Kisah tentang dunia yang tiba-tiba saja diserang oleh iblis, dan tak ada cara untuk mengatasinya. Tapi, terdapat orang yang bisa mengalahkan sang iblis yang disebut Guardian.
Berfokus pada seorang remaja bernama Koujo Kotaro, yang dipilih untuk menjadi seorang penyelamat... Menyelamatkan dunia? Mungkin saja, tapi ini adalah sesuatu yang sangat berharga baginya.
Story bergaya anime
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RGC, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
21
14, September.
06.31
Kringggggg
Setelah mematikan alarm, aku perlahan bangun. "Hoaamm... Menganggu." Kemarin, saat pembicaraanku dengan Shirayuki selesai aku langsung kembali pulang dan tanpa sadar saat sampai ternyata sudah tengah malam. "Untung saja hari ini, libur." Karena hari ini libur, aku putuskan untuk kembali tidur.
Cukup lama kemudian.
15.33
Aku perlahan membuka mataku dan melihat ternyata hari sudah sore. "Sepertinya aku memang kelelahan." Aku tertidur cukup lama, dan sudah pasti karena aku kelelahan.
Sfx : suara perut yang kelaparan.
Perutku berbunyi karena mulai tadi pagi aku terus tertidur. Aku bangun dari tempat tidurku dan setelah itu mandi, lalu keluar untuk mencari makanan.
Tengah perjalanan.
"Ha. Minggu yang damai." Hari ini begitu tenang, tak ada iblis ataupun berita tentang pelaku pembunuhan. Hari ini bisa dikatakan sebagai hari yang sangat tenang.
Aku menikmati perjalanan ini.
Cukup lama setelah itu.
Aku sampai di restoran yang terlihat cukup murah, aku masuk ke dalam dan langsung memesan sesuatu. "Disini juga sangat damai." Keadaan disini terlihat sangat damai.
Beberapa saat kemudian makanan yang aku pesan sudah datang. "Selamat menikmati makanannya."
"Terima kasih." Pelayan itu pergi dan akupun menikmati makanan yang aku pesan. "Selamat makan."
Setelah selesai makan.
"Menjadi kekasihnya, ya." Dalam pembicaraanku dengan Shirayuki kemarin, dia bilang kalau dia bisa membantuku tapi aku harus menjadi kekasihnya, meskipun hanya berbohong. ‘Tapi, dia juga bilang padaku untuk memenangkannya, tapi apa yang harus aku menangkan. Apa ada pertandingannya?’ Karena aku tidak begitu tau, aku putuskan untuk menanyai hal ini pada Yu besok. Lagipula dia sudah mendaftarkanku, dan pastinya dia tau sesuatu tentang hal itu.
Setelah itu, aku langsung kembali pulang.
Dalam perjalanan pulang.
"Ugh..." Dengan cepat aku menekan dadaku yang mulai terasa sakit. "D-Datang..." Rasa sakitnya semakin sakit. "Aghh..." Aku mencoba untuk menahan rasa sakit ini, dan mencoba untuk menenangkan diriku.
Beberapa saat kemudian.
Rasa sakitnya mulai menghilang. "Ha. Ada apa ini?" Padahal aku sudah dalam keadaan yang tenang, tapi rasa sakit itu tiba-tiba saja muncul. Dan itulah yang membuatku bingung, jika aku dalam keadaan panik rasa sakit itu muncul dan saat aku tenang pula rasa sakit itu masih muncul. "Ha..." Menghela nafas panjang. Yang bisa aku lakukan saat ini hanyalah menahan rasa sakit yang tiba-tiba muncul ini, tak ada hal lain yang bisa aku lakukan.
Cukup lama setelah itu.
17.56
Saat aku sampai di kos, ternyata matahari sudah mulai terbenam. "Sepertinya aku sedikit menikmati hari ini." Hari yang tenang tanpa adanya iblis, aku berharap hari ini masih terjadi besok dan seterusnya.
Aku perlahan masuk ke dalam kos, dan setelah itu langsung mandi dan berbaring di atas kasur.
"Ha." Sambil menghela nafas panjang, aku melihat ke luar jendela dan matahari sudah terbenam seutuhnya.
Karena barusan aku sudah makan, aku tidak merasa lapar lagi.
Melihat ke arah jam. "Masih jam segini." Jam 18.34 masih terlalu cepat untukku tidur. "Ha... Sebaiknya jalan-jalan saja." Aku mengambil jaketku dan keluar untuk mencari angin.
Tanpa sadar aku berjalan hingga sampai di taman yang ada di dekat sini. "Sepi sekali." Karena sudah malam, taman yang biasanya ramai saat ini sepi.
Aku kemudian duduk di kursi yang ada di taman ini.
"Ha." Aku menghela nafas panjang, menikmati keadaan yang tenang ini.
Grrrrrr.
"Huh?" Aku mendengar suara, dan suara itu seperti suara geraman. "Siapa itu?!"
Mendengar suara itu dari semak-semak yang ada di sekitar sini, aku langsung berdiri. Dan saat aku melihat ke arah tandaku. "Tandanya berubah warna." Tandanya langsung berubah warna dan seketika sabit guardianku langsung muncul didepanku padahal aku tidak memanggilnya.
"Ada apa ini?" Suara itu semakin menghilang. "Iblis?" Jika ada keanehan seperti ini, sudah berarti yang tadi itu adalah iblis. Tapi... "Jika memang benar, kenapa alarm peringatan tidak berbunyi?" Kejadian ini sama seperti sebelumnya.
"Sebaiknya aku segera pulang." Karena aku merasa ada yang aneh dengan tempat ini sekarang, aku putuskan untuk kembali.
-------
19.01
Berbaring, aku melihat ke langit-langit. "Ha..." Aku kira hari ini akan jadi hari yang damai, ternyata aku salah.
Akibat mengingat kemarin, aku sedikit berfikir kalau, mungkin saja ada iblis yang tidak bisa dideteksi oleh alarm peringatan. Dan jika pemikiranku itu benar, ini akan sangat berbahaya.
"Hoaamm. Aku mengantuk." Entah kenapa mataku terasa begitu berat, padahal baru jam segini. "Sudahlah..." Aku memejamkan mataku dan tidur.
-------------------------------
15, September.
Kringggggg
07.33
Mematikan alarm, aku perlahan mulai bangun dari tidurku yang terasa nyenyak ini. Biasanya sih begitu, tapi... "Aaaaahh...." Bukannya merasa nyaman, aku malah merasakan tubuhku yang terasa kaku dan sakit. "Ada apa ini? Apa aku salah tidur?" Ditambah lagi aku yang masih merasa mengantuk, meskipun aku tidur awal tapi aku masih mengantuk.
Mencoba mengabaikan itu, perlahan aku aku mulai bangun dari tempat tidurku dan segera bersiap-siap.
Cukup lama setelah itu.
Dalam perjalanan menuju sekolah.
"Hoaamm." Aku masih menguap.
Aku kembali teringat dengan apa yang aku bicarakan dengan Shirayuki waktu itu. "Menjadi kekasihnya, ya." Entah kenapa bisa jadi seperti ini, tapi aku bersyukur karena Shirayukimu membantuku. Tapi... "Bagaimana caraku memenangkannya? Lagipula, jika ada, apa pertandingannya?" Shirayuki bilang padaku untuk memenangkannya, tapi aku tak tau apa yang harus aku lakukan. "Sebaiknya nanti aku tanyakan hal ini pada Yu saja." Karena dia yang mendaftarkanku, dia pasti tau tentang pertandingan yang disebutkan oleh Shirayuki.
Cukup lama kemudian.
"Yo Kotaro, selamat pagi." Seperti biasa, Yu menyapaku saat aku sampai di kelas.
"Yo." Setelah menjawabnya, aku langsung menuju ke tempat dudukku. "Sebaiknya aku tanyakan hal itu nanti saja." Karena masih pagi, aku tak ingin membicarakan hal yang berat pagi ini. Lagipula aku masih mengantuk.
Dan akhirnya, aku menunggu sampai waktu istirahat tiba.
Waktu istirahat.
Kringggggg
"Baiklah anak-anak, pelajaran hari ini cukup sampai disini saja. Kalian boleh istirahat." Setelah mengatakan itu, sensei pergi keluar kelas. Dan aku langsung menuju ke meja Yu.
"Kotaro, ada apa?"
"Ada sesuatu yang ingin ku bicarakan padamu."
"Hmm, apa itu?"
Aku melihat sekitar, dan aku tak mungkin membicarakan hal itu disini. "Kita cari tempat yang aman dulu."
"Boleh. Bagaimana kalau di atas."
"Baiklah." Kami pergi.
Beberapa menit kemudian.
Kami sampai di tempat paling atas di gedung sekolah, atap sekolah.
"Kotaro, sebenarnya ada apa? Jarang sekali melihatmu seperti ini."
"Ada sesuatu yang ingin aku tanyakan padamu."
"Hmm, apa? Tentang Shirayuki?"
"Begitulah."
Mendengar hal itu, Yu terseyum. "Jadi kau mau ikut, tapi kenapa kau tiba-tiba berubah pikiran. Kau bilang waktu itu kau tidak ingin ikut."
"Hmm. Aku pikir tidak ada salahnya mencoba, begitu."
"Oh, begitu. Oh ya, jika kau ingin ikut aku akan memberitahukan tentang kompetensinya."
Ternyata memang benar ada pertandingannya, jika tidak seperti itu mana mungkin Shirayuki bilang padaku untuk memenangkannya. "Jadi, apa kompetensinya?"
"Kau tau, keluarga Shirayuki itu selain terkenal karena memiliki perusahaan yang sangat sukses, keluarga Shirayuki itu juga dikenal sebagai ahli beladiri dan juga ahli dalam olehraga khususnya dalam hal memanah."
"Hmm. Memanah, ya." Mendengar kata memanah, mengingatkanku pada Shirayuki, ia bisa aku bilang memang sangat ahli dalam hal itu. "Lalu, apa yang akan di kompetensikan?"
"Mungkin memanah."
"Mungkin?"
"Pertandingannya akan dilaksanakan hari Minggu ini. Jika kau mau ikut, aku akan mengantarmu."
"Boleh."
"Baiklah, minggu depan kita bertemu di tempat biasa."
"Iya."
"Jam 8, ingat."
"Iya-iya."
"Kalau begitu, aku duluan."
"Ya."
Yu pergi, tapi sebelum itu. "Kotaro."
"Hm? Ada apa?"
"Kau kurang tidur?" Dia menyadarinya.
"Sepertinya begitu."
"Jika seperti itu, kau sebaiknya pergi ke UKS dan istirahat disana. Aku akan bilang pada sensei yang mengajar kalau kau sedang tidak enak badan."
"Terima kasih."
"Ya. Kalau begitu. Aku pergi."
"Ya." Yu pun pergi, dan aku masih diam disini untuk beberapa saat.
"Haa. Memanah, ya. Apa aku bisa melakukannya?" Meskipun Shirayuki bilang kalau aku menggunakan kemampuanku aku bisa memenangkannya dengan mudah, tapi senjataku itu sebuah sabit bukan busur. Dan lagi, aku belum pernah memengang busur selama beberapa tahun terakhir ini. "Sepertinya ini akan sulit." Mengatakan itu, aku kemudian perlahan pergi dari sini.
Tapi... "Keluarlah." Aku merasa kalau ada seseorang disini, dan aku baru saja menyadarinya. "Kau menguping pembicaraan kami, kan? Jika benar, keluarlah sekarang juga."
Dugaanku benar, perlahan aku melihat seseorang keluar dari balik pintu. Dan seperti Yu tadi juga tidak menyadarinya saat keluar dari sini.
Dan orang itu... "Sylvi."
Baca novel kakak ku ya...
Novel nya Rena (mysterious frame)
Ditunggu ya kak!
Mampir Juga Yaa di This Is My War And My Love Story ikutin kisah petualangan bisnis Ken dan Kisah cintanya sama Kiichan
semoga sukses 👍
lelaki Berkacamata 🤗🙏