Apakah kau percaya pada cinta?
Morgan dipertemukan dengan Vivian, seorang wanita yang pernah dia cintai dulunya. Setelah 7 tahun berpisah, akhirnya mereka bertemu.
Perjalanan cinta mereka menghadapi banyak sekali tantangan, hingga jarak dan waktu benar-benar memisahkan mereka.
Namun semakin jauh mereka dipisahkan, mereka semakin menyadari bahwa mereka saling membutuhkan.
Apakah mereka berhasil dipersatukan kembali? Bagaimana perjalanan cinta mereka akan terjadi?
Penuh dengan nuansa romantis bercampur pelajaran hidup yang menarik, ikuti kisahnya disini!
Update setiap hari pukul 23:00 - 02:00
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Theofanny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Apa Jawabanmu?
Kota Venice, Italia.
Matahari kembali memunculkan kehangatan sinarnya, menerangi seluruh daratan Kota Venice yang indah.
Angela & Jessica terbangun dan segera berjoging untuk mencari udara segar sekaligus berjalan-jalan menikmati indahnya suasana lautan dan tebing di villa Keluarga Wisse.
“Jessica, kurasa dibawah sana ada pantai.” Angela menunjuk ke arah pantai berpasir putih yang berjarak tidak cukup jauh dari tempat mereka berdiri.
“Ayo kita kesana!” Jessica berlari duluan dan meninggalkan Angela dibelakangnya.
Mereka berlomba untuk sampai ke pantai itu, namun ketika Jessica dan Angela memandang sebuah batu besar yang menghadap ke laut, mereka melihat seseorang tidur disana.
Dengan perasaan yang curiga dan penasaran, Angela & Jessica mendekat.
“Sepertinya aku mengenali pria itu!” Ucap Angela ketika melihat pakaian yang kemarin digunakan Morgan saat mereka makan malam.
Mereka mendekat dan mendekat, dan akhirnya mengenali siapa orang yang tidur ditempat seperti itu.
“Itu adalah Morgan!” Jessica dan Angela berlari mendekat kearah Morgan yang sedang asik tertidur pulas.
Ketika mereka meneliti tubuh Morgan, mereka melihat ada seberkas lipstik di area bibir Morgan dan di bagian bawah bibirnya.
“Hei Angela, mengapa ada bekas lipstik pada bibir Morgan?! Apa yang dilakukannya semalaman hingga terdampar disini?!” Jessica menyapu beberapa pasir dan menutup tubuh Morgan dengan jaket Morgan yang ada di samping Morgan.
“Apakah dia bercumbu dengan seseorang tadi malam?!” Jessica melanjutkan kata-katanya ketika mencium parfum wanita di sekitar bibir Morgan.
“Tidak salah lagi! Tapi siapa yang bercumbu dengannya tadi malam hingga dapat tertidur disini?” Angela merasa curiga dengan Morgan dan Vivian.
Namun buktinya belum kuat, karena Angela tertidur pulas tadi malam dan tidak mengetahui apapun yang terjadi.
“Haruskah kita membangunkannya, Angela?”
“Ya tentu saja. Untung saja malam hari di Venice tidak sedingin di Paris, Prancis.” Angela membuka botol airnya dan menumpahkan airnya pada wajah Morgan yang bercumbu tanpa sepengetahuan mereka!
“Rasakan itu!” dalam hati Jessica senang ketika melihat Morgan yang malang dibangunkan dengan siraman air di pagi hari.
Morgan tiba-tiba terbangun setelah disiram air oleh Angela, dirinya kaget saat mengetahui bahwa dia telah tidur diatas batu besar.
“Hei apa-apaan ini?!” Morgan memandang kedua wanita itu dengan kesal.
“Katakan pada kami, apa yang kau lakukan tadi malam hingga dapat tidur disini dan mendapat bekas ciuman disekitar bibirmu!” Jessica menjawab dengan nada kesal juga, karena dalam hati Jessica, Jessica sangat menyukai Morgan karena Morgan penuh dengan misteri dan gayanya yang dingin membuat hati Jessica menjadi terpikat pada pesonanya, terlebih mata birunya.
“Aku? Akupun tidak tahu mengapa aku bisa berada disini,” jawab Morgan dengan mata yang tidak ingin menatap Angela dan Jessica.
Angela tahu jika Morgan berbohong bahwa Morgan tidak tahu mengapa dia ada disana, namun Angela akan mempertanyakan itu nanti setelah Angela menyelamatkan Morgan dari situasi yang canggung itu.
“Jessica, sepertinya Morgan benar-benar tidak tahu mengapa dia ada disini. Sudahlah, lebih baik kita lanjutkan ekspedisi joging kita dan membiarkannya disini.” Angela mengedipkan matanya pada Morgan dan menggandeng Jessica menjauh dari sana.
“Sahabatku memang yang terbaik! Dia tahu apa yang harus dilakukannya untuk menyelamatkanku.” Morgan mengacungkan jempolnya kepada Angela yang baru saja mengedipkan matanya pada Morgan, tanda bahwa mereka bekerjasama untuk menyelamatkan Morgan.
“Aku penasaran bagaimana Morgan bisa berada disana dengan bibir yang penuh dengan bekas lipstik. Oh iya! Parfum itu! Itu mirip seperti aroma yang digunakan Vivian! Sial!” Nada Jessica meninggi saat dirinya melakukan cocokologi pada Morgan.
Tiba-tiba Jessica membalikkan badannya seperti ingin melabrak Vivian yang merebut ciuman Morgan.
Angela merasa bahwa cocokologi Jessica sesuai dengan analisisnya, namun Angela ingin menyelamatkan Morgan dan Vivian agar tidak terjadi pertengkaran antara mereka.
“Tidak, kurasa aroma Vivian berbeda dengan aroma yang ada di dagu Morgan. Mungkin saja Morgan menyamar menjadi pria setengah wanita dan melakukan ritual tadi malam!”
Angela menjelaskannya dengan tawa yang ditahannya karena membuat alasan yang sangat tidak masuk akal dan tidak berdasar.
Bahkan Jessica seorang dokter yang cerdas akan percaya begitu saja dengan nalar seorang detektif.
“Kurasa kau benar. Tidak mungkin Morgan jatuh cinta pada Vivian! Tapi bagaimana mungkin Morgan berdadan seperti pria setengah wanita? Apakah dia memiliki kelainan?” Jessica bertanya pada Angela yang tidak ingin melihat Jessica karena Angela menyembunyikan tawa nya.
“Gawat!” gumam Angela dalam hatinya setelah mendengarkan pertanyaan Jessica yang polos.
“Entahlah. Eh lihat disana ada pria yang sedang menaiki jetski!” Tunjuk Angela dengan semangat agar fokus Jessica teralihkan, beruntung ada seorang pria yang berotot menaiki jetski sehingga mengalihkan fokus Jessica.
…
“Untunglah ada Angela yang menyelamatkanku, jika tidak, Jessica pasti akan cek-cok dengan Vivian,” pikir Morgan dan menghela nafasnya.
Morgan berjalan naik ke villa dengan keadaan yang terlihat kacau, setelah dirinya tidur diatas sebuah batu besar ditengah malam yang dingin, beruntung tidak sedingin di Paris.
Ketika Morgan tiba didepan villa, Morgan melihat Vivian yang sedang duduk di balkon kamarnya dan memandang kearahnya dengan tatapan yang tajam.
Merasa sedang diamati, Morgan berjalan perlahan dan dengan hati-hati agar tidak menyakiti siapapun.
Morgan lalu memberanikan diri untuk menegur wanita yang sedang menatapnya dengan kesal, “hallo!” Morgan melambaikan tangannya pada Vivian dan tersenyum.
Sebenarnya Morgan tidak tahu kenapa Vivian tiba-tiba memeluk dan menciumnya lalu setelah itu meninggalkannya sendiri di pantai.
Vivian tidak menjawab sapaan Morgan dan mengalihkan pandangannya kearah bukit dan jalan raya.
Morgan masuk dengan perasaan yang bersalah dan tidak enak pada Vivian. Seperti dirinya telah melakukan kesalahan yang fatal pada Vivian hingga membuatnya cemberut seperti itu.
Morgan membersihkan dirinya dan berpakaian rapi untuk meminta maaf pada Vivian.
Villa Keluarga Wisse memiliki kebun anggur yang cukup besar di sebelah baratnya dan ada pondok tempat bersantai disana.
Morgan mengarahkan pandangannya ke kebun anggur itu dan melihat Vivian sedang membaca sebuah buku.
Dengan perasaan yang tidak tahu dimana kesalahannya, Morgan mendekat pada Vivian dan berusaha meminta maaf padanya.
“Vivian … aku minta maaf.” Morgan mendekat dan duduk disebelah Vivian yang sedang sibuk membaca buku dan masih tak ingin menatap Morgan.
“Atas apa?” Vivian menjawab tanpa menatap Morgan.
“Atas … atas kejadian tadi malam. Atau mungkin aku memiliki kesalahan yang membuatmu marah?”
“Jadi kau tidak tahu salahmu dimana dan kau mencoba meminta maaf padaku? Baiklah!” Vivian tiba-tiba pergi dari tempat itu dan meninggalkan Morgan.
Marah Vivian kali ini berbeda dengan yang sebelumnya, jika sebelumnya Vivian terlihat seperti muak dan tidak ingin mendekat, kali ini Vivian marah dengan halus dan masih ingin menjawab Morgan tanpa menyentuh Morgan seperti sebelumnya.
Morgan sangat tidak mengerti dengan wanita karena Morgan tidak pernah mempelajari sifat-sifat wanita.
Memang sebelumnya Morgan pernah menjalin hubungan dengan Clara Emerald, CEO label musik Morgan dulu, lalu dengan Stephanie Middleton yang merupakan seorang artis sepertinya, namun Clara Emerald dan Stephanie Middleton tidak pernah terlihat marah dan kesal pada Morgan karena mereka masing-masing sudah menerima sifat Morgan yang cuek dan dingin pada kekasihnya sendiri.
Namun berbeda dengan Vivian Wisse yang penuh dengan misteri dan tanda tanya akan sikapnya yang tiba-tiba dan selalu berubah.
Morgan merasa ada kesalahan yang dilakukannya, entah apa itu, sebaiknya Morgan segera berkonsultasi pada sahabatnya yang seorang detektif yang tentunya paham akan sifat-sifat seseorang.
Morgan akhirnya menunggu Jessica dan Angela kembali.
Setelah menunggu 30 menit, akhirnya Morgan melihat mereka kembali.
“Angela, aku ingin berkonsultasi padamu. Ayo!” Morgan menggandeng tangan Angela dan membawanya ke pondok anggur meninggalkan Jessica yang penasaran akan sikap Morgan.
Jessica yang ingin menyusul lalu mengurungkan niatnya setelah melihat Vivian memasak sesuatu di dapur outdoor miliknya.
“Ada apa Morgan?”
“Tadi malam aku menceritakan masa laluku pada Vivian, semua tentang kisah cintaku yang tragis. Lalu setelah itu Vivian menangis dan memelukku, tidak hanya memeluk, Vivian bahkan mencium bibirku hingga dua kali secara beruntun sambil menangis. Lalu setelah itu aku diam dan memandang langit dan Vivian tiba-tiba meninggalkanku begitu saja, hingga hari ini dia masih terlihat kesal padaku.”
“Apa dia ada mengatakan sesuatu padamu?”
“Ah itu … dia bilang bahwa dia mencintaiku."
“Setelah itu apa kau menjawabnya?”
“Tidak, aku langsung merebahkan diriku.”
“Itulah masalahnya. Kau tidak menjawab cintanya padamu. Sebaiknya kau menyiapkan sesuatu dan menjawabnya sesuai dengan apa yang kau rasakan … Morgan, apa kau mencintainya?” Angela bertanya dengan serius dan menatap mata Morgan denga penuh fokus.
“Mengenai itu … aku akan menyelidikinya. Terima kasih Angela, kau yang terbaik!” Morgan pergi dari tempat itu dan kembali ke kamarnya untuk menyelidiki perasaannya pada Vivian.
“Jika Morgan mencintai Vivian seperti dugaanku, maka aku adalah pecundang dan harus segera memusnahkan harapanku padanya. Setelah itu aku akan mulai melirik pria selain dirinya,” keluh Angela lesu dan beranjak ke kamarnya mempersiapkan dirinya lalu segeara makan pagi bersama Jessica dan Vivian.
yuk mampir juga di novel ku
yang berjudul
SAMA RUPA BEDA NASIB
aku nyicil baca dan like nya y, aku jadikan favorite dulu
salam dari aku dan mantan kekasih suamiku
aku tunggu feedbacknya
Semangat Up Kak 🌸🌸
Eh, ada si Gwen, Aerin ikut gk?
Morgan cepat sembuh ya...
kasihan vivian, apalagi dia sedang hamil 😢
kok jd kesel ya sama william😌
Wah wah, pesen ngga sepanjang biasanya aja harus diselidiki.. wah 😆🤣
wah wah, Cie yang di temenin Jeremy.. Cie Cie.. yang dimasakin..
uhh indah bgt oemandangannya suka deh huhu😢
hai kakak, maaf ya aku baru mampir lagi huhu😭
Adudu Will kamu itu keren masa gitu 😭
angela, masalah lacak melacak emang jagonya. tapi maaf, vivian udah tau.
kaget juga dia ternyata william yang melakukannya
di tunggu respek nya. 2 like 👍👍
(Baru kali ini liat Wiliam di suruh suruh)🤣🤣
Semoga penyakit Morgan cepet sembuh,biar Vivian gak nangis-nangisan lagi🙂🙂