JADILAH PEMBACA YANG CERDAS. NIKMATI ALURNYA YANG BERBEDA, BERSIAP-SIAPLAH TERTAWA, BAPER PARAH DAN PENUH TANGIS AIR MATA, YANG SIAP MENGOBRAK-ABRIK JIWA ANDA. DI BUMBUI KISAH CINTA 21++ JADI HARAP BIJAK MEMBAYANGKANYA 😃
SALAM RAFA REFA RAFI ❤❤❤❤❤
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shanty fadillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pernikahan dan Setelahnya
Hari ini Rafa Refa Up dua bab ya gaes
(BAB 20 dan 21)
Budayakan like sebelum membaca.
Bagi Vote seihklas anda.
Dan komentarlah sesuai alurnya.
Mari membagi bahagia dengan membaca.
🌱🌷🌱🌷🌱🌷🌱🌷🌱🌷🌱🌷🌱🌷🌱
🎀Selamat Membaca🎀
Tawa bahagia kini terdengar di rumah sang mempelai wanita. Para tamu undangan saling berjabat tangan mengucapkan selamat kepada Rafa dan Refa yang baru saja selesai mengucapkan janji suci sehidup semati.
Mereka bercanda ria saling melempar pujian akan ketampanan Rafa dan kecantikan Refa.
"Mereka benar-benar serasi sekali." Kata-kata itu terdengar berkali-kali.
Semua nampak begitu bahagia, bahkan kedua orang tua Refa berkali-kali memuji ketampan menantunya di hadapan tamu undangan. Begitu pun orang tua Rafa. Meski mereka sudah tau keadaan yang sebenarnya namun kedua orang tua Rafa itu berusaha untuk nampak bahagia.
Rafa dan Refa duduk di satu kursi yang sama, kursi di mana selalu menjadi impian setiap pasangan. Yaitu kursi megah nan mewah sebuah pernihakan.
Setelah hampir seharian baik Refa atau pun Rafa menjadi Ratu dan Raja. Kini saatnya hari yang melelahkan itu selesai juga. Semua para tamu undangan masih ada yang datang secara bergantian.
Ada binar tak biasa yang tak mampu di jelaskan oleh ketiga anak manusia yang terjebak dalam sebuah permainan kehidupan yang tak biasa. Sebuah permainan yang mengatas namakan cinta.
Rafa menatap gadis cantik yang kini sudah sah menjadi Istrinya. Yang seharian ini mencoba untuk tetap tersenym di hadapan semua orang walau hatinya teramat luka.
Walau acara pernikahan sudah selesai, namun suasana rumah Refa masih tetap ramai oleh rekan dan sanak saudara dari kedua keluarga.
Gadis cantik itu sudah tak mampu lagi membendung perasaanya. Air mata luruh begitu saja membasahi wajah cantiknya. Apa yang tengah Refa rasakan saat ini hanya Refa sendirilah yang mengetahuinya.
Rafa mendekati keberadaan Refa dan berniat menghapus air mata di wajah cantik istrinya. Namun secara bersamaan Rafi juga melakukan hal yang sama. Hanya bedanya, jika Rafa ingin menghapus air mata Refa hanya menggunakan tanganya namun tidak dengan Rafi. Lelaki tampan nan baik hati itu memberikan sebuah sapu tangan miliknya yang langsung di sambut bahagia oleh tangan Refa.
"Hapus air matamu!" Seru Rafi kepada mantan kekasihnya itu.
Sementara ada rasa cemburu membenam di dalam dada Rafa. Lelaki berwajah pucat itu ingin sekali berteriak. "Heeeeeeeeey! Dia istriku." Namun kata-kata dan teriakan itu hanya miliknya saja. Sebab, Rafa benar-benar sadar bahwa dirinya telah menikahi kekasih saudara sepupunya sendiri.
_________________
Hari pernikahan itu pun t'lah usai. Suasana rumah Refa yang tadinya ramai, kini menjadi begitu sepi. Semua pulang ke Istana mereka masing-masing, begitu pun kedua orang tua Rafa. Mereka sengaja meninggalkan anak kesayanganya itu di rumah mertuanya. Karna begitulah seharusnya. Sebab untuk beberapa hari Rafa harus membiaskan tinggal di rumah Istrinya sebelum akhirnya mereka akan tinggal di rumah mereka sendiri, rumah yang sudah di siapkan kedua orang tua Rafa sebagai kado pernikahanya dengan Refa.
.
.
.
Rafa tengah asik berbincang dengan papa mertuanya. Ya, lelaki paruh baya yang kini ada di sampingnya telah sah menjadi mertuanya.
Keduanya nampak begitu akrab dan saling melempar canda dan tawa.
Jam menunjukan pukul sembilan malam. Sebenarnya Rafa merasakan tubuhnya begitu lelah dan ada rasa sakit yang kini tengah berpesta dalam perutnya. Namun sekuat tenanga Rafa coba menyembunyikanya.
Gadis cantik yang kini telah resmi menjadi istrinya, tengah menatap sikap Rafa yang menurutnya tak bisa.
"Ayo. Istirahat!" Ajak Refa tiba-tiba seraya menarik tangan Rafa. Refa sengaja melakukanya sepertinya gadis cantik itu tau Rafa tegah mengeluh.
Rafa menyambut ajakan Refa dengan senyum penuh makna. Begitu pun sang mama dan sang papa, kedua orang tua Refa itu justru tertawa mendengar ajakan anaknya kepada suaminya.
"Udah halal mah bebas!" Ledek si papa.
"Iya. Kok malah anak kita yang agresif sih!" Tambah sang mama lagi.
Kedua orang tua Refa itu tertawa menggoda sepasang pengantin baru yang kini ada di hadapanya. Hingga membuat keduanya benar-benar malu karnanya.
______________
Bruuukkk.
Rafa menjatuhkan tubuhnya di sofa yang tak jauh dari sisi ranjang milik Refa. Lelaki tampan itu meremas-remas perut dan bagian pinggangnya. Melihat hal itu membuat Refa benar-benar panik.
"Apa yang bisa ku lakukan untukmu?" Refa benar-benar dalam kebingungan.
"Bisakah, kau ambilkan air hangat untuku?" Pinta Rafa.
Dengan sigap Refa pun menurutinya dan bebarpa menit kemudian dia datang dengan membawa segelas air hangat di tanganya.
Rafa meminum beberapa butir obat yang kini sudah di genggamnya, mengunakan air hangat yang di minta Rafa dari gadis cantik yang baru beberapa jam saja menjadi Istrinya.
"Sepertinya, aku harus benar-benar bisa memahaminya." Batin Refa saat menatap Rafa yang tengah menahan rasa sakit di tubuhnya.
.
.
30 puluh menit kemudian Rafa merasa tubuhnya sudah mulai membaik. Mendapati hal itu Refa mengukir senyum tipis dari wajah cantiknya, dirinya merasa lega melihat keadaan Rafa yang baik-baik saja.
"Apa kau sudah merasa lebih baik?" Tanya Refa lembut seraya memegang kening Rafa. "Suhu tubuhmu sudah tak panas lagi." Tambahnya.
"Maaf. Kedepan kau akan lebih sering melihatku seperti ini." Ucap Rafa lirih.
"Aku akan terbisa dan aku akan merawatmu semampuku!"
"Maaf. Jika kehadiranku benar-bebar meyusahkanmu.
"Sudahlah! Jangan katakan apa pun lagi. Tidurlah!"
Refa meminta Rafa untuk tidur di ranjang empuk miliknya. Namun Rafa menolaknya dengan senyuman.
Refa pun terdiam, dirinya merasakan ada sedikit ke khawatiran. "Bagaimana jika tiba-tiba dia sakit lagi?" Tanya Refa dalam hati.
🍀 🌷 🌱
Malam semakin larut, keheningan telah mulai menyapa dunia. Begitu pun rumah milik Refa. Semua penghuninya sudah lelap dalam tidurnya.
Namun berbeda dengan pasangan yang baru saja menikah. Keduanya dengan susah payah berusaha memejamkan mata. Namun sayang, mata mereka tak bisa di ajak kompromi. Sebab Rafa dan Refa masih sama-sama membuka matanya.
Refa tengah sibuk memainkan benda pipi dari balik selimutnya. Ya, gadis cantik itu menarik selimut dan menutup seluruh tubuhnya. Namun sayang, bukan berusaha memejamkan mata gadis cantik itu justru sibuk dengan ponsel pintar miliknya. "Haaah. Sial!" Cetus Refa dari dalam selimutnya.
Rafa yang sedari tadi memang belum memejamkan matanya. Sedikit heran dengan kelakuan gadis cantik yang baru saja di nikahinya. "Apa yang dia lakukan di balik selimut itu?" Tanya Rafa heran.
"Haaaaaahhh!"
Lagi-lagi suara itu keluar dari mulut Refa, di balik selimut tebalnya. Yang membuat Rafa semakin penasaran di buatnya.
"Ahhhh." lirih Refa lagi.
Rafa pun semakin penasaran, dirinya segera beranjak dari tidurnya dan secara pelan mendekati keberadaan Istrinya.
"Huuuuhhhh. Menyebalkan!" Upat Refa yang masih setia di balik selimut miliknya.
"Siapa yang menyebalkan?" Rafa tanpa permisi memasukan kepalanya kedalam selimut milik Refa
"Aaaaaaaaaaaa__________!" Suara itu benar-benar menggema dan memenuhi seluruh ruangan rumah milik Refa.
Rafa dengan Refleknya menutup mulut Istrinya dengan kedua tanganyan. "Hey. Hentikan teriakanmu!" Seru Rafa
Karna masih merasa terkejut Refa juga tanpa sengaja mengigit tangan Rafa sekuat tenaga.
"Aaaaawwwwww. Aahhh. Sakit gila! Upat Rafa yang cukup sakit dengan ulah Refa, mengigit tangan miliknya dengan sekuat tenaga.
"Maaf. Maaf!" Pinta Refa. "Lagi pula kenapa kau tiba-tiba masuk dalam selimutku, hah?"
"Aku yang seharusnya bertanya padamu. Sudah selarut ini kau mendesah-desah di balik selimutmu. Aku kira kau sedang mimpi basah dan aku berniat membangunkanmu." Bela Rafa apa adanya.
"Haaaaah. Gila, dasar otak mesum!" Upat Refa kepada suaminya.
Refa pun menunjukan layar ponsel miliknya. Dan meminta Rafa untuk membaca tulisan yang tertera di sana. Expresi wajah Rafa seketika berubah memerah, lelaki tampan nan rupawan itu mengigit bibir merah dan menggaruk-garuk kepalanya. Malu dia benar-benar malu.
Ternyata Refa tengah kesal, karna ketinggalan Discon besar-besaran di toko langgananya sebab Discon tersebut berlangsung tepat di hari pernikahanya dengan Rafa.
"Astaga, dasar gila!" Upat Rafa lalu mencubit hidung istrinya. dirinya pun mengambil ponsel milik Refa. "Tidurlah! Ini sudah larut malam.
Refa pun berdecak kesal lalu menarik selimut miliknya dan menutupi seluruh tubuhnya.
"Hihhh. Menyebalkan! Baru satu hari, dia sudah berani mengatur hidupku seperti ini!" Omel Refa dari balik selimutnya, yang membuat Rafa tersenyum mendengarnya.
Sementara di balik pintu kamar mereka, ada sang mama dan sang papa yang salah sangka. Mereka kira teriakan Refa yang sekuat tenaga adalah kegiatan malam pertama anak dan menantunya. "Kita sebentar lagi punya cucu, pah." Ucap si mama bahagia.
Padahal Refa dan Rafa saling berteriak karna masalah disconan yang di sesali Refa. Bukan Ehem. Ehem yang di fikirkan oleh si mama dan si papa 😁.
.
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
🌱Jangan lupa bahagia buat kalian semua!
🌱Salam damai dan penuh cinta.
🌷Dari Rafa Rafi Refa.
❤Terima Kasih❤
harusnya.rafa jujur aja sama org tuanya refa