NovelToon NovelToon
Koki Kesayangan Raja Naga

Koki Kesayangan Raja Naga

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Romansa Fantasi / Fantasi Wanita
Popularitas:15.8k
Nilai: 5
Nama Author: Risa Jey

Li Yunru tiba-tiba bertransmigrasi ke zaman kuno setelah memakai cincin naga perak berisi ruang spiritual misterius. Bukan itu saja, dia juga menjadi koki spiritual yang mampu menyembuhkan segala jenis penyakit dan keracunan.

Berkat cincin naga perak juga, Li Yunru ditakdirkan menjadi pasangan sang raja naga putih penguasa wilayah utara—Bai Muzhi. Pria berwajah dingin yang jiwanya terluka akibat pedang antar benua ratusan tahun lalu itu, akhirnya menemukan satu-satunya penyembuh yang mampu mengobatinya. Perlahan, perasaan cinta tanpa sadar tumbuh di antara keduanya.

Rupanya kemunculan Li Yunru bukan hanya mengungkap banyak rahasia masa lalu, tapi juga membuat musuh di kegelapan mulai mengincar kekuatan tersembunyi dalam dirinya. Menghadapi misteri ribuan tahun lalu yang mulai tersingkap, mampukah Li Yunru melewati cobaan tersebut sampai akhir?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Risa Jey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Marga Li

Lan Peijun yang tak lagi mampu menahan rasa penasarannya akhirnya memberanikan diri bertanya kepada Li Yunru. "Cantik, apakah kamu punya kerabat dari ras peri hutan? Aku ingat ada seorang wanita tua yang matanya mirip denganmu. Sayangnya, wanita tua itu sudah meninggal ...."

Li Yunru sedikit tertegun. Jantungnya berdetak lebih cepat. Sesaat, ia bahkan melupakan ayam yang sedang diurusnya. "Wanita tua?"

Sejak mengetahui dirinya bukan anak kandung dari orang tua yang membesarkannya, pertanyaan tentang orang tua kandungnya selalu mengganjal di hatinya. Hingga kini, ia belum menemukan petunjuk apa pun. Tangannya yang semula sibuk mengoles bumbu pun perlahan terhenti.

Bai Muzhi yang duduk di sampingnya langsung menyadari perubahan itu. Meski Li Yunru tidak mengatakan apa-apa, ia tahu gadis itu sedang memikirkan keluarganya.

Melihat itu, Bai Muzhi menatap Lan Peijun dengan tatapan mengingatkan. Bahkan Hei Sanfeng ikut mengangkat kepalanya dari ayam panggang yang sejak tadi diperhatikannya.

"Bisakah kamu tidak mengatakan sesuatu yang belum pasti?" tanya Bai Muzhi.

Lan Peijun buru-buru membela diri. "... Apa yang belum pasti? Aku hanya ingin—"

Namun, begitu melihat perubahan ekspresi Li Yunru, ia langsung menghentikan ucapannya. Saat itu juga ia sadar telah tanpa sengaja membuka luka lama gadis itu.

"Maaf, aku tidak bermaksud apa-apa. Aku hanya merasa kamu tampak familier," imbuhnya.

Kali ini Lan Peijun benar-benar tidak berani menggodanya lagi. Tampaknya identitas gadis manusia ini memang jauh lebih rumit daripada yang ia bayangkan.

Li Yunru menggeleng pelan. "Tidak apa-apa. Aku hanya teringat sesuatu. Menurut Nenek Caolan, nenekku memang berasal dari ras peri hutan. Aku hanya tidak tahu siapa ayah dan ibu kandungku."

Firasat Lan Peijun semakin kuat. "Kalau memang ada hubungannya dengan ras peri hutan ..." Ia terdiam sejenak, seolah sedang menyusun kembali ingatan lamanya. "Boleh aku tahu nama nenekmu?"

"Hmm ...." Li Yunru berpikir sejenak. "Nama nenekku Li Yulan."

Itu adalah nama yang disebutkan oleh orang tua yang membesarkannya di dunia modern. Tampaknya mereka memang tidak pernah menyembunyikan nama neneknya. Bahkan Nenek Caolan juga menyebut nama yang sama.

Hanya saja, ia tidak mengetahui nama ibu kandungnya. Sementara gadis kecil ras peri hutan yang dijodohkan dengan Bai Muzhi bermarga Yun. Jadi seharusnya tidak ada hubungan dengan ras peri hutan bermarga Li.

"Li Yulan?" Lan Peijun tampak berpikir keras. "Jadi marganya juga Li? Sepertinya kamu memang memiliki hubungan dengan wanita tua itu."

"Apakah wanita tua yang menemui ayahmu juga bermarga Li?"

Lan Peijun mengangguk pelan. "Ya. Aku sempat mendengar ayahku memanggilnya Nyonya Tua Li. Jangan khawatir, Cantik. Nanti aku akan pulang dan menanyakan hal ini kepada ayahku. Seharusnya beliau lebih tahu tentang ras peri hutan."

Mendengar itu, Bai Muzhi mendengus tidak senang. "Aku tahu di mana ras peri hutan tinggal. Tidak perlu bertanya kepada ayahmu. Aku sendiri bisa datang ke sana dan mencari tahu," katanya.

Nada suaranya tetap datar, tetapi semua yang mengenalnya tahu ia sedang kesal. Tatapannya pun beralih dingin ke arah Lan Peijun.

Raut wajah Lan Peijun sedikit berubah. "Kalau begitu, mengapa tidak mengatakannya sejak awal dan membantu pasanganmu sendiri?"

Li Yunru menatap Bai Muzhi dengan heran. Ternyata pria itu mengetahui keberadaan ras peri hutan.

Bai Muzhi mengerutkan kening. Khawatir disalahpahami, ia segera menjelaskan, "Bukannya aku tidak mau membantu. Hanya saja aku sendiri harus berhati-hati jika datang ke sana. Belum lagi, aku harus mendapatkan izin dari Raja Peri Hutan."

Nada bicaranya terdengar tenang, tetapi keseriusan di wajahnya menunjukkan bahwa tempat itu bukan wilayah yang bisa didatanginya sesuka hati. Raja Peri Hutan juga bukan sosok yang lemah.

Hei Sanfeng juga mengetahui sedikit tentang ras peri hutan. "Ras peri hutan tinggal di Benua Tak Bernama sekarang, bukan? Jika ingin pergi ke sana, kita harus menyeberangi sungai, gunung, dan laut," katanya.

"Benua Tak Bernama?" Li Yunru bertanya penasaran.

Karena topik itu sudah terlanjur dibahas, Bai Muzhi menjelaskan, "Benua Tak Bernama berada tidak jauh dari Benua Changyu. Dahulu ras peri hutan juga tinggal di Benua Changyu. Namun, setelah berbagai kejadian, mereka memutuskan pindah ke sana."

Bahkan Kaisar Jin tidak akan memasuki wilayah mereka tanpa izin Raja Peri Hutan karena kedua belah pihak memiliki perjanjian yang harus dipatuhi.

Li Yunru baru mengetahui semua itu. Selama ini ia hanya tahu bahwa dirinya berada di Benua Changyu yang dipimpin oleh Kaisar Naga Emas, Jin Dahao.

Di bawah kekuasaan Kekaisaran Chaoming terdapat empat wilayah besar yang dijaga oleh empat raja secara turun-temurun. Mereka menjadi pilar kekaisaran sekaligus menjaga keseimbangan di wilayah masing-masing.

Setelah mendengar penjelasan singkat Bai Muzhi, Li Yunru merasa Kaisar Jin sangat murah hati. "Kaisar benar-benar mengizinkan mereka meninggalkan Benua Changyu?" tanyanya.

Bai Muzhi mengangguk. "Ya. Semua itu demi keamanan dan kelangsungan hidup ras peri hutan yang terus-menerus diburu."

Lan Peijun mencoba menebak maksud Kaisar Jin. "Tampaknya Kaisar Jin tahu bahwa musuh bersembunyi di sekitarnya, sehingga memilih mundur selangkah."

"Seharusnya," jawab Bai Muzhi enteng.

Topik itu pun berakhir. Li Yunru tidak berniat mencari tahu lebih jauh karena merasa masih ada banyak waktu untuk mengetahuinya di masa depan.

Bai Muzhi membantu Li Yunru menusuk dua ekor ayam dengan tusukan bambu, lalu memanggangnya di atas bara sambil terus membolak-balik agar matang merata. Sesekali, Li Yunru mengoleskan saus marinasi hingga kulit ayam tampak mengilap.

Aroma harum segera memenuhi udara, diiringi desisan minyak dan sari daging yang menetes ke bara. Wangi bumbu yang meresap membuat perut mereka serempak keroncongan.

Melihat ayam panggang yang masih setengah matang, Lan Peijun langsung memuji keahlian Li Yunru. Matanya bahkan nyaris tidak lepas dari ayam itu.

"Hisssh ... Ini pertama kalinya aku melihat ayam panggang yang membuatku begitu lapar. Keahlian koki spiritual benar-benar luar biasa," katanya.

Elang hitam jelmaan Hei Sanfeng juga menatap ayam panggang sambil mendecak. "Tentu saja. Tidak heran semua orang mati-matian mencari ras peri hutan selama ini. Sayang sekali mereka sudah meninggalkan benua ini."

Lan Peijun mengangguk setuju. "Memang sangat disayangkan."

Hei Sanfeng tiba-tiba mendengus kesal. "Hah! Salahkan musuh-musuh itu karena mengincar mereka tanpa alasan. Aku tidak percaya mereka memburu ras peri hutan hanya karena makanan spiritual." Lalu elang hitam itu menatap Lan Peijun. "Tapi bukankah kamu memiliki darah ras peri hutan dari garis ibumu?"

Lan Peijun menggeleng. Ia menatap api unggun selama beberapa saat. Meski wajahnya tetap tenang, sorot matanya sempat bergetar sebelum akhirnya sebuah senyum tipis muncul di bibirnya.

"Meski begitu, aku bahkan tidak tahu wajah ibuku. Ayahku hanya pernah bercerita sedikit tentangnya. Ibuku juga diburu musuh hingga akhirnya meninggalkan suku merak biru. Kadang aku penasaran, seperti apa rasanya dibesarkan oleh seorang ibu," katanya sedikit melankolis.

Tanpa diduga, Li Yunru menatapnya dengan iba. Untuk pertama kalinya, ia menyadari pria yang selalu tersenyum percaya diri itu ternyata juga menyimpan luka.

"Tidakkah kamu sangat sedih karena ibumu tidak ada di sisimu?"

Lan Peijun kembali menggeleng. "Tidak terlalu. Mungkin karena sejak kecil aku tidak pernah melihat atau mengenalnya."

Setelah menceritakan sedikit tentang keluarganya, Lan Peijun kembali memikirkan kemungkinan hubungan antara Nyonya Tua Li, Li Yunru, dan ibunya. Semakin dipikirkan, semuanya terasa terlalu kebetulan.

"Cantik, bagaimana kalau ternyata kita memang masih memiliki hubungan darah? Sepupu, misalnya ...."

1
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
sepertinya sulur itu itu baik deh, kira-kira apa ya yang akan dia berikan pada Yunru🤔
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: wahhh, gak sabar menunggu mereka bertemu🙀
total 2 replies
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
aduhh, novel horor🙀, pasti bikin merinding nih kalau novel horor, ahhh aku gak berani baca, takut kebawa mimpi 😭
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: kenapa gak bikin lanjutan cerita anaknya Li Chang Su sama Mu Xianzhai kak?? 🤭
total 2 replies
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
tempramen sekali Xuan Bing, apakah Xuan Bing ini wujudnya seorang kakek-kakek🙀 ahhh kalau begitu aku mau cari yang lain aja, gak mau sama kakek-kakek🤣🤣😭
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: tapi sekarang kan dia udah kakek kakek kak/Scream/, masa aku suka sama kakek kakek 😭😭
total 2 replies
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
pedang itu yaa, ohhh jadi namanya Xuan Bing /Shy/ wujudnya seperti apa tuh? apakah tampan?? /Awkward/
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: 🤣🤣kan kalau mau dapatin Bai Muzhi udah gak bisa kak, soalnya dia kan pasangannya Yunru, jadi aku ngincer Xuan Bing aja, siapa tau dia juga tampan, soalnya kan Muzhi juga tampan 🤣😭🤣🤣
total 4 replies
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
kalau gitu, sana tidur sama Bai Muzhi aja 🤣🤣 dia kan pasanganmu🤣🤣
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
Yunruuuu/Curse//Curse/ bisa-bisanya kamu memikirkan uang disaat sudah diizinkan untuk menyentuh tubuh naga nya Muzhi/Facepalm//Facepalm/ yaampun, tapi kalau gak gitu, bukan Yunru namanya/Facepalm//Facepalm/
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
jadi seperti 🤣, kok aku merasa, bulunya tumbuh dengan lebat 🤣ataukah bulunya berbentuk keriting 🤣😭/Facepalm/
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: padahal lucu loh kak kalau nanti bulunya jadi keriting😭🤣🤣
total 2 replies
Erni Sasa
jangan ka biar aku blajar juga resep masakanya kebetulan aku belum pandai masakan china😌
Author Risa Jey: Oke deh, walaupun resepnya gak akan jauh-jauh dari kecap asin sih /Smirk/
total 1 replies
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
apakah sulur itu baik ataukah jahat?? tapi, semoga aja itu sulur bisa membantu Yunru /Slight/
Author Risa Jey: Baik kok harusnya. Penuh misteri /Casual/
total 1 replies
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
enggak kak, malah udah pas itu, kita jadi tau resep lain buat masak 🤭
Author Risa Jey: /Ok//Ok//Ok//Ok/
total 1 replies
ER
enggaa masalah thorr
mungkin kita juga bisa mencoba resepnyaa 😂
Author Risa Jey: Coba bikin, takaran kira-kira sendiri ya/Hey//Hey/
total 1 replies
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
aduhhh, gemes banget sama Muzhi yang tiap hari malu malu kucing sampai telinganya merah 🤣 ayo Yunru, buat Muzhi salah tingkah lagi 🤣🤣kalau bisa, tidak hanya telinganya saja yang merah, tapi juga wajahnya ikut merah 🤣🤣
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: tapi daripada dikasih sama mereka, lebih baik dijadikan kelinci panggang, kan lumayan tuh pasti dagingnya banyak🤣😭
total 9 replies
Erni Sasa
🤣🤣🤣🤣pikiran macam apa itu
Author Risa Jey: /Hammer//Hammer//Hammer//Hammer/
total 1 replies
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
akhirnya Muzhi jatuh cinta pada Yunru yeayyy, kalau nenek Caolan tau, wahhh, apa yang akan terjadi ya ketika melihat cucu nya ini dengan telinga yang memerah /Chuckle/
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: 🤣🤣 boleh tuhhh, aku setuju🤣🤣
total 4 replies
Erni Sasa
🤣🤣🤣🤣🤣ada" saja pilih dua duanya lah kalau bisa
Author Risa Jey: Oh, tidak bisa /Chuckle//Chuckle/
total 1 replies
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
ayo usut tuntas Feiyu/Determined//Determined/
Erni Sasa
🤣🤣🤣🤣😭maak aku lagi badmood iih malah di pantatin
Author Risa Jey: /Smirk//Smirk//Smirk//Smirk/
total 1 replies
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
harusnya kamu tendang saja tuh si Ruu nya Yunru, biar dia naik tangga lagi, biar jadi kurus 🤣
Author Risa Jey: Yang ada mungkin pingsan duluan /Sweat/
total 1 replies
Erni Sasa
🤣🤣🤣🤣heiii baru sadaar
Erni Sasa
semangat ka Risa aku salah satu pembaca setiamu,jangan hiatus ya untuk novelmu yg ini.
Author Risa Jey: Jangan khawatir, up sampai tamat kok /Casual/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!