NovelToon NovelToon
Madu Untuk Mawar

Madu Untuk Mawar

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi
Popularitas:171.3k
Nilai: 4.8
Nama Author: afrabaik

Dengan kasar Arga melepas manik-manik yang menghiasi kepala istrinya, melepas kasar jilbab beserta ikatan rambutnya. Banyak helaian rambut yang tercabut membuat Mawar meringis kesakitan.
“hentikan aku mohon!! Hiks hiks”
Allih-alih memperdulikan Mawar yang menangis ketakutan Arga lebih memilih meneruskan perbuatannya memaksa melepaskan kebaya putih yang menutupi tubuh mawar. Sekuat apapaun mawar melawan jelas tenaganya tak sebanding dengan Arga yang kini telah tersulut emosi. Perkataan mamahnya mengiang jelas difikirannya bukan pernikahan seperti ini yang mawar harapkan, memang dengan Arga ia ingin membangun rumah tangga tapi tidak seperti ini. Dirinya dipaksa melepas pakaian dengan kasar oleh suaminya sendiri hingga kini ia sudah pasrah karna kebaya yang menutupi tubuh atasnya telah terlepas menyisakan bra hitam yang dengan setia menutupi gunung kembarnya. Arga menghentikan aktivitasnya menatap manik mata sang istri yang segera menunduk ketakutan.
“ini pilihanmu Mawar, jangan salahkan aku”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon afrabaik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

My husband is my Dospem

Satu jam sudah mawar mengacuhkan alif yang merengek minta di belai. Dia sedang fokus pada layar persegi panjang di depannya mulai menyusun skripsi. Alif hanya cemberut memperhatikan mawar dari belakang. Menyadari itu, mawar menghentikan aksinya. Melirik alif dan tersenyum manis.

“maaas, bantuin aku dong”

“kerjain aja sendiri. Aku sibuk”

“sibuk ngapain coba?? Dari tadi diem”

“aku sibuk mandangin istriku yang gak mau layanin suaminya, berdo’a supaya dia di ampuni dosanya”

“iiiihh, mas alif ah” mawar menghampiri alif dan duduk di pangkuannya

“jangan ngomong gitu dong, aku kan harus mulai nyusun skripsi mas biar bisa cepet-cepet sidang. Lagian kan mas dospem aku, harusnya bantuin aku dong. Yaahhh??”

Alif hanya diam

“aku janji deh, setelah sidang nanti, mas mau minta berapa kalipun pasti aku kasih, yah yah yah… yah sayang”

Cup!

Mawar mencium bibir alif sekilas.

“yaaah, mas. Yaah”

Cup! Cup! Cup!

“memang bisa yah kamu” alif menurunkan mawar dan beranjak dari ranjang menuju ruang kerja.

Mawar tersenyum menang, mengekori suaminya.

“kita nyusun skripsi di sini??” tanya mawar setelah sampai di ruang kerja

“ia, biar fikiranku tenang. Oiya aku punya peraturan. Kita harus membedakan urusan kuliah dan rumah tangga jadi saat kita mengerjakan tugas kuliah, kamu harus memakai baju yang sopan, tidak boleh memperlihatkan lekuk tubuh, harus pakai pakaian yang tertutup, termasuk pakai kerudung”

“hah?? kita kan di rumah mas, masa aku harus pakai kerudung juga? Lagian aku kan istri mas”

“ayolah mawar, biar aku fokus. Cepat ganti pakaianmu dan jangan lupa pakai kerudung”

Dengan terpaksa ia mengikuti keinginan suaminya. Setelah mengganti pakaian dan memakai kerudung, mawar mulai kembali menyusun skripsi dengan bantuan dospem sekaligus suaminya. Baru sampai LBM saja sudah banyak salahnya apalagi masuk ke identifikasi masalah, pembatasan masalah dan lain sebagainya.

Jam menunjukan pukul 01, mereka tertidur di sofa ruang kerja Alif. Mawar lebih dulu bangun dan membangunkan alif dengan mengusap-ngusap bibir sang suami.

“mas… mas sayang, banguuun. Subuhan dulu yuk”

Tangan alif masih melingkar di pinggang sang istri. Perlahan ia membuka mata, menemukan mawar sedang tersenyum manis menyapanya.

“a aduh!”

“kenapa mas?” mawar kaget

“bibir ku sakit (muka kesakitan), minta dicium (tersenyum)”

Plak!!

Mawar memukul bahu alif.

“pagi-pagi, subuh dulu mas ya ampun”

“heheh, berarti klo abis subuhan boleh dong?”

Mawar menggeleng menegaskan

“no no! kita kan mau ke rumah ibu, mas lupa yah??”

“oh iya, aku hampir saja lupa”

Mereka beranjak dari sofa, mengambil air wudhu dan

Uwleee… uwleee…

“sayang?? Kamu kenapa??”

Alif mengetuk pintu setelah mendengar mawar yang terus muntah-muntah.

Mawar mematikan keran, mengambil handuk dan beranjak keluar.

“aku gkpp mas, cuman agak pusing sama mual ajah”

“jangan-jangan… kamu hamil” alif menuntun mawar duduk di ranjang

“enggak mas, aku lagi datang bulan. Mungkin karena siklus bulananku yang akhir-akhir ini sangat tidak teratur”

“kalau begitu tunggu kamu sembuh dulu baru kita ke rumah ibu yah”

“gak usah mas, aku gak papa kok. Kasian ibu udah nungguin kita dari bulan lalu”

“tapi kesehatan kmu lebih penting sayang”

“aku gkpp mas, sungguh”

“kalau begitu, pagi ini aku yang masak. Tunggu aku solat subuh dulu yah”

“iya mas”

Alif melaksanakan ibadah dengan khidmat. Memohonkan kebahagiaan dan kesehatan atas hidup dan istrinya. Setelah itu alif beranjak dari duduknya, menghampiri mawar dan meniup ubun-ubun sang istri.

“cepat sembuh yah sayang”

Mawar tersenyum bahagia di buatnya. Alif turun menuju dapur, memasak bahan yang ada dan kembali ke kamar, membawa roti panggang slai dan bubur kacang ijo tak lupa teh herbal aroma andalannya.

“ini sarapannya, aku suapin yah”

“gak usah mas, aku bisa sendiri kok. Mas ikut makan bareng aku yah??”

“gak usah, aku sudah makan di bawah. Oiya ini teh herbal aroma, teh yang bagus untuk kesehatan. Jangan lupa di minum”

“iya mas, terimakasih. Maaf merepotkan”

“kamu tidak merepotkan, justru aku yang harusnya minta maaf, tidak bisa menjaga kamu. Mulai sekarang, kerjakan skripsi sampai jam 10. Tidak boleh lebih dari itu. Faham??”

“waaaaah, suamiku sudah kembali menjadi dospem yah?? Haha siap pak!!”

***

Anne selly sedang mondar mandir depan gerbang dengan semangat 45 dari tadi pagi. Menunggu kedatangan anak dan mantunya yang sangat ia cintai. Tak pernah lupa ia ucapkan keninginannya dalam setiap do’a untuk segera memiliki cucu. Seperti biasa ayah faruk dengan santai membaca koran dan menyesap teh hangat di depan teras sambil sesekali memeriksa keberadaan wanita no.1 di hatinya.

“bu, apa harus menunggu mereka sampai sebegitunya? Di luar panas bu, tunggu di sini saja bareng baba”

“tuh tuh tuh… itu mobil alif ba”

Anne selly melihat mobil alif dari kejauhan, kemudian dengan kuat mendorong gerbang.

“anne?? Kenapa anne yang buka gerbang??” tanya alif setelah keluar dari mobil

“ibu gak sabar pengen ketemu kalian” dengan gesit anne memeluk mawar

“apa kabar anne??” sapanya

“baik sayang, kalian harusnya lebih sering mengunjungi wanita tua ini” mereka memasuki rumah, dan bercengkrama di ruang tamu

“oiya, ini buah kesukaan anne” mawar memberikan pelastik berisi lengkeng.

“kenapa harus bawa bawa segala, cukup kalian sering mengunjungi ibu, ibu sudah sangat senang”

“iya ne, kita akan sering-sering kesini” jawab alif

“oiya, baba, mana ponsel ibu??”

Baba menyerahkan ponsel anne selly

“lihat ini sayang, ini sahabat ibu yang dulu sering ibu ceritakan itu, kamu ingat?? Lihatlah dia sudah memiliki cucu lagi. ini dari anaknya yang kedua, yang baru menikah itu. Ya ampun lucu sekali yah”

Bulan-bulan ini anne selly selalu menghubungi mawar, mengiriminya buku-buku offline seputar kehamilan, atau mengirimi foto buju-baju anak bayi. Mawar hanya tersenyum melihat keantusiasan mertuanya yang terus menunjukan foto bayi.

“kapan kalian akan memberikan ibu cucu??”

Pertanyaan yang selalu mawar takuti ketika berkunjung ke rumah mertuanya.

“anne, kan alif sudah bilang mawar sedang sibuk skripsi, nanti setelah mawar lulus…”

“kamu gak minum KB kan sayang??” tanya anne pada mawar

“tidak ne” mawar tersenyum menjawabnya

“baguslah, kamu tidak keberatan kalau hamil saat wisuda??”

“tidak anne, mawar siap klo harus hamil”

“tuh kan alif… ibu bilang juga apa, ibu gak salah pilih menantu… uuh sayangku” anne memeluk mawar erat.

Merasa tak enak dengan topik yang terus berputar sekitar bayi, baba berinisiatif mengajak anak dan menantunya melihat peliharaan burung miliknya. Disela-sela perbincangan yang mulai seru karena anne dan baba adu argument mengenai manfaat memelihara burung, tiba-tiba saja mawar kembali mual.

Wleee… wleee…

Alif segera membawanya ke kamar mandi, memijat tengkuknya dan mengusap punggungnya.

“kamu tidak apa-apa sayang??”

“ak aku baik-baik saja”

Setelah alif dan mawar kembali, anne terlihat senang.

“sepertinya ibu akan segera memiliki cucu” anne kembali memeluk mawar erat

“terimakasih sayang” lanjutnya

“ma maaf ne, tapi mawar sedang datang bulan”

Mendengar pengakuan mawar yang sedang datang bulan, membuatnya mengendorkan pelukan. Dan terlihat dari ekspresi wajah anne yang berubah menjadi sedih.

“maaf anne” ulang mawar

“tidak apa-apa, ibu tiba-tiba pusing. Ibu ke kamar dulu”

Baba menghampiri mawar.

“jangan terlalu difikirkan, anne baik-baik saja”

“kalau begitu, alif dan mawar pamit pulang ba”

“iya hati-hati”

***

Semenjak kepulangan dari rumah anne, mawar menjadi lebih pendiam.

“kenapa sayang?? Jangan terlalu difikirkan. Anne memang suka begitu” alif menghampiri mawar yang sedang menyusun skripsi sambil melamun sehingga tulisannya tidak ada yang benar.

“hmmm?? Hehe aku tidak memikirkan itu mas, aku hanya pusing saja, ternyata menyusun skripsi tidak semudah yang aku bayangkan”

“kamu belajar berbohong dari siapa??”

Mawar menutup layar laptopnya, mentap alif dan mencium keningnya.

“mas, mau lakukan itu denganku sekarang??”

“tidak”

“tidak?? Kenapa??”

“aku ingin kamu melakukannya dengan ikhlas, bukan karena tertekan oleh anne”

“mas, aku aku hanya hawatir kalau kalau aku tidak bisa hamil” mawar menunduk dalam-dalam, bening tetesan air mata membasahi celananya.

Alif mencubit dagunya, memaksa wajahnya terangkat dan memandanginya lekat. Kemudian ia menggendong tubuh mungil istrinya ke ranjang. Membelai rambutnya dan menciumi setiap senti kulit yang tersentuh air matanya.

“baca do’a, setelah itu tidur dan jangan memikirkan apa-apa”

“mas?”

“apa sayang? Aku tidak ingin mendengar prasangka buruk yang keluar dari mulutmu”

“mas punya mimpi??”

“mimpi?”.

“iya, semacam cita-cita mungkin”

“hmmm tentu ada. Kenapa kamu bertanya begitu??”

“aku ingin tau mimpi mas apa”

“mimpiku, membuat kamu bahagia”

“serius mas…” mawar mendorong pelan dada bidang alif

“mas serius, mas sudah mengambil tanggung jawab untuk membahagiakanmu dari ayahmu. Jadi prioritas mas sekarang ya kamu. Mawar alesha”

Cup! Alif mengecup cepat bibir istrinya

“aku bersedia mas ajak ke turki”

“hm??”

“aku ingin jadi wanita yang bisa ikut andil dalam mewujudkan impian suaminya. Aku tau mas ingin sekali memiliki klinik di turki. Aku mau mas ajak ke turki”

“riko yang memberitaumu??”

“apa itu penting?? Kenapa mas rela tinggalin mimpi mas demi aku?? Memang kenapa kalau aku dibawa ke turki?? Mas malu punya istri seperti aku??”

“bukan begitu, mas hanya tidak ingin menjauhkan kamu dari keluargamu. Mereka adalah kebahagiaanmu bukan??”

“aku ini tanggung jawab mas, aku ini milik mas, aku ini kebahagiaan mas dan aku harus ikut mas kemanapun mas pergi. Aku mau mas mulai serius menata mimpi mas kembali dan ajak aku ke sana”

“kamu sungguh tidak keberatan berjauhan dengan keluargamu?? Walaupun kita harus pindah kewarganegaraan?? Benar tidak apa-apa??”

“kalo itu bisa mewujudkan mimpi mas, aku siap, aku mau dan aku akan baik-baik saja”

Alif tersenyum mendengar dorongan dari istrinya. Kemudian mengecup kening mawar.

“terimakasih”

1
Sarifah azzamalfatih
lanjut Thor
Uma Nyak
lanjutiiin doonk
Billal Ramadhon
lanjuuuuuttiin dooonk
Billal Ramadhon
jadi ceritanya ni d gantung yaa
Billal Ramadhon
SEDIIIH
Yanti Sanusi
novel ini selain bagus ceritanya, jg banyak ilmu dan hikmah yg bisa di petik dr cerita ini, tata kata dan bahasanya juga bagus dan enak di baca, sangat bisa di nikmati. tp kenapa likenya sedikit banget.
buat author, semangat ya, tetap lanjutkan donk ceritanya...
Yanti Sanusi
kog gak di lanju thor?
Yanti Sanusi
banyak ilmu di karyamu thor, terimakasih.
Yanti Sanusi
ceritanya bagus knp yg like dikit banget
Pertiwi Tiwi
yesel Lo entar arga
Pertiwi Tiwi
pergi aja dari rumah minta cerai.cerita sama org tuamu mawar.fari pada sakit hati
Pertiwi Tiwi
apakah laki laki misterius itu alif
Mawar Berduri
dasar manusia tiap detiknya bisa berubah... tapi apa penyebabnya ya
Mawar Berduri
aku mampir salam sejahtera
Sari
alurnya gak beraturan
Yani Risky Yani
msh ada lanjut gak thour.
Jungkook wife
"Istri yang Terabaikan" kembali lagi memberikan like nya. Ditunggu Feedback nya ya kak. Lanjut terus Up nya kak.
Awie
satukan Alif dan mawar kembali...
Arnijum
semoga mawar sadar kl ituarga
Jungkook wife
"Istri yang Terabaikan" telah datang membawa 2 like. Ditunggu Feedback nya ya kak. Terimakasih.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!