Penyesalan yang selalu datang terlambat! Carla Magnolia Haines, menyesal meninggalkan suaminya demi pria yang ia pikir mencintainya, ternyata hanya menginginkan warisannya.
Saat ia mati ditangan pria yang ia pikir tulus mencintainya, barulah ia tahu suami kejam dan yang ia anggap terlalu kasar padanya, ternyata pria yang sangat tulus mencintainya.
Apakah waktu bisa diulang? ia ingin mengulang waktu bersama dengan suami kejamnya, dan mendengarkan suami kejamnya itu, dan bahkan akan membiasakan dirinya menerima sikap posesif suaminya padanya.
Aku ingin kembali! bhatin Carla penuh harap saat ia menutup matanya.
Akankah Carla dapat kembali lagi bersama suaminya, untuk mengulang waktu kebersamaan mereka, yang telah terbuang diantara mereka berdua, karena ulah orang ketiga menghancurkan rumah tangga mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KGDan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 21.
Alexander yang menganggap Carla hanyalah miliknya seorang, membuatnya semakin melayang, dan lupa diri.
Ia tidak ingin ada seorang pria pun dekat dengan Carla, karena ia menganggap tubuh Carla, diri Carla, dan cinta Carla hanya untuknya.
Mencium Carla, menyentuh Carla, dan merasakan tubuh Carla di dalam sana, membuat perasaan Alexander sangat sangat bahagia.
"Alex.. pelan-pelan.. !"
Dan bahkan suara manja, dan serak Carla sangat ia sukai, membuatnya ingin Carla melebur bersama dirinya, dan tidak pernah akan ia lepaskan.
"Carla.. kamu milikku.. hanya milikku.. !" Alexander menggeram semakin menekan Carla.
Tubuh Alexander bergetar, lalu ambruk memeluk Carla dengan erat dibawahnya.
Carla membalas pelukan Alexander, dan merangkul kan ke dua kakinya memeluk pinggul Alexander dengan erat.
"Alex, apa kamu tidak merasa lelah? sepertinya malam tadi tenagamu sudah terkuras, saat malam pertama kita" bisik Carla sembari mengelus punggung polos Alexander.
Deru nafas Alexander yang terdengar mulai reda, menggesekkan pipinya di bahu telanjang Carla, "Aku merasa tenagaku tidak berkurang sedikit pun, kalau menginginkanmu" bisik Alexander menjawab Carla.
Carla tersenyum mendengar jawaban Alexander, selain posesif, Alexander budak cinta, yang akan selalu mendengarkan apa yang ia katakan.
Hanya saja, kalau ia berpaling kepada pria lain, Alexander menjadi pria yang tidak bisa mengendalikan emosinya.
"Oh, ya? aku baru tahu, kalau aku ini sangat berbeda dengan wanita lainnya, apa sebelumnya kamu sudah pernah dekat dengan wanita, sehingga dapat membedakannya?" dengan suara yang pelan, nyaris berbisik Carla semakin tersenyum.
"Aku tidak pernah dekat dengan wanita lain, selama ini aku hanya menginginkan kamu saja! walau pun aku tidak mengenal banyak wanita, tapi aku bisa membedakan mana wanita yang pantas menjadi istriku!" Alexander menatap manik mata Carla.
"Aku senang sekali mendengarnya" Carla tersenyum lembut membalas tatapan mata Alexander.
Alexander menelan ludahnya melihat senyum lembut Carla, yang terasa menenangkan perasaannya yang paling dalam.
Ia ingin senyum Carla itu hanya ditujukan padanya saja, hanya padanya, dan hanya miliknya.
"Aku tidak ingin kamu tersenyum seperti ini kepada pria lain, Carla! aku akan membuat lelaki itu mati mengerikan, kalau kamu tersenyum seperti ini padanya" bisik suara serak Alexander, yang kembali merasa sangat cemburu.
Jemari Carla mengelus pipi Alexander, "Jangan khawatir, senyumku ini hanya akan kuberikan padamu saja" jawab Carla semakin tersenyum lembut menatap manik mata Alexander.
"Kamu hanya milikku"
Carla menganggukkan kepalanya, "Iya"
"Sungguh? kamu berjanji"
"Iya, tentu saja! aku hanya milik Alexander Alford" jawab Carla semakin tersenyum memperlihatkan gigi putihnya yang rapi.
Perlahan Alexander pun menyunggingkan senyuman bahagianya, "Kamu sangat cantik, Carla! aku sangat takut kehilangan kamu! kamu itu wanita yang paling berharga dalam hidupku, hanya kamu yang pantas menjadi istriku, sampai seumur hidupku"
Carla kembali mengelus pipi Alexander dengan lembut, "Iya, aku ingin melahirkan anak-anakmu, dan menjadi Ibu yang baik untuk anak-anakmu"
Air mata Alexander menetes disudut matanya mendengar apa yang dibisikkan Carla, "Terimakasih, sayang! aku senang mendengarnya, semoga kamu tidak berbohong padaku"
Alexander kembali memeluk Carla, sampai Carla merasa sesak dada, karena ditindih Alexander dengan kencang, tapi ia tidak merasa tersakiti dengan berat tubuh Alexander diatas tubuhnya.
"Aku tidak berbohong! aku sungguh-sungguh mengatakannya" jawab Carla.
Carla memejamkan mata membalas pelukan Alexander, sembari tersenyum bahagia.
Alexander sepertinya sudah mulai tidak menaruh curiga padanya, kalau ia sebenarnya tidak melakukan trik baru untuk melarikan diri dari Alexander.
Mereka saling tersenyum bahagia memejamkan mata, sembari saling berpelukan dengan tubuh yang masih menyatu.
Cup!
Carla mengecup pipi Alexander, dan wajah Alexander merona dengan tatapan mata terpaku menatap wajahnya.
Ia akhirnya tahu bagaimana caranya mengendalikan amarah Alexander.
Bersambung........
tapi Clara nya tak ngeh dari awal🤣🤣🤣🤣🤣
napa terlalu lama nungul ya???