NovelToon NovelToon
Anugerah Cinta.

Anugerah Cinta.

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Penyelamat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Bisqttz

Agatha Tatjana Putri gadis biasa yang bukan cucu atau anak dari kiai atau ustadz, yang bar-barnya bisa bikin orang berkali-bali istighfar, gadis biasa yang tiba-tiba di sukai hingga dilamar oleh anak Kiai pemilik pesantren ternama.

Gus Zayn Raffan El-fatih anak pertama dari pemilik ponpes Al-Muhadzirin ponpes yang banyak di minati, termasuk Gus Zayn nya sendiri banyak yang minat. paras yang hampir sempurna, dan pewaris.

Pertemuan yang tak pernah ia bayangin, bisa merubah jalan hidupnya, yang tadinya berniat untuk kuliah malah tinggal di lingkungan pesantren.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bisqttz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

20. Menolak.

DUA MINGGU KEMUDIAN...

Agatha saat ini berada di dalam kelas bersama santri-santri lainnya, dan sekarang adalah jadwal dimana para santri menyetor hafalannya.

Sebagaian santri merasa kaget dengan perubahan Agatha dan Mela akhir-akhir in, kedua gadis itu sudah jarang bikin ulah atau di hukum. seperti hari ini kedua gadis itu sukses menyetor hafalannya tanpa melihat Al-Qur'an.

Bagaimana bisa? bisa dong Agatha di ajarkan oleh suaminya, dan Mela terus belajar agar bisa berdampingan dengan ustadz Farhan.

Bagaimana tidak terkejut, pasalnya keduanya selalu saja ada alasan untuk setor hafalan, walau setor paling ada salahnya ya walau tidak banyak.

"Ngapain si lo pada kaget, lebay tau gak. begitu doang mah ga sebanding sama gue, " ujar Maya.

Keempat gadis itu yang mendengar hanya menatapnya jengah tanpa minat untuk menjawabnya.

  ••••••√√√•••

"Assalamualaikum, " ucap Zayn setelah masuk kedalam ndalam.

Zayn dikagetkan oleh orang-orang yang berada di dalam, bagaimana tidak kaget orang di sana sudah ada orang tua nya ustadzah Halimah dan juga Halimah sedang duduk menunggunya.

Lalu ia menghampiri mereka, ia mencium punggung tangan kedua orang tua Halimah dan juga kedua orang tuanya.

"Pak, bu. " sapa Zayn sembari mencium punggung tangannya. "Zayn, " sapanya balik.

Lalu Zayn duduk di samping Abah Hamdan, "Bah, ini ada apa? kok pada ngumpul disini? " tanya Zayn berbisik pada Abah.

"Abah juga gak tau, " balas Abah berbisik pada putranya.

"Mohon maaf, pak, bu. ini ada apa ya? apa ada masalah dengan Halimah? atau Halimah mau balik? " tanya Abah.

"Sebelumnya saya minta maaf, kyai. saya kesini bermaksud ingin menjodohkan Halimah dengan Gus Zayn, " ucap Abah Halimah sebut saja, Abah Agus.

"Astaghfirullah, " Abah Hamdan refleks beristighfar saat ayah Halimah mengucapkan itu membuat kedua orang tua Halimah mengerutkan keningnya.

"Hm, maaf saya refleks. " ucap Abah, jeda tiga detik, "Menjodohkan? " tanya Abah.

"Iya, karna saya pikir Gus Zayn cocok putri saya. Gus Zayn anak yang baik, sopan dan paham agama. cocok dengan putri saya, " ucap Abah Agus.

"Abah harus jawab apa mi? " bisik Abah pada Ummi Farah, "serahkan saja pada Zayn bah. " balas Ummi Farah.

"Biar Zayn saja yang menjawab, " ucap Abah melirik putra nya.

Zayn menghela nafasnya, "kamu mencintai saya? " tanya Zayn pada Halimah.

Halimah mengangguk, "Ya Gus. "

"Tapi sebelumnya saya mau minta maaf yang sebesar-besarnya, pada ibu, bapak dan juga kamu. saya tidak bisa menerima ini, " ucap Zayn.

Halimah menunduk, "Kenapa Gus? " tanya Abah Agus.

"Saya tidak mencintai anak bapak. Dulu memang sempat saya pernah menyukai ustadzah Halimah, tapi setelah sadar saya hanya mengaguminya bukan mencintainya. Dan saya juga sudah punya istri tidak mungkin menerima ini, " jelas Zayn.

DEG!

Halimah tergores namun tak berdarah, hatinya sangat sakit. Disisi lain Halimah di bungkam kan oleh perkataan Zayn.

"I-istri? " tanya Halimah.

"Iya, dan mungkin sudah saat nya semua tau kalau saya sudah memiliki istri." balas Zayn.

Zayn berdiri dari duduknya, " Sebentar saya akan panggilkan istri saya, " ucap Zayn.

Zayn keluar dari ndalam tujuan nya saat ini mencari keberadaan sang istri, tidak butuh waktu Zayn melihat Agatha sedang duduk bersama ketiga sahabatnya dan bahkan ada santri lain juga yang bersama mereka. Lalu Zayn menghampirinya.

"Assalamualaikum, " ucapnya saat sudah berada di sana.

Mereka semua menoleh dan berdiri saat tahu siapa yang datang, "Waalaikumsalam Gus Zayn." balas mereka semua

"Maaf saya ada urusan dengan istri saya, " ucap nya lalu menggandeng tangan Agatha dan membawa nya pergi dari sana.

Sahabatnya dan kedua santri bingung melihat itu, terlebih lagi Gus Zayn lupa mengucapkan salam sebelum pergi.

Sedangkan Agatha merasa terkejut saat Zayn menarik tangannya dan membawa nya pergi dari teman-teman nya.

"Bentar-bentar tadi Gus Zayn bilang apa? kayanya kuping aku rada budek deh, " ucap salah satu santri sebut saja Nabila.

"Agatha istri Gus Zayn? sejak kapan Gus Zayn nikah? " tanya Hilda.

Ketiga teman Agatha melihat satu sama lain, rasanya kalau mereka bertiga cerita pun tidak akan di marahin kan, karna tadi Gus Zayn sendiri yang mengatakan ada urusan dengan istri nya.

"Ekhm, " Mela berdehem sebelum menjawab.

"Sudah cukup lama si mereka nikah, Dan itupun Gus Zayn yang pertama kali melamar Agatha saat liburan pondok. " jelas Mela.

Kedua santri itu di buat kaget dengan ucapan Mela, "kalian berdua juga sudah tahu? " tanya Nabila pada Putri dan Adel.

Kedua gadis itu menggangguk, "Seriusan? terus ustadzah Halimah gimana? pasti dia sakit hati, mana tadi aku lihat kedua orang tua ustadzah Halimah ada di ndalam lagi, mau menjodohin Ustadzah Halimah dengan Gus Zayn." ucap Hilda.

"Bukan mau dijodohin tapi lebih tepatnya menjodohkan kan diri sendiri, " ucap Mela, lalu menutup mulutnya.

"Haha benar banget, dulu lo bilang Gus Zayn sukanya sama Ustadzah Halimah? padahal Gus Zayn sudah punya istri bahkan satu rumah lagi, " ucap Putri.

"Jadi Agatha jarang terlihat di asrama karna tinggal bareng Gus Zayn? "tanya Nabila, dan mendapat anggukan dari ketiganya.

  •••••√√√•••

Disisi lain kembali lagi dengan Gus Zayn dan Ning Agatha.

Agatha membulatkan matanya saat tangannya di tarik tiba-tiba oleh sang suami, " Mas, mau ngapain? " Agatha mencoba melepaskan tangannya.

"Sebentar ada urusan, kamu harus tau ta. " ucap Zayn sambil berjalan dengan terus menggandeng tanga Agatha, tidak perduli dengan para santri yang melihatnya.

"Mas engga enak dilihatnya, nanti semua curiga, " ucap Agatha membuat Zayn berhentikan langkahnya.

"Gapapa sayang biar semuanya tau kalau kita sudah nikah, " ucap Zayn sembari menatap Agatha.

Dan akhirnya mereka sampai di ndalam, "Assalamualaikum! " ucap Zayn setelah masuk dan masih menggenggam tangan Agatha.

Semua orang menoleh, "Waalaikumsalam."

"Mas ini ada apa si? " bisik Agatha pada suaminya.

"Nanti juga kamu tau, " lalu Zayn duduk begitu pula dengan Agatha yang masih ia genggam tangannya.

Halimah tertuju pada Agatha yang di gandeng dengan Zayn, rasa sakit hati ada, begitupun dengan rasa bingung.

"Perkenalkan ini istri saya Agatha tatjana putri, " ucap Zayn memperkenalkan sang istri.

"A-Agatha, kamu? " Halimah bingung.

"Sudah sebulan saya menikah dengan Agatha wanita pilihan saya, memang tidak semua santri dan para dewan pengajar tau kalau Agatha adalah istri saya, hanya orang-orang terdekat dan sahabat saya yang tau. Saya sudah menyukai gadis ini saat pertama kali saya melihat Agatha mengenakan hijab di rumah ini. " jelas Zayn.

"Jadi kamu sudah menikah? " tanya Abah Agus.

"Nggih, saya sudah menikah. "

"Memangnya kamu mencintai dia? "

"Nggih pak, saya mencintainya karna Allah. "

"Hm, ayo Halimah kita pulang, sudah cukup kamu mengajar disini. "ajak Abah Agus beranjak dari duduknya dan menarik tangan putrinya.

Halimah tetap duduk, ia menatap sang ayah. Ia tau kalau ayahnya sangat malu, "Halimah gak mau pulang, Halimah masih mau di sini. "

"Kamu harus pulang Halimah. "

"E-eeh pak, sebaiknya jangan terlalu memaksa Halimah untuk pulang, " ucap Abah Hamdan.

"Terserah saya, Halimah anak saya. " ucapnya sambil menarik tangan Halimah.

"Nggak mau bah, Halimah gak mau pulang. Halimah masih mau mengabdi di pondok ini, " ucap Halimah.

"Maaf pak, Halimah masih mau mengajar disini, jangan memaksanya untuk pulang. Halimah juga kan sudah cukup lama mengajar disini, jangan karna saya menolak anak bapak, bapak jadu menyuruh anak bapak pulang. " ucap Zayn.

"Maaf saya kan hanya menolak putri bapak jadi istri saya, bukan menolak putri bapak jadi guru di pondok ini, "lanjutnya.

"Iya bah, sebaiknya jangan terlalu memaksa Halimah. " sahut ibu Halimah, panggil saja Alda.

Abah Agus terdiam, tak lama ia mengangguk. "Yasudah terserah kamu. "

"Ayo bu, kita pulang. " Ajak Agus pada sang istri, lalu ibu Halimah pun berdiri.

"Kyai, ustadzah. kami permisi pulang dulu ya. Mohon maaf sebelum nya sudah mengganggu, " ucap ibu Halimah.

Mereka pun berdiri, "Iya tidak apa-apa bu, " ucap Ummi Farah.

"Kami permisi, Assalamualaikum, " pamitnya lalu pergi.

"Waalaikumsalam."

Agus bukannya berpamitan malah memalingkan wajahnya, mungkin ia malu. setelah kedua orang tua Halimah pergi, giliran Halimah yang berpamitan. "Kyai, Nyai. Halimah juga pamit, Assalamu'alaikum. " Pamitnya sambil menundukan wajahnya sedih.

"Waalaikumsalam warohmatullah. "

Saat Halimah hampir dekat pintu, Agatha memanggilnya, "Ustadzah? " panggil nya lalu menghampiri Halimah.

Halimah menoleh, "Iya, ada apa Agatha? "

"Sebelumnya saya mau minta maaf sama ustadzah, " ucap Agatha sambil menundukan sedikit badanya.

Halimah tersenyum, "Tidak apa-apa Agatha, ustadzah gapapa kok. " Tanpa Halimah sadari air matanya menetes, lalu Agatha mengusap air matanya.

"Ustadzah jangan nangis, masih banyak lelaki yang jauh lebih baik dari Gus Zayn. " ucap Agatha.

"Makasih Agatha. " Setelah mengatakan itu Halimah kembali berjalan keluar rumah.

"MasyaAllah, aku bangga sama kamu Agatha, " batin Zayn.

Setelah itu Agatha kembali ke tempat semula menghampiri sang suami dan juga mertuanya, "kasihan banget tau Mas ustadzah Halimah. "

"Emang kamu mau dimadu? " tanya Zayn, membuat Agatha menatap tajam kepadanya.

"Ya gak maulah, aku gak akan terima! " ujar Agatha.

Zayn tersenyum, "tapi kasihan Mas, pasti sedih banget. Tapi aku yakin kalau ustadzah Halimah bisa dapat lelaki yang lebih dari Mas. "

"Iya, insyaAllah. " sahut Ummi Farah.

"Doakan saja yang terbaik, " lanjut Abah Hamdan.

"Tapi Mas Zayn, sudah paket lengkap banget. udah ganteng paham agama, baik, pekaan, romantis, pinter. Banyak deh pokoknya nya semua ada di Mas Zayn. "

"Emang Zayn romantis? dia cuek lo, " tanya Abah.

"Iya bah, di luar aja cuek, kalau di kamar mah Mas____" belum selesai berbicara, mulut Agatha sudah di bungkam oleh Zayn.

"Zayn kenapa mulut istri kamu di tutup? " tanya Ummi, lalu Zayn menurunkan tangannya yang menutupi mulut Agatha.

"Tau nih, demen banget nutup mulut orang. " ucap Agatha.

"Ekhem, " Abah berdehem, membuat ketiga orang itu menoleh keoadanya. " Sudah praktekin Fathul izhar belum? " tanya Abah menggoda keduanya, padahal Abahnya sudah mengetahui nya saat sarapan bersama dua minggu lalu. Pipi pasutri itu memerah seperti kepiting rebus.

Zayn berdehem sebelum berkata, "Ekhm, Zayn ke rumah dulu, " pamitnya lalu berjalan menuju pintu belakang.

"Eh, Mas tungguin. " Teriak Agatha lalu berpamitan kepada mertuanya sebelum menyusul sang suami.

Jangan lupa like and comment, biar author nya jadi semangat untuk up.

Sampai berjumpa di bab selanjutnya....

bye bye muahhhhh...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!