Kisah seorang wanita yang di sia-siakan oleh lelaki yang paling di cintai nya.
"Tega sekali kamu Andra, aku sudah berkorban banyak sekali untuk mu, aku meninggalkan Ayah dan Ibu ku demi kamu, bahkan Ibu ku hampir bunuh diri demi kamu bisa di terima oleh Ayah ku, tapi apa balasan kamu, kamu menyakiti aku"
Indah Paramita.
"Aku tidak pernah meminta mu untuk berkorban untuk ku, Aku tidak pernah memaksa mu untuk meninggalkan orang tua mu demi aku dan aku tidak pernah memaksamu untuk menikah dengan ku. Jadi jangan kau anggap kau hebat atas pengorbananmu, ingat! aku tidak pernah memintanya.
Andra wirawan
Lalu bagai manakah kisah selanjutnya?
Akankah Indah akan tetap mempertahankan cinta yang lama yang kini mulai menyakitinya.
Ataukah Indah lebih memilih pergi dengan mencari cinta yang baru dan meninggalkan kenangan lama yang awalnya bahagia tapi akhirnya hampa.
Ataukah Indah akan pergi namun tidak lagi percaya dengan laki-laki karena Indah sudah sangat benci dengan laki-laki karena Ia menganggap lelaki semua penghianat!
Inilah kisahnya
TALAK TIGA (Perjalanan Cinta Indah)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IPAK MUNTHE, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21
Setelah Indah meninggalkan Andra dan Dinda di Restaurant miliknya, ia langsung pulang kerumah. Ia merasa sangat sedih dengan apa yang di lakukan Andra padanya, ia benar-benar tidak percaya dengan apa yang barusan ia lihat. Kini Indah sedang duduk di lantai kamarnya, ia duduk sambil memeluk lututnya, matanya terus saja mengeluarkan air mata. Air mata itu benar-benar mengalir dari matanya dan jatuh pipinya.
Indah mengingat kebahagiaan yang pernah ia rasakan bersama Andra, semua ke bahagian yang mereka jalani terasa begitu indah sekali, masa-masa tertawa bersama, saling mengejek, saling memukuli dengan bantal, sampai saling berebut kamar mandi, dan kadang mereka berebut kue kering yang masih banyak di jual di luar sana.
"AAAAAAAAHHHH" Indah berteriak sambil menarik rambutnya, ketika mengingat kenangan itu.
Braak!.. Indah membanting fhoto pernikahannya dengan Andra, fhoto itu mengenai dinding kamar dan pecah kacanya bertebaran disana.
"Kenapa Ndra" Indah berteriak seperti orang gila, ia tidak mampu menahan rasa sakit hatinya atas apa yang di lakukan Andra padanya.
Kraang!.. Indah melempar pas bunga, pada fhoto dirinya dan Andra yang tergantung di dinding kamar itu kaca fhoto itu pecah dan kacanya terjatuh di lantai.
Indah benar-benar sudah tidak mampu mengendalikan dirinya lagi, ia menjatuhkan dirinya di lantai yang ada serpihan kaca itu.
Tangannya yang terkena pecahan kaca dari bingkai fhoto itu, berdarah tapi ia sudah tidak merasakan sakit, karna hatinya saat ini lebih sakit.
"AAAAAAAA" Indah terus berteriak sambil menangis.
Lalu ia mengingat Ayah dan Ibunya, semua yang di ucapkan orang tuanya terlintas di bayangan matanya, kata-kata Ayahnya yang meperingatkannya, bahkan sampai Ibunya hampir bunuh diri karna kebodohannya.
"Baru saja" kata Indah berteriak di kamar itu.
"Baru saja orang tua ku menerima ku lagi " kata Indah dengan sesegukan.
"Baru saja Ibu dan Ayah ku menerima Suami ku" kata Indah yang menangis sambil berteriak.
"Dan baru saja aku bahagia, karna bisa bersama orang tua juga Suami ku" kata Indah yang sudah sangat stres memikirkan rumah tangganya.
"AAaaaaaahh, kebahagian ini ternyata palsu" kata Indah dengan air matanya yang terus mengalir.
Brakkk!.....brukkk!!!....baaaar!!!!
Indah mengacak-acak kamarnya, ia melempar apa saja yang ia lihat, mulai dari pas, guci dan meja rias semuanya pecah, dengan darah dari tangannya yang mengalir.
"AANDRAAAA" Indah berdiri, dengan menatap langit kamarnya dan merentangkan kedua tangannya.
"Andra" Indah merasa lemas dan tubuhnya merosot ke lantai, ia terduduk dilantai dengan rambut yang berantakan, Meke Up yang sudah meleleh di wajahnya karna air mata dan tangannya berwarna merah karena darah.
"Kamu tidak berperasaan Andra"
"Kamu penghianat Andra"
"Kamu menghancurkan cinta yang tulus pada mu"
Indah terus berteriak, mulutnya terus mengatakan apa yang saat ini sedang ia rasakan.
"Dan Cinta sama Andra"
"Aku sudah menyerah kan semua cinta ku Andra"
"Sadar Indah sadar sekarang semua orang akan menertawakanmu.
"Ahahahahahaha"
"Semua orang yang memperingatkan mu dulu akan tersenyum melihat kehancuran mu"
"Ahahahahahahaa"
"Semua teman mu sudah mengatakan kalau Andra bukan laki-laki yang baik. Ayah dan Ibu mu, orang-orang yang ada di sekitar mu, bahkan dulu ada orang yang bilang kalau di g*golo"
"Ahahahahahaaaa.Aku. Aku. Yaa aku.Aku bodoh"
"Rasakan kamu Indah, itu namanya karma, hahahhaahaa, karma menentang orang tua"
"Hidup ku ternyata miris sekali, hahahahaa"
"Ibu Ayah ternyata cinta ku sia-sia. Ternyata semuanya hampa. Dan ternyata semuanya hanya Fakta Morgana"
"Ahahhahahaa, aku selama ini bahagia di dalam kebohongan Suami ku sendiri, ternyata aku hanya mainannya saja"
Indah terus menangis dan tertawa secara bersamaan, ia sudah benar-benar hancur, hatinya saat ini benar-benar rapuh ia tidak tau lagi harus bercerita pada siapa.
Kring..kring..kring..!! Sudah dari tadi ponselnya terus berbunyi tapi ia tidak menghiraukan sama sekali, tapi entah mengapa tiba-tiba ia penasaran siapa yang menghubunginya, karena mengingat Ayahnya yang sedang di rawat, ia takut terjadi sesuatu pada Ayahnya.
Tapi ternyata bukan orang tuanya yang menghubunginya, tapi sahabatnya semenjak kuliah dulu.
"Halo Yen" jawab Indah. Yang menghubunginya adalah Yeni sahabat yang paling menentang hubungannya dengan Andra. Bahkan semenjak Indah menikah dengan Andra, Yeni sudah tidak mau lagi berteman dengan Indah, karena ia sangat membenci Andra.
"Indah kamu nangis ya" tanya Yeni di seberang sana karena mendengar Indah yang sesegukan.
"Indah kamu kenapa" Yeni panik, ia takut terjadi sesuatu dengan sahabatnya.
"Kamu bilang alamat kamu aku ke sana" kata Yeni setelah Indah memberitahu alamatnya, Yeni langsung mematikan sambungan telponnya dan menuju alamat tersebut.
Tidak sampai tiga puluh menit, Yeni sudah sampai di rumah Indah, setelah pembantu Indah membuka pintu dan juga menunjukkan kamar Indah dan mereka mengatakan kalau mereka mendengar Indah menangis dan ber teriak, tapi mereka tidak berani mendekat pada majikannya itu.
"Indah" begitu Yeni membuka pintu kamar Indah, ia langsung memeluk sahabatnya itu.
"Kamu kenapa" Yeni bertanya sambil memeluk Indah, ia melihat kamar Indah sangat berantakan, bahkan seperti baru habis perang.
"Tangan kamu berdarah" kata Yeni. Yeni keluar dari kamar Indah, ia berteriak meminta kotak obat pada pembantu Indah, setelah membantu itu memberikan apa yang di minta Yeni, Yeni langsung mengobati tangan Indah.
"Yen hiks hiks, kamu benar" kata Indah sambil menagis dan kembali memeluk sahabatnya itu.
Yeni mengerti apa maksud ucapan sahabatnya itu, karena ia melihat fhoto pernikahan Indah dan Andra hancur di lantai berserakan, Yeni terus memeluk sahabatnya itu, ia mengerti apa yang di rasakan Indah.
"Yen kamu tau dia ternyata ada main sama Dinda" kata Indah lagi pada Yeni.
"Apa Dinda?" Yeni kembali bertanya, Indah meng ia kan dengan menganggukan kepalanya. Yeni benar-benar terkejut mendengar ucapan Indah, karena Yeni tau Dinda itu sepupu Indah bahkan mereka di besarkan bersama dan sudah seperti saudara sekandung.
"Kamu tau Yen, aku memergoki mereka di Restaurant sedang ber- " Indah sudah tidak dapat melanjutkan ucapannya, karena ia mengingat apa yang tadi ia lihat.
"Udah semua udah terjadi kamu harus sabar" Yeni berusaha menenangkan Indah, karena Indah terlihat sangat hancur.
Yeni tidak mau lebih banyak bertanya, karena saat ini ia tau yang Indah butuhkan adalah semangat. Ia butuh kekuatan dari orang-orang di sekitarnya, karena keadaannya yang tampak sangat buruk. Yeni terus memeluk Indah ia takut sekali kalau Indah mencoba bunuh diri.
"Aku mau cerai aja Yen" kata Indah yang menagis.
"Kamu tenangin dulu diri kamu, nanti kalau kamu udah tenang, baru kita pikirin jalan keluar yang terbaik buat kamu" kata Yeni. Yeni tidak mau kalau Indah mengambil keputusan terlalu cepat ia ingin Indah dalam keadaan yang tenang baru mengambil keputusan.