Jelita pergi dari rumah dengan membawa pedih dan luka, setelah mendapati kenyataan pahit. Ayahnya telah mengkhianati sang ibu dengan menikahi wanita simpanannya dan membawa wanita itu beserta seorang putri hasil perselingkuhan mereka, yang termasuk saudara tiri Jelita.
Malam dimana Jelita seharusnya mendapat cinta penuh dan tanggung jawab dari Chandra Adi Prama, Nyatanya membuat Jelita makin terluka setelah dengan terang-terangan, Chandra, pria yang dicintainya itu, menyatakan akan menikahi saudara tiri Jelita.
Ditambah lagi dengan sang ibu yang juga telah berpulang ke pangkuan yang maha kuasa, membuat Jelita tepaksa membekukan hatinya.
Hingga jelita pergi membawa luka dan membawa satu-satunya keluarga yang akan menemani jelita selamanya, Membuat hati jelita terasa beku dan enggan mengakui memiliki keluarga.
~Penasaran kisahnya?
Jangan lupa dukung dengan tap love, like, comment and vote yaa....~
Mohon perhatian....
Bagi siapapun yang melihat karya saya di plagiat di aplikasi lain, mohon segera memberi tahu saya.
Kebijakan ini berdasarkan karya saya PESONA ANAK PEMBANTU pernah di plagiat di aplikasi lain dan saya tidak mau mengulangi hal serupa atas cerita ini.
Terima kasih🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon istia akhtar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21
Hari beranjak petang. Mentari telah tenggelam di ufuk barat. Semburat senja sudah tak lagi terlihat. Yang ada hanya kegelapan menyapa.
Hitam pekat langit malam ini, langit yang tadinya terang, kini telah berganti dengan malam. Malam tanpa sinar rembulan, tanpa kelembutan cahaya yang menyapa.
Chandra tengah duduk di ruang keluarga kediaman Adi Prama. Saat ini, Chandra ingin sendiri tanpa sang istri. Saat berdekatan dengan Dewi, Alih-alih membuat Chandra tenang, justru pikirannya semakin kacau.
Gundah gulana.....
Kembali menyapa, menyelimuti hati yang kian bertabur duka.
Jelita.....
Jelita yang dulu di campakkannya, kini telah berbahagia dengan seorang Radhi.
Bolehkah Chandra merasa iri?
Dunia memang kejam. Sekuat apapun Chandra menepis perasaannya, nyatanya bayangan Jelita senantiasa menari indah dalam benaknya.
Dan taukah kau yang lebih menyedihkan?
Jelita telah berbahagia bersama Radhi. Chandra meronta. Chandra berduka.
Duka yang tak berkesudahan.
"Apa yang kau pikirkan, Chandra?" Sang mama datang dengan nampan berisikan jus mangga kesukaan Chandra.
"Jelita..... Aku menginginkannya, ma", jawab Chandra jujur.
Dalam situasi seperti ini, Chandra jelas membutuhkan mama untuk berbagi kisah. Ratna Adi Prama.....
Adalah orang yang tepat untuk menumpahkan segala gundah yang menyelimuti hati Chandra.
"Setelah kau mencampakkannya sembilan tahun lalu? Putraku tidak malu mengakuinya?", Nyonya Ratna berkata lembut namun sarat akan ejekannya begitu telak menampar sisi lain dari hati Chandra.
"Aku menyesal....."
Chandra tercekat. Bayangan kekejaman chandra sembilan tahun lalu, kembali terbuka.
"Biarkan dia bahagia dengan suaminya. Kau sudah cukup menggoreskan luka untuknya. Dari awal, kau memilih Dewi, bukan? Maka rawat dan jaga dia seumur hidupmu. Dengar, pernikahan bukanlah ajang permainan yang bisa kau mainkan sesukamu. Otak dangkalmu telah membawamu dalam penyesalan".
"Bantu aku, ma. Aku sudah tidak tahan. Bantu aku bisa dekat kembali dengan wanita yang ku cintai", Pinta Chandra memelas.
Nyonya Ratna berdecak tak suka.
"Kau ini.... Buka matamu, putraku. Dia sudah bersuami. Kau jangan mencari masalah, atau hidupmu akan hancur sendiri. Lagipula sudah ada Dewi, bukan?".
"Dia tak bisa melahirkan putra untukku, ma.".
"Lantas?".
"Aku hanya ingin Jelita. Titik.".
Lelah......
Nyonya Ratna merasa lelah dengan permasalahan keluarganya.
Chandra......
Adalah pribadi yang lemah lembut.
Namun, siapa sangka bahwa faktanya, Chandra memiliki sifat buruk.
Akibat kedua orang tuanya yang selalu memanjakannya, maka segala yang dia inginkan, harus segera di dapat.
Tidak peduli harus melalui cara kotor sekalipun, akan Chandra lakukan.
Maklum.....
Chandra adi Prama anak tunggal.
"Jangan melewati batasanmu, Chandra. Kau sudah dewasa. Pikirkan yang terbaik untuk rumah tanggamu dan Dewi karna dia yang kau pilih".
Nyonya Ratna pun berlalu.
Chandra merasa payah saat ini.
*******
Seminggu berlalu.......
Kini, Radhi telah membawa istrinya pulang ke kampung halaman.
Radhi bertekad untuk menenangkan situasi saat ini.
Radhi tak ingin gegabah.....
Radhi tak ingin salah dalam melangkah. Ia harus bisa menghindari kemungkinan-kemungkinan buruk yang mungkin saja akan Chandra lakukan.
Bukan tanpa alasan, Chandra adalah orang yang egois, Radhi sadar itu......
Radhi tak ingin mengambil resiko.
Terlebih lagi, sang istri saat ini tengah mengandung buah hati mereka berdua.
Radhi pergi tanpa jejak....
Di sana.... Chandra kelimpungan mencari Jelita serta Arlan dan Ariana.
"Cari anak-anakku dan dapatkan juga beserta ibunya. Aku tak perduli bagaimana pun caranya."
Teriak Chandra di suatu sore.
Setelah mendapati fakta bahwa ia seorang ayah, kini justru ia di pisahkan dengan anak-anaknya.
Chandra merana...
Chandra sengsara....
Sakit ini begitu menyiksa.
"Baik, tuan". Seorang kaki tangan Chandra bernama Sony, kembali menghela nafasnya berat.
Radhi membawa jelita pergi tanpa meninggalkan jejak. Kemana lagi Sony harus mencarinya?
*******
Di sebuah kota di belahan bumi lainnya....
Radhi dan Jelita tengah berbahagia dengan rencana mereka mendirikan bisnis produksi pakaian dewasa.
Usaha mereka tentu saja di dirikan dari nol.
Radhi mendekati sang istri yang semakin seksi dengan lututnya yang sangat buncit.
Usia kehamilan yang menginjak delapan bulan lebih itu, membuat Radhi semakin bahagia.
"Sayang, jangan terlalu lelah....
Ayo istirahat dulu, dengar.... kelelahan akan membuat bayi kita juga ikut lelah", ungkap Radhi khawatir.
Jelita bahagia. Jelita merasa bangga.
Radhi adalah cintanya.
Cinta yang begitu nyata.....
Cinta yang hadir meski banyak yang Radhi korbankan untuk Lita.
Bila cinta yang demikian terus Lita harapkan sepanjang usianya, mungkinkah tuhan akan mengabulkan?
Semoga saja.
"Tidak, sayang. aku tidak akan lelah, tenang saja. Aku wanita yang kuat", tukas Jelita seraya mngibas-ngibaskan tangannya.
Rasa bangga itu seketika hadir menyusup ke dalam relung hati Radhi.
Wanita yang dulu begitu rapuh karna cobaan berat yang ia pikul seorang diri, nyatanya kini telah merubah istrinya seiring bergulirnya waktu.
"Baiklah. Selesaikan pekerjaanmu yang ini. Setelah itu kita pulang. Arlan, Ariana dan kara pasti telah menunggu", Sambung Radhi kemudian.
Jelita mengangguk dan semakin bersemangat menatap lekat berkas-berkas di hadapannya. "Baiklah. Tunggu sebentar lagi".
Begitulah keseharian Jelita dan sang suami.
Kebahagiaan senantiasa menghampiri mereka.
Berbeda jauh dengan rumah tangga Chandra dan Dewi. Mereka sedikit berjarak.
Cinta yang dulu mereka agung-agungkan dan senantiasa di puja habis-habisan, nyatanya tak memiliki big dari sekedar emosi semu belaka.
Lama-lama, pinggang jelita terasa pegal luar biasa. Sakitnya menjalar hingga ke punggung bagian atas. Perutnya terasa panas.
"Aakkkhhhhhh" Jelita memekik.
Radhi yang duduk di sofa yang tak jauh dari istrinya itu, kaget bukan kepalang.
"Sayang......
Apa yang terjadi?" Panik, itulah yang di rasakan Radhi.
"Pinggangku sakit. Sepertinya aku akan segera melahirkan".
"Oh ya tuhan.... Apa yang harus aku lakukan?
Bukankah kata dokter waktunya masih empat Minggu lagi?", Paniknya Radhi panik bukan main.
Dengan tenaga yang cukup kuat, Radhi membopong sang istri keluar dan menuju mobil. Tak peduli tatapan karyawan yang sedikit khawatir.
"Jangan khawatir.... mas. Bayi kita punya cara berbeda untuk di lahirkan. Dia sudah tak sabar ingin melihat dunia lebih cepat", Jawab Jelita dikala nafasnya kian memburu di tengah rasa sakit yang menyerangnya.
****
Kelahiran seorang putri Radhi praja Bekti kembali terdengar santer kabarnya di telinga masyarakat.
Tak jauh dari klinik tempat Jelita melahirkan, Seorang kaki tangan Radhi di terpa rasa gelisah yang luar biasa.
Pasalnya, baru saja ia mendengar kabar bahwa orang-orang Chandra telah menemukan informasi tentang keberadaan Radhi dan istrinya.
Pria itu adalah Arman.
Pria dari desa sebatang kara yang di angkat saudara oleh Radhi.
Arman pula lah yang pernah membantu Radhi membawa jelita saat jelita hamil.
Dengan tekad kuat, Arman masuk dengan membawa kabar buruk dan kegelisahannya.
Arman tak punya waktu lagi. Radhi harus mendengarnya ini dengan cepat.
Setibanya di ruang rawat Lita.....
Arman memanggil Radhi yang tengah menggendong putri kecilnya yang baru saja di lahirkan.
"Mas....
kita bicara diluar, sebentar. Ada hal penting tentang pekerjaan yang harus aku sampaikan."
"Baiklah", Radhi meletakkan bayinya di boks bayi dekat sang istri.
"Sayang, istirahatlah.... Aku keluar sebentar", Pamit Radhi kala itu. Jelita tersenyum lembut ke arah suaminya.
"Baiklah.... jangan lama-lama", Jawab Jelita kemudian.
Setibanya Radhi di luar, Arman segera menyampaikan kabar tentang Chandra.
"Mas..... Orang-orang Chandra telah menemukan keberadaan kita.
Tak main-main, mereka membawa orang-orang banyak sekali. Aku khawatir dengan keselamatan dan keuarga kecilmu".
Ungkap Arman khawatir.
"Chandra menginginkan istriku, Arman. Mereka resmi mengibarkan bendera perang. Mari kita lihat sejauh mana mereka mengambil sikap. Aku lelah bila harus sembunyi. Seperti pecundang yang kehabisan tempat. Mari bertarung hingga titik darah penghabisan".
🍁🌺🍁