NovelToon NovelToon
Rekan Kerja, Mantan Pengantin

Rekan Kerja, Mantan Pengantin

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Dark Romance
Popularitas:9k
Nilai: 5
Nama Author: linda huang

Evelyn Shen ditinggalkan Damian Lu di hari pernikahan mereka tanpa pesan, tanpa penjelasan. Sejak itu hidupnya runtuh, dihina, lalu diusir oleh keluarganya sendiri.

Lima tahun kemudian, Evelyn kembali sebagai detektif tangguh. Takdir mempertemukannya lagi dengan Damian, kini jaksa elit yang cerdas dan ahli bela diri, dalam sebuah kasus besar yang memaksa mereka bekerja sama.

Bagi Evelyn, Damian adalah pria yang menghancurkan hidupnya.

Bagi Damian, Evelyn masih wanita yang paling ia cintai.

Dan di antara luka, rahasia, serta kebenaran yang perlahan terungkap… apakah Evelyn akan memaafkan pria yang pernah meninggalkannya? Atau justru kebenaran di balik kepergian Damian akan menghancurkan mereka untuk kedua kalinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21

Di ruang kerja yang berada di lantai paling atas gedung Ma Group.

Damien duduk berhadapan dengan Steve Ma.

"Anda ingin bertemu dengan saya. Apakah ada sesuatu?" tanya Damien.

"Damien, apakah kalian sudah mengetahui siapa pelaku pembunuhan berantai itu?" tanya Steve.

"Saya yakin tidak lama lagi kami akan berhasil mengungkap identitasnya," jawab Damien.

Steve mengangguk pelan.

"Kalau begitu, aku punya satu permintaan."

Damien menatapnya.

"Hancurkan Shen Group."

Damien sedikit terkejut.

"Perusahaannya? Apakah ada bukti pelanggaran?"

Steve memberi isyarat kepada Alex.

Alex segera menyerahkan sebuah amplop tebal kepada Damien.

"Sebelum saya kembali ke sini, orang-orang kami telah menyelidiki Shen Group. Kami menemukan banyak transaksi yang tidak wajar," ujar Steve.

Damien membuka berkas itu dan membacanya dengan saksama.

"Penggelapan dana?" gumamnya.

"Shen Group memang atas nama Bibi Lucy. Sepertinya beliau tidak mengetahui semua ini."

Steve mengangguk.

"Ronald Shen diam-diam menggelapkan dana perusahaan selama beberapa tahun terakhir. Setiap bulan dia juga mentransfer uang dalam jumlah besar ke rekening lain tanpa sepengetahuan istrinya."

Damien kembali membalik beberapa lembar berkas.

"Saya akan menyelidiki semuanya terlebih dahulu. Tapi kalau langsung menghancurkan Shen Group, saya rasa perlu dipertimbangkan."

Steve menatapnya tanpa ekspresi.

"Kenapa?"

"Karena Bibi Lucy orang yang baik. Dia hanya terlalu mempercayai suaminya. Bahkan sampai Ronald membawa anak dari wanita simpanannya tinggal di rumah."

Steve terdiam beberapa saat.

"Aku tidak peduli dengan Shen Group."

Tatapannya berubah dingin.

"Aku hanya ingin melihat Ronald Shen kehilangan semua yang dimilikinya."

Damien menutup berkas itu perlahan. "Saya mengerti."

"Bagaimana perkembangan hubunganmu dengan Evelyn? Aku mendapat informasi bahwa pelaku kini mengincarnya," tanya Steve.

Damien terdiam beberapa saat.

"Evelyn tidak akan memaafkanku. Aku sudah melukainya terlalu dalam. Aku tidak pantas dimaafkan," jawabnya pelan.

Steve menghela napas.

"Setelah semuanya terungkap, kita akan menjelaskan yang sebenarnya kepadanya."

Damien mengangkat kepala.

"Kau meninggalkannya karena permintaanku, bukan karena mengkhianatinya. Demi menjaga latar belakang Evelyn tetap rahasia, kau memilih memikul semua kebencian itu sendiri."

Steve menatap Damien dengan serius.

"Damien, suatu hari nanti dia akan mengetahui isi hatimu."

Damien tersenyum tipis.

"Aku hanya berharap... saat hari itu tiba, semuanya belum terlambat."

"Apa kau yakin bisa menangkap pelakunya? Aku dengar sebelumnya kasus ini ditangani oleh tim lain. Mereka gagal, lalu kasus itu dialihkan kepada kalian," tanya Steve.

Damien mengangguk pelan.

"Aku yakin."

"Keyakinanmu sebesar itu?" tanya Steve.

"Kepulanganku kali ini bukan hanya demi mengungkap kasus ini," jawab Damien. "Tapi juga demi Evelyn."

Tatapannya berubah tegas.

"Karena itu, apa pun yang terjadi, aku harus mengungkap kebenaran dan melindunginya."

***

Evelyn yang berada di rumah duduk sendirian di ruang tamu sambil fokus mempelajari berkas kasus yang sedang ditanganinya.

Tiba-tiba ponselnya berdering.

"Halo, Ma."

"Evelyn, besok ada makan malam keluarga. Mama ingin kau datang," terdengar suara Lucy dari seberang telepon.

Evelyn terdiam sejenak.

"Tidak, Ma. Kalau bertemu Papa, kami pasti bertengkar lagi," jawabnya.

"Evelyn, abaikan saja dia. Yang penting kau datang. Mama sudah memesan semua makanan kesukaanmu," bujuk Lucy.

Evelyn masih terdiam.

Suara Lucy kembali terdengar.

"Sejak kau pergi dari rumah, kita sudah lama tidak makan bersama. Mama hanya ingin makan malam bersama putriku."

Mendengar nada suara ibunya yang penuh harap, hati Evelyn mulai luluh.

"Baik, Ma. Besok aku datang."

Lucy tersenyum lega.

"Bagus. Mama tunggu."

"Baik, sampai jumpa besok."

Setelah menutup telepon, Evelyn memandang berkas kasus di atas meja.

Keesokan harinya.

Di sebuah restoran.

Evelyn melangkah masuk sambil melihat sekeliling, mencari meja yang telah dipesan ibunya.

"Evelyn, di sini!" seru Lucy sambil melambaikan tangan.

Evelyn mengangguk dan berjalan menghampiri.

Tanpa disadarinya, ia melewati sebuah meja yang ditempati Steve Ma bersama asistennya, Alex.

Steve yang sedang berbicara dengan Alex seketika menghentikan ucapannya. Tatapannya mengikuti langkah Evelyn hingga gadis itu duduk di meja keluarganya.

"Ma," sapa Evelyn sambil tersenyum tipis.

Lucy segera menarik kursi di sampingnya.

"Duduklah."

Evelyn pun duduk di samping Lucy. Di seberang mereka duduk Ronald Shen dan putri, Eve.

"Setidaknya kau masih ingat pulang untuk bertemu keluargamu," sindir Ronald.

Evelyn mengambil segelas air putih dan meneguknya sebelum menjawab.

"Selama Mama ada di sini, tentu aku akan datang."

Mendengar jawaban itu, wajah Ronald langsung mengeras.

Di meja yang tidak jauh dari mereka, Steve masih memperhatikan Evelyn dalam diam.

Tak lama kemudian, Alex berbisik pelan,

"Tuan, itu Detektif Shen."

Steve mengangguk tipis tanpa mengalihkan pandangannya dari meja keluarga Shen.

"Kakak, akhirnya Kakak mau datang juga. Sudah lama kita tidak makan bersama. Jangan terlalu sibuk bekerja, Papa dan Mama pasti merindukanmu," ucap Eve dengan senyum manis.

Evelyn hanya melirik sekilas tanpa menanggapi.

"Eve benar. Jangan hanya sibuk bekerja sampai melupakan keluarga," sindir Ronald.

Evelyn meletakkan gelasnya di atas meja.

"Keluarga?" tanyanya datar. "Selain Mama, kapan kau pernah menganggapku sebagai anakmu? Setiap kali bertemu, yang keluar dari mulutmu hanya sindiran. Seolah-olah aku selalu bersalah."

"Ronald, bisakah kau diam?" tegur Lucy. "Hari ini aku yang mengundang Evelyn makan. Kalau kau dan Eve tidak suka, silakan pergi."

"Ma, jangan marah. Papa hanya mengkhawatirkan Kakak," ujar Eve dengan wajah polos.

"Kau juga diam. Jangan terus memancing suasana," kata Lucy tegas.

"Lucy, Eve tidak salah. Kenapa kau selalu menyalahkannya?" bela Ronald.

Lucy menatap suaminya dengan tajam.

"Aku baru menegurnya sedikit saja, kau sudah membelanya. Jangan paksa aku mengusir kalian."

"Lucy!" Ronald mulai emosi. "Setiap kali Evelyn datang, kau selalu bertengkar denganku."

Evelyn menatap Ronald tanpa rasa takut.

"Tuan Shen, didik dulu anakmu agar tidak sembarangan bicara. Jangan sampai sifatnya benar-benar mengikutimu dan ibu kandungnya."

Brak!

Ronald menghantam meja.

"Evelyn! Kalau kau masih bicara sembarangan, angkat kaki dari sini!" bentaknya.

Brak!

Evelyn meletakkan sumpitnya dengan keras.

"Tuan Shen, apa kau tidak salah bicara? Mama yang mentraktir makan hari ini. Apa hakmu mengusirku?"

Tatapannya beralih kepada Eve.

"Kalau kau dan anak selingkuhanmu boleh makan di sini, lalu kenapa aku tidak boleh?"

"Detektif Shen selalu saja dipersulit Ronald, rubah itu sangat suka mencari kesalahan anaknya," ucap Alex.

"Alex, beri dia pelajaran!" perintah Steve.

1
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
wow thor bacanya sambil tahan nafas
Kinara Widya
lanjut kak
Umi Kolifah
apakah Evelyn sebenarnya bukan anak Ronald tapi anak steve
lin sya
koq saling cinta tp saling bnci, tdk saling trbuka dan tdk saling prcya satu sama lain, tp diprtemukan lgi dlm satu krjaan, damien butuh extra keras kalo mau luluhin evelyn, ibaratnya kalo sudah trluka dan membekas akan sulit lgi prcaya
English Lesson
Bagus👍🏻👍🏻
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
penasaran memang thor knp smpe Damien pergi disaat-saat peristiwa penting
Dian Fitriana
update
kitty ❤
lanjut Thor 🔥
Dian Fitriana
update
Kinara Widya
lanjut
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
aq setuju sama Evelyn ngpn bantu eve
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
double update ya thor🫶
Rini Yusnani
rasa rasanya pingin kirim santet ke damian
Rini Yusnani
bertemu gundul mu itu👊
Rini Yusnani
sok peduli lu damian,ganti aja namamu jadi siluman jijik liat kamu dah buat evelyn sampai depresi😠
Dian Fitriana
update
Kinara Widya
lanjut
Anonim
Harus tunggu 2-3 hari baru up 1 bab dan ternyata pendek😃
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
masih penasaran thor kenapa Lu pergi disaat mau nikah
Kinara Widya
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!