terkejut dengan panggilan dan tepukan tangan Devan.

"Kamu melamun sayang, sebenarnya apa yang kamu fikirkan? apa ada masalah?" tanga Devan lagi.

"Eh_ ti_ dak kok kak, mungkin aku hanya lelah." jawab Kinan sedikit gugup. Dia masih belum mau menceritakan kejadian pagi tadi, Kinan masih berfikir positif, mungkin itu hanya orang iseng

Devan mencoba untuk percaya, tapi tentu saja tidak terlalu percaya, karna Devan yakin ada yang aneh dengan sikap Kinan saat ini. "baiklah, lebih baik kamu tidur saja dulu, nanti kalau sudah sampai aku bangunkan yah." ucap Devan yang langsung di angguki Kinan.

Sesuai ucapan Devan, Kinan langsung memjamkan matanya. Ia ingin sedikit melupakan kejadian pagi tadi, Kinan berharap itu memang orang iseng yang tanpa sengaja melempar kertas batu itu ke kamarnya.

Satu jam kemudian, mobil Devan sampai di butik tujuan. Devan membangunkan Kinan dan segera mengajaknya ke dalam. Kinan dan Devan begitu antusias melihat gaun lengkap dengan setelah jas yang sangat bagus sampai mereka bingung untuk memilih yang paling cocok untuk mereka."Kak, kita pilih yang ini saja ya. Aku suka."ucap Kinan dengan mata berbinar.

Setelah cukup lama memilih, Kinan pun akhirnya menjatuhkan pilihannya. Gaun berwarna putih tanpa lengan dan berhiaskan permata di beberapa titik gaun membuat gaun itu terlihat sederhana tapi sangat elegan. Bahkan saat Kinan menggunakan gaun itu mata Devan sampai tidak melepas pandangannya dari sang calon istri.

"Cantik, sangat cantik." tangan Devan terangkat mengelus pipi mulus Kinan. Kinan bahkan sampai tersipu malu karna tatapan Devan kepadanya.

"Kak, aku harus melepas gaun ini." ucap Kinan mencoba untuk menghindari tatapan Devan karna malu.

"Mbak bantu aku membuka gaun ini ya." ucap Kinan lagi kepada pelayan butik.

Kinan masuk ke dalam ruang ganti untuk melepas gaun itu. Seletelah gaun itu terlepas Kinan memakai pakaiannya lalu ingin beranjak keluar, tapi baru saja melangkah Kinan mendapat sebuah pesan dari namber yang tidak Kinan kenal. Kinan segera membuka pesan itu dan mendapati pesan yang sama seperti yang tertulis di kertas yang ia dapat pagi tadi, tapi pesan kali ini juga berisi ancaman untuk keluarganya.

"Jadi kau sama sekali tidak takut dengan ancamanku Kinan , lalu bagaimana jika aku menyakiti saudarimu yang cacat ini, apa kau masih ingin memilih priayku untuk menikah denganmu. Jika kau tidak menjauhi Devan, maka aku akan membuat Nessa tidak hanya kehilangan penglihatannya tapi juga kehilangan nyawanya."

Setelah pesan itu datang Kinan kembali mendapat pesan yang berisi foto Nessa yang sedang terjatuh di depan sebuah ruangan rumah sakit yang Kinan tau itu adalah ruangan dokter Ando, dokter yang biasa menangani Nessa. Kinan merasa tidak tengan, kali ini keluarganya pun ikut terancam. Kinan membalas pesan dari nomer itu.

"Siapa kau sebenarnya hahhh, apa kesalahan keluarga ku hingga kau sampai mengganggu mereka, jika kau punya masalah denganku, kau bisa langsung memcariku, jangan keluargaku." Kinan

"Hahaha, kau akan segera bertemu denganku, tidak lama lagi kau akan tau siapa aku. Tapi ingat satu hal, saat kau bertemu denganku, kupastikan Devan sudah menjadi milikku. Karna Devan itu seharusnya bersanding denganku, tapi kau malah mengambilnya dariku. Dasar jala*g."

Deg...!

Jantung Kinan berdetak begitu cepat, pesan balasan untuknya membuat Kinan membeku di tempatnya."Lucia, benarkah dia. Tapi tidak mungkin Lucia melakukan ini." Gumam Kinan

"Sayang, kenapa lama sekali." suara Devan yang terdengar di depan pintu membuat Kinan tersadar dari lamunannya.

"Iya kak, sebentar lagi." ucap Kinan agar Devan tidak mengkhawatirkannya.

Kinan menarik nafasnya dalam sebelum membuka pintu ruang ganti. Kinan yang melihat Devan sedang berdiri di depan mencoba untuk menampakan senyumnya, agar Devan tidak curiga dengannya. Mereka berdua meninggalkan butik untuk menuju ke tempat yang akan mereka kunjungi selanjutnya. Fikiran Kinan tidak fokus sana sekali, dia masih memikirkan pesan yang dia dapat tadi. "Benarkan Lucia? " hanya itu yang ada di fikiran Kinan saat ini.

[Bersambung]

🍃Maaf ya karna baru bisa up, karna author lagi ada kesibukan di dunia nyata.

🎉Dan selamat menyambut pergantian tahun 2020 ke 2021. Semoga kita selalu sehat, dan pandemi yang sedang mengguncang Dunia segera berakhir seiring pergantian tahun.

1
ros
yg teror pasti zeline yg x sadar dek untung
Fransiska Siba
makanya jgn jutek sama suami, main2 rahasia rahasia lagi.
Fransiska Siba
itulah malas baca novel kayak gini, sudah tahu ini berbahaya tp main3 rahsia rahasia tidak mau berbagi masalah apalagi kalau itu akan menjadi suamimu setidaknya keluarga mu lahh. bertindak cepat tlpn keluarga mu bukan bersembunyi. Bodonhyaaaaaaaaaaaaaaaa Kinan
Cahya Aini
zeline wanita gak tau balas budi...dikasih hati minta jantung...
Susan Nurdiyah
zeline ga tau diri dah ditolong ngelunjak
Ilin Nurlina
terlalu neko-neko si Devan...jadi gregetan
Videaningrum
buatkan cerita anak devan ma kinan thor aska faresta genio
Rosdelita Siregar
awas pingsan
Videaningrum
makin seru bacanya...rendy emang suka godain alin...
🌹 Kayla Hafza 🌹
alin - rendy - dion kpn d bikinin rmh sendiri thor?
biar seru aja klo pny rmh sndiri...
Videaningrum
mungkin max itu dion
Siti Zulaiha
seru ceritanya Aline bikinin sendiri Thor ceritanya
Ayu Chandmayi
lanjut thorrr
🌹 Kayla Hafza 🌹
dion ato rendy
Videaningrum
makin asyik bacanya alin rendy dion
Videaningrum
makasih thor udh memutuskan nulis cerita alin di noveltoon...semangat selalu y thor
beri kabar klo udah rilis cerita alin
🌹 Kayla Hafza 🌹
kykny papa fino mau deketin alin sm dion nich!
rendy kyny mo nguji alin...apakah alin bakal cemburu????😆😆😆
alin diantara rendy & dion!
gak sabar nunggu cerita mrk launching thor...😁😁😁😁
Difa IG@difadipho: Hy kak jangan lupa mampir juga di novel aku
~Pertama dan Terakhir
~ Kawin Kontrak
😘😘😘
total 1 replies
Ayu Chandmayi
lanjut thorrrr
🌹 Kayla Hafza 🌹
gak sabar nunggu kisahnya Alin - Rendy - Dion...
d tunggu bgt thor...
EztheR
di infokn kk..kkw.uda up
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!