NovelToon NovelToon
Bukan Pernikahan Biasa

Bukan Pernikahan Biasa

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Misteri / Tamat
Popularitas:18.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Kolom langit

"Turuti atau aku tembak!" Suara lembut namun menusuk yang terucap dari bibir seorang wanita cantik dan anggun.

Sebuah kisah pasangan unik, dimana Dimas yang pecicilan mendapatkan jodoh Anita, seorang mantan mafia yang super galak dan selalu mengancam dengan senjata api.

Sanggupkah Mr.Pecicilan menjinakkan Monster Betina?

Ada rahasia apa dibalik kisah hidup Dimas dan Anita?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kolom langit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sadar!!!

Malam itupun terasa sangat panjang bagi seorang gadis yang sedang meringkuk di pembaringannya. Rasanya begitu lama menunggu kedatangan sang fajar. Anita masih tak dapat memejamkan matanya barang sekejap saja, memikirkan sang suami yang kini terbaring tak sadarkan diri.

Anita bangkit dari pembaringan, dengan matanya melirik arah jarum jam dinding yang sudah menunjukkan pukul satu pagi. Gadis itupun memutuskan untuk pergi ke rumah sakit tempat sang suami dirawat dengan diantar beberapa pengawal yang berjaga di rumah. Tidak peduli lagi ucapan sang bos yang memintanya untuk tetap di rumah.

Dimas, masih terbaring tak sadarkan diri dengan banyaknya peralatan medis yang melekat di tubuhnya. Dengan berderai air mata, Anita mendekati pembaringan itu, menatap dalam-dalam wajah sang suami yang sedang tertidur. Disapnya puncak kepala lelaki yang sangat dicintainya itu, krmudian meneliti setiap bagian tubuh suaminya dengan perasaan sedih.

"Apa kau bisa mendengarku?" Anita mendekatkan bibirnya dengan telinga suaminya itu. "Aku mohon, bangunlah! Aku bersalah karena membuat Maliq memaksamu menikahiku. Seharusnya sekarang kau sudah bersama seseorang yang kau cintai. Tapi aku terlalu egois. Maafkan aku... aku benar-benar tidak tahu kalau kau sudah mencintai orang lain sebelumnya. Jika saja aku tahu lebih dulu, ini semua tidak akan terjadi padamu."

Anita menyandarkan kepalanya di bahu sang suami, "Asal kau mau bangun, aku bersedia melakukan apapun. Aku akan melepaskanmu dari pernikahan kita. Setelah itu, kau bisa kembali mengejar cintamu. Aku mohon, bebaskan aku dari rasa bersalah ini. Aku tidak akan bisa memaafkan diriku atas semua yang terjadi padamu. Hanya untuk menjagaku, kau harus membahayakan nyawamu sendiri.

"Kau tahu, awal kita bertemu, aku sangat tidak menyukaimu. Kau sangat menyebalkan, pecicilan dan banyak bicara. Lalu kita menjadi satu tim kerja. Dan entah sejak kapan, perasaan aneh itu ada di hatiku. Aku belum pernah merasakan hal seperti ini sebelumnya pada siapapun. Sampai akhirnya, aku menyadari perasaan apa ini." Anita menatap dalam-dalam wajah Dimas, lalu kembali berbisik di telingnya. "Aku mencintaimu!" Anita mengecup kening Dimas, bersamaan dengan air matanya yang berjatuhan.

"Tapi kalau kau tidak memiliki perasaan yang smaa denganku, itu bukan salahmu. Akulah yang kurang bisa memahamimu. Aku mohon bangunlah. Dan biarkan aku memperbaiki kesalahanku." Kalimat panjang yang dibisikkan Anita di telinga suaminya itu tak membuat Dimas menunjukkan respon sedikitpun.

Isakan Anita yang terdengar memilukan menggema ke setiap sudut ruangan. Anita beberapa kali memanggil nama sang suami. Namun, tak ada respon sedikitpun, Dimas begitu lelap dalam tidurnya seolah tanpa beban. Wajahnya yang pucat dan dengan beberapa luka lebam di sekita wajahnya begitu menyayat hati sang istri.

Anita tak beranjak sedikitpun dari sisinya. Hingga pagi menjelang, gadis itu tertidur dengan posisi masih menyandarkan kepalanya di bahu sang suami. Hingga kedatangan seorang dokter yang hendak memeriksa kondisi Dimas membangunkan Anita dari tidurnya. Gadis itu pun beranjak meninggalkan ruangan itu.

***

Geding kantor Kia Group...

Zian baru saja tiba di kantor dan langsung menuju ruangannya. Dan, saat memasuki ruangannya, lelaki jangkung itu terkejut melihat siapa yang ada di sana. Anita sedang duduk di sofa menunggu kedatangannya.

"Anita... Ada apa?" Zian melangkahkan kakinya menuju tempat gadis kesayangannya itu. "Apa yang terjadi? Kenapa wajahmu terlihat sedih?"

Anita mengusap setitik air matanya yang baru saja terjatuh, lalu menghela napas panjang. "Aku ingin mengatakan sesuatu," ujar Anita tanpa menatap laki-laki itu.

Tanpa banyak bicara, Zian langsung duduk di sebelah Anita, lalu merangkulnya, menyandarkan gadis itu di bahunya.

"Katakan!"

Anita yang belum dapat menguasai perasaannya masih bersandar di bahu Zian. Hanya isakan yang terdengar selama beberapa saat. Hingga gadis itu merasa cukup menumpahkan kesedihannya. Dia menyerahkan sepucuk surat yang ditulis Dimas untuk Mia pada Zian.

Zian membaca kata demi kata yang tertulis dalam kertas putih itu dengan wajah datar tanpa ekspresi.

"Dimas mencintai orang lain. Dan aku masuk ke dalam hidupnya sebagai penghalang."

Zian memasukkan kembali kertas itu kedalam amplop, kemudian meremas dan membuangnya ke tempat sampah. "Aku sudah tahu sejak awal bahwa Dimas menyukai Mia." Ucapan Zian membuat Anita membelalakkan matanya, gadis itu seakan tidak percaya dengan apa yang didengarnya.

"Kau sudah tahu? Tapi... Kenapa kau..."

"Aku tahu, aku egois. Demi membahagiakan adik kesayanganku, aku telah mengorbankan orang lain. Aku pikir cara ini bisa aku gunakan untuk menghilangkan trauma masa lalumu, dan memberimu kebahagiaan yang baru. Tapi malah sebaliknya. Aku sudah membuatmu jatuh ke dalam jurang dan terluka lebih dalam dengan kenyataan ini. Apa kau masih bisa memaafkanku?"

Anita hanya menggeleng pelan, "Kau tidak punya kesalahan untuk aku maafkan. Aku sudah membebanimu selama ini. Dan tanpa mengeluh sedikitpun, kau sudah menjagaku. Aku, hanya ingin terlepas dari semua beban ini. Aku ingin memulai hidupku yang baru."

Zian membelai puncak kepala Anita dengan sayang. "Kau tidak pernah membebaniku. Aku sangat menyayangimu sama seperti aku menyayangi Elsa."

Anita menggenggam tangan Zian dengan erat, menatap dalam-dalam matanya. "Maukah kau berjanji satu hal lagi padaku?" tanya Anita diikuti anggukan oleh Zian. "Apapun yang terjadi, jangan pernah membenci Dimas. Dia bukan orang jahat. Kau mau berjanji, kan?"

Sejenak, Zian terdiam, seraya menundukkan kepalanya. Entah apa yang ada di pikirannya. Tiba-tiba, setitik air matanya lolos begitu saja.

"Bagaimana aku bisa membencinya Anita? Dia sudah melakukan banyak hal untukku. Selama dua tahun aku dipenjara, dialah satu-satunya orang yang aku percaya untuk menjaga istri, anakku dan kau. Dia membahayakan nyawanya sendiri untuk bisa membebaskanku. Akar dari apa yang terjadi pada Dimas sekarang adalah karena aku. Lalu, bagaimana aku bisa membencinya?"

Kau akan membencinya jika kau tahu bahwa dia adalah pelaku penculikan Elsa. Tapi aku tidak memberitahumu. batin Anita.

Pembicaraan kedua orang itu belum selelsai, ketika ponsel milik Zian berdering. Laki-laki itu mengeluarkan benda pipih berwarna hitam itu dari saku jasnya. Di layar ponsel tertera nama Rama yang kini sedang menjaga Dimas di rumah sakit. Dengan cekatan, Zian menggeser simbol hijau untuk menjawab panggilan itu.

"Bos, Dimas sudah sadar!" ucap Rama membuat wajah Zian seketika berbinar.

"Benarkah?"

"Iya... Tapi Anita tidak ada di sini. Hanya ada aku dan ibunya."

"Anita sedang bersamaku. Kami akan segera ke sana!"

Panggilan terputus, diikuti kerutan di kening Anita. Gadis itu masih bingung dengan ekpresi wajah Zian yang tiba-tiba terlihat bahagia.

"Ada apa?" tanya Anita.

"Rama bilang, Dimas sudah sadar. Ayo cepat kita ke sana,"

Zian menarik pergelangan tangan Anita agar segera berdiri. Dengan langkah terburu-buru mereka keluar dari ruangan itu.

***

Di rumah sakit, Dimas yang masih terbaring melirik ke sana kemari. Sejak terbangun, belum ada satu katapun yang keluar dari mulutnya. Beberapa dokter masih memeriksa keadaannya, sambil melepas beberapa peralatan medis yang tadi terpasang di tubuhnya. Sementara ibu dan Rama berdiri di sudut ruangan itu memperhatikan Dimas yang sejak tadi terlihat sangat gelisah. Sesekali Dimas meringis kesakitan, sambil memegangi kepalanya.

*****

BERSAMBUNG

1
Ragil Berkah
sumpah thor drama yg bikin mgakak
Betty Wulansari
Trio Azkara 😭😭😭
𒈒⃟ʟʙᴄ🅲🅰🅽🆃🅸🅺𝐀⃝🥀
ini persis yang kubaca di cerita dimas pegawai zian novel Penjara cinta sang mafia

nyambung ceritanya karma zian dulu dia mafia juga perdagangan organ tubuh makanya adiknya mati mungkin organnya dijual mafia lain

mia tetangga depan juga baik makanya dimas suka. kalau anita mulai awal memang menakutkan😁 tapi mereka memang cocok kalau jodoh
Yuni Herwani
lanjut thor bagus ceritanya💪😍
Brondong
nostalgia kembali bareng babang dimas🤭
Arry Desember
plot twist nya
Anita adalah elsa...korban pembunuhan sdh di ganti dengan anak yg lain
Aqilla Nuril: elsa bukan anita kak,elsa samadengan mia temenya naya
total 1 replies
Arry Desember
klo zian tahu dimas yg nyulik elsa kyaknya jd musuh bneran ini
Umi Syafaah
Luar biasa
Mia Arkha
kalo kisah dokter Fahri sama elma apa judul nya KA??
Mia Arkha
bos sengklek ada aja gebrakan nya🤣🤣horang kaya mah bebasssss
RMQ
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
RMQ
mencurigakan🤔🤔🤔🤔
RMQ
sependapat😄😄😄
RMQ
🤔🤔🤔🤔
RMQ
kok panggilannya teringat sama grup idol k-pop baby monster
RMQ
penjelasannya agak lain🤣🤣🤣
RMQ
jurus andalan nya sudah kembali🤣🤣🤣🤣🤣🤣
RMQ
🤣🤣🤣🤣🤣
RMQ
😄😄😄
RMQ
ketahuan saya🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!