NovelToon NovelToon
Dendam Berdarah Sang Mafia

Dendam Berdarah Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Alia Chans

Malam itu, Akila Georgina kehilangan segalanya.

Tunangan yang dicintainya ternyata berselingkuh dengan adik tirinya sendiri. Belum sempat pulih dari pengkhianatan itu, Akila kembali dijadikan kambing hitam atas kecelakaan yang merenggut nyawa seorang wanita bernama Natalie Hartawan.

Dan putra wanita itu adalah William Hartawan—mafia kejam yang dikenal sebagai The Reaper.

William yakin Akila adalah penyebab kematian ibunya.

Maka ia menjadikan Akila istrinya. Bukan karena cinta, melainkan demi dendam.

"Mulai hari ini, kau adalah istriku. Dan hidupmu menjadi harga atas kematian ibuku."

Namun, semakin lama William mengenal Akila, semakin ia menyadari bahwa wanita yang ingin ia hancurkan ternyata hanyalah korban dari permainan orang lain.

Dendam perlahan berubah menjadi rasa memiliki.

Sementara Akila mulai dihadapkan pada satu pilihan: tetap membenci pria yang memaksanya masuk ke dalam pernikahan itu, atau mempercayai hati yang diam-diam mulai luluh?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alia Chans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31

Tatapan mereka beradu, Akila berusaha meyakinkan bahkan nada bicara begitu pelan.

Tapi tak lama, tubuh Akila ditepis William.

"Duduk dan makan, lihat aku membunuh pria ini. Jika saat kau memuntahkan makananmu, maka jangan salahkan aku..."

Cup!

William terdiam saat Akila mengecup lembut pipi William.

"Perkenalkan saja aku dengan para bawahanmu. Aku mau, ya aku rela jika kau mengakui aku sebagai Istrimu." Ucap Akila.

Klang!

Pisau itu jatuh ke lantai, William mengeluarkan kotak cincin. Ia mengeluarkannya lalu memasukkan ke jari manis Akila.

"Jika kau melepaskan benda ini, maka sama saja kau memintaku melepaskan kedua kakimu. Kau pahamkan?" Tanya William.

Akila menunduk menatap cincin yang indahnya bukan main itu.

'Apa ini lamaran? Hanya dia pria yang gila melamar seorang wanita dengan ucapan itu.' ucap Akila membatin.

Akila kembali mengangkat kepalanya menatap wajah William.

"Hm, aku mengerti." Ucap Akila.

Senyum muncul di bibir William.

"Makanlah Akila, aku akan tetap menyelesaikan urusanku." Ucap William.

Akila mau menahan William untuk tidak melakukan hal jahat, tapi tatapan William sudah lebih dulu mengintimidasi Akila.

Terpaksa Akila menurut, ia menurut untuk duduk di bangku tempat makan itu.

William mulai menunduk, rambut Diego ia jambak.

"Katakan padaku siapa yang memintamu mengusik Perusahaanku? Aku tak bodoh, kau juga membuat rumor bahwa Berlian milikku palsu. Saham Perusahaanku turun drastis, kerugian ku sangat besar. Hanya satu cara, bayar dengan nyawamu atau sebut nama Tuanmu?" Tawar William.

Diego diam, rambutnya semakin ditarik William.

"Aku bukan pemaaf, katakan siapa yang memintamu!" Lagi William berucap, sedangkan tangan yang satunya meraih pisau.

"Akhhh!" Ringisan Diego terdengar saat pisau itu menyapa kulit lehernya.

"Jangan bunuh aku." Akhirnya Diego berucap.

Bagaimanapun akhirnya, Diego masih ingin melihat sosok yang membantunya membayar rumah sakitnya selama ini.

"Tuan..."

William menatap Diego.

"Jangan membunuhku jika aku mengatakan siapa nama Tuanku." Ucap Diego lagi.

"Hmmm," balas William.

Saat itu Akila menoleh, bersamaan dengan Diego yang berucap.

"Tuan Atheos." Ucap Diego.

Akila terkejut, nama itu sama dengan nama Putranya.

Tidak mungkin! Ya, tak mungkin!

Akila tak berpikir sejauh itu.

Namun mau Akila tepis tapi ia tetap kepikiran. Bahkan uang transferan itu makin mengusik pikiran Akila.

William bersiap mengangkat pisau itu.

"William! Jangan dibunuh, kumohon." Ucap Akila.

William mengernyitkan keningnya.

Akila mendekat ke arah William, tatapannya menatap pria itu.

'Nama Atheos siapa yang kau bicarakan?' tanya Akila namun ia tak sanggup untuk mengatakan dengan jelas, itu hanya suara hati Akila saja.

"Kumohon jangan dibunuh, biarkanlah dia tetap hidup. Kau tak akan kekurangan uang, dan aku yakin kau bisa memulihkan masalah yang terjadi padamu tapi tolong jangan dibunuh." Pinta Akila lagi.

"Kau mau apa Akila?" Tanya William heran.

Akhirnya Akila terpaksa berucap.

"Aku hanya tak mau memiliki suami seorang pembunuh." Ucap Akila.

William terdiam mendengar ucapan Akila, tangannya memberi kode pada Reno untuk menjauhkan Diego dari sana.

Tangan Akila menggenggam tangan William.

"Ayo makan malam, aku harap kau mau mendengarkan ucapanku." Lagi Akila berucap seraya menarik tangan William untuk bergabung makan malam bersama.

Anehnya William malah menurut dan patuh pada Akila.

Beberapa pelayan saja sampai terheran-heran melihat Tuannya yang biasanya tak terkendali itu, kini seperti hewan peliharaan yang benar-benar menggemaskan.

"Selamat makan William." Ucap Akila.

Tak banyak bicara lagi, Akila tampak makan dalam diam.

Jangan ditanya kenapa William diam, karena saat ini jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya.

'Sialan!' ucap William membatin.

Sedangkan Diego sempat melihat wajah Akila, hal itu mengusiknya karena Diego lah yang diminta mencari tahu tentang Akila oleh Atheos.

---

Akila tampak menyelesaikan makan malamnya, jadi ia diminta memakai gaun hanya karena William ingin memberikan cincin padanya. Sungguh konyol.

Baru saja mengangkat kepalanya, akhirnya Akila sadar kalau sejak tadi William hanya menatapnya tanpa makan sedikitpun.

"Apa kau tak lapar?" Tanya Akila.

"Tidak." Ucap William singkat.

Akila mengangguk, ia benar-benar tidak ada niat berdebat dengan William. Jadi lebih baik Akila banyak diam alih-alih mengajak William ribut.

William masih betah menatap Akila.

"Kenapa kau menahanku untuk membunuh pria barusan? Apa kau mengenal pria itu?" Tanya William.

Lihatlah, William mulai berucap sesuatu yang mengajak Akila untuk berdebat.

"Tidak. Aku tak mengenalnya sama sekali. Bukankah sudah aku katakan bahwa aku tak ingin memiliki suami pembunuh, itulah alasanku melarangmu membunuhnya. Jadi berhentilah untuk membunuh orang, William." Ucap Akila.

"Bohong! Jelas sekali bukan karena alasan itu, apa kau berpikir aku mudah ditipu?" tanya William.

Sungguh Akila benar-benar muak dengan tingkah William.

"Kau sangat jelas tak sudi memiliki suami sepertiku, jadi bukan itu pasti alasanmu. Katakan dengan benar Akila! Apa yang saat ini sedang kau tutupi dariku?" Tanya William, pria itu mulai menampilkan emosinya.

Akila menghela nafasnya, ia bangkit berdiri mau pergi tapi tangannya ditahan oleh William.

"Katakan dengan jelas!" Lagi William berucap.

"Aku muak melihat kau membunuh orang! Dulu memang aku diam, tapi sekarang melihatmu makin gila membuatku jijik William. Apa kau berpikir nyawa manusia itu..."

"Jangan berlebihan! Aku hanya membunuh orang yang pantas mati saja, lihat nanti jika aku temukan pria dengan nama Atheos itu... aku akan pastikan dia mati di tanganku!" Ucap William dengan yakin.

Dan...

Plak!

Akila tampar wajah William cukup kuat.

Sungguh Akila tak bermaksud begitu, tiba-tiba saja gerakan tangannya refleks saat William berucap hendak membunuh orang dengan nama Atheos.

William kembali menatap wajah Akila, emosinya tidak surut sama sekali.

"Kau menamparku? Apa yang membuatmu kesal Akila? Apa jangan-jangan kau mengenal pria dengan nama Atheos itu ya?" Tanya William dengan satu alis yang terangkat. Tatapan William mendominasi sekali.

Akila hendak mundur tapi lebih dulu kedua pipi Akila diapit cukup kuat oleh William.

"Kau mulai membuatku semakin penasaran Akila! Apa sebenarnya kau ada dibalik semua ini? Kau terlibat Akila?!" Tanya William dengan geram.

Akila berontak, ia dorong tubuh William hingga cengkraman di pipi Akila terlepas.

"Tidak! Aku tidak terlibat sama sekali! Aku hanya tak suka dengan pembunuhan! Aku..."

Bibir William melengkungkan senyum kecil yang membuat Akila gugup.

Apa ia akan dibunuh William? Akila tadinya tak sengaja menampar wajah William.

"Akila, kau begini membuatku terasa seperti menghadapi tantangan. Kau membuatku menginginkan sesuatu Akila. Aku mendadak ingin kau membunuh Sari di hadapanku. Ya, kau yang membunuh Sari, bukan aku. Maukah kau melakukannya Akila?" tanya William.

---

Bersambung...

1
Adinda
coba diperhatikan lagi nama tokohnya biar gak salah
Alia Chans: oke kak 🙏🥲
total 1 replies
Adinda
valen bukannya aqila
Nayla Syberia
Sebenernya bagus sih,cuman entah knp si William tetep ga berubah yaa,kek iblis gitu berwujud manusia,mungkin para pengikutnya bakal sungkem kalik yaa.
Yaa sejauh ini sih bagus² aja ceritanya, semangat yaa buat kakak penulis nya
Alia Chans: Makasih buat saran nya
Btw kan sifat William mencerminkan judul novel nya ya kak🤭🤭
total 1 replies
mary dice
sangat rumit ckckck
Alia Chans: ..🤭🤭🤭
total 1 replies
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍
Nelson Sihombing
Dah di curi, kasih makan pun tak
Haryati Atie
harus nya akila bisa ambil kepercayaan william dh dia percaya bru kabur akila.
Alia Chans: Ini lagi ngajari Akila hal sesimpel itu🤭
total 1 replies
Nelson Sihombing
suka karakter Akila
Haryati Atie
thourr tipo ya jdi vallen .
Alia Chans: Sorry atas ketidaknyamanan nya, soalnya seingatku Valen tadi😭😭
total 1 replies
Gita ayu Puspitasari
kok jadi Valen kak
Mia Camelia
suka nih sama sisi posesif nya wiliam ke akila🤭
lanjut thor😄
Alia Chans: siap kak🤭/Smile//Smile/
total 1 replies
nurulmarisa
seru banget ceritanya 😘
Alia Chans: Thank you kak🙏🏻
total 1 replies
penggemar_Uangkecil?!
crazy up kak
Alia Chans: Ditunggu ya 🤭/Slight//Slight/
total 1 replies
penggemar_Uangkecil?!
👍👍👍
🔵🌹 Widian🧕
nah ...jadi sial kan mengolok-olok kakak sendiri.
duhh...moga Akila bisa terselamatkan .
Alia Chans: emm gimana ya...🤭🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!