"Mas, kamu harus tau. Mantan suamiku dulu, dia sempat menyesal karena mengambil keputusan terlalu cepat dan dalam keadaan emosi."
Menghirup nafas lebih dalam, Rey menyadari kesalahannya. "Dan itu sama dengan yang Mas lakukan ke kamu?"
"Iya,"
Rey menyesali ucapan talaknya yang diucapkan satu kali. Lantas apa yang membuat Fitri hampir dicerai lagi oleh suami keduanya?
Kesalahan apa yang dilakukannya dimasa lalu yang menyebabkan hidupnya di penuhi sejuta luka?
(adult romance)
Jangan lupa siapin tisu sebelum membaca dari bab awal 😢
@ana_miauw
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meliani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hanyut dalam perasaan
Pukul delapan malam, Reyhan kembali dengan gurat wajah yang begitu lelah. Seturunnya dari mobil, ia masuk menuju pintu utama dengan satu tangan kirinya menenteng tas berukuran sedang berwarna hitam. Langkahnya langsung menuju ke atas saat menyadari tidak ada satu orangpun yang terlihat, kecuali asisten rumah tangga yang membukakan pintu. Satu nama yang ia ingat semenjak tadi siang. Fitri.
Ceklek.
"Hahh!" Fitri membelalakkan matanya mengetahui Reyhan masuk sedalam kamar. Saat ini ia hanya memakai dress mini tanpa mengenakan jilbabnya. Fitri buru-buru menuju ke almari dan mencari hijabnya dijana.
Reyhan mendekati Fitri, meraih hijab yang sudah Fitri pegang ditangannya. "Tidak perlu begitu, mulai sekarang dibiasakan begini dikamar. Kita sudah muhrim."
Fitri terkesiap mendengar ucapan Reyhan barusan. Muhrim? Fitri terngiang-ngiang dengan kata muhrim. Fitri takut jika sewaktu-waktu Reyhan meminta jatahnya. Fitri masih trauma.
Reyhan membawa Fitri duduk dikasurnya dan mereka saling menatap. Reyhan mulai membelai rambut Fitri yang masih setengah basah. "Apa belum dikeringkan?"
Fitri membiarkan tangan Reyhan menyentuhnya, ada gelenyar aneh didalam tubuhnya saat pipinya disentuh lembut oleh Reyhan.
"Belum Mas, belum sempat." Jawab Fitri, jantungnya berdebar-debar kuat. Masa iya sih punya penyakit jantung dadakan? Batin Fitri.
"Kamu seharian ini, aku tinggal ngapain aja sama Mama. Kamarku juga sudah rapi, pasti kamu capek ya?" Tanya Reyhan, tangannya berpindah memegang tangan Fitri. Rupanya laki-laki ini sedang belajar pendekatan. Aneh juga sih kalau dilihat-lihat, katanya Fitri sudah pernah menikah. Tapi seperti baru pertama kali pacaran, masih lugu dan malu-malu. Reyhan hanya bertanya-tanya pada dirinya sendiri.
"Aku cuma menemani Mama belanja, sama beli kebutuhanku juga Mas."
"Oh iya baguslah, ngomongin belanja.. Mas lupa kemarin mahar kamu belum diterima. Ya maklumlah nikahnya kan dadakan." Rey mengambil uang didalam dompetnya beberapa lembar. "Kemarin uang ini masuk kantong celanaku lagi, pakai yah buat beli-beli apa terserah." Fitri menerima uang tersebut.
"Terimakasih Mas."
Berikutnya Rey mengambil kotak beludru warna merah dan membukanya. Didalamnya terisi cincin berlian dengan beberapa aksen permata yang menghiasi cincin itu.
"Aku pakein ya." Fitri menangguk, dan mengulurkan jarinya. Lagi-lagi ia terharu. Perlakuan manis Reyhan padanya membuat Fitri hanyut kedalam perasaan. Fitri merasa dispesialkan oleh Reyhan.
Lagi, Reyhan mengambil tiga buah kartu dari dalam dompetnya. "Ini kartu debit sama kartu kredit, nafkah dari Mas. Kamu gunakan seperlunya, gunakan untuk semua kebutuhanmu. Dan belanja kebutuhan rumah."
Fitri menerima kartu itu, "Terimakasih,"
"Sama-sama,"
Fitri menarik tangan Reyhan, menahannya saat Reyhan beranjak berdiri dari duduknya.
"Boleh aku memelukmu Mas?"
Mendengar Fitri izin memeluk dirinya membuat Reyhan mengulum senyum. Dengan senang hati dia merentangkan tangannya dan memeluk tubuh mungil istrinya tersebut. "Kamu boleh memelukku kapan saja. Bahkan lebih dari ini." Tersenyum nakal.
Fitri langsung mencubit perut Reyhan. "Aaauuww!"
"Beri aku ciuman." Reyhan menunjuk bibirnya.
"Boleh tapi mandi dulu, bau keringat."
Reyhan langsung mencium aroma tubuhnya, "nggak, begitu. Tapi ya sudah, aku mandi sekarang. Siapkan bajuku ya."
Reyhan melepas dasinya dan membuka kemejanya lalu masuk ke kamar mandi. Terdengar suara gemercik air dari dalam kamar mandi, Fitri membuka lemari suaminya dan memilih piyama tidur untuknya. Lalu ia letakkan diatas kasur.
Selanjutnya, Fitri mendekati meja yang tersedia cermin disana ia mengusap rambutnya yang masih basah dan merawat kulitnya.
....
To be continued.
@ana_miauw
pemeran utama pria selalu salah, dia dibohongi ujung2 dia juga yang salah, dia pergi kerja lama dia juga salah, dua ujuga yang dibuat menyesal, mengemis2 maaf, pemeran utama pria di novel selalu dibuat karakter bodoh yang Terima saja diperlakukan apapun dan pada lahir dia dibuat mengemis2 pada istrinya
pemeran utama wanita selalu akan dibenarkan, dia membohongi suami dengan kebohongan yang sangat menyakitkan tapi ujung2 pemeran utama pria juga yang salah dan mengemus maaf, pemeran utama wanita pergi dari rumah dan buat suami kayak pengemis dan menderita novel anggap biasa saja bukan kesalahan yang perlu dibesar2kan dan tidak perlu minta maaf tapi pemeran utama pria pergi karena kerja yang sangat penting udah dibuat jadi kesalahan fatal dan dapat hukuman dan diremehkan pria lain
vano lelaki lain yang suka pada pemeran utama pria terlalu diistimewakan dan tidak pernah dianggap salah dan bisa merasakan tubuh pemeran utama wanita dan bebas memprovokasi pemeran utama pria, kesalahan sangat banyak, meleceh wanita, memaki jalang pada peran utama wanita, menghancurkan rumah tangga adiknya tapi karena tidak dianggap salah dana tidak perlu dapat balasan