gimana kalo cowok pas-pasan kebelet cinta sama bosnya sendiri
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Djginting, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
AMARAH ALINA
Suasana di lantai tiga puluh dua yang tadinya senyap mendadak berubah menjadi mencekam ketika sebuah notifikasi pesan masuk ke ponsel pribadi Alina Wiratama. Jari-jemarinya yang lentik membeku saat layar menampilkan sederet foto yang memperlihatkan kedekatan Susi dan Bima di sudut gudang pelabuhan yang kumuh. Amarahnya memuncak seketika, dadanya naik-turun menahan gejolak emosi yang bercampur aduk antara murka profesional dan rasa dikhianati yang mendalam. Ia merasa Susi sudah mulai benar-benar mengkhianati dirinya, bukan hanya sebagai sekretaris, tapi sebagai orang yang selama ini ia percaya.
Pada dasarnya, cabang pelabuhan adalah area steril dari karyawan pusat atau cabang lainnya. Aturan perusahaan sangat ketat: setiap karyawan yang ditempatkan di sana tidak diizinkan berkomunikasi secara langsung atau melakukan pertemuan fisik dengan karyawan pusat ataupun cabang lainnya tanpa surat tugas resmi. Aturan ini dibuat untuk menjaga integritas logistik dan mencegah kongkalikong yang bisa merugikan perusahaan. Pelanggaran Susi bukan sekadar masalah rindu, melainkan pembangkangan terhadap prosedur keamanan Wiratama Trading.
Alina melempar ponselnya ke atas meja mahoni dengan kasar. Ia merasa Bima memang tidak dapat dididik untuk menjadi orang yang dapat diandalkan. Di matanya, Bima tetaplah pemuda sembrono yang lebih mementingkan kesenangan sesaat daripada tanggung jawab besar yang sedang diembannya. Ia merasa dikhianati dua kali: oleh sekretarisnya yang melanggar aturan, dan oleh Bima yang membiarkan pelanggaran itu terjadi di jam kerja.
"Ternyata dia memang lebih cocok untuk dididik menjadi sukses dengan cara yang keras, bukan dengan belas kasihan," bisik Alina getir dengan tatapan mata yang dingin menusuk. Dendamnya pada Susi semakin besar; ia merasa sekretarisnya itu telah menusuknya dari belakang dengan memanfaatkan celah di pelabuhan. Tak hanya itu, ia mulai meragukan keputusan Paman Tino yang selama ini melindungi Bima di pelabuhan. Ia merasa Tino terlalu lunak sehingga area steril itu bisa ditembus oleh orang luar tanpa pengawasan yang memadai.
Tanpa membuang waktu, Alina segera menghubungi Tino melalui saluran telepon terenkripsi. Dengan nada bicara yang otoriter dan tanpa kompromi, ia memerintahkan Tino untuk memperketat keluar masuk karyawan di cabang pelabuhan. Ia menuntut agar pengawasan diperketat dua kali lipat, termasuk pemasangan kamera pengawas tambahan dan pemeriksaan identitas yang lebih ketat di setiap gerbang masuk. Tino yang menerima telepon itu hanya bisa terdiam, merasakan perubahan drastis pada nada suara Alina yang kini benar-benar telah menjadi "Ratu Es" sejati yang siap menghancurkan siapa pun yang menghalangi jalannya.
Rijal yang memantau situasi dari kejauhan melalui laporan kaki tangannya, tersenyum lebar di ruang kerjanya. Melihat Alina mulai bergerak dan bertindak secara impulsif karena amarah, ia merasa cukup puas. Rijal yakin bahwa sebentar lagi langkah selanjutnya akan semakin mudah ia tempuh. Ia telah berhasil merusak kepercayaan Alina terhadap orang-orang terdekatnya, dan itu adalah awal dari keruntuhan sebuah kekuasaan yang ia idam-idamkan selama ini.
Namun, di sebuah kota nan jauh, seorang wanita paruh baya sedang duduk menatap layar monitor yang menampilkan data internal Wiratama Trading dengan sangat detail. Wajahnya yang elegan tampak mengeras saat membaca laporan tentang pergerakan Rijal yang mulai berani menyentuh lingkaran terdalam putrinya. Sorot matanya menunjukkan kecerdasan luar biasa sekaligus ancaman yang nyata bagi siapa pun yang berani mengganggu aset keluarganya.
"Rijal sialan, kau mau buat apa pada perusahaan anakku?" kata wanita paruh baya itu dengan nada rendah yang penuh ancaman. Suaranya mengandung otoritas yang sangat kuat, jauh lebih besar daripada Alina. Ia telah mendengar setiap tindakan kotor Rijal terhadap putrinya melalui jaringan mata-mata pribadinya. Entah siapa wanita itu sebenarnya, yang pasti kemungkinan besar dia adalah sosok yang sangat penting.